
Fika melotot dan hampir tersedak terkejut melihat siapa yang berdiri di depan nya, berulang kali Fika menutup mata lalu membuka kembali berharap Ia sedang halusinasi.
ntah kenapa ada rasa bahagia menyeruak dalam dada karena Ia sudah menemukan Fika,senyum nakal di sudut bibir Satria kini Ia berdiri lebih dekat kemudian menyentil jidat Fika.
Apa kamu pikir Aku hantu hhhmm....ucap Satria sambil mencengkram pergelangan tangan Fika.
lepas Sat.....bentak Fika, tapi satria tidak perduli malah kini menarik nya untuk pulang.
lepaskan..Fika menghentakan tangan agar cengKraman Satria lepas, tapi hasil nya nihil Satria malah semakin kuat.
sekali lagi Fika menghentakan tangan namun tetap tak terlepas, Satria yang sudah sedikit emosi karena lelah malah merangkul dan melabuh kan ciuman membuat Fika melotot.
Satria menggigit bibir bawah Fika karena geram, tampa Ia sadari telah melukai bibir Fika kini ******* Itu menjadi terasa asin karena darah yang keluar dari luka Fika.
segera Satria melepas kan tau tan bibir mereka kemudian mengusap dengan Ibu jari nya kata maaf lah yang keluar dari bibir Satria.
Fika menampar pipi Satria karena merasa Satria sudah keterlaluan selalu menyakiti nya, panas perih itu yang di rasa Satria di bekas tamparan Fika.
untuk apa kamu datang.....tanya Fika sinis.
tentu untuk jemput Ibu anak-anak ku lah....jawab Satria asal, sedang Fika merasa muak dengan ucapan Satria.
tapi di dalam sudut hati nya Fika teringat Si kembar Rasa rindu bergelayut di hati nya.
Pulang lah Fik anak-anak butuh kamu.....ucap Satria membujuk Fika tapi di balas tatapan sinis oleh Fika.
mereka anak-anak mu bukan anak-anak ku....ucap Fika penuh penekanan, membuat Satria melihat dalam kedua mata Fika sungguh kah ucapan Fika barusan.
Fika tak kuat dengan tatapan Satria suara si kembar seakan terngiang-ngiang di telinga nya, Fika luluh karena hati nya memang sudah teramat Sayang pada dua mahluk kecil yang sudah memanggil nya dengan sebutan Mama.
Tapi Ia juga tak mungkin kembali ke rumah Satria, walaupun kehormatan nya sudah di renggut oleh Satria tapi Fika masih belum memantap kan hati untuk Satria.
setelah cukup lama mata mereka bersitatap kini Satria, menunduk karena tak ada lagi yang bisa membuat Fika merubah pendirian tapi ucapan Fika menghentikan langkah nya.
Aku minta Maaf Sat bukan nya Aku gak sayang dengan Sanda dan Sandi tapi Aku gak mau kamu jadi kan pelampiasan....ucap Fika dengan sedikit tercekat karena sudah tak tau harus berkata apa lagi.
Satria seketika menatap wajah Fika.
apa maksud mu pelampiasan....tanya Satria.
Fika menatap Sinis ke wajah Satria bagai mana pun Rasa sakit masih jelas terasa di hati nya.
Puas kan Kamu sudah merusak Aku.....tuding Fika membuat Satria langsung merasa bersalah kembali mengingat kejadian malam Itu.
Satria menarik sudut bibir nya tak di sangka Fika menganggap Ia perusak bukan kah Ia menikmati fikir Satria masih dengan senyum di sudut bibir.
bukan kah kamu menikmati bahkan berulang kali kamu sebut nama ku....ucap Satria dengan senyum nakal.
Fika diam memang benar hati nya menolak tapi tubuh nya menikmati setiap kelembutan yang di beri Satria, lama mereka terdiam.
Satria teringat kemarahan Om Panji Papa Fika bagai manapun Cara nya Satria harus membawa Fika pulang ,Ayo pulang Fika.....ajak Satria lagi, Tapi Fika kembali menolak.
__ADS_1
Satria kehilangan kata-kata karena Fika susah di bujuk, Satria berfikir bagaimana cara agar Fika mau ikut bersama nya.
ok lah Aku akan telephone Papa kamu dan bilang yang sebenar nya Aku yakin semua akan jadi lebih baik Kamu bisa langsung Aku nikahi....ancam Satria.
Fika merasa detak jantung nya tak beraturan ketakutan, sebagai seorang anak Fika tak ingin membuat hati kedua orang tua nya terluka.
Satria pura-pura mengambil handphone di saku celana, membuat Fika salah Tingkah karena takut Satria akan menelephone kedua orang tua nya.
Fika tdak dapat berfikir banya selain menyerah untuk saat ini demi kedua Orang tua nya.
Gak perlu kamu telephone Papa, Mama ku....ucap Fika dengan pelupuk mata yang menggenang.
Kalau Kamu nurut kan bagus bisa lebih cepat sampe di rumah dan kita akan segera menikah...ucap Satria.
Apa kamu bilang....tanya Fika dengan geram sambil menghapus rembesan yang tadi sudah mengambang dan jatuh.
kita akan segera menikah....ucap ulang Satria di balas tatapan dingin oleh Fika.
kenapa tanya Satria karena Fika terus menatap nya dengan tatapan dingin.
Aku tidak mau menikah dengan kamu dan Aku tidak akan.... ucapan Fika terputus karena satria kembali membungkam mulut Fika dengan bibir nya.
Fika menangis sambil bergumam.....Aku gak mau pulang Sat sudah lupakan Saja toh kamu gak mencintai Aku huuuuuu..
tangis Fika semakin kencang, Satria tercenung sejenak karena gumaman Fika yang terdengar jelas di telinga nya.
ternyata semua perempuan Sama lebih mengutamakan ucapan dari pada melihat kenyataan cinta tak selama nya harus di ucap kan.
Satria menatap dalam wajah Fika kemudian sedikit tersenyum penuh madu.
Aku mencintai Mu Fika....ucap Satria terus menatap Fika, sedang Fika merasa saat ini telinga nya menjadi tuli, dengan pandangan mengabur Fika menatap ke dua mata laki-laki yang sudah begitu banyak mengambil ke untungan dari nya.
Fika mencari kebenaran dalam bola mata yang terlihat lelah, Fika bisa melihat pancaran bahagia itu ada di mata Satria tapi Ia sendiri tak tau apakah bahagia karena menemukan nya atau bahagia atas ucapan nya barusan.
Satria seakan tau apa yang kini sedang Fika cari di mata nya, Satria berlutut daneraih kedua tangan Fika.
Satria menengadah untuk menatap dalam wajah yang kini basah dengan air mata yang terus mengalir.
Fika Aku mencintai Kamu sunguh Aku mengharap kan kamu jadi pendamping dalam hidup ku juga Ibu untuk anak-anak Ku....ucap Satria kemudian Satria mencium kedua tangan Fika dengan khidmat.
pulang lah Fik.. aku akan bertanggung jawab kita menikah ya....ucap Satria membujuk agar Fika mau ikut pulang bersama nya, Satria bangkit mendarata kan ciuman di kening membuat Fika diam tampa kata dan meresapi ciuman Satria.
sebenar nya mereka berdua sama-sama terombang ambing dengan perasaan masing-masing.
ucapan cinta dari Satria benar tapi Fika masih takut kalau Ia hanya akan jadi bayang-bayang Rima, kini Fika juga tidak bisa lagi menolak Satria setelah apa yang terjadi.
ahir nya Fika memilih menurut karena nasi sudah menjadi bubur dan tidak ingin membuat kedua orang tua nya terluka, pertunangan nya yang gagal karena ulah Satria dan kini Kehormatan Yang Ia jaga juga hancur dengan Satria.
kalau dia memang jodoh ku, aku iklas ya ALLAH....doa Fika dalam hati.
