
setelah makan siang Ayah kembali kerumah dengan senyum bahagia ternyata kini segala usaha yang Ia rintis berdua dengan Dewa kini jatuh ke tangan anak nya Satria.
dulu cukup lama Dewa mengambil hasil dari usaha bersama tersebut hingga Ia terpaksa mendekam di penjara karena perjuangan cinta dan fitnah yang di lancar kan Dewa.
tapi kini semua berbalik ini lah cara Allah mengembalikan walau tidak langsung ke pemilik nya tapi tetap lah kembali.
Ayah terus tersenyum dalam perjalanan pulang karena hati nya merasa kalau Allah sudah memberi mukjijat.
Satria kembali ke ruangan nya sambil membantu Rima yang kesusahan jalan karena perut yang sudah cukup besar.
cape Yank....tanya Satria saat mendudukan Rima di sofa.
gak Yank kalau dekat kamu terus capek ku hilang ...jawab Rima bersandar di sandaran sofa.
bosen gak....tanya Satria...
bosan Sih Yank.....jawab Rima karena Ia memang hanya tidur sedari tadi.
kalau kita lanjut....Satria menggantung kata-kata nya.
lanjut apa Yank.....tanya Rima pura-pura gak ngerti maksud.
Satria bangkit menutup horden dan mengunci pintu karena memang jam istrirahat masih lumayan lama.
Ayuk Yank....Satria menarik tangan Rima untuk mengikuti nya ke kamar Istri rahat.
Rima cuma Manut karena Ia pun mau sebenar nya ntah kenapa ahir-ahir ini ia ingin selalu di buai Satria.
Sampai di dalam Satria tak ingin buang waktu langsung melucuti pakaian nya kini Ia berdiri tampa sehelai benang membuat Rima terbelalak melihat pedang panjang yang sudah on tegak.
Rima membuka baju karena perintah Satria.
kini Satria menyerang bibir dengan sedikit rakus membuat Rima hampir gelagapan karena serangan bertubi-tubi tampa memberi jeda bernafas.
setelah puas di bibir kini turun ke dua menara berujung bulat dengan perlahan Satria mengulum juga meremas lembut membuat si empu nya mendesah.
Satria semakin liar dengan permainan nya membuat Rima tak mampu menahan gejolak hingga berkali-kali terhempas nikmat.
setelah cukup dan pedang panjang minta sarung nya Satria langsung melesak tentu dengan ritme pelan karena ke ganjel perut dan Rima tak mampu menahan suara-suara rintih penuh nikmat begitu juga Satria.
Rima menggunakan otot cengkram yang kuat membuat pedang panjang seperti di pilin.
tak dapat di ungkap dengan kata-kata rasa yang kini mereka rasakan ruang istirahat di kantor penuh dengan suara lenguh dan rintih nikmat dari kedua nya.
hingga pacuan terahir Satria lebih melesak kan semakun kuat dan dalam, eraman nikmat lah yang keluar dari bibir Satria begitu juga Rima dengan jeritan kecil.
suhu ruang yang begitu dingi karena ace kini panas keringat bercucuran membasahi kedua nya.
Satria telihat sangat puas dengan terlentang hampir memejam kan mata kalau tak segera di tegur Rima kalau ini masih jam kantor.
Yank sini ajak Satria bukan nya bangun malah minta Rima mendekat ke pelukan nya.
tiba-tiba Rima merasa kram hebat di bagian bawah perut..
Aduh....Yank Sakit...ucap Rima sambil menahan rasa nyeri di perut bagian bawah.
Satria langsung bangun duduk mengusap perut buncit Rima.
ntah kenapa setiap Rima merasa kram di perut selalu tangan Satria seolah obat mujarab bagi Rima.
Gimana....tanya Satria masih mengusap perut Rima.
udah enakan Yank...jawab Rima.
Satria menunduk mencium perut Rima sambil berbisik, jangan bikin sakit Ibu ya Nak.
setelah rasa sakit Rima hilang Satria memapah Rima untuk mandi, dengan penuh kelembutan Satria memanjakan Istri nya.
setelah berpakaian Satria menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat, sedang Rima Ia suruh berbaring karena setelah ini Satria akan mengajak Rima untuk periksa kandungan.
