MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
KEPERGIAN RIMA


__ADS_3

kini hari-hari Satria di sibuk kan dengan Istri dan pekerjaan kantor dan perusahaan baru yang Ia dirikan sendiri Satria minta bantuan Ayah Dan kini Indah pun ikut kerja Di perusahaan baru Satria.


sedikit demi sedikit Satria mulai berterus terang ke Rima tentang perusahaan baru nya dengan keberhasilan di puncak Satria cepat terkenal dalam daftar pebisnis tersukses.


pukul tiga pagi Rima sudah merasakan mules datang dan pergi ingin membangun kan Satria tapi Rima tak tega karena kelihatan nya Satria sangat capek dengan pekerjaan dan semalam masih mengasah pedang panjang dengan nya.


sakit itu terus datang dan pergi hingga pukul lima Rima sudah tak kuat menahan rasa sakit nya. terpaksa membangun kan Satria.


karena Satria memang suami siaga setelah bangun Satria meminta waktu pada anak-anak nya, untuk membersih kan diri lalu solat subuh heran, nya anak-anak di perut Rima seakan mengerti membuat Rima tersenyum dalam kesakitan nya.


setelah Itu Satria langsung membawa Rima kerumah Sakit.


tampa membangun kan Mama dan yang lain nya karena tak ingin membuat repot.


sampai di rumah Sakit perawat langsung menghubungi Dokter kalau ada pasien darurat .


Rima acap menangis menahan Sakit membuat Satria juga ikut menangis dapat merasakan apa yang kini Rima rasa kan.


Dokter datang memeriksa pembukaan jalan lahir bayi dan ternyata jalan lahir bayi sama sekali belum terbuka, setelah memeriksa Dokter menemui Satria secara pribadi.


ntah apa yang di bilang dokter Satria langsung tanda tangan untuk Rima segera di oprasi.


setelah di dorong ke ruangan oprasi Satria menghubungi Mama Arini dan Ibu.


Mama Arini sempat protes karena Satria tidak membangun kan nya, tapi Satria diam karena memang salah nya.


kini Mama beserta Ibu sudah datang mereka duduk di kursi panjang sedang Satria mondar mandir di depan pintu ruang oprasi.


satu jam lebih oprasi berlangsung perawat membawa keluar dua bayi...di sambut riang ke dua oma yang memang sudah sedari tadi menunggu tapi Rima belum keluar begitu juga Dokter.


Satria menanyakan pada perawat jawaban perawat Rima sedang di tangani.


semakin kalut Satria tak henti-henti nya melafat doa untuk Rima yang tengah menjalani rangkaian oprasi pengangkatan kista yang Rima derita.


Satria.....panggil Mama..


Ya Ma....jawab Satria.


sejak kapan kamu tau penyakit Rima...


waktu itu Ma.....


waktu kapan....


waktu Rima sering bilang kalau perut nya kram.


kenapa kamu tidak beri tau Mama....


Mama Waktu itu kan Di belanda...


trus apa kamu gak bisa telephone...


Sudah mbak Satria juga bingung waktu Itu.....solot Ibu Satria karena tak ingin juga anak nya di salah kan.


Bukan begitu Raya saya ini kan Mama nya jadi saya juga berhak tau....ucap Mama Arini ketus karena kesal, Ibu memaklumi besan sekaligus sepupu nya.


sudah lah Mbak kita doa saja biar Rima cepat melewati Ini semua.....nasehat Ibu dengan ucapan selalu lembut.


Mama Arini diam namun hati nya bergolak tak sanggup kalau harus kehilangan kedua kali.


Satria mondar mandir sambil sesekali menghapus air mata yang mengalir di sudut pipi nya.


Tangisan bayi mengejut kan kedua oma yang sedang larut dengan fikiran masing-masing.


Ibu Raya dan Mama Arini buru-buru ke ruang bayi yang memang tidak jauh dari ruang oprasi.

__ADS_1


Mama mengendong satu dan Ibu juga menggendong satu nya, kedua bayi langsung diam dalam gendongan oma-oma nya.


Ibu dan Mama saling lihat karena kedua bayi yang mereka gendong anteng di gendongan.


mereka sama-sama tersenyum hilang lah amarah dari hati Mama Arini yang tadi sempat akan melonjak.


