MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
RESTU PAPA


__ADS_3

Mama Masuk melewati Satria yang masih berdiri di muka pintu, Mama melihat wajah Rima tampak Segar hati Mama seperti di remas karna tau apa yang terjadi antara anak nya dan Satria malam tadi.


Satria.... Mama memnggil Satria yang masih berdiri dengan perasaan malu karena terciduk.


Sini...ucap Mama lagi setelah melihat Satria menoleh nya, Iya Tan...jawab Satria dengan langkah Takut dan Ragu.


sedang Rima tertunduk dalam dengan Rambut yang Masih Basah.


Satria berdiri Di pinggir brankar tempat Rima duduk bersebrangan Dengan Mama Rima.


Kalian Harus nikah Cepat..ucap mama Rima tegas, Rima menoleh Melihat wajah Mama Yang terlihat aura marah dan Rima kembali tertunduk.


tidak Ada jawaban dari kedua nya masing-masing tertunduk karena mereka memang salah.


Siap Kan Semua Satria...sebaik nya setelah ini kalian jangan ketemu dulu... ucap Mama lagi langsung berbalik ke ruangan Papa.


karena Bagaimana pun Mama tetap lah Orang Tua yang tak akan membiar kan anak-anak nya terjerumus dalam lembah Dosa Yang bekepanjangan ada terselip sedih di hati nya.


Mama Masuk keruangan Papa dengan muka yang tentu nya tidak enak di pandang Papa, ada apa dengan istri cantik nya.


Ada apa ma...tanya Papa lembut setelah Istri nya Duduk di samping nya.


Gak Ada Apa-apa Pa...jawab Mama dengan senyum yang Di paksa.


Papa menelisik wajah istri nya yang cantik walau sudah kepala empat, Mama pandai merawat Diri membuat Suami makin cinta setiap hari.


Papa Mengangkat Dagu Mama Agar melihat ke arah nya,, coba bilang ke Papa kenapa Mama uring-uringan seperti ini...tanya Papa.


Gimana gak marah Pa...cobalah Papa pikir bisa nya mereka Melakukan lagi di sini,Mama menumpah kan apa yang mengganjal di hati nya sehingga membuat Ia marah.


Papa ahir nya tau apa penyebab kemarahan Mama, dengan tersenyum Papa mencubit pucuk hidung bangir istri nya.


Ma Kenapa musti marah bukan nya mereka sudah melakukan Sampe bisa punya anak...jawab Papa denga canda.


Iya tapi Gak harus berkelanjutan Pah...bantah Mama gusar, Papa mengulum senyum melihat Istri nya marah.


Ma ingat tidak Kita Dulu sehabis nikah...Papa mengingat kan cerita lama mereka.


Iya Pa Mama ingat...jawab Mama sambil tersenyum malu, itu gara-gara Papa Gak kasi Mama Istirahat...ucap Mama lagi Sambil berubah muka sedikit cemberut.


Mama Ingat kan... sambung Papa lagi, Iya Pa Rasa nya Mama Ingin Lari Jauh waktu Itu.


Mama Masih Dapat membayangkan saat kepergok Dengan IBuk aduh Pa malu banget ih Mama Rima mncubit Sayang pinggang Suami nya.


ingat kan mama Saat itu kta sedang apa Mama Rima langsung terbayang waktu mereka kepergok karena lupa kunci pintu.


saat itu sedang melakukan malah masih Saling menyatu.


IBUk membanting Pintu karena kesal melihat pemandangan yang mengotori Mata nya, Jangan lupa kunci pintu Teriak IBUK dri Balik pintu.


masih teringat jelas di ingatan keduanya peristiwa Dua puluh Tahun lalu.

__ADS_1


Mama Tertawa terpingkal-pingkal, sedang Papa tersenyum Melihat Kemarahan Istri nya sudah hilang karena cerita mereka dahulu.


Mama Terdiam Karena merasa lelah dengan Tawa nya, Nah Mama Ingat kan Kita juga dulu terciduk...Ucap Papa membuat Mama tertawa lagi.


di ruangan Rima, muda mudi yang merasa terciduk saling menyalah kan mereka saling tunjuk hingga terahir Satria geram dengan bibir Rima Yang selalu bisa saja menjawab Setiap ucapan nya.


Tak ingin lebih lama berdebat Satria membungkam mulut Rima Dengan Bibir nya Tentu Saja membuat Rima berontak tapi saat satria samakin menjelajahi setiap rongga mulut Rima dengan lidah nya Riam membalas dengan sesapan kuat membuat lidah Satria tertarik langsung Satria melepas pangutan mereka.


Kamu nakal Yank...ucap Satria dengan sedikit tersengal, tapi Kamu suka kan Yank...jawab Rima senang Karena berhasil mengerjai Satria.


Yaudah Kita ke ruangan Papa yuk...ajak Rima.


Satria diam Ada rasa takut berhadapan Dengan Papa Rima apa lagi tadi sempat Mama Rima Tau Apa yang sudah mereka lakukan toh Orang tua lebih ngerti.


Kenapa Yank... Tanya Rima karena Satria Tak bergerak, hhmm Satria menarik nafas Dalam.


Kamu Gak ingin ketemu Papa Ku....tanya Rima lagi, membuat Satria serba salah.


Bukan Gitu Yank..Jawab Satria, Trus apa jugak...Rima mulai sewot....Aku Takut Papa Kamu marah..kata-kata itu lah keluar dari mulut Satria.


Membuat Rima mengerut kan kening nya...Niat gak sih kamu tanggung jawab...tanya rima semakin berang.


Ya tentu Aku tanggung jawab Yank...Satria merasa malu dengan ucapan nya tadi seolah-olah Ia bukan laki-laki.


