
sampai di rumah Satria langsung menuju kamar ketiga anak nya satu persatu Ia perhatikan wajah bersih tampa dosa yang kini sedang tidur pulas sambil memeluk guling masing-masing.
hati nya seperti deremas mengingat satu jam lalu Ia hampir menelantar kan anak-anak nya karena perempuan seperti Rena.
Satria menangis tampa suara beberapa kali memukul dinding beton hingga buku-buku jari nya berdarah Satria meraung tampa seorang pun tau.
setelah mencium buah hati nya satu persatu Satria naik menuju kamar nya dan Fika, kembali Satria merasa dada nya sesak ketika sampai di dalam melihat Fika tidur dengan damai.
Satria mencium wajah Fika bertubi-tubi tampa Ia sadari bulir air mata nya jatuh mengenai pelupuk mata Fika.
Fika terbangun dan bingung ketika Satria memeluk erat diri nya sambil mengucap kan kata maaf berkali-kali.
setelah dikiranya Satria merasa tenang Fika mencoba bertanya masalah yang tengah di hadapi suami nya.
alih-alih menjawab Satria malah kembali memeluk dan menangis lagi.
seribu pertanyaan timbul di fikiran Fika, hingga menerka telah terjadi sesuatu dengan kedua mertua nya.
Abang bilang dong ada apa"....Fika mengguncang-guncang bahu Satria.
Maaf kan Aku Fika"....ucap Satria lagi setelah berpuluh-puluh kali Fika bertanya.
Iya Abang kenapa"....tanya Fika masih penasaran hebat karena Satria belum menjawab.
Satria menghapus sisa air mata dengan kedua telapak tangan nya, Fika diam melihat reaksi Suami nya yang belum pernah Ia tau sama sekali.
Abang cerita ya".....mohon Fika karena Ia terus penasaran.
Satria menghirup udara sebanyak-banyak nya untuk membuat nya lebih tenang, kemudian memandangi wajah bantal Fika yang baru bangun tidur.
lebih baik Aku jujur dari pada Fika tau dari orang lain fikir Satria sambil beratus umpatan untuk Rena dari dalam hati nya.
maaf kan Aku Fika"..... ucap nya kembali menarik nafas dalam.
Fika masih diam menunggu Satria melanjut kan ceritanya.
Fika Aku di jebak"....ucap Satria dengan muka sedih.
Di jebak apa Bang"...tanya Fika tidak mengerti.
Fik maaf kan Aku".....Satria mengambil handphone yang sudah retak layar dan membuka file vidio.
Fika dapat melihat rekaman itu yang membuat nya serasa ingin muntah, Fika berlari ke kamar mandi dan mengunci diri di sana.
Fika menangis ternyata pengorbanan nya sia-sia, setelah mengorban kan karier dan pertunangan nya kini Satria menyelingkuhi nya.
Fika merasa bumi tempat Ia berpijak seakan runtuh, sakit teramat sakit hati nya atas penyelewengan Satria.
Hingga pukul tiga pagi Fika tidak keluar dari kamar mandi, membuat Satria panik takut terjadi sesuatu dengan Fika.
Satria mendobrak pintu kamar mandi, setelah pintu rusak Satria masuk mencari keberadaan Fika, yang ternyata meringkuk kedinginan sambil menangis.
Satria ingin membawa Fika dalam pelukan nya tapi segera di tepis Fika dengan kasar, Fika bangkit walau limbung tapi Fika terus berusaha untuk sampai ketempat tidur.
Satria diam semua salah nya seandai nya Ia tidak terpana dengan Rena pasti semua ini gak akan terjadi, hanya bisa merutuki diri.
Fika berbaring dengan air mata memunggungi Satria yang kini terbaring di sebelah nya, Satria mencoba memeluk dari belakang tapi terus di tepis oleh Fika.
Satria membiar kan Fika Ia tau Fika terluka hati karena perbuatan nya.
hingga pagi sudah terang Fika masih enggan di sentuh Satria.
__ADS_1
Mama"....teriak ketiga si kembar dari depan pintu kamar yang masih tertutup, Satria bangkit membukakan pintu untuk kedua anak nya.
Ayah Adek sakit"....ucap Sanda, sedang sandi langsung mendatangi Fika yang kini berbaring tidur karena lelah menangis.
Satria tidak membangun kan Fika, Ia langsung turun mengikuti Sanda untuk melihat ke adaan Sayra.
Papa"....tangis Sayra dalam gendongan Satria.
Adek sakit panas badan nya kita kerumah sakit ya nak".....ucap Satria membawa Sayra keluar dari kamar.
Yah gak bangunin Mama"....tanya sanda.
Gak usah sayang biar Mama tidur ya Sanda jaga Mama Papa bawak adek ke rumah sakit"....pesan Satria kepada putra sulung nya.
Sanda dan Sandi menurut akan perintah Satria kedua nya kini menjaga Fika di kamar.
Rena uring-uringan karena Sms nya tak di balas Satria, berbagai kecaman terlontar dari mulut nya.
terlintas di fikiran Rena akan menyebarkan Vidio kebersamaan dengan Satria, tapi Rena masih segan dan takut kalau keluarga nya tau perilaku nya yang buruk.
Rena membuang jauh-jauh Fikiran untuk memfosting Vidio nya, Rena lebih memilih jalan Berpura-pura hamil dan minta pertanggung jawaban Satria.
Ide gila itu muncul dan cukup bisa membuat Rena senyum-senyum sendiri.
Sayra terpaksa rawat inap karena terkena demam berdarah, Satria juga harus menjaga di dua temapat.
Fika lebih baikan setelah tidur seharian, melihat dua anak laki-laki yang tidur di sebelah nya membuat hati nya kembali sakit karena penghianatan ayah dari kedua anak yang kini tidur pulas.
Fika berniat pergi dari rumah bagi nya kesalahan Satria tidak bisa Ia maaf kan, mengumpul kan beberapa pakaian lalu turun ke bawah untuk mengambil Sayra.
Fika mencari keberadaan putri nya di kamar tapi kosong tidak ada putri nya, Fika histeris menyangka kalau anak nya sudah di sembunyikan Satria.
Mana Sayra".....tanya Fika dengan nada membentak, tentu para pembantu terkejut baru kali ini mendengar suara lantang Fika.
Non Sayra sakit Nyonya tadi Tuan bawa berobat"....jawab Teny ketakutan.
Fika diam lalu terduduk lemas karena Anak nya Sakit, tapi menyusul tentu Ia malas menghubungi Satria karena rasa marah masih menguasai diri nya.
ketiga pembantu ahir nya permisi kebelekang mereka masih takut karena bentakan Fika tadi.
Mbok kenapa ya nyonya".....tanya Teny ingin tau.
ya mana mbok tau"......jawab Bibik.
Aku takut"........timpal putri sambil bergidik bahu.
sudah-sudah ayo kita lanjut kerja".....ucap mbok sambil mengambil sapu menuju teras belakang rumah.
Satria membujuk Sayra agar tak menangis lagi, setelah Sayra diam Satria pergi ke luar guna mencari handphone baru tak jauh dari rumah sakit ada counter menjual berbagai jenis merek handphone.
setelah memasukan kartu Satria membuang hndphone yang telah rusak ke tong sampah dan kemudian kembali ke rumah sakit.
berjalan di lobi Satria selalu jadi pusat perhatian, banyak perempuan curi-curi pandang kagum dengan ketampanan Satria, ada juga yang dengan berani mencoba mendekati dengan cara sengaja menabrak atau sengaja bersenggolan.
Sampai di ruangan Sayra ternyata buah hati nya masih tidur, Satria memilih mengistirahat badan nya yang memang lelah karena tak tidur semalaman.
teringat belum mengabari ke rumah Satria mengambil Handphone yang baru di beli nya tadi dan men deal no kontak Fika untuk memanggil.
Fika yang sedang bersedih melihat kontak yang tidak tersimpan menghubungi nya awal panggilan Fika enggan menerima panggilan kedua baru fika menerima panggilan tersebut.
Ucapan salam Satria dari seberang di jawab Fika dengan lesu, sebenarnya terlalu malas Fika untuk bicara dengan Satria walau lewat telephone seluler.
__ADS_1
setelah menerima telephone Fika bergegas memasukan barang-barang bawaan nya di bagasi, bagi nya ini lah saat nya Ia harus keluar dari rumah meninggal kan Satria karena hati nya tidak terima penghianatan.
tak butuh waktu lama Fika sudah sampai di parkiran rumah sakit, Satria sengaja menunggu Fika di lobi.
walau enggan berjalan bersisian dengan Satria tapi saat ini Fika tidak punya pilihan lain sebab Ia tidak tau di mana ruangan Sayra di rawat.
Eh..lihat Itu Istri nya ya"... bisik-bisik perempuan yang mengagumi Satria dan dapat di dengar Fika.
kalau Aku harus hati-hati jaga suami tampan kayak dia lengah dikit pasti di gebet cewe lain"....ucapan-ucapan itu mengusik gendang telinga Fika.
