
dengan sigap Satria membopong Rima masuk ke dalam mobil Andi, Rima heran setiap kram hebat kenapa selalu Satria yang jadi obat nya.
lima menit mereka sudah sampai di depan hotel di mana Satria dan Rima nginap Andi juga turun membantu Satria membawa Rima ke kamar.
Andi melihat Adik nya dan juga adik ipnar nya, serasi memang tapi masih muda semoga langgeng lah...ucap Andi dalam hati.
mereka sampai di depan kamar Andi pamit untuk kembali kerumah karena Istri nya sudah menunggu.
Bulan madu Bang...ucap Satria sebelum Andi berlalu, sip kamu juga bawa Istri mu bulan madu Andi mengacung kan jempol sebelum berlalu.
Setelah Andi pergi Satria masuk dan meletakan Rima Di atas ranjang, tapi Rima masih terus mengalungkan tangan nya di leher Satria tidak mau melepas kan.
Satria tau apa ke inginan istri nya saat ini di kecup nya kedua mata, hudung, dagu dan di ahir Ia ******* lembut bibir Rima.
setelah lumayan lama menyesap bibir Rima secara perlahan Satria melepas Tau tan mereka kini Ia pandangi wajah teduh yang pura-pura tidur.
Dari mana tadi Yank....tanya Satria sambil melepas sepatu yang di pake Rima.
Rma tak menjawab bagaimana pun rasa bersalah itu ada.
kini Satria berlutut di samping ranjang di mana Rima berbaring, Satria mengusap perut Rima berkali-kali melabuh kan kecupan di perut Rima membuat empunya ke gelian.
Anak Ayah jangan pergi-pergi lagi ya...ucap nya dengan mengusap lembut, Ayah gak mau kehilangan kalian apa lagi ibu.
hik hik hik Satria menangis bayangan kejadian yang mengeri kan melintas di benak nya.
jangan tinggalin Ayah cinta kalian ucap Satria menangis sambil menciumi perut Rima.
Rima sungguh tak menyangka kalau Ia salah menilai suami nya ternyata sebegitu sayang dan cinta nya hingga seorang Satria bisa menangis sesengukan.
Rima mencoba bangkit, pergerakan Rima dapat di rasa Satria, dengan segera Satria yang tadi nya menempel kan pipinya di perut Rima membantu nya duduk agar nyaman.
setelah Rima Duduk hal pertama Ia lakukan menghapus air mata di pipi suami nya dengan telapak tangan yang lembut.
Satria sigap meraih tangan Rima dan menciumi nya bertubi-tubi.
jangan tinggalin Aku Yank sungguh Aku takut banget tadi ucap Satria dengan tatapan lembut nya.
Yank....bisik Satria di telinga Rima membuat sekujur tubuh nya bergidik geli.
Yank ...Satria mengulang sambil menggigit daun telinga Istri nya karena sensasi nya begitu bergelayar Rima meremas seprei sambil mengigit bibir nya.
Satria memandangi wajah bersemu merah Ia tau Istri yang sangat Ia cintai dan sayangi sedang menahan hasrat.
Satria menjilati telinga Rima tetntu menbuat tubuh Rima bergetar hebat menahan gejolak yang di berikan Satria.
kini Satria semakin menyerang Rima dengan serangan yang membuat Rima terbuai, satu persatu Satria melucuti pakaian Rima dan juga pakaian nya sambil terus memberi Rima sensasi.
Kini Satria mendatangi bawah Rima melihat sarung si pedang panjang yang tengah meronta meminta sarung nya.
perlahan Lidah Satria menyeruak sarung pedang memainkan lidah membuat Rima menjerit kecil karena sensasi indah, hingga sesapan si empu nya tak mamu lagi untuk menahan desah dan jerit kecil meluncur tentu membuat Satria semakin gencar.
puas membuat Istri nya lemas berkali-kali karena permainan mulut, kini pedang panjang sudah tak kuat lagi ingin segera melesak ke dalam sarung nya.
