
Dokter yang di tanya Satria Faham kalau calon orang tua muda seusia Satria tidak Akan Faham, apa lagi Dokter melihat mata bengkak Rima Tentu sudah terjadi sesuatu.
Dokter Ahir nya menjabar kan Apa saja yang paling terburuk agar Suami seperti Satria siaga dan menjaga betul kehamilan istri nya.
Setelah mendengar penjelasan Dokter Satria menjadi takut sempat membayang kan yang tidak-tidak terjadi pada Rima Dan Bayi nya hingga Ia bergidik sendiri.
Ahir nya Runtuh juga gunung es karena penjelasan Dokter tadi, di tatap nya Rima kembali bayangan Rima kesakitan terlintas di fikiran nya.
Alhamdulillah Ya Allah tak terjadi sesuatu dengan anak ku juga ibu nya, Satria mengucap puju syukur dalam Hati, runtuh sudah kekerasan hati nya karena penjelasan Dokter.
Rima Di pindah kan ke ruangan rawat inap,Satria tak sedetik pun melepas genggaman nya di tangan Rima Yang masih belum Sadar kan Diri.
Rima terbangun karena mendengar suara orang membaca alqur'an yang terdengar jauh, sedikit demi sedikit mengumpul kan kesadaran nya, terasa hembusan hangat menyapu di pipi nya Rima menoleh terlihat Satria tertidur dengan nyeyak nya.
sungguh pemandangan yang sangat Ia idam-idam kan selama ini, bisa tidur dengan lelaki yang selalu Ia rindukan.
Rima membangun kan Satria dengan suara yang terbata-bata, tapi Satria tak bergeming sedikit pun malah semakin pulas.
tentu Rima memikir kan cara Agar Satria bangun, Rima dengan perlahan berbalik, sangat berhati-hati karena selang infus yang terpasang di Tangan nya.
Rima menggerser wajah nya agar lebih dekat, dengan sekali gerakan Rima menaut kan bibir nya dengan Satria,masih terasa harum mint di nafas Satria walau sudah tertidur lama.
Satria terbangun karena merasa ada sesuatu melewati bibir dan kini masuk sedikit ke dalam melut nya.
begitu lembut dan basah membuat Satria langsumg menyesap membuat Rima terbelalak menarik lidah nya Dari sesapan Satria.
kenapa tanya Satria dengan membuka mata dengan malas.
Bangun Yank nanti kalau Ada perawat gimana, perotes rima dengan wajah merona.
Satria mengedar kan pandangan sekeliling benar ini RS aduh Aku kok bisa Lupa ya,dengan sigap Satria bangkit menuju kamar mandi untuk membasuh muka.
Dan benar omongan Rima tadi begitu Satria keluar dari kamar mandi, melihat suster sedang mengganti infus Rima sambil berbincang Dengan Rima.
Satria tak ingin mengganggu perbincangan Rima dengan suster Satria memilih Duduk di Sofa yang ada Di ruangan itu.
setelah suster pergi Rima memanggil Satria dengan Manja, membuat Satria merasa kalau diri nya sudah jadi suami beneran.
ada apa Yank tanya Satria sesudah berdiri di pinggir ranjang Rima.
Rima malah diam membuat Satria bingung,kenapa Yank...tanya Satria lagi.
karena sudah tidak tahan ahir nya Rima mengutarakan ke inginan nya untuk ke kamar mandi, tentu membuat Satria tergelak.
kenapa ketawa...Rima merasa di ejek dengan Satria, kamu tu lucu Yank mau pipis aja pake malu-malu jawab Satria sambil mencubit hidung mancung Rima.
Ya udah biar Aku gendong Satria sudah siap mengangkat Rima tapi di tepis Rima, jangan Yank malu kalau Ada yang lihat.
Mana Ada yang lihat cuma kita berdua di ruangan ini Satria langsung mengangkat Rima kedalam gendongan nya.
