
selesai Satria pamit pulang Bang Ucok pun menyelip kan beberapa lembar uang ke dalam saku baju Satria..
Bang apa ini,,,,? satria perotes Bang Ucok masukan uang di saku baju..
udah Lu ambil aja konsumen puas dengan kerja Lu,, jawab Bang Ucok sambil mengembok pintu bengkel.
alhamdulillah,,, Satria bersyukur dalam hati,,,makasih ya Bang,, segera berlalu setelah di jawab Bang Ucok.
baru jalan beberapa meter handphon butut bergetar dalam saku celana Satria merogoh kantong nya mengambil handphon nya tampak nama Latif tertera
setelah menggeser untuk menerima Satria langsung bertanya.
ada apa lu tlpon gua,,, wehh ketus amat ini Bambang Satria,,, kelakar Latif dari seberang..
udah cepetan ,,, ketus karena Latif mencandai nya.,,, sensi amat Lu,, Gua cuma mau nyampein pesan Rima jam delapan katanya cuma itu,,,
ingat akan permintaan Rima di mobil saat mengantar nya tadi.
tampa mau mendengar ocehan Latif lagi langsung mematikan sambungan telephone secara sepihak,,
tut tut tut latif ngedumel bukan main karena di matikan sambungan secara sepihak.
dasar gak ada ahlak,,,, Latif bersungut" sendiri.
prov satria..
Aku tertekan melihat Adek Ku menangis di buli karena ulah Ayah Ku.
Aku marah sakit hati malu tapi apa yang bisa Aku Lakukan.
di sekolah juga Aku dapat hinaan karena ulah Ayah ku.. dada ku sesak menahan amarah Aku malu sungguh malu tapi hanya Ibu penguat batin Ku.
Aku teramat sayang pada Ibu,kehadiran Rima mulai mengusik hati Ku.
Aku masih menjaga jarak sadar akan Diri kalau Aku Anak orang susah.
Jam Delapan setelah Salat Isya Aku memakai pakean yang Ku punya.. Ku rapikan Diri di depan cermin yang ada di kamar Ibu.
.sambil mematut Diri dari depan cermin Ku lihat foto Ayah menggendong Juwi Dan Ibu menggendong Wira.
ku waktu bayi..Ku pandang wajah Ayah dalam bingkai foto ingin Ku pecah kan bingkai foto itu sangking sakit nya hati ku.
tapi Aku berfikir sebalik nya kenapa Ibu masih sayang pada Ayah sementara Ayah berkali" menyakiti juga berhianat.
Ku pandangi lagi Diriku di depan cermin setelah merasa semua ferfack Aku berangkat..setelah permisi ke Ibu.
__ADS_1
sementara di tempat biasa Rima sudah menunggu Satria, dari lima belas menit lalu.
Rima turun bersandar di body mobil ada beberapa pemuda mencoba mengganggu nya tapi Rima cuek.
hay cantik ,,,,,"" rima acuh.
weh cantik"sombong, gerah dengan keacuhan rima.
ke acuhan Rima para pemuda itu semakin penasaran., Mereka mendekati Rima dan berani mencolek dagu Rima sengaja memegang rambut Rima ayok sama kita aja""!!?.
apaan sih kalian,,,!!!!!! rima tak senang,,,
he he he he bisa galak juga ternyata,,,,, si Pemuda terus mepet ke Rima..
ketiga Pemuda itu semakin berani,,, Rima ketakutan, saat ketiga Pemuda semakin menjadi.
Rima resah Satria tak kunjung datang sementara tiga Pemuda kampung terus maju. Rima tersudut ketakutan hanya air mata yang lolos dari mata indah nya..
jangan nangis dong Sayang Abang belom ngelakuin, sambil mencubit dagu rima.di sambut kekehan dua lain nya.
heeyy mau apa Kalian,,!!!!!!!!!? tiba" suara baritone mengaget kan ketiga nya mereka berbalik menghadap pemilik suara baritone ternyata Satria..
dengan wajah sinis Mereka mendecih membuang ludah seolah jijik melihat Satria,,.
udah ayo Rim,,, Satria tidak ingin meladeni pemuda sekampung nya.
heyy satu tinju tepat mengenai bahu kanan satria.
satria terhuyung beberapa langkah sedang Rima terjatuh karena pegangan tangan Satria terlepas..
Satria membantu Rima berdiri sambil berbisik ,,,,,,,,,kamu tunggu dalam mobil,,,,sedang ketiga berandalan itu menertawakan Satria....
alahh sok jago dia hajar aja,,,,,"""" teriak salah satu dari Mereka bersiap menyerang Satria.
sedang rima menuriti perintah satria masuk ke dalam mobil.
Satria tidak mau menambah kericuhan itu memilih untuk pergi bersama Rima .
para berandalan itu pun geram satu dari mereka menarik kerah belakang baju Satria..
urusan kita belum selesai ,,,teriak sambil meninju kearah perut satria..
telak kena membuat satria membungkuk menahan sakit,, dua lain menertawa kan satria.
hahahaha cuma segitu lo sok" an mau jadi pelindung,,,,"""" kata salah satu berandalan sambil mengangkat tangan memukul kepala satria.
__ADS_1
sigap Satria mengelak sambil melepas satu bogem ke muka berandalan.
tak ayal kedua berandalan lain pun geram dan terjadilah perkelahian tiga lawan satu..
motor Matick berhenti tepat di belakang mobil Rima. di mana Satria sedang melawan ketiga berandalