MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
HAMPIR MAUT


__ADS_3

jam Sebelas siang Rima Sudah Dandan Cantik untuk pergi menemui Suami nya Yang sedang berjuang demi Masa Depan.


Rima memesan Taxi Lewat aplikasi tak menunggu Lama Taxi datang Dan Rima Berangkat Dengan Berbekal Dua box Nasi beserta Lauk Pauk.


Kurang lebih Lima belas menit Rima sudah Sampai depan perusahaan.


Pak Budi mendorong Pintu Gerbang Kala melihat Rima Datang.


Silah Kan Non... Sambut pak Budi Ramah...Terimakasih Pak....jawab Rima dengan senyum merekah.


Rima melangkah dengan Di ikuti Pak Burhan Dari belakang Begitu Rima Sampe Di lobi Langsung menuju Lif khusus dan Pak burhan Kembali ke pos


Rima berdiri di depan kaca dinding ruangan Suami nya Saat ini mematut diri untuk menyempurnakan penampilan nya agar terlihat cantik di mata suami nya.


setelah merasa cukup Rima mengetuk pintu Ruangan.....Masuk terdengar suara sahutan dari dalam.


Rima langsung masuk dan mendapati Satria sedang di pandu dalam mengerjakan proposal, Satria di pandu om Hendrik Salah satu kepercayaan Papa.


Rima Om hendrik menyapa Rima yang Saat ini sedang menatap Kagum Satria.


hhhmm....hhhmmm..Om hendrik berulang kali berdahem karena Rima tak menjawab sapa nya Sangking terpana melihat Satria yang tampak lebih dewasa dan tampan Duduk di kursi kebesaran Papa Nya.


ehh...om Rima Jadi kikuk Sendiri Rima Duduk Di sofa yang Ada di ruangan Satria Saat ini sepuluh menit Rima menunggu dan Satria sudah selesai di barengi decak kagum Om Hendrik Karena Satria cepat tanggap.


Uh Anak Om gak Ngundang-ngundang...om Hendrik protes....Rima tersenyum Mak Lum Om Dada Kan Jawab Rima.


Satria merapikan berkas-berkas di meja nya Lalu menghampiri Istri Cantik nya, Satria duduk Di sebelah Rima dengan bersandar di sandaran Sofa.


Udah Laper blum Yank Tanya Rima sambil memijat pelan Bahu Satria, lapar Yank jawab Satria...yaudah Kita Makan Yuk..ajak Rima Sambil ingin membuka Box nasi yang Ia bawa.


Bukan Makan Itu Sayang Satria menghentika pergerakan Rima...,Trus makan Apa Rima Bingung sambil menatap Suami nya.


makan Kamu Yank Jawab Satria sambil menolak rima Agar terlentang Di sofa Dan langsung Rima Dalam Kungkungan nya..


Aduh Yank Perut Ku kejepit.. Teriak kecil Rima, Satria langsung Bangkit Saat itu juga.


Sakit Yank maaf ya....Satria merasa bersalah.


gak Kok Yank Cuma Tadi Aku kaget... jawab Rima yang Sudah kembali Duduk.


Jadi boleh dong di lanjut...ucap Satria dengan mata Sayu...Rima tersenyum karena ulah Satria yang gak mikir tempat.


Satria bangkit mengunci pintu dan menutup semua kaca lalu membuka jas dan Dasi yang Ia pakai.


Yank kalau Ada yang Masuk Gimana...tanya Rima ragu untuk melakukan permitaan suami nya.


ayuk Satria menarik tangan Rima keruangan Kusus untuk istirahat karena mengerti dengan kekhawatiran Sang istri.


Setelah di dalam Satria melancar kan serangan demi serangan karena pedang panjang nya sudah meronta-ronta minta sarung.

__ADS_1


Satria dengan lembut melucuti pakaian Rima hingga Rima tampa selembar benang...berbagai macam cumbuan di berikan Satria Agar Rima terus melenguh dan merintih membuat Ia semakin liar.


pertempuran pedang panjang cukup menguras tenaga hingga Rima menyerah karena lemas sedang Satria masih cukup tangguh dengan dengan pedang panjang yang masih teru on.


