
Setelah Satu minggu berada di tempat Andi kini mereka pulang tapi Rima Dan Satria memilih nginap satu malam lagi itu pun tidak di rumah Andi karena sudah beberapa malam mereka tidur di hotel.
kini Ayah, Ibu dan yang lain sudah kembali ke rumah, Heny kembali ke kos-kosan dan Tri kembali ke Rumah Suami Nya.
Idah menyapu Seluruh ruangan karena sudah satu minggu rumah di tinggal walau pun bersih waktu di tinggal kan tetap lah satu minggu pasti berdebu.
Kak....panggil Ibu dari dapur.....ya bu sebentar Indah lagi mungut sampah...jawab Indah.
Ayah masuk menenteng satu kantong plastik besar.
apa itu Yah....tanya Indah.....Ayah belanja beli ikan dan bahan lain kasian Ibu capek.....jelas Ayah.
Udah Kak...tanya Ibu lagi...Ya sebentar Bu....jawab Indah...kak bawa ini kedapur....Ayah nyuruh Indah bawa barang belanjaan yang Ia beli tadi.
Idah kedapur sambil membawa kantong plastik belanjaan yang Ayah beli tadi Indah meletakan barang tersebut di atas meja.
apa itu Kak....tanya Ibu....ntah Bu tadi Ayah yang bawa pulang....jawab Indah sambil mengambil baskom di rak piring.
oo Ayah udah pulang ya....tanya Ibu lagi....iya bu Ayah udah pulang....kali ini Ayah yang jawab.
terdengar suara orang mengucap salam dari depan, Ayah balik badan meninggal kan dapur menuju ke depan untuk menyambut tamu yang datang.
ternyata istri muda nya yang datang.
Assalam mualaikum Mas....sapa Istri muda ayah.....Ayah menjawab dalam hati memandang dengan pandangan sinis ke istri muda nya.
Siapa Yah .....Ibu muncul dari dapur, Ibu diam kala melihat siapa yang datang persaan sakit dan tak suka dengan kedatangan tamu yang satu ini.
Assalam mualaikum Mbak....sapa istri muda Ayah.....waalaikum salam, jawab Ibu kemudian mencebik kan bibir tidak suka dengan tamu yang datang dengan dandanan yang mirip topeng monyet menurut Ibu.
Mas pulang yuk Aku kangen....Istri muda memperlihat kan kemanjaan nya, dia berfikir Ibu tidak tau apa yang sebenar nya terjadi.
Ibu tau karena Ayah sudah bercerita panjang lebar dan rekaman percakapan Istri muda Ayah dengan orang lain dan Ayah juga.
Ayah menepis tangan Istri muda nya yang menarik tangan Ayah, tapi emang dasar pelakor ya banyak akal.
Ayuk Mas kita pulang.....Ajak nya sengaja di buat-buat manja membuat Ibu muak.
ayo dong Mas....lagi-lagi dengan manja membikin hati Ibu semakin panas dan ingin muntah tapi Ibu tetap lah wanita baik selalu sabar
sudah kalau mau pulang Ayah pulang lah.....ucap Ibu sambil menekan kuat-kuat perasaan muak dan marah nya.
Ayah melihat ke Ibu yang Kini berdiri jauh di sebelah nya.
Ayah tersenyum smirk ke Ibu sedang Ibu memasang muka datar di pandangan Ayah.
Ayah tau kalau Ibu sedang menekan perasaan nya karena memang Ibu perempuan yang terlalu baik.
Saya sudah ucap kan talak jadi kamu bukan Istri Saya lagi jadi Saya minta Kamu pergi tinggal kan rumah Kami jangan datang lagi .
Ayah mengusir nya tapi memang dasar perempuan licik kini Ia mulai mengeluarkan air mata buaya nya untuk meluluh kan hati Ayah jelas itu tidak ada pengaruh nya untuk Ayah.
__ADS_1
Mas anak kita gimana.....ucap nya sambil menangis.