Rima membersih kan diri tampa di bantu Satria dengan Alasan takut tidak kuat menahan Nafsu nya, Satria berdiri di depan kamar mandi menunggu Rima.
__ADS_1
Yank Panggil Rima Dari Dalam, Satria segera masuk kedalam langsung terperangah melihat Rima dengan Hanya memakai tantop tampa penutup Bawah.
Yank Kamu mancing Aku tanya Satria dengan pandangan yang sudah berkabut nafsu.
nakal bener nih Istri ku, Satria maju langsung menyergap Rima Ke tepi dinding.
wajah Rima sudah merah merona di dalam kungkungan tangan Satria, tampa Ragu Tangan Satria mulai berselancar ria menjelajahi setiap jengkal milik Rima Sedang Si empu nya mendesah dengan gerakan liar tapi ucapan Dokter seperti menyengat Ingatan Satria.
dengan seketika Satria menghentikan kegiatan nya, demi untuk menjaga janin nya di dalam rahim Rima.
Rima mengerti kenapa Satria berhenti walau Ia juga sangat menikmati dan sedikit kecewa tapi Rima tak ingin berdebat lagi seperti malam tadi.
Ya sudah Kamu kembali ke kasur biar Aku telephone Mama kamu buat Bawa baju ganti, Satria segera menggendong kembali rima ke tempat Tidur.
Yank Aku baru ingat kita belum liat Papa Dan kita belum serlok ke Mama, ucap Rima Dalam gendongan Satria.
handphone Ku di mobil Yank, ucap Rima lagi Saat Satria membaringkan dan menyelimuti nya.
setelah selesai memberekan Rima Satria langsung Bergegas meninggal kan Rima di Ruangan.
Sambil menuju parkiran Satria melewati beberapa ruangan satu persatu Satria melongok mencari keberadaan Papa Rima hingga seseorang menepuk pundak nya dari belakang.
Cari Siapa mas, ternyata suster yang mengaget kan nya.
saya Cari pasien yang semalam mbak jawab Satria kikuk karena sedari tadi si perawat yang bernama susi terus menatap nya lekat.
ahh iya mas pasien yang Bapak-bapak ya... Tanya suster Susi lagi, Iya jawab Satria dengan malas tau kalau suster sengaja memperlambat.
Sampai Di Ruangan Papa rima si suster Susi.sengaja menghentikan langkah Satria Yang hendak masuk,
Mas boleh kenalan Gak, Suster susi semakin centil, oh boleh...jawab satria sambil menyodor kan tangan untuk saling bersalaman.
suster Susi pun kesenengan menyambut tangan Satria Sementara Satria merasa gerah melihat tingkah suster Susi yang menurut Satria kementelan.
tak sudah-sudah suster Susi menggenggam tangan Satria semakin gerah.
Maaf sus Saya mau masuk, Satria ingin melepas genggaman tangan Suster Susi tapi malah suster Susi memper erat genggaman nya.
Maaf sus tolong lepas kan tangan Saya ,ucap Satria dengan sopan sebenar nya Satria sudah cukup muak .
ehh iya mas abis mas nya ganteng banget, Sahut suster Susi dengan Sedikit mencubit lengan Satria.
karena genggaman suster Susi sudah terlepas,
Satria langsung masuk ke dalam ruangan Papa Rima Yang nampak belum Sadar kan Diri, Satria bergegas keluar karena mengingat kalau Mama Rima blom di beri tau.
Satria mengambil Handphone Rima Yang masih tergeletak di kursi Mobil, nampak layar Handphone Rima hidup pasti barusan ada telephone masuk pikir Satria langsung menggenggam Handphone untuk membawa ke empunya.
Baru Saja beberapa Langkah kembali handphone Rima berbunya Satria langsung melihat Nama Si pemanggil yang ternyata Mama Rima.