Yank kita mandi ya ...Satria mebelai perut buncit Rima yang kini terlentang lemas...tak ada penolakan Rima karena memang saat ini Ia begitu lemas dan Hanya Air yang bisa sedikit mengusir rasa lemas nya.


Di kamar mandi Satria kembali melancar kan serangan pedang panjang karena sedari tadi pedang panjang nya masih on terus tapi kali ini dengan lebih santai dan perlahan agar Rima tidak tambah capek dan lemas.


Hampir sejam ahir nya pertarungan kamar mandi selesai dengan binar puas di kedua nya mereka mandi dan lanjut mengisi energi yang sudah terkuras lumayan banyak tadi.


sejak lima belas menit lalu Om Hendrik bolak balik tapi pintu tetap terkunci.


selesai makan Rima kembali ke ruang Istirahat untuk mengistirahat kan tubuh yang terasa lemas dan penat akibat pedang panjang Satria.


Satria memutar kunci agar pintu dapat di buka untuk orang yang ingin masuk ke ruangan nya.


belum ada lima langkah Satria berbalik setelah memutar hendel pintu Om Hendrik masuk dengan Senyum lebar Di muka nya.


Om Hendrik mengerti apa yang terjadi di antara pasangan muda yang masih ganas di ruangan Teman nya, toh Dulu Dewa juga sering kalau Arini Datang.


Sini Sat...Om Hendrik mengajak Satria duduk Di Sofa saling berhadapan meja sebagai pembatas di antara mereka.


Om Hendrik memberi beberapa pengetahuan lain tentang kerja perusahaan Dan Om Hendrik memuji Proposal Yang Di Buat Satria cukup bagus dan melebihi apa yang Ia pikir.


cukup panjang lebar Ilmu yang Di ajar kan Om Hendrik Hingga Rima Terbangun dan keluar Dari ruang istirahat dengan mata sembab bangun tidur.


nah Ini yang Jangan Kamu lakukan Satria dalam dunia Bisnis Banyak laki-laki hidung belang yang siap merayu istri lawan bisnis dan itu itu sudah banyak bukti nya jangan sekali-kali kamu menghindar kalau istri kamu duduk di sisi kamu.


Kembali Satria bergeser mepet ke Rima Karena omongan Om Hendrik ntah benar ntah tidak cuma Om Hendrik Yang Tau.


Sedang Rima merasa Geli dalam hati dengan kelakuan suami nya.


waktu pulang pun tiba Setelah Om Hendrik undur Diri Rima Mengumpul kan Box Yang Sudah Di cuci untuk di bawa pulang lagi.


Rima Dan Satria sudah sampai di parkiran di Sambut hangat dengan Pak Buhan Dan Budi Satpam di perusahaan.


wah Non pulang naik motor....Tanya Pak Burhan basa basi....iya Pak....jawab Rima Sambil mengantungkan bukusan box yang Ia bawa.


gak Takut masuk angin Non.....tanya Pak Burhan Lagi....kan Ada saya pak Yang kerokin...jawab Satria sambil tertawa.


Budi Dan Pak Burhan Ikut tertawa mendengar candaan Satria, Pak Burhan Memperhatikan Wajah Satria dengan seksama membuat Satria tanda tanya ada apa Dengan wajah nya hingga Ia melihat di kaca spion mobil yang terparkir di parkiran.


Ada apa pak dengan Suami Saya tanya Rima....Eh anu non Mata juga Hidung tuan mengingat kan Saya dengan orang yang saya kenal..jawab Pak Burhan tertunduk merasa salah.


Ah Bapak Ada-ada aja Saya Pikir beneran di wajah Saya ada yang nemplok kelakar Satria Agar Pak Burhan tidak merasa canggung dan bersalah.


Satria menghidup kan motar setelah Rima Naik..Pak Burhan Pak Budi Kami pulang ya Pamit Satria Dan Rima segera meluncur.


setelah Satria Dan Rima berlalu Pak Burhan Geleng-geleng melihat kerukunan dua muda mudi yang masih se umur jagung dalam menjalani bahtera rumah tangga.