Masuk keruangan Sayra kata-kata para perempuan di koridor tadi mengganggu fikiran nya, Sayra tidur Fika memilih duduk di sisi ranjang sedang Satria merebah kan Diri karena Ia sudah tidak kuat menahan kantuk.
Fika mendekati Satria yang tertidur di sofa kembali gambaran di vidio handphine itu menari-nari di ingatan nya dan kata-kata tadi di koridor silih berganti melintas di fikiran Fika.
Fika terduduk sambil memandang wajah suami yang kini tidur seakan tampa dosa, berkali-kali Fika mencoba berfikir untuk meninggal kan Satria tapi di ruang hati yang lain sangat mencintai Suami nya.
Fika mengambil keputusan untuk tetap pergi sesaat dari kehidupan Satria agar hati nya bisa sedikit tenang.
tekad Fika sudah tidak dapat di ubah setelah melepas jarum infus di tangan anak nya Fika segera menggendong Sayra keluar ruangan dan pergi meninggal kan Satria yang masih tertidur di Sofa.
Tujuan Fika saat ini adalah rumah kedua orang tua nya, Fika ingin menenang kan Diri di rumah kedua orang tua nya.
Dalam perjalanan Fika masih menangis meratapi nasib buruk karena telah di hianati oleh suami yang sangat Ia cintai.
Tiga jam tidur dengan posisi duduk tubuh Satria terasa pegal dengan kepala masih terasa pusing Satria mengedar kan pandangan karena tidak menjumpai Fika.
ternyata diatas tempat tidur Satria juga tidak menemukan Sayra, dengan sedikit rasa pusing Satria bangkit melihat ke kamar mandi namun tak ada apa-apa di sana, Satria panik mencari Sayra dan Fika.
setelah mencari keseluruh ruangan tidak juga menemukan keberadaan Sayra dan Fika, Satria terduduk lemas ternyata Fika telah membawa Sayra yang sedang sakit.
Berulang kali Satria menghubungi kontak Fika namun kontak itu tidak aktif, Fika memang sengaja mematikan seluler nya.
Satria menghubungi semua kolega nya untuk menanyakan anak Dan Istri nya tapi tetap tidak ada tang tau di mana dan kemana Fika membawa Sayra yang sedang sakit.
Karena lelah ahir nya timbuk sedikit emosi Satria menghubungi kaki tangan nya untuk segera menemukan keberadaan Fika.
Saya gak mau tau kalian harus temukan anak dan Istri Saya satu kali dua puluh empat jam".... perintah Satria pada orang-orang kepercayaan nya.
setelah membayar administrasi Satria pulang dengan perasaan hampa karena Fika tega sudah meninggal kan nya.
berulang kali Satria memukul Striur mobil nya meluap kan emosi nya, Hingga hilang konsentrasi nya dalam berkendara.
Satria menabrak gerobak tukang cendol yang sedang menyebrang karena kaget Satria banting stir tak tau arah hingga Ia juga menabrak batang pohon besar lalu Satria tak sadar kan Diri karena kepala nya terbentur.
depan mobil nya ringsek beberapa warga setempat mengeluarkan Satria yang pingsan dari dalam mobil.
Satu mobil mewah berhenti di tempat kejadia, seorang wanita catik keluar dari mobil mewah tersebut yang ternyata Rena.
tentu para warga mengira Rena Istri dari Satria atau keluarga yang mengalami kecelakaan, Rena meminta bantuan Warga untuk memasukan Satria kedalam mobil nya.
Rena membawa Satria ke rumah sakit, beberapa alat sudah terpasang di tubuh atletis Satria.
Rena tetap lah Rena dengan seribu cara untuk mendapat kan ke inginan nya apa lagi dokter sudah bicara kalau Satria akan hilang sebagian ingatan nya.
Fika sudah sampai di kota nya ntah kenapa bayangan Satria melintas di pelupuk mata nya, karena hati nya masih marah Fika mengabai kan pertanda Itu.
setelah Sampai di rumah Fika baru menghidup kan Data seluler nya, ternyata begitu banyak panggilan dari Satria.
Fika tersenyum kecut kemudian membuka kotak pesan begitu banyak pesan yang di kirim menanyakan keberadaan diri nya dan Sayra.
setelah di beri makan dan obat penurun panas Sayra tidur lagi, dalam tidur Sayra selalu memanggil Satria membuat Fika lagi-lagi menagis.
__ADS_1