__ADS_1
Ritme pelan kadang kencang tentu membuat Rima tak dapat menahan suara yang keluar suara desah Rima semakin lepas.
berkali-kali Rima melepas dengan getar hebat tentu membuat pedang panjang semakin lincah dengan denyutan yang di berikan Rima.
Tau Istri nya hampir tak berdaya Satria melambat kan Ritme nya agar Rima kembali on berulang kali Rima menyebut nama Satria membuat si pedang panjang semakin meronta kali ini pedang panjang sudah tak sanggup menahan denyutan dari sarung maka Satria mempercepat gerakan nya tentu semakin lincah lah sarung menggerakan otot cengkram nya hingga pedang panjang melesak kedalam sarung sesak nya tepat dan dalam semburan surga dunia telalu Indah dan nikmat.
hampir dua jam pergulatan antara sarung dan pedang panjang kini Satria mengatur nafas yang terengah dan Rima semakin rapat pada tubuh Satria yang basah dengan keringat.
mandi yuk Yank....ajak Satria yang di angguki Rima, mereka mandi saling menyabuni tapi ntah kenapa pedang panjang bereaksi kala melihat dua semangka padat Rima hingga tak terelak gencatan pedang panjang kembali terjadi membuat sarung kewalahan lemas terpaksa Satria menggendong nya keluar dari kamar mandi.
kini Satria duduk sambil memangku si pemilik sarung Satria melap Rima dengan handuk kemudian merebah kan di atas kasur tampa sehelai benang Satria menyelimuti tubuh Istri nya yang lemas akibat ulah pedang panjang nya.
Satria duduk dengan handuk terlilit di pinggang memeriksa beberapa email, lalu lanjut tidur sambil memeluk Istri nya yang sudah pulas.
mereka merangkai mimpi bersama setelah lelah dengan pergulatan panjang.
begitu juga di rumah Andi pengantin baru di awali Drama dan berahir dengan ******* panjang penuh gairah indah nya surga dunia.
pagi hari ini Satria bangun lebih awal mengingat kalau mereka harus berangkat pulang karena sudah ada janji dengan beberapa infestor dari perusahaan lain.
tentu tampa sepengetahuan om Hendrik karena Satria ingin membangun perusahaan sendiri walau semua dari upah yang Ia terima dari mengelola perusahaan mertua nya.
Yank bangun....Satria membangunkan Rima....dengan malas Rima membuka mata nya...udah pagi ya Yank....tanya Rima.....ya sayang udah pagi bangun yuk kita harus pulang...
Satria bangkit menyambar handuk untuk menutupi tubuh polos nya.
sedang Rima masih terlentang karena seluruh tubuh nya terasa lelah tak bertenaga.
Satria sudah lebih awal selesai mandi tapi Rima masih di atas ranjang.
Kamu Sakit Yank.....tanya Satria....gak tau Yank....jawab Rima....yaudah kita kerumah Sakit ya....ajak Satria....yang di angguki Rima.
Satria membantu Istri nya membersih kan diri walau tidak mandi.
setelah sarapan Pagi mereka meluncur ke klinik terdekat tentu Di antar Andi dan Istri nya.
hasil pemeriksaan dokter di jabar kan kepada Satria.
tolong pak lebih siaga lagi jaga Istri nya ibu hamil jangan sampe stres, jangan terlalu lelah ini saya buat kan resep beberapa vitamin , tentu lelah seorang ibu muda mengandung dua nyawa.
membuat Satria yang tadi nya tunduk menengadah menatap wajah Dokter karena Ia penasaran dengan kata-kata Dokter dua nyawa.
maaf Dok tadi bilang Apa....tanya Satria....Istri anda mengandung anak kembar....penjelasan Dokter membuat Satria ucap puji syukur.
Dokter mengajak Satria ke ruangan nya tentu sebagai dua laki-laki lebih leluasa bicara.
saya tau kalian masih sama-sama muda tapi kesehatan pasangan harus kita jaga apa lagi Istri anda sedang mengandung berilah perhatian lebih agar Ia tidak stres.
dalam melakukan hubungan intim coba sedikit perlahan jangan sampe menyakiti anak kalian, saran Dokter di sambut ucapan terimakasih berkali-kali oleh Satria menyadari semalam sudah mengabaikan Rima tentu membuat Rima kepikiran dan stres.
