MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
MENGAKUI


__ADS_3

Setelah Selesai makan Rima Permisi Pulang, Satria mencium dalam kening wanita yang sedang mengandung anak nya, setelah selesai mencium kening Rima Satria merunduk mencium perut Rima Sambil berpesan pada pada janin nya.


Baik-baik di dalam ya nak jangan bikin sakit mama Ayah gak bisa terus Di samping kalian, Rima terenyuh mendengar ucapan Satria.


begitu juga Ibu yang mendengar Dari balik pintu Sambil menutup mulut nya tak menduga perbuatan Anak nya sejauh itu.


Rima keluar Di Antar Satria Saat Melongok kedalam warung Ibu tidak kelihatan, ya Sudah Nanti Biar Aku Sampein Ke Ibu.


Rima Naik Ke mobil Terlepas lah Gandengan Tangan mereka.


Satria kembali kedalam Dan melihat Ibu Sudah Terduduk Dengan Menangis, Ibu kenapa Bu Satria panik melihat Ibu nya Menangis.


Apa yang Sudah Kamu Lakukan Nak Tanya Ibu Di Sela-Sela tangis nya, Satria bingung karena memang tak menyadari kalau Ibu sudah Tau perbuatan nya.


Maksud Ibu Apa Bu Satria masih Berlutut Di depan Ibu Yang Duduk Di kursi, Ibu sudah Dengar semua Tadi.


Langsung Wajah Satria pucat pias Seperti Tampa Darah, ternyata apa Yang Di khawatir kan Rima Tadi Benar, Tapi karena Nafsu nya lah yang mengalah kan akal sehat.


Satria terduduk lemas seperti tak bertulang,ternyata Ibu sudah Tau Semua Sungguh Aku Anak Yang tidak Berguna tidak Ada Yang bisa Di perbuat Satria selain meminta maaf Pada Ibu.


Maaf Kan Satria Bu, mencium Kaki ibu meminta restu Juga mengakui kesalahan nya.


Ibu yang Berhati Lembut Tak bisa menyalah kan Satria Yang terjerat Cinta Dan nafsu karena itu mengingat Kan nya Akan Kejadian Diri nya Dan Ayah Satria.


Ibu menutup Wajah dengan kedua tangan nya.


Satria terus-terusan menangis di Kaki Ibu meminta maaf, Hingga Ibu memegang kedua pundak nya.


Bangun lah Nak, Bertanggung Jawab lah Atas Apa yang Sudah kalian perbuat, ibu berkata masih sambil menangis.


Maaf kan Satria Bu, sekali lagi Satria meminta maaf Sebelum Ibu keluar Karena Ada Orang Belanja memanggil nya.


Rima Pulang Dengan berdendang Senang Sampai Di Rumah Rima Masih bernyanyi-nyanyi kecil.


Senang Bener Anak Mama, menghadang Rima Di Depan Tangga.


Sini Ikut Mama, Langsung Rima Di seret Mama ke kebun taman Belakang Rumah.


Duduk lah Setelah Sampe Di gubuk Santai Mereka, Rima Duduk Tampa Tau Apa Yang Akan Terjadi Selanjut nya.


jelas cuma penulis yang TauπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Mama Duduk Di Samping Rima, Dengan Muka Sedih Mama mrnatap Wajah putri nya.


Ma kenapa Mama Ajak Rima Kesini, mulai membuka percakapan Di antara Mereka ada rasa Risih karena Mama Hanya menatapi nya sedari Tadi.


Apa Yang Sudah Kamu lakukan,

__ADS_1


Mama Sedih Anak Mama Mulai Tidak Jujur Dan Sudah Berbuat Di luar Batas ucap Mama.


Rima memandang Kedepan Hamparan Tanaman Sayuran Milik Mama Yang memang senang bercocok Tanam Sambil Mikir ucapan Mama Yang belum Ia mengerti.


Kamu Hamil Nak, Tiba-tiba Mama Mengungkap Kegelisahan Nya, Rima Langsung Shok Dan Pucat Pasi Saat itu juga.


Jawab Mama Rima, Tanya Mama Dengan Suara Parau menahan Tangis Nya.


Rima Tertunduk Masih Mikir Apa Yang Harus Dia perbuat Karena Mama Sudah Tau kalau Ia berbadan Dua Rima Tak mampu berkata-kata air mata sudah memenuhi setap sudut kantung mata.


Dengan Siapa Nak Tanya Mama lagi, langsung membuat Rima Berlutut mencium kaki Mama.


Maaf Kan Rima Mah Maaf Kan Rima Sambil menangis Bulir- bulir Air Mata nya membasahi Kaki Mama Yang menegang Saat itu Karena pengakuan Anak Rima Yang Sama Sekali Tidak Ia Harap Kan.


Jadi Benar Kamu Hamil, Mama mengangkat Bahu Rima Agar Berdiri.


Rima Mengangguk Dalam, tampa berani menatap Mama.


Langsung Mama Menarik Rima Dalam Pelukan Nya, mereka menangis Kalau Mama merasa gagal Sebagai Orang Tua lain Rima Merasa Gagal Sebagai Anak Karena sudah mencoreng Kehormatan Orang Tua.