Tampa Ragu lagi Satria menggeser tombol terima dan panggilan tersambung, Mama Rima berteriak Marah dengan kencang hingga Satria menjauhbkan benda pipih itu Dari telinga nya.
__ADS_1
Maaf Tante ini Satria, Mama Rima langsung Diam Dari seberang sana, Mana Rima Sudah Ratusan kali Saya telephone tidak di angkat kali ini suara Mama Rima sedikit melunak.
Rima Di Rawat Tante, jawab Satria, kembali Mama Rima berteriak Apa membuat telingga Satria mendengung Saat itu juga.
segera serlok suara Mama rima terdengar lemah, iya tante...jawab Satria ohh ya tan sekalian bawa baju ganti Rima tambah Satria.
setelah Sherlok Satria kembali keruang di mana rima di Rawat.
Lama banget sih Yank, Tanya Rima ketika Satria masuk keruangan nya.
Iya tadi Aku cari ruangan Papa Kamu...jawab Satria sambil menarik kursi untuk duduk di pinggir ranjang Rima.
Nih Handphone Kamu Satria menyerah kan Handphone ketangan Rima, dengan sigap Rima menerima Handphone dari tangan Satria.
Kamu udah Sarapan Yank Tanya Rima melihat bibir Satria mengering, belum jawab Satria sambil nguap karena kurang tidur semalam.
Sana sarapan Yank Nanti Kamu Sakit, Rima menyuruh Satria segera mencari Sarapan tapi Satria malah tidak bergerak..
Kenapa Yank Rima menyentuh pipi Satria ,dah jangan di elus-elus nanti Aku makan Kamu Yank.ucapan Satria membuat Rima mendelik langaung menarik tangan nya.
Aku ngantuk Yank, Satria menguap lagi membuat Rima tak Sampai Hati.
Tapi Aku Lapar Yank ucao Rima dengan Berat hati harus menyusah kan Satria lagi.
kenapa Gak bilang Dari tadi Satria bangkit untuk mencari Sarapan untuk Rima karena Ia saat ini belum merasa lapar.
berbekal uang duaratus ribu dari Ibu Satria membeli beberapa jenis Sarapan Ada lontong,nasi gurih, Roti, kue,juga beberapa cemilan yang sering Rima makan dan tidak lupa teh serta susu panas hingga menyisakan tujuh puluh ribu di kantong nya.
Satria kembali ke ruangan Rima saat melewati lobi Satria bertemu Mama Rima dan Bi Iyah yang menenteng tas.
Mama Rima Dan Bi Iyah mengikuti Satria ke ruangan Rima, oh ya Nak Satria Ruangan Papa Rima Di Mana Tanya Mama.
Itu Tante belok Lorong depan Itu ruangan Pertama, jawab dan tunjuk Satria.
Ya udah Bibi Ikut Satria Saya Liat Mas Dewa Dulu Ya, Mama Rima Langsung Pergi meninggalkan Satria dan Bi iyah.
Ayuk Bi ajak Satria pada Bi Iyah yang di angguki Bi Iyah.
Banyak Amat Yank, Rima tercengang melihat Satria banyak menenteng Bungkusan.
Iya biar Kamu Ama dede bayi gak laper....Jawab Satria Sambi menaruh belanjaan di atas nakas sebelah tempat tisur.
omongan Satria membuar Bi Iyah Kaget Hampir tidak percaya dengan apa yang Di dengar nya.
tapi Bi Iyah Tidak Mau mencampuri urusan anak majikan nya.
Non ini Bibi Ada bawa baju ganti Bi Iyah menyerah Kan tas yang di bawa nya, Buru-buru Satria menyambar takut kalau-kalau tas yang Di bawa Bi Iyah berat.
Rima Dan Bi Iyah saling lihat Satu sama lain Karena ulah Satria yang posesif.
Bibi mengulum Senyum melihat Rima Yang salah Tingkah karena Satria posesif.
__ADS_1