Latif dan Fajar masuk karena takut kalau Satria akan berbuat kasar pada Fika.
__ADS_1
Latif diam memandangi wajah Fika yang kini sembab lagi gara-gara nangis, sebenar nya Latif sempat berfikir kalau Fika adalah jodoh yang dikirim Oleh Tuhan Untuk nya karena pertemuan gak sengaja.
Latif menarik nafas berat sambil memandang Fika dan Satria secara bergantian.
Fajar cuma berdiri Ia pun tak tau harus berkata apa sebab Satria sudah menceritakan apa yang sudah terjadi dan bagi nya Satria wajib bertanggung jawab.
Lo berdua gua balik ya terima kasih Tif, lo udah tolongin calon Bini gua....ucap Satria ingin membawa Fika pulang.
Latif tak menyahut hanya mengangguk sebab Ia sedikit tak rela Fika pulang.
Fajar tau apa yang di fikiran Latif karena tadi Latif sempat mengirim pesan menyatakan kalau Fika calon masa depan.
udah Bro dunia lebar, gak usah sok sedih gitu kalesss...ucap Fajar mengolok Latif.
la Elu bukan nya bantuin gua malah ngeledek....balas Latif jengah.
Gua udah bantu lo Tif....ucap Fajar..
Bantu apa Lo.....bantah Latif.
Ini ni teman gak ada ahlak, kalau bukan Gua ngasih tau Lu kalau tu Cewe udah di apa-apain dengan Satria emang Lu mau sisa Dia....geram Fajar.
Latif cuma nyengir karena apa yang di ucap Fajar benar, mana mau kalau Fika bekas Satria.
Yaudah Gua mau pulang Lu selamat ngayal sendiri....ucap Fajar dan langsung keluar.
sedang Latif hanya tertawa kejadian barusan membuat nya lucu.
hhhhmm baru hati Gua mau seneng punya pacar ehhh ternyata calon bini temen, Latif terus menertawai diri nya sendiri.
di perjalanan Fika hanya diam bagai mana pun kejadian malam Itu masih menyisakan luka di hati, kembali teringat dengan janji diri untuk menjaga kehormatan untuk calon suami dan akan Ia persembah kan saat malam pengantin.
Tapi semua hanya mimpi bagaimana pun Fika harus belajar menerima Satria dan mengubah pandangan Satria pada nya agar Ia tidak menganggp nya sebagai Rima.
Mereka Sampai begitu sampai di depan pintu terdengar riuh suara tangis Sanda dan Sandi menyebut Mama.
Satria buru-buru masuk di ikuti Fika dari belakang, mereka masing-masing mengambil Satu anak.
Aduhh Sayang ayah kenapa hhhmmm....ucap Satria sambil mengambil Sandi dari gendongan PRT.
Sanda langsung berhenti menangis setelah melihat Fika, Girang Sanda dengan air mata dan Hidung masih merembes.
aduh anak ganteng sini sayang....Fika mengambil Sanda dari pangkuan Ibu Satria.
sedang Ibu Satria masih bermuka masam rasa marah dan kesal akan kelakuan anak nya.
Tante kenapa Tan.....tanya Fika karena melihat kediaman Ibu Satria.
Tante gak Apa-apa nak....jawab Ibu Satria sambil melirik Satria yang sedang menggendong Sandi.
Fika tak bertanya lagi lirikan Ibu Satria tadi cukup membuat nya mengerti kalau Ibu Satria Marah pada Anak nya sendiri.
__ADS_1
πππhadeh sory Guys kurang konsen agak belepotan crita nya ya Guis mohon di maklumi Author baru belajar semoga cerita nya menghiburπππππ