MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
TOLOL


__ADS_3

pertemuan tak terduga membuat Beno malu Dan berlari menjauh dari Prayoga, sempat terdiam heran kenapa Beni adik nya bisa lari ketika melihat diri nya.


Prayoga mengejar Beno dan tampa harus bermandikan peluh Beno yang memang sudah meresa lemah pingsan tiba-tiba.


Prayoga dengan segera bersimpuh memangku kepala Beno, rasa khawatir prayoga menelephone anak buah nya untuk segera datang serta membawa ambulance.


Peayoga menunduk menatap wajah pucat yang kini berada dalam pangkuan nya, sama sekali tidak pernah terfikir kalau bertemu dengan adik nya dalam ke adaan seperti ini.


kenapa Beni lari setelah melihat nya malu kah dia fikir prayoga, anak buah nya datang bersama ambulance dan petugas medis, setelah Beno di naik kan ke ambulance Prayoga menyuruh anak buah nya untuk terus memantau keadaan Beno karena Ia akan menghadiri rawat Direksi di kantor nya.


Tika tak mampu berdiri setelah mendapat kabar kalau tetangga nya melihat Beno di bawa pake ambulance, Tika gelisah setelah selesai mengurus anak nya yang sakit Tika kembali mengendarai motor untuk mencari keberadaan Beno di rumah sakit.


sudah beberapa rumah sakit dan puskesmas di datangi Tika namun tetap tidak menemukan Beno, hanya ada dua rumah sakit terbesar yang belum Ia kunjungi untuk mencari Beno.


kini Tika sudah masuk parkiran rumah sakit terbesar di kota nya, rasa malu karena penampilan awut-awutan di kesampingkan Tika demi mencari Beno.


Tika mencari pertama ke bagian informasi tapi bukan nama Beno melain kan Beni yang ada, sempat ingin pergi tapi setelah dua langkah Tika teringat kalau nama Asli beno adalah Beni Darma.


Tika minta di antar ke ruangan di mana Beno di rawat, tapi Setelah hampir sampai Tika bingung melihat beberapa Pria tegap berdiri di depan pintu salah satu kamar pasien yang ternyata ruangan di mana Beni alias Beno di rawat.


Tika memperhatikan satu persatu wajah-wajah sangar yang kini berdiri berjaga di depan kamar suami nya, Tika sempat berfikir kalau Beno telah berbuat kejahatan hingga harus terus di jaga.


Tika menyampingkan fikiran buruk karena harus segera masuk melihat Suami nya, setelah masuk Tika mendapati Beno yang terbaring lemah dengan jarum infus terpasang di tangan.


Tika mendekati Beno yang terlihat tidur dengan pulas, wajah pucat Beno membuat Tika menyesal telah melepas kata-kata tak baik untuk suami nya.


Tika merasa hati nya seperti di remas ingin rasa nya Ia meminta pada sangkuasa agar penyakit Beno berpindah pada nya.


sangking larut dalam sedih Tika tidak mendengar pintu di buka, seseorang masuk dan berdiri di samping nya pun Tika seperti berada di alam lain.


Prayoga mendahem membuat Tika kaget setengah mati, Prayoga menelisik wajah perempuan yang kini menangisi adik nya.


Tika merasa wajah Prayoga familiar sering di lihat nya, tapi Tika lupa di mana pernah liat Prayoga.


"maaf anda siapa"...tanya Prayoga.


"Anda yang siapa kalau saya istri nya"...ucap Tika dengan penuh tanda tanya di kepala.


Prayoga melihat adik ipar nya dari ujung rambut sampe ujung kaki, Prayoga kagum ternyata adik nya lihai dalam memilih pendamping hidup.


"berapa anak kalian"...tanya Prayoga bukan nya menjawab tapi malah buat pertanyaan baru.


"Anak kami satu"....ucap Tika ketus karena Prayoga tidak menjawab pertanyaan nya tadi, tapi tampa di sangka Tika, Prayoga menyodor kan tangan untuk bersalaman.


awal nya Tika sedikit ragu tapi kemudian menerima uluran tangan Prayoga.

__ADS_1


"perkenal kan Saya Prayoga Darma Abang dari Suami mu itu"...ucap Prayoga sambil menunjuk pakai mulut ke arah Beno yang masih terbaring.


mendengar Prayoga menyebut nama lengkap nya Tika terkejut ternyata benar Ia sering lihat tapi di majalah.


Tika terdiam saat Prayoga melepas genggaman salam dari tangan nya baru Tika tersadar dan malu hingga wajah nya bersemu merah.


"di mana anak kalian"...tanya Prayoga ingin bertemu keponakan nya.


"Di rumah bang"...jawab Tika dengan muka sedih.


Prayoga seperti menangkap pasti ada sesuatu yang terjadi dengan keponakan nya.


"boleh saya bertemu anak kalian"...tanya Prayoga lagi.


Tika kelabakan saat menjawab tentang anak nya mau tak mau Tika menceritakan, kejadian yang menimpa putra nya.


Prayoga merasa terkejut dan langsung memanggil anak buah nya untuk masuk, setelah menerima perintah dari Prayoga anak buah nya segera berangkat setelah meminta alamat rumah pada Tika.


setelah anak buah Prayoga pergi Tika mematung masih tak percaya dengan apa yang Dia alami hari ini.


setelah ngobrol sebentar Prayoga pamit dan meninggal kan satu Atm untuk Tika pergunakan kala perlu.


Tika merasa hati nya tersentuh ternyata Yang Kuasa masih sayang pada kluarga nya mengirim Prayoga sebagai dewa penolong.


sedikit lama setelah kepergian Prayoga, Beno siuman dan orang pertama yang Ia lihat adalah Tika membuat nya langsung membuang muka karena masih kesal.


