
Satria bangun sudah jam sembilan pagi, sedikit lama Satria mengedar kan pandangan samhil mengingat kenapa Ia bisa tidur di kamar bawah.,sadar sudah kesiangan satria ngomel sendiri.
aduh kenapa gak ada yang bangun kan udah kesiangan nih, Satria segera lompat dari tempat tidur bermasud kembali ke kamar nya.
Tapi baru tangan nya ingin memutar handle pintu, Ibu sudah duluan buka pintu masuk dengan raut wajah marah tentu Satria merasa ciut.
Ibu menunjuk noda darah di ambal.
Ini apa....tanya Ibu....membuat wajah satria langsung pucat kaya pencuri ketahuan nyolong.
jawab Sat....Ibu membentak Satria.
Satria semakin nyali nya ciut hingga Ia berlutut memeluk lutut Ibu.
Maaf kan Satria Bu....ucap nya sambil nangis.
apa yang kamu perbuat dengan Fika....suara Ibu sedikit melunak karena tak sampai hati melihat Satria menangis.
Satria....satria sudah perkosa Fika Bu...jawab Satria semakin kuat Ia memeluk lutut Ibu.
Ibu menutup mulut nya tak percaya Anak nya bisa berbuat keji, ibu diam meratapi kenapa Satria jadi manusia hilang akal.
Ibu tak mampu berkata-kata, setelah di rasa nya pelukan Satria di lutut sedikit longgar Ibu mendorong pelan bahu Satria.
Ibu bangkit dan keluar meninggal kan Satria sendiri di kamar, Satria tau Ibu nya pasti terluka karena kelakuan nya.
Fika pagi ini juga bangun pukul sembilan pagi, tentu Ia merasa sangat malu.
Setelah mandi dan memakai daster pemberian Mama Latif, Fika keluar dari kamar mencari keberadaan Latif atau Mama nya Latif.
sini Mbak....panggil Latif membuat Fika sedikit berjingkat karena kaget.
Fika melangkah mendekati Latif yang kini sedang duduk di meja makan sarapan pagi, ayo Mbak sarapan dulu.
dengan kikuk Fika duduk bersebrangan dengan Latif, tentu dengan mudah Latif dapat memandangi wajah Fika.
sarapan Mbak jangan termenung pagi-pagi pamali....ucap Latif karena melihat Fika hanya duduk diam.
Fika menarik sudut Bibir nya mendengar ucapan Latif.
oh Mama kamu kemana ya kok gak kelihatan...tanya Fika karena tidak melihat Mama Latif.
Mama udah ke kantor dari tadi pagi Mbak....ucap Latif sambil menuang air putih.
Fika menyendok nasi goreng ke piring nya, Latif mengamati wajah Fika ingatan nya langsung ke Rima.
Sangat mirip sama persis apa mereka kembar...ucap Latif dalam hati terus menatap Fika bukan kah di dunia banyak manusia punya kemiripan walau tidak sedarah.
Fika sadar kalau Latif sedang memperhatikan nya, Fika mendahem beberapa kali karena merasa risih Latif memandangi nya dengan begitu intens.
Satria masih terduduk di kamar fikiran nya masih begitu kalut, dengan fikiran yang terus mengawang jauh, suara handphone menggalih kan nya.
Satria menerima panggilan setelah melihat nama siapa yang tertera.
satria menjawab salam dari seberang dengan suara kelihatan tidak berselera.
kenapa kamu Sat....tanya om hendrik dari seberang.
gak ada om Satria baik-baik saja..jawab nya masih suara lemes.
Om Hendrik menyampaikan maksud dan tujuan Ia menelephone Satria, sedang yang menerima telephone seperti orang yang tak punya gairah hidup.
Gimana Sat....tanya Om Hendrik berulang kali.
eh anu Om Satria fikir-fikir dulu....jawab Satria yang di sambut kekehan dari seberang.
yaudah kamu fikir-fikir dulu....ucap Om Hendrik sambil mengucap kan salam sebelum telephone terputus.
saat satria hendak menaruh handphone nya kembali benda pipih yang masih dalam genggaman nya bergetar dan bunyi.
kembali Satria menatap layar dengan mata sedikit melebar karena yang memanggil ternyata Om Panji Papa Fika.
__ADS_1
Ya Om Halo....ucap satria seakan lupa mengucap Salam.
Assalam mualaikum Satria....ucap Om Panji membenar kan.
eh waalaikum salam Om...jawab nya.
gimana sudah kamu temukan Fika atau sudah balik kerumah kamu....tanya Om Panji...membuat Satria bingung harus jawab apa.
Sedikit lama Satria Diam hingga Om Panji memanggil nya dengan keras.
eh Iya Om Fika belum ketemu....jawab nya Spontan karena kaget dengan suara lantang dari seberang.
Kamu harus tanggung jawab cari anak Saya sampai ketemu...sambungan terputus setelah ucapan sedikit berteriak dari Om Panji.
Satria bingung Harus cari Fika kemana lagi karena Handphone juga pakaian Fika masih tertinggal dalam lemari.
Satria bangkit dari duduk nya Ia bertekat hari ini harus ketemukan Fika.
setelah Mandi dan berganti pakaian bersih Satria pergi untuk mencari Fika, karena fikiran nya yang kusut dengan ke dua anak nya pun Ia lupa.
Satria menyusuri setiap jalan hingga pukul dua belas siang, perut berbunyi karena lapar sedari pagi tak sesuap atau seteguk air yang masuk ke kerongkongan nya.
Satria menepikan kendaraan yang Ia tumpangi di parkiran Rumah makan padang karena sudah tak sanggup lagi menahan lilitan cacing dalam perut.
Satria duduk di meja bersebrangan dengan meja seorang Ibu-ibu paruh baya, lebih kurang usia nya sama seperti Ibu nya.
perempuan paruh baya itu terus memperhatikan Satria sejak Satria masuk.
Satria yang memang sedang kalut tak menyadari kalau ada sepasang mata yang tengah memperhatikan nya.
setelah pesanan nya datang Satria makan dengan lahap karena memang sangat lapar, tengah Asik dengan nasi beserta lauk di piring.
Boleh Saya duduk tanya perempuan paruh baya yang sejak tadi memperhatikan nya.
karena mulut penuh nasi Satria hanya mengangguk sebagai jawaban, Perempuan baruh baya Itu menarik kursi kemudian duduk tepat di depan Satria.
Masih kenal tante Sat....ucap nya karena melihat Satria mencuci tangan di wadah yang sudah di sedia kan.
Satria mengamati Wajah yang kini duduk di depan nya, Satria berusaha mengingat tapi Ia memang benar lupa sebab Fikiran nya saat Ini cuma Fika.
perempuan paruh baya Itu tersenyum, masih ingat Fajar....tanya nya.
Satria menepuk jidat Ia baru ingat kalau perempuan paruh baya di depan nya adalah mama dari sahabat baik nya Fajar.
Satria langsung berdiri menyalami Mama Fajar.
maaf kan Satria Tante.....ucap nya merasa tak enak hati.
Gak apa-apa nak santai duduk lah....Mama Fajar menyuruh Satria duduk kembali.
Boleh tante nanya....ucap Mama fajar setelah Satria kembali duduk.
Ya boleh Tan mau tanya apa....jawab Satria.
Tante liat wajah kamu kusut nak ada apa ....tanya Mama Fajar.....Satria langsung menunduk ternyata Mama sahabat nya memperhati kan nya, Rasa tak enak kalau gak segera jawab.
biasa Tan lagi banyak kerjaan....jawab Satria sekena nya dan Mama Fajar mangut-mangut ngerti tidak akan mungkin Satria mau berterus terang.
Ya sudah lain kali main lah ke rumah Fajar dan Latif sering cerita-cerita kamu, Mama fajar bangun dari duduk nya, Satria pun sama sebab Ia akan lanjut mencari Fika apa lagi teringat bentakan Om Panji waktu di telephone tadi.
Tante naik apa ....tanya Satria karena mereka beriringan jalan keluar dari rumah makan.
tante tadi ketemu teman di sini tante naik taxi nak....jawab Mama Fajar.
yaudah Tan bareng Satria aja biar antar Tante sekalian ketemu Fajar kangen juga sama cerewet Nya....ucap Satria.
Gak usah Nak nanti ngerepotin ini kan masih jam kerja nanti kamu telat....jawab Mama Fajar.
Santai Tan bos Satria baik kok.....jawab Satria menyembunyikan tentang pekerjaan nya yang sebenar nya Baik Fajar atau Latif sudah sering liat wajah Satria terpampang di majalah pembisnis muda yang handal.
bener nih gak ngerepotin....tanya Mama Fajar merasa gak enak juga kalau nolak.