Apa anak kamu bilang Aku sentuh aja kamu tidak dari mana kamu bisa punya anak dengan Saya bentak Ayah dengan suara lantang menggelegar.
Ibu diam dengan mulut terkunci sedang Istri muda Ayah berlutut di kaki Ayah.
kalau Ibu-ibu rumpi sudah merapat di pinggir pagar seperti nonton drama korea.
Mas tega kamu sama Aku Mas....ucap Istri muda Ayah menangis sejadi-jadi nya memcari simpati Ibu agar mau membujuk Ayah.
tapi karena Ibu udah tau akal bulus dan cerita sesungguh nya maka Ibu cukup jadi penonton tampa harus komentar.
Idah hanya mengintip dari balik kain pintu menyaksi kan drama pelakor yang sebenar nya Ia sungguh muak dan hampir keluar menyeret perempuan yang tidak tau malu itu keluar dari teras rumah nya.
wi kok rame di depan rumah.... tanya Wira pada juwi.....ada ribut-ribut tu juga ada yang nangis yuk kita liat mungkin Ibu yang nangis....jawab juwi.
mereka buru-buru masuk kehalaman sambil memandangi Ibu-ibu rumpi itu satu persatu dengan pandangan tidak suka.
ehh gak sopan ngeliatin orang tua seperti itu....marah salah satu ibu rumpi kepada juwi dan wira.
Juwi dan Wira tidak memperdulikan ocehan Ibu-ibu itu mereka langsung masuk menuju teras di mana tampak Ayah yang berdiri sambil bertolak pinggang.
Juwi dan Wira berdiri bengong melihat perempuan yang berlutut memohon di depan Ayah mereka.
Ibu tak ingin anak kembar nya melihat adegan drama langsung memanggil si Kembar untuk masuk ke dalam, dengan menaruh telunjuk di bibir tanda si kembar tidak boleh bertanya.
Mas ayuk kita pulang demi anak kita Mas....ucap istri muda Ayah lagi dan Itu membuat hati Ibu serta Indah semakin panas.
Kamu pulang Saya talak kamu Ibu-ibu ini jadi saksi kamu sudah saya talak dan perlu Ibu ketahui anak di kandungan nya bukan anak Saya dan Saya di jebak nya karena Saya belum pernah sekalipun berbuat lebih dengan Dia tunjuk Ayah geram dengan muka merah padam mengontrol emosi nya tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib apa lagi sekarang jadi tontonan orang sekampung tentu anak Istri nya malu.
huuuuu...teriak Ibu-ibu itu riuh....
Ayah berbalik meninggal kan perempuan yang mengaku sedang mengandung anak nya tapi baru selangkah si perempuan menarik kaki Ayah membuat Ayah reflek menendang dan tendanga Ayah telak mengenai pipi si perempuan.
membuat Ibu-ibu rumpi bersorak kaya nonton pertandingan di ring.
Pak RT datang melerai sebelum kondisi bertambah parah.
Maaf Pak Raka ada apa ini.....tanya Pak RT dengan sopan....Ayah tidak menjawab melain kan memandang ke semua tetangga yang kini berkumpul di pinggir pagar rumah nya dan Pak RT seakan mengerti akan situasi segera mengajak Ayah untuk bicara Di dalam rumah.
Pak Raka sebaik nya kita bicara di dalam.....ajak Pak RT.
Mari Pak ajak Ayah sambil melangkah ke rumah.
si perempuan pun dengan tampa malu juga mengikuti dari belang.
mereka duduk di ruang tamu Ayah sengaja meminta Ibu ikut duduk di sebelah nya sedang si perempuan duduk di samping salah satu warga yang ikut dengan Pak RT.
Maaf sebelum nya Pak Raka saya bukan mau ikut campur tapi saya sebagai ketua RT wajib mengetahui.
Ayah menjelas kan duduk persoalan dalam penjelesan Ayah juga merasa malu sebenar nya.
