
Rima membuka pintu gerbang dengan kunci serep yang selalu Ia bawa kalau keluar Rumah.
yuk masuk Yank Rima naik kembali kedalam mobil untuk masuk dan parkir di halam begitu juga Satria dengan motor nya.
setelah kembali mengunci gerbang Rima mendengar suara Bi Iyah menangis.
Rima masuk kerumah menggunakan kunci serap juga, sesampai di Dalam Rima langsung mencari Bi Iyah yang Ternyata bersimpuh sambil memangku kepala Papa nya.
sedang Satria hanya terduduk di ruang tamu tak berani mengikuti Rima.
Ada apa dengan Papa Bi tanya Rima Kaget melihat Papa dengan kepala di pangku oleh Bi Iyah.
Bibi juga Gak Tau Non Bi dengar benda pecah Bibi langsung kesini Ternyata Tuan Jatuh,Rima mengitari Bibi agar lebih dekat melihat Papa.
Bi apa yang Berdarah Ini..tanya Rima panik.
Kepala Tuan non ini bibi teken Kain biar gak keluar lagi.
Rima langsung Berteriak memanggil Satria.
Yank...Yank...teriakan Rima memenuhi se isi rumah, membuat Satria panik dan langsung berlari ke sumber suara.
Kenapa Yank sesampai nya Satria Kedalam Kamar Orang tua Rima.
Yank cepat kita bawa Papa ke RS, Dengan sigap Satria membopong tubuh Papa Rima tak lain calon mertua nya dengan di bantu Bi Iyah dan Rima.
setelah selesai meletakan Papa di jok belakang dengan posisi kepala di pangkuan Rima.
Bi...Bibi gak usah ikut ya Bibi Kunci aja Gerbang nya mobil Rima Ama Motor Satria Di luar tuh, Rima melarang Bi Iyah Ikut.
Satria Duduk Di kemudi membelah jalanan malam yang sepi hingga memudah kan dan terhindar dari macet Hanya ada beberapa kendaraan melintas jauh beda dengan Siang hari.
ke Rs mana Kita Yank...tanya Satria sambil mengintip Rima Dari kaca spion.
RS terdekat aja Yank ...Papa udah pucet banget nih, Rima berulang kali membelai Pipi Papa sambil menangis.
Kembali suasana hening hanya isak Rima yang terdengar Sedang Satria Fokus dengan jalanan.
Tiba-tiba suara dering handphone Rima berbunyi mengaget kan mereka dari keheningan.
Siapa... tanya Satria Saat Rima Sudah membuka Layar Handphone nya.
Mama Jawab Rima,langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan.
Di mana Sayang... Tanya Mama Dari seberang.
Sekarang Rima Di Jalan Ma Bawa Papa ke RS, jawab Rima dengan tangis semakin besar.
Apa.... kenapa Papa , Mama kaget Dan langsung Panik.
Mama nyusul Kalian sherlok ya, Mama langsung menutup panggilan tampa menunggu jawaban Rima.
Yank itu Di depan Aja, tunjuk Rima Pada plang di pinggir jalan bertulis kan Rs Pemata.
__ADS_1
Satria membelok memasuki pelataran RS tepat Di Teras utama dan Satria Langsung melompat turun menuju lobi Sambil berteriak memanggil Dokter.
Dengan Sigap beberapa perawat membantu Satria memapah Papa Rima ke Atas brankar sedang Rima terlihat lemas masih terduduk di kursi jok belakang mobil yang terbuka, sedang Satria ikut barisan perawat yang mendorong brankar di mana Ayah Rima terbaring.
Sampai Di Depan ruangan IGD perawat menghadang Satria, maaf Mas gak boleh masuk silah kan tunggu di luar.
Dengan sedikit mengintip setelah itu Satria berbalik duduk di kursi tunggu tempat keluarga pasien yang menunggu, pasien yang sedang dirawat.
dua menit Duduk Satria mencari-cari keberadaan Rima Yang gak nampak Batang Hidung nya.
kemana lagi sih tuh anak, Satria berkata dalam hati Sambil langkah nya kembali ke mobil yang masih terparkir pas di areal masik lobi RS.
Maaf Mas tolong pindahkan mobil nya di parkiran sana takut nya ada pasien gawat yang mau masuk, Satpam menegur Satria.
Baik pak saya minta Maaf tadi panik,jawab Satria sambil mengatup kedua tangan nya.
Ya saya ngerti, Jawab Satpam sambil lalu.
Satria kembali masuk kedalam mobil, mendengar tangis Rima, Satria baru sadar kalau Rima Tadi sama sekali tidak turun.
Tak ingin Dapat teguran Satpam lagi Satria melaju menuju parkiran untuk memakir kan kendaraan secara benar.
Satria berpindah dudu kebelakang Di mana Rima duduk menangis Saat ini.
Mama pulang kerumah dulu sebelum menyusul ke Rs, Bi kenapa suami Saya Kala Bi Iyah membuka pintu untuk nyonya nya.
Saya gak Tau nya Tiba-tiba Ada suara pecah Saya langsung kekamar Tuan karena kamar tuan sedikit terbuka,penjelasan Dari Bi Iyah.
Mama Rima Masuk Ke dalam Kamar Nya tampak lantai Masih sedikit basah karena baru di bersih kan Dari sisa Darah Tuan nya.
Satria memeluk Bahu Rima Yang berguncang-guncang karena tangis nya.
Ssss.. kenapa Yank...Tanya Satria sambil mendekap Erat Rima.