Sampai di klinik kasih Ibu melakukan pemeriksaan penyebab kenapa Ia sering kram pada perut saat-saat tertentu dan yang terahir Rima melakukan USG untuk melihat anak dalam kandungan nya.
__ADS_1
betapa bahagia Rima melihat ada dua manusia yang kini bersemayam dalam tubuh nya Satria sangat antusias melihat monitor yang bergerak memperlihat kan bayi mereka.
ada rasa haru menyeruak dalam hati karena mereka akan segera jadi orang tua.
setelah pemeriksaan mereka pulang dengan senyum gembira di wajah Rima sementara Satria senyum terpaksa karena laporan medis penyakit lain Rima.
tak ingin membuat Rima stres Satria memilih menyembunyikan hasil dari pemeriksaan Rima tadi Dokter pun menyetujui karena permohonan Satria sebagai Suami, tidak ingin membuat Rima stres karena sedang hamil.
Yank kita belum beli perlengkapan bayi......ucap Rima memecah lamunan Satria.
kok melamun sih Ayah.....Rima menepuk tangan Satria di atas stir mobil.
eh Iya Sayang ada apa....kaget satria.
kamu kenapa Yank ....tanya Rima curiga.
Gak ada apa-apa sayang...jawab Satria menghidup kan mesin mobil.
Pasti ada sesuatu .....Rima merasa kalau Satria menyembunyikan sesuatu.
Gak ada Sayang mungkin kelelahan tadi.....elak Satria berusaha agar terlihat tenang dan bahagia agar Rima tidak curiga.
Rima mengulum senyum karena Satria bilang kelelahan karena pergulatan hebat tadi, Rima terus tersenyum masih dapat Ia rasakan kejantanan pedang panjang selalu membuat nya lunglai penuh nikmat.
Rima mengajak Satria melihat-melihat ke toko perlengkapan bayi.
Di dalam toko Satria sedikit bisa melupakan tentang penyakit Rima.
mereka Sama-sama senang melihat beraneka ragam baju-baju bayi dengan motif unik dan sangat bisa di bayang kan betapa tampan si kembar kalau mereka memakai nya.
ahir nya mereka membeli beberapa walau harus melewati drama adu mulut karena warna berbeda yang mereka ingin kan.
Sudah banyak yang terbeli dan semua kini sudah di bagasi mobil.
Rima mengeluh lelah setelah berbelanja pakaian dan keperluan bayi..
Satria langsung membawa nya pulang apa lagi Dokter sudah wanti-wanti keadaan Rima kalau keletihan berlebih membuat Satria takut.
jadi mulai saat ini Satria harus lebih menjaga Rima dari segi apapun Sampai masa persalinan nanti.
tampak kebahagiaan di wajah wanita yang sedang mengandung, Satria melafat doa dalam hati untuk kebahagian ini terus berlanjut sampai mereka tua bersama.
setelah makan malam Rima meminta agar Satria mengantar nya ke rumah mertua Ibu Satria.
udah malem Yank....tolak Satria karena tak ingin Rima kelelahan.
tapi memang Rima kalau sudah mau ya tidak bisa di tunda dengan segala bujuk rayu nya ahir nya Satria luluh walau dengan berat hati tetap mengantar Rima.
Sampai di rumah Ibu...mereka di sambut Ayah dan Ibu dengan sangat gembira begitu juga Indah dan dua bungsu.
Ibu menceritakan suka duka waktu mengandung si kembar, dan Rima menceritakan perihal kram dan selalu tangan Satria sebagai obat mujarab.
Kini Rima berada di Kamar Indah saling tukar cerita dengan kakak Ipar, sedang Satria duduk di teras ngobrol dengan Ayah tapi seorang Ibu dapat merasakan kalau Satria sedang menyimpan sesuatu.
Satt...ada apa.....ibu menepuk bahu Satria yang bertopang dagu.
Ayah masuk ke dalam untuk menambah kopi Ibu duduk di tempat Ayah duduk tadi.
Sat.....kenapa nak....tanya Ibu..
Satria menghela nafas berat Sambil membenar kan duduk nya agar lebih tegak.
Ada apa nak coba cerita sama Ibu....ucap Ibu lagi.
Gak ada Bu....jawab Satria tapi Ibu gak semudah itu percaya Ibu bisa melihat dari raut muka Satria kalau anak nya sedang susah hati.
Yaudah kalau gak mau cerita.....ucap Ibu lagi.