Mbak Liat lah mereka anteng di gendongan kita.....ucap Ibu sambil mencium pipi halus bayi Rima.


Iya ya anteng banget cucu oma Mama Arini juga mencium pipi gembul di gendongan nya


setelah cukup lumayan lama di gendongan para oma, perawat mengambil kembali bayi-bayi Rima menaruh dalam bok masing-masing.


Satria masih terus mondar mandir tak berhenti karena hati nya begitu kalut hingga lampu menandakan oprasi sudah selesai Ia tidak melihat nya.


Dokter keluar dengan pakaian lengkap dengan masker masih terpasang.


Gimana Dok Satria langsung memberondong pertanyaan tentang ke adaan Rima.


oprasi berjalan Lancar dan kami harus mengangkat rahim Ibu Rima, Dokter menjelas kan sambil melepas masker seditail mungkin kepada Satria agar faham karena ukuran suami semuda Satria tentu kurang faham menurut Dokter.


boleh Saya jenguk Istri Saya Dok.....tanya Satria.


silah kan tapi tolong jangan berkata Apa-apa karena Ibu Rima yang tadi nya belum sadar karena pengaruh obat mungkin sekarang sudah mulai sadar.


Dapat ijin Dokter Satria langsung masuk tapi sebelum Itu tetap menggunakan pakaian besuk yang sudah di sediakan pihak rumah sakit.


Satria menangis melihat Rima terbaring pucat dengan selang oksigen tapi tak berani berucap sepatah kata karena tadi Dokter sudah memperingat kan.


Satria menggenggam tangan Rima karena tak tahan Satria berbisik di telinga Rima kalau Ia Dan anak-anak nya menunggu Rima Sadar.


Yank bangun Yank anak-anak kita lucu-lucu kayak kamu bangun lah Yank Aku kangen suara mu....Satria langsung Diam karena Rima membalas genggaman Tangan nya.


segera Satria memanggil perawat yang ada di ruangan Itu.


sus Istri saya sus....panggil Satria dan perawat sigap memanggil Dokter memberi tahukan kalau Rima sudah siuman.


setelah Rima Di ruangan Suster mengantar kedua bayi nya di sambut para oma di pintu masuk.


Mama Arini langsung mengangkat salah satu bayi untuk mencium kan bayi ke Ibu nya, ibu pun melakukan hal yang sama.


Rima begitu haru mencium kedua anak nya dengan penuh rasa yang membuncah hingga tetesan demi tetesan keluar mengenai pipi bayi imut nya.


segera Ibu kembali menggendong cucu nya begitu juga Mama.


Rima yang belum boleh gerak karena beberapa jahitan hanya dapat melihat dengan bahagia Anak-anak nya di gendong Mama dan mertua nya.


Satria turut mencium anak-anak nya di gendongan para oma.


Rima menyaksikan dalam diam kebahagiaan itu dengan bulir air mata yang terus mengalir kemudian wajah Papa lah yang tampak di penglihatan nya.


Papa ....panggil Rima membuat semua yang ada di situ melihat ke arah Rima kecuali Dua bayi.


Satria segera menghampiri Rima Ada apa Yank mana yang sakit....tanya Satria tapi Rima tersenyum dengan mata yang masih menggenang.


Satria menggenggam tangan Rima.


Rima memanggil nya dengan suara berbisik.


Yank...


Satria segera menunduk mejawab di telinga Rima.


Iya Sayang....


Mas cium Aku pinta Rima....membuat Satria takut setengah mati kenapa Rima memanggil nya dengan sebutan mas dan sungguh di luar nalar kini Rima minta di cium dalam keadaan terbaring lemah.

__ADS_1


Satria melihat sekeliling Mama Dan Ibu mengangguk.


Satria melabuh kan ciuman lembut di bibir Rima dan Rima membalas dengan sesapan di bibir bawah Satria lama kelamaan sesapan itu semakin pelan. Satria menarik bibir nya di pandangi wajah Rima lebih pucat lagi dari yang tadi.


Yank sadar lah.....Satria memanggil Rima karena di liat nya dada Rima yang kini semakin pelan bergerak.