__ADS_1


Cocok Banget Mereka Ya Pak....Tanya Budi membuat Pak Burhan Kaget....Ahh Kamu Pak Burhan menyikut tangan Budi.


Alah Pak....... Budi ketawa melihat kelakuan Pak Burhan yang memperagakan Gaya cool ala Anak jaman sekarang.


Di perjalanan Rima Semakin erat memeluk Satria dari belakang, seakan tau Satria berhenti di trotoar membuka jas dan memakai kan kepada Rima .


Rima pun merasa Sangat beruntung karena Satria begitu sayang dan perhatian kepada Diri nya.


Rima memeluk Satria sambil meraba-raba perut sispeck yang hanya terbalut kemeja tipis, Satria menghentikan pergerakan tangan Rima dengan tangan nya.


Nanti Yank Di rumah....ucap Satria setengah berteriak agar dapat di dengar Rima Karena bising....Rima tidak menyahut Hanya mencubit manja perut Satria karena tau kemana arah omongan Suami nya.


Rima Berteriak kala melwati gerobak Sate yang nangkring di pinggir jalan, Yank Sate......teriakan Rima membuat Satria oleng Karena kaget Dan Hampir menabrak pembatas Jalan...


Ya Allah Yank....Hampir maut Satria mengelus Dada dengan muka sedikit pucat,sedang Rima diam tampa bersuara membuat Satria tambah khawatir.


Yank....panggil Satria berulang Kali sambil mengguncang-gucang bahu nya tempat Di mana menyandar kan kepala.


Yank....panggil Satria halus...hhhhmmm jawab Rima Karena Ia juga syok Dan ketakutan.


Ada yang Sakit...tanya Satria cemas, Gak Yank jawab Rima lemah.


Mas mas...Itu cewe nya pucat....tiba-tiba ada seseorang yang memberitahukan Satria kalau Rima tidak sedang Baik-baik saja.


Satria turun setelah meminta bantuan seorang Ibu-ibu untuk memegang Rima Di Atas boncengan.


Satria segera menggendong Istri nya mendudukan di banggku Halte dekat temoat kejadian Rima terlihat Sangat lemas dan pucat seperti tampa Darah.


Kasi Minum Dulu Mas cewe nya Ibu-ibu itu memberi satu botol air mineral, Satria langsung meminum kan air tersebut ke Rima.


Ibu-ibu Tadi terenyuh melihat sepasang muda mudi yang hampir kecelakaan di telisik nya Rima Dari ujung rambut Sampe ujung kaki


si Ibu ahir nya Tau kalau Rima sedang Hamil.


Rima Masih Duduk Sungguh kejadian tadiembuat nya takut setengah mati tak Sanggup Ia bayang kan seandai nya benar-benar terjadi.


Bersyukur lah Mas kalian Masih di lindungi berkat Anak Yang ada di kandungan Adek ini...ucap si Ibu.


Iya Bu terimakasih Atas bantuan nya...Satria menunduk Hormat pada Sang Ibu penolong.


setelah setengah jam berlalu Rima sudah membaik dan Satria mengajak nya untuk pulang.


Kita pulang Ya Yank.....Rima menggeleng....kenapa Yank ....Rima menunjuk ke arah gerobak Sate...ya ampun Yank Jadi kamu Diam Dari Tadi karena mau makan Sate....Satria terkekeh melihat kelakuan istri nya begitu juga si Ibu yang masih Ada disekitar mereka.


turutin Mas jangan sampe anak nya ngiler gara-gara gak keturutan..cerocos Si ibu yang Di angguki Satria.


Satria menuntun Rima untuk lebih Dekat Dengan gerobak Sate, Bang Sate ya....pesan Satria....berapa porsi Dek tanya si penjual....dua Bang Jawab Satria Sambil duduk di bangku panjang sebelah Rima.


setelah makan Sate mereka pun pulang membawa satu bungkus Sate untuk Bi Iyah.

__ADS_1


__ADS_2