Semua Gara-gara Aku, Coba Aku gak begini Papa pasti Tidak akan Celaka,Rima menyalah kan Diri nya Sambil menangis di pelukan Satria.
Coba Aku gak Hamil Pasti Papa masih Sehat Rintih Rima Lagi, membuat Satria merasa hati nya Di tampar.
Jadi Kamu nyesal Yank...Tanya Satria sedikit mengendur kan pelukan Agar Dapat melihat Wajah Rima.
Ya Aku nyesal...Rima Sedikit teriak.
Karena sama-sama Masih berdarah Panas, Satria pun tersulut emosi mendengar ucapan Rima.
Tapi untung nya Satria masih bisa meredam emosi Nya menginggat kondisi Rima Yang sedang mengandung Dengan emosi yang Tentunya Tidak setabil.
Bukan Kah Ini semua Keinginan Kamu, Masih dengan Suara Datar Satria menggapi Rima.
Rima Terdiam Dan menarik Diri Dari pelukan Satria dengan mengusap-usap air mata nya.
Satria melipat kedua tangan nya Dan menatap kedepan Karena Rima Sudah tidak dalam pelukan nya Rasa sakit akan kata-kata Rima Barusan membelenggu Hati nya.
Kalau Kamu nyesel Ya sudah kita ahiri Saja mimpi-mimpi Kita berdua, Ntah kenapa Kata-kata dingin Dan pedas itu keluar dari mulut Satria seperti menusuk gendang telinga Rima.
__ADS_1
RIma menatap wajah laki-laki tercinta nya yang sudah mulai tunjukan Sikap awal nya Aura dingin terpancar jelas di wajah Satria.
Jadi Kamu Tidak ingin bertanggung Jawab Tanya Rima Dengan Ketus,membuat Satria langsung melihat nya.
Dengan Muka dingin Satria menatap Rima yang juga Tak mau kalah bengis nya.
Kamu dengar Baik-baik, ucap Satria dengan Aura sedikit seram menurut Rima.
Aku dengan Ibu ku ke rumah Kamu itu Kamu pikir Buat Apa Buat Bertanggung Jawab Atas Anak Ini tunjuk Satria ke perut Rima.
Aku minta kamu dengan Baik-baik tau Aku memang berengsek juga Ayah ku berengsek Tapi Aku masih punya Rasa tanggung jawab Tapi kalau Kamu tidak Suka Aku gak Akan memaksa, Satria langsung membuka pintu mobil untuk keluar.
Rima meraung mendengar kata-kata Satria Hati nya seakan hancur, Rima melompat keluar Dari dalam mobil membuat pijakan kaki nya tidak seimbang dan membuat Ia jatuh terduduk.
Karena kaki nya terasa sakit Rima kembali masuk kedalam mobil.
Rima merasakan perut nya kram sakit teramat Sangat membuat Ia menjerit dan juga merintih.
Satria Yang memang Baru beberapa langkah mendengar teriakan dan Rintihan Rima Tapi Kaki nya seakan engan untuk melangkah balik akan tetapi Ia Juga Tidak melanjut kan langkah nya.
Aduhh Sakittt, lagi-lagi Rima berteriak, Apa sih maksud nya Si Rima Satria makin Tersulut emosi.
semakin geram Satria mendengar tangisan Rima, Satria berbalik mengitari mobil dengan maksud akan memarahi Rima Karena berteriak-teriak.
Satria membuka pintu mobil dengan kasar, Turun...perintah Satria pada Rima.
Tapi Rima Tak memperdulikan nya Masih terus memegang perut sambil merunduk menahan sakit tiba-tiba merasa ada yang mengalir hangat dari balik paha nya,dengan cepat rima meraba benda cair yang keluar dan melihat nya.
ternyata darah yang keluar membuat Rima Panik, sedang Satria masih menatap nya Tajam Seolah-olah Rima sedang berakting.
Rima mencoba untuk turun perlahan tapi pandangan nya langsung menggelap.
Rima Jatuh Pingsa tepat Di kaki Satria, dapat di lihat Satria Darah di selip paha putih Rima.
hhhm ternyata Dia ke guguran Bagus lah, Satria ingin berlalu membiar kan Rima, Tapi di bagian Hati lain merasa tak tega dengan Hati yang bertentangan Ahir nya Satria menggendong Rima memasuki lobi Rs.
Dengan Sigap Para perawat membantu Satria karena Darah Rima menetes tercecer Di lantai.
perawat Panik Tapi satria bersikap diam dan dingin.
rima di dorong masuk ke ruang IGD guna menjalan kan pemeriksaan, sedang Satria menunggu Di luar Dengan Sikap Masa bodoh nya.
setengah jam berlalu keluar lah perawat mencari keluarga pasien tampa bisa mengelak Satria harus mengakui kalau Ia keluarga pasien Satria di persilah kan Masuk untuk melihat kondisi Rima.
Maaf Apa Adek Ini suami nya, tanya salah Satu Dokter perempuan Yang menangini rima.
Ya Saya Suami nya,kenapa dengan Istri Saya Dok, tanya Satria seolah-olah Ia perduli.
Tolong di jaga Ya pak Kandungan Istri nya Maaf Saya menyebut Anda adek tadi,Dokter meklarifikasi panggilan salah tadi.
Kenapa kandungan Istri Saya Dok,Satria sedikit melunak.
Istri Bapak kecapean tolong Di Jaga jangan Sampe Stres Karena bisa berakibat buruk pada janin,Dokter menjelas kan.
__ADS_1
Kira-kira seburuk Apa Dok Tanya Satria ingin Tahu.