Tika faham kalau Beno marah dengan kata-kata nya yang terlalu merendah kan martabat Beno sebagai laki-laki dan seorang Ayah.


karena Beno selalu menolak permintaan maaf nya, Tika memilih diam dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


Tika terduduk sambil melihat Ke arah Beno yang terus acuh pada nya, anak buah Prayoga masuk ke dalam ruangan Beno saat melihat Beno mereka sedikit menunduk dan mereka langsung menemui Tika untuk menyampaikan tentang Anak mereka.


Beno melihat dengan tatapan tidak sebang pada anak buah Prayoga, tatapan cemburu Beno terlihat dari cara nya mengatup kan rahang.


setelah menjelas kan di mana anak Beno dan tika di rawat anak buah Prayoga kembali berjaga di luar.


Tika mendekati Beno untuk menceritakan kalau Prayoga telah membawa anak nya untuk menjalani serangkaian pengobatan.


tak satu kata pun keluar dari mulut Beno hingga Tika meninggal kan nya, Tika merasa percuma.


Beno kembali membaringkan tubuh nya yang terasa lelah dan lapar, ingin memanggil anak buah Prayoga tapi ego nya mengalah kan rasa lapar nya.


Kinan kini berada di ruangan kerja Prayoga, lebih empat jam Kinan menunggu tapi Prayoga tidak kunjung kembali.


Kinan merasa curiga pada sikap Prayoga beberapa hari ini keluyuran tak jelas menurut nya.

__ADS_1


sambil bersungut-sungut Kinan memilih keluar dari ruangan karena sudah terlalu lama menunggu dan yang di tunggu tidak kunjung tiba, Kinan berniat akan menguntit Prayoga untuk menebus rasa penasaran kemana saja suami nya selama dua hari ini.


Kinan duduk dalam mobil nya dengan maksud agar Prayoga tidak tau keberadaan nya.


sedang di kediaman ke dua orang tua Satria, tampak ramai tamu berkunjung ada beberapa Ibu-ibu dengan setelan glamor datang berkunjung dan ada Latif di antara Ibu-ibu itu.


setelah di persilah kan masuk imam yang mewakili sebagai orang tua laki-laki latif menyampaikan maksud dan tujuan mereka datang berkunjung, tentu Ayah dan Ibu sangat gembira mendengar anak Gadis nya di lamar.


Indah yang memang sudah tau dan setuju dengan maksud Latif, tak ada penolakan dari Indah hingga mereka melanjut kan dengan mengatur hari tanggal dan bulan.


setelah menemui kesepakatan Latif dan ibu nya juga yang lain undur diri pamit.


Ibu terus tersenyum lebar karena anak gadis nya sudah ada yang pinang, Ayah juga merasa bahagia sebab Latif sangat Ia tau ahlak dan budi pekerti nya.


biar Latif suka ngelawak tapi Latif selalu menjaga sopan santun, Ayah senang dengan sifat calon mantu nya.


segera Ibu mengabari Satria dan Fika juga anak serta menantu nya yang lain tak lupa cucu nya yang kini sudah dewasa.


mereka bersyukur gelar yang di semat kan orang untuk Indah kini sudah hilang setelah ijab kabul pernikahan nanti.


Latif sebelum datang kerumah orang tua Indah terlebih dahulu meminta Ijin kepada Satria setelah menceritakan hubungan nya dengan Indah kakak dari Satria, karena menurut nya biar bagaimana pun Satria lah yang harus Ia mintai restu terlebih dahulu.


kini mereka sibuk mengatur hari pernikahan dan resepsi Indah, setelah sebulan prosesi pinangan berlangsung kini tinggal hari bersejarah bagi Indah dan latif.


ijab khabul di ucap kan dengan sekali ucap satu tarikan nafas dan sah ucap semua orang yang mendengar ucapan Latif.


Fika sebagai penerima tamu bersama Heny dan kakak-kakak ipar nya yang lain, tapi ada yang membuat Fika tidak habis fikir dan kaget.


karena melihat Ferdy menggendong balita yang berusia sekitar lima bulan, Fika merasa ada yang aneh kenapa Ferdy bisa ada di keluarga Satria.


Fika tak tau harus bertanya pada siapa sebab semua sedang sibuk dengan pesta Indah, saat menoleh Fika melihat Satria suami nya sedang duduk sendirian.


demi untuk mengobati rasa penasaran Fika mendekati Suami nya, Satria senang melihat Fika datang langsung di tarik nya satu kursi agar Fika duduk di sebelah nya.


Fika duduk tepat di samping Satria karena suasana terlalu ramai hiruk pikuk para undangan apa lagi bunyi alunan musik band dari sekolah si kembar yang kini sedang memain kan lagu slank cinta kita.


terpaksa Fika berbisik dengan suara keras agar Satria mendengar nya.


karena pertanyaan Fika tentang Ferdy, dengan terpaksa Satria mengajak Fika menjauh dari tempat pesta agar lebih leluasa menjelas kan.


Satria merasa tolol kenapa gak ingat kalau pernikahan Heny dan Ferdy di tutupi dari Fika.


setelah penjelasan Satria Fika rasanya ingin mengamuk tapi karena Satria menjelaskan dengan ditail Fika ahir nya mengerti dan tidak mempersalah kan.


teringat Mama dulu pernah bilang tentang Ferdy tapi Fika gak percaya kini Ia baru percaya setelah jelas di depan mata.

__ADS_1


hallo semua ASSALAM MUALAIKUM, saya ucap kan terimakasih banyak atas dukungan teman-teman semua yang sudah mampis semoga kalian sehat selalu 🙏🙏🙏🙏🙏.


semoga kalian gak bosen ya baca cerita jadul saya.


__ADS_2