__ADS_1
belum habis penjelesan Ayah si perempuan nyolot tidak terima kalau Ia di cerai dengan alasan sedang mengandung benih dari Ayah.
karena itu perang mulut sesaat tidak bisa di hindari hingga Ayah mengeluar kan hinaan dan makian untuk si perempuan.
Pak RT hampir kelabakan menengahi untung Ibu langsung angkat bicara dan memutar rekaman pertengkaran antara Ayah,si perempuan dan ayah si bayi yang di kandung .
Langsung si perempuan tidak bisa berkutik lagi jalan apapun sudah tidak bisa Ia upayakan karena rekaman di handphone memperjelas semua nya.
setelah mendengar seluruh isi rekaman Pak RT harus bersikap adil pada warga nya di bela karena Ayah memang patut di bela.
Jadi bagaimana dengan pernikahan Bapak denga Mbak ini... tanya Pak RT.
Saya sudah cerai kan dan saya sudah menalak nya...ucap Ayah tegas.
si perempuan cuma menangis kali ini Ia menyesal dengan perbuatan nya hingga Ia malu untuk meminta maaf pada keluarga Raka.
Kata cerai biar pun Ia tidak pernah di nafkahi lahir batin tetap lah kata cerai seperti cambuk dan cukup sakit terasa di hati.
Pak RT dan yang lain pulang begitu juga si perempuan berjalan lesu jauh dari rombongan Pak RT.
huuuu.... teriak Ibu-ibu rumpi mengejek si perempuan sedang di seberang pagar lain nya Ibu Salamah melihat sedih pada perempuan yang tega menjebak Ayah.
setelah selesai dan para rumpi sudah kembali ke rumah masing-masing, Ibu menangis sendiri di kamar ntah tangis senang karena pengganggu sudah jelas tak bisa ganggu rumah tangga nya lagi atau tangis lain cuma Ibu yang tau.
Ayah masuk ke kamar mendapati ibu yang sedang menangis terselip rasa bersalah di hati.
kenapa Bu......tanya Ayah....Ibu menghapus air mata dengan kain kemudian Ibu melihat wajah Ayah yang berdiri di samping Ia duduk.
Ibu memaksakan senyum untuk suami nya, Ayah duduk di depan Ibu yang duduk bersila.
kenapa Bu.......tanya Ayah ....gak ada yah....jawab Ibu dengan sedikit senyuman.
Ayah faham kalau Istri nya lelah dengan apa yang Ia perbuat selama ini timbul sesal menyeruak dalam hati nya.
Bu.....Ayah menggenggam tangan Ibu....mau kan Ibu memaaf kan semua kesalahan Ayah.
Ibu melihat kedalam mata elang yang kini telah banyak berubah ntah karena usia atau karena kaki yang sudah cacat.
Sebelum Ayah minta maaf Ibu sudah memaaf kan Ayah......ucap Ibu.....Ibu gak benci Ayah kan...tanya Ayah lagi....gak Yah cinta Ibu begitu besar untuk Ayah jadi mana mungkin Ibu benci Ayah.
Ayah meraih tengkuk Ibu kemudian melabuh kan satu kecupan lembut dan Ibu memejam kan mata meresapi kelembutan dari suami nya.
Indah Ingin permisi keluar sebentar segera Ia mencari Ibu tapi tidak Ia temukan hingga Ia berfikiran mencari Ibu di kama.
ketika menyibak kain pintu Indah di suguh kan pemandangan yang bikin Ia bahagia melihat Ayah Ibu nya.
kenapa Sih gak dari dulu monolok Indah kalau dari dulu ntah sebahagia apa keluarga ini.
Tampa permisi Indah segera pergi karena ada satu urusan dengan pemilik toko di mana Ia bekerja.
alah paling-paling di tegur karena gak masuk seminggu begitu lah yang ada di fikiran indah.
__ADS_1
bergegas Ia naik angkot yang sedang nurun kan penumpang..