Kenapa Kamu musti Takut....Rima memberondong peryanyaan ke Satria.


Aku Bukan Takut marah Nya Papa Kamu Yank Tapi Aku Takut Tidak dapat mengontrol emosi Ku juga, Kilah Satria Karena ucapan nya tadi.


Rima berdiri di luar ruangan nya menunggu Satria karena Ia juga gak tau di mana Ruang Papa nya di Rawat.


Satria memantap Kan diri sebelum ke luar ruangan Rima, siap menghadapi apa yang akan di buat Papa Rima Karena Ia memang merasa bersalah.


Satria keluar Di lihat nya Rima Masih berdiri Sambil bersandar, kenapa Yank...tanya Satria mendekati Rima.


Ya udah ayuk Rima menarik Tangan Satria untuk segera ke Ruangan Papa nya.


Yang Mana Yank....Tanya Rima, Apa nya yang Mana.... Satria pura-pura gak ngerti maksud Rima.


Ruangan Papa lah Yank....Rima menghentak Tangan Satria.


Ih Sama Suami kok ngelawan Yank, Satria sengaja mengolok Rima.


Suami nyebelin tau...Rima Membuang Muka.


Ih Istri Ku makin Cantik Kalau lagi cemberut jadi pengen anu lagi....lagi-lagi Satria mencandai Rima..di balas Cubitan di perut oleh Rima.


Satria meringis menahan Sakit cubitan Rima terasa perih di kulit nya....galak amat bini gue....itu ruangan Papa tunjuk Satria..sambil mengamit tangan Rima.


Mereka masuk keruangan Papa, Rima langsung mendatangi Mama Yang lagi Duduk dengan laptop di pangkuan.


Ma... Rima memanggil Mama seakan Mama tidak menyadari kehadiran mereka.

__ADS_1


Ya.....Jawab Mama Tampa mengalih kan pandangan Dari laptop nya.


Satria hanya berdiri tak berani bersuara karena kejadian pagi tadi.


Sat Sini Duduk..... Rima mempersilah kan Satria Duduk, Tapi Satria seperti enggan karena segan dengan Mama Rima.


Duduk Sat....Kali ini Mama Rima Yang mempersilah kan Satria duduk Mama mengerti kalau Satria sungkan karena Mama yangbmenyruh barulah Satria meletakan punggung nya di sofa sebelah Rima.


Papa gimana Ma...tanya Rima, seperti yang Kamu lihat Sayang Papa mu sudah sehat cuma belum bisa pulang karena Papa harus menjalan kan serangkaian tes kesehatan dan itu anjuran Dokter. jawab dan penjelesan Mama selebar-lebar nya.


memang Papa punya penyakit Parah Ya ma.....tanya Rima lagi, Mama juga belum tau Sayang karena Mama belum ketemu Dokter yang merawat Papa secara Langsung...jawab Mama lagi.


Papa Memanggil Mama karena haus....Papa udah bangun tanya Mama setelah dekat Dengan Suami nya.


Iya Ma.... jawab Papa Sambil bangun untuk Duduk minum Mama dengan Sigap menaruh bantal di belakang punggung Papa Agar lebih nyaman duduk nya.


Rima Mengajak Satria untuk lebih dekat ke Papa guna meminta Restu.


Papa melihat sepasang Muda mudi yang berdiri di samping brakar nya.


Rima Apa menikah muda Sudah jadi kepusan Kamu Nak....tanya Papa dengan Suara serak bangun tidur.


Rima tidak menjawab, Satria pun hanya tertunduk dalam tak berani menatap kedua calon mertua nya.


Siapa Nama kamu....Tanya Papa pada Satria, karena tidak melihat Satria tidak menjawab.


Rima menyenggol tangan satria dengan sikut nya baru lah Satria sadar kalau yang di tanya Papa Rima adalah Dia.


Saya Satria om....Satria memberanikan Diri menyalimi Papa Rima sambil mencium tangan Papa Rima, tentu kali Ini Papa Rima tidak menepis lagi Tangan Satria.


Apa yang bisa Kamu lakukan untuk hidup Anak Saya kedepan nya...tanya setelah Satria melapas tangan nya.


Saya akan bahagia kan Rima semampu Saya Dan Saya akan berusaha untuk itu...jawab Satria.


Papa tersentuh dengan ucapan Satria.


Bagai mana Dengan pendidikan Anak Saya tanya Papa lagi, membuat Satria terpojok tak bisa menjawab.


Lama Papa menunggu jawaban Satria tapi Satria tidak menjawab juga.


karena Satria tidak menjawab Papa melanjut kan Dengan pertanyaan lain.


Setelah menikah Dan Rima tetap melanjut kan pendidikan Di luar negri apa yang Akan kamu lakukan....tanya Papa Sambil mengedip kan Mata ke Mama Dan Mama tau itu hanya pertanyaan tes saja.


Saya akan Siap menunggu Sampai Rima menyelesai kan Studi nya....jawab Satria lantang walau sebenar nya mengutuk pertanyaan Papa Rima.


Baik lah Karena Saya liat Kamu laki-laki bertanggung Jawab Saya ijin kan Kamu menikahi Anak Saya....ucap Papa sambil senyum karena berhasil ngerjain calon mantu nya.


Rima melihat Papa drngan mata berbinar-binar senang dan Haru tentunya, Rima memeluk Papa Sedang Kan Satria berkali-kali mengucap kan terima kasih.


setelah mendapat Restu Dari Papa Rima Dan Satria pulang dengan janji tidak akan bertemu Sampe Waktu pernikahan di tentukan Dan mereka menyetujui nya karena Demi hidup bersama dalam ikatan sakral juga mendapat ridho Dari Maha pencipta.

__ADS_1


__ADS_2