Hanya Tangisan Lah yang Terdengar Diantara mereka, Hingga Datang Bi Iyah Memanggil Nyonya Nya Karena Ke Datangan Tamu.


Bi Iyah Turut Terenyuh Melihat Nyoya besar nya Menangis Sambil Memeluk Rima.


melihat Tangis nyonya nya kenangan Pahit Silam Pun Kembali Terbayang Di Ingatan bi Iyah.


Eh Ada Bibi Mama Mengurai Pelukan Nya sambil Menghapus Jejak Air Mata dengan tangan Nya.


Sedang Rima Kembali Terduduk Sambi terus menangis.


Mama Dan Bi Iyah Masuk Tinggalah Rima Sendiri.


Sampai Di Dapur Mama Membasuh Muka untuk menghilang kan jejak tangis tadi.


Siapa Bi tanya Mama setelah membasuh muka di wastafel.


Bibi Juga Gak Tau Nya Tapi Kayak nya bibi Pernah Liat Tapi ntah Di mana Bibi Lupa.


Mama Merapikan Diri Di Dapur Sebelum Menemui Tamu Nya.


Ibu Dan Satria Duduk Dan Terkagum-kagum Dengan Interior Rumah Rima, Tak henti-henti nya mereka mengedar kan Pandangan pada setiap Sisi Ruangan Di tempat Mereka Duduk Sekarang.


Selamat Siang Mama Rima Masuk Menyapa Kedua Tamu Nya.


Mbak Arini Ibu Satria memanggil Mama Rima dengan Antusias, Kamu Raya KaN Tunjuk Mama Rima Pada Ibu Satria.


Iya Mbak Aku Raya, kedua nya berpelukan melepas Rindu puluhan Tahun Tidak Pernah Bertemu membuat kedua nya larut dalam sedih.

__ADS_1


Gimana Kabar Kamu Raya,Mama Rima Memperhatikan Ibu Satria Dengan Seksama.


Beginilah Keadaan Ku mbak, Ibu Rima Sedikit Membuka Tangan menunjukan Keadaan Lusuh nya Saat Ini.


Ayo duduk Mama Rima mempersilah kan Ibu Satria Duduk.


Ini Siapa Ya Tanya Mama Rima Sebenar Nya Mama Rima Masih Ingat Kalau Satria Satu Sekolah Dengan Rima.


Ini Satria Putra Anak Ku Mbak jawab ibu Satria langsung menyalami Mama Rima.


Kamu Kok Tau rumah Saya Di sini lagian Kamu tinggal Di Mana..


Ibu Satria meberi tahukan Alamat rumah Yang memang kebetulan tidak terlalu jauh dari komplek perumahan Rima.


Mama Rima Dan Ibu Terus Bercerita Masa-masa Mereka Dulu Bi Iyah Datang Membawa Nampan Berisi Minuman Dan Cemilan.


Bik .Rima Mana Bisik Satria Pada Bi Iyah.


Non Rima Di Belakang Den Bi Iyah Pun jawab berbisik Juga.


Satria merogoh Benda pipih di Saku nya,mengetik Beberapa Kata dan mengirim nya ke Rima.


Rima sadar Dari Lamunan nya Karena ada noti Masuk Di ponsel nya, segera Rima Membuka perpesanan.


Istriku Sayang Di mana Ini Suami mu Pulang, Aku Ada Di Rumah Mu Yank.


Rima Tak percaya Tapi Tadi Bibi Bilang Tamu Masa iya Itu Satria, Mau Apa Dia kesini.


Rima Penasaran Masuk Kedalam Tapi Hanya Mengintip Dari Dapur.


Benar Satria Ada Disini Bersama Ibu mau apa Dia berdegup Jantung Rima karena Takut.


Non intip apa Tanya bi Iyah Dari Belakang, eh Anu Itu tamu Mama Siapa Ya Bi Rima balik Tanya.


Oh Itu Mbak Raya Sepupunya Nyonya Anak Dari Pak Bayu Adik Nya Oma Non Rima.


Rima terdiam Ternyata Ibu Satria Sepupu Nya Mama, berarti Aku Dan Satria saudara Rima lunglai Saat itu Pandangan Nya mengabur Dan Di rasa nya Dirinya Seperti Tak Bertulang.


Rima Jatuh Pingsan Di Lantai dapur Bi Iyah Langsung Panik, Memanggil-manggil Nama Rima dan Suara Bi Iyah Terdengar Jelas Sampai di Ruang Tamu di dengar oleh Mama,Ibu dan Satria.


Mereka Bergegas Ke arah Dapur, kenapa Rima Bi tanya Mama Panik.


Gak Tau Nyah Tiba-tiba jatuh jawab bi Iyah.


Mama Meminta Pertolongan Satria untuk Membawa Rima Ke kamar Nya, Di ikuti Ibu Bi Iyah Dan Mama.


Satria Tak Berani Bersuara Sebenar nya mulut nya udah Gatel pengen Panggil Rima.

__ADS_1


Satria membaringkan Rima Di Kasur, Ingin berbalik Tapi Di cegah Ibu Dan Mama Rima.


__ADS_2