Mama menempat kan kembali bayi Rima di bok begitu juga Ibu mereka Sama-sama mendekati ranjang Di mana Rima terbaring.


Bangun nak Mama mencoba memanggil Rima dan Rima merespon sesaat dengan mengucap kan kata Ma... Titip anak-anak...ucapan Rima membuat Mama Histeris nafas Rima semakin berat.


Dokter masuk setelah Di panggil Satria setelah memerikasa Dokter diam berdiri mematung.


kenapa Dok...tanya Satria sedikit teriak karena panik, tampa menunggu jawaban Dokter Satria mendekati Rima.


Yank bangun lah Jangan seperti Ini kata kamu kita mau liburan bersama anak-anak sambil kita melanjut kan bulan madu kita, Satria tak dapat lagi membendung tangis nya.


Bangun Yank berkali-kali Satria membangun kan Rima karena Ia melihat Rima masih bernafas walau berat.


sedang Rima di alam bawah sadar nya kini tengah di tengah-tengah taman bunga Ia bisa melihat Papa duduk dekat air mancur.


Pa...papa.... panggil nya hingga Papa menoleh.


Rima...nak kenapa ke sini mana cucu Papa.


Mereka ada Pa sama Mama juga Satria


terdengar seperti dari kejauhan sangat jauh suara Satria berulang kali memanggil nya dan juga suara tangis bayi.


pulang lah nak kasian anak-anak mu.


gak Pa Rima mau sama Papa jawab Rima sambil terus memeluk Papa.


jangan Sayang kasian Mama Anak-anak mu juga Suami mu.....ucap Papa menyuruh Rima lembali agar tidak mengikuti nya.


Tapi Rima Gak kuat lagi Pa Rima pengen Ikut Papa ....jawab Rima sambil menangis


Pulang lah Nak Kasian Mama setelah bicara Papa meninggal kan Rima di hamparan luas kebun bunga nan indah.


terlihat Satria dan kedua bayi nya memanggil nya.


Rima kembali ke alam Sadar dengan nafas memburu membuat Satria teriak senang Istri nya sudah kembali..


tapi baru saja Rima terlihat segar kini Rima kembali layu dengan pesan.


Mas... sayang.. titip anak-anak ya.. Aku mencintai kamu.. mas... kemudian Rima mengucap sya hadat sambil menggenggam tangan Satria hingga genggaman lemah tak lagi bereaksi.


Satria histeris mengguncang-guncang tubuh kaku Rima sedang dua bayi terus menangis seakan tau kalau sudah di tinggal kan sang Ibu Mama sudah tak dapat lagi membendung tangis nya hingga harus di beri obat penenang oleh Dokter.


Satria menjerit di sisi Rima tidak terima akan kepergian Rima.


Ayah lah yang menenang kan Satria walau sempat Satria berontak marah mengungkit kesalah Ayah, tapi Ayah tetap Sabar karena Ia tau Satria sedang terpukul di tinggal Rima.


setelah di bersih kan jenazah Rima Di pulangkan Kerumah, sedang Si kembar masih di RS karena masih harus menjalani perawatan.


Indah bertugas menjaga bayi Rima di RS yang lain pulang bersama jenajah Rima.


Hingga Rima di solat kan Satria masih tetap tidak terima dengan kepergian Rima, pak haji turun tangan mengatasi Satria barulah sedikit tenang.


setelah prosesi penguburan semua pulang tinggal Satria meratap sambil bercerita kisah-kisah mereka dari sekolah hingga menjadi suami istri.


Ibu yang tidak jauh berdiri menyaksikan anak nya yang kini bercerita dengan gundukan tanah basah kadang menangis kadang tertawa sendiri membuat Ibu semakin sedih dan pingsan.


menjelang magrib Satria belum juga beranjak dari tepi kuburan Rima berulang kali warga sekitar membujuk tapi Satria tetap tidak bergeming.


Andi begitu di kabar kan langsung berangkat bersama Istri, Sampai di tempat mendengar cerita tentang Satria dengan segera Ia menyusul di mana Satria saat ini walau hari sudah menjelang magrib.

__ADS_1


Andi menepuk bahu Satria adik yang punya nilai lebih di hati nya karena sejak kecil mereka selalu bersama-sama.


__ADS_2