Satria jadi tak enak hati mendengar ucapan Ibu.
dengan berat hati Ia menahan langkah Ibu bagaimana pun Ia tak mungkin menyimpan tentang penyakit Rima sendiri.
__ADS_1
Bu...Panggil Satria saat Ibu beranjak ingin masuk ke dalam.
ya nak....jawab Ibu melihat wajah kusut Satria.
bisa kita bicara tempat lain....pinta Satria, semakin memperkuat dugaan Ibu.
sebentar....Ibu masuk lalu keluar lagi.
Ayo nak......ajak Ibu, ternyata Ibu masuk mengambil kunci warung.
Satria mengikuti Ibu dari belakang hingga Ibu membuka gembok warung dan mengajak nya masuk Satria tidak keluar kata sepatah pun.
Ibu duduk di atas bangku plastik Satria juga, setelah duduk Ibu langsung meminta Satria untuk menceritakan masalah nya.
ada apa Sat...tanya Ibu
Satria menatap wajah Ibu kemudian berlutut menopang kepala di lutut Ibu, dengan segala kelembutan Ibu membelai Rambut Satria yang kini bertumpu di kedua lutut nya.
Rima Sakit Bu....ucap Satria setengah berbisik.
sakit Ap....Ibu langsung menutup mulut nya sendiri karena Ibu hampir kelepasan dengan suara besar.
sakit apa Sat....kini suara Ibu lebih pelan.
Rima punya penyakit di rahim nya Bu....
iya sakit apa Nak....
belum jelas pemeriksaan Dokter Bu....
terus kenapa Dokter bisa tau penyakit nya....
kemarin Satria bawa Rima ke klinik Bu untuk cek kehamilan dan rasa kram yang sering di rasa kan Rima, trus Dokter menganjur kan Satria bawa Rima ke spesialis penyakit dalam. Satria menjeda cerita karena menghapus air mata yang keluar dari sudut mata nya.
Ibu masih diam menunggu kelanjutan cerita Satria.
pasti lah ada penyakit serius kan Bu....sambung Satria lagi.
Ibu juga gak bisa prediksi nak.....jangan suka berasumsi sendiri tunggu Rima melahir kan baru periksa secara benar.
belum tentu itu semua benar toh mereka cuma periksa kandungan kan...udah jangan Kamu jadikan fikiran sebaik nya saran Ibu lebih perhatian ke Rima juga jaga kandungan nya.
Iya Bu itu pasti.....jawab Satria sambil melap Sisa-sisa air mata yang keluar tadi.
Udah kamu jangan berfikir yang gak-gak berdoa lah supaya anak dan istri mu sehat...ucap Ayah yang tiba-tiba muncul.
Iya Yah...jawab Satria masih lesu.
tuh Rima nyariin....Ayah memberi tau kalau Rima mencari Satria.
Satria bergegas keluar dari warung untuk menemui Rima, Kini tinggal Ayah dan Ibu yang membahas keprihatinan Satria akan penyakit Rima.
Yank Udah malem pulang Yuk....ajak Rima ketika Satria muncul di depan Pintu.
udah selesai ngobrol nya ama kak Indah tanya Satria pada Rima.
udah Yank....Rima bergelayut manja di lengan Satria.
yaudah kita pulang.....Satria menuntun Rima keluar untuk bertemu Ibu dan Ayah yang masih Di warung karena masih ada Rasa takut percakapan masalah penyakit di dengar Rima dari luar Satria sudah berteriak memanggil Ibu.
Ibu dan Ayah keluar,
AYah, Ibu kami pamit pulang .....ucap Satria barengan dengan Rima.
membuat Ayah dan Ibu tersenyum lebar demi Rima.
Yaudah jangan ngebut ya Sat....sambung Ibu
jaga Anak Istri mu....ucap Ayah.
Satria dan Rima menyalami Ibu dan Ayah kemudian mereka segera naik ke mobil dan berlalu dari Rumah Ibu dan Ayah.
__ADS_1
setelah Satria dan Rima pergi Ibu dan Ayah kembali membahas cerita Satria tentang penyakit Rima yang belum jelas hingga mereka berdua tertawa memaklumi kalau pengetahuan Satria masih minim.
ya sudah masuk yuk Yah....ajak Ibu kemudian kembali menggembok pintu warung setelah mereka keluar.