Baik Dok terimakasih nasehat nya saya akan ikuti anjuran Dokter, ucap Satria sebelum meninggal kan ruangan Dokter.
Gimana Sat....tanya Andi begitu Satria sampe di dekat mereka.
__ADS_1
Satria diam malu kalau harus terus terang kalau Dia lah penyebab Rima sakit.
Andi melangkah agar lebih dekat lagi dengan Satria.
Apa kata Dokter....tanya Andi....gak Ada bang hanya kecapean....ucap Satria setengah berbisik sambil berlalu mendekati Istri nya yang duduk dengan kakak Ipar Istri dari Andi.
Andi senyum tau apa arti kecapean yang di bilang Satria, dasar....Andi merasa geli dalam hati.
setelah menebus resep dari Dokter mereka pulang ke rumah Andi karena Istri Andi memohon agar Ia bisa merawat Ipar nya.
tapi sebelum Itu mereka ke hotel untuk ambil koper dan barang lain nya kemudian Satria cek out.
Satria menunda kepulangan dan mereka karena kondisi Istri nya yang hamil besar biar lah nambah beberapa hari hitung-hitung bulan madu...pikir satria.
mereka makan di restoran setelah makan barulah mereka pulang ke rumah Andi.
Sampai di rumah Istri Andi mempersiap kan semua ke butuhan Rima seperti air putih untuk minum obat dan buah yang telah Ia kupas, Rima sampe merasa tak enak hati atas perhatian kakak ipar nya.
udah cukup kak nanti kakak cape....ucap Rima saat Istri Andi membawa satu gelas susu untuk nya.
gak kok kakak malah senang....ucap Istri Andi dengan senyum tulus.
kemudian mereka saling tukar cerita satu sama lain mereka tertawa hingga Satria dan Andi masuk barulah cerita antara dua perempuan itu usai karena Andi mengajak Istri nya untuk kevkamar mereka di lantai atas.
setelah kepergian Andi dan Istri nya, Satria mendekati Rima setelah terlebih dahulu mengunci pintu.
gimana Yank...... tanya Satria lembut sambil naik ke atas ranjang .
Udah lumayan Yank setelah minum obat....jawab Rima menatap dalam wajah suami nya.
napa gitu ngeliat nya.....Andi mendekat kan wajah nya ingin mencium kening Rima.
Tapi Rima Salah tanggap malah mendorong Satria, pikir nya Satria akan kembali mengajak adu pedang dan sarung.
Napa Yank...Satria sedikit tersinggung dengan penolakan Rima.
Gak apa-apa Yank cuma jangan malam Ini Aku masih capek....ucap Rima membuat Satria tertawa ternyata Istri nya salah faham.
Kok ketawa sih Yank...Rima memasang muka di tekuk karena Satria mentertawai nya.
tak ingin Rima kembali sakit Satria menarik Rima kedalam pelukan nya walau awal rima menolak tapi ahir nya ia mau juga di peluk Satria.
setelah Rima dalam pelukan nya Satria membelai rambut Rima.
Yank Tadi Aku cuma mau cium kening kamu doang kok malah di tolak sih....tanya Satria.
Rima menyembunyi kan muka di dada bidang sang suami bagai mana pun Ia merasa malu sudah sempat berpikiran jelek untuk suami nya.
Satria tau Istri nya malu, yaudah kita tidur ya sayang....ucap Satria lalu mencium kening Rima dengan khidmat membuat Rima meresapi dengan sepenuh hati.
Rima tidur dengan beralas kan tangan Satria sebagai bantal setelah merasa posisi Istri nya nyaman Satria membenar kan selimut Dan kembali melabuh kan ciuman di kening Rima bersama mereka berlayar di lautan mimpi.
berbeda di kamar pengantin baru mereka berpacu ingin mendapat kan hasil seperti Satria dan Rima.
__ADS_1
hentakan dan alunan desah mewarnai kamar mereka sampai mereguk manis nya madu penyatuan, dua insan yang kini tersenyum bahagia