__ADS_1
ya Tante ayo masuk Satria membukakan pintu mobil nya mempersilah kan Mama Fajar naik ke mobil nya.
setelah Mama Fajar duduk Satria mengitari kemudian masuk dan langsung melajukan roda empat yang kini membawa mereka ke kediaman Fajar.
menempuh perjalanan Lima belas menit kini mereka sudah sampai dan satria memarkirkan mobil nya di halaman luas rumah Fajar.
Ayo masuk nak....ajak Mama fajar mempersilahkan Satria masuk.
Setelah Satria duduk Mama nya Fajar permisi untuk memanggil Fajar di kamar nya.
Mama masuk karena pintu kamar Fajar tidak di kunci, Jar...Jar.....Jaaarr bangun....panggil Mam karena Fajar Tidur.
Apa sih Ma....jawab Fajar dengan Malas karena masih ingin melanjut kan Mimpi.
tuh ada temen Kamu yang Datang....ucap Mama memberitau kedatangan Satria, Fajar bangun karena penasaran siapa tamu nya kalau Latif udah pasti langsung nyelonong.
Fajar merih handphone nya di atas nakas lalu keluar untuk melihat siapa gerangan yang datang.
belum semapar Fajar turun dari tangga handphone di tangan nya bergetar menandakan notifikasi pesan masuk.
Fajar membuak pesan dari Latif yang mengirim Foto Fika yang kini sedang duduk bersama nya di bangku taman belakang Rumah Latif.
Satria duduk dengan gelisah karena di anggap nya Fajar terlalu lama karena Ia akan mencari Fika lagi.
Satria bangkit dari duduk nya hendak pergi tampa permisi tapi Fajar keburu datang.
Woiii apa kabar lu....tanya Fajar melihat kalau Satria ingin pergi.
eh Jar...Satria menghentikan langkah nya, karena suara Fajar.
mereka bersalaman juga berpelukan ala tele tubis, sambil tertawa.
gimana kabar lo Sat....tanya Fajar saat mereka berpelukan, Satria diam dan melepas pelukan mereka.
Fajar sudah cukup lama dan cukup Tua seperti apa Seorang Satria, mereka Dari SMP sudah satu sekolah.
Fajar mencari tempat aman untuk mereka ngobrol berdua, kini mereka di teras Samping.
Setelah mereka Sama-duduk Fajar kembali bertanya dan jawab Satria hanya menghela nafas.
Lo gak percaya sama gua....ucap Fajar merasa kalau sahabat nya sudah tidak mempercayai nya.
lama Satria diam karena berfikir mulai dari mana menceritanya.....setelah cukup lama diam Satria menarik nafas panjang dan mulai menceritakan dari awal bersama Rima hingga kejadian nya bersama Fika.
Dret...dret...sekali lagi notifikasi di Handphone Fajar masuk buru-buru Fajar membuka Isi pesan dan dapat diliat sekilas oleh Satria.
Dari siapa Jar...tanya Satria.
Dari Latif bangga Dia sudah dapat calon pendamping Hidup Jawab Fajar asal.
bener Jar....Satria ingin tau.
ya ini bukti nya Fajar langsung memperlihat kan Foto yang Di kirim Latif.
jantung Satria berdegup karena melihat siapa yang ada di handphone Fajar, kenapa lo kok bengong....tanya Fajar karena perubahan di raut wajah Satria.
Itu cewe yang gua bilang ....jawab Satria memberi tau.
Jadi ini yang nama nya Fika yang lo cerita tadi,,, tanya Fajar di jawab anggukan kepala oleh Satria.
Yaudah Kita kerumah latif lo tunggu bentar Gua ganti baju, Fajar langsung bangun dari duduk nya berlari masuk untuk menganti baju.
sepeninggal Fajar, Satria mengucap syukur karena Ia sudah Tau di mana Fika sekarang.
Fajar sudah berganti pakaian dan mereka langsung pergi ke rumah latif tampa memberi tau latif terlebih dahulu.
tak makan Waktu lama mereka Sampai di rumah latif.
Latif mrnyambut kedua Sahabat nya dengan senyum terkembang.
Mana Fika tanya Satria setelah selesai berasalaman juga berpelukan ala mereka dari jaman sekolah.
__ADS_1
tentu Latif heran kenapa Satria bisa kenal Fika, Fajar menarik Latif sedikit menjauh kemudian Fajar memberi kode dengan kedipan mata agar Satria mencari Fika di dalam rumah Latif.
Satria masuk tampa mengucap Salam Ia langsung menerobos masuk dan menemukan Fika sedang minum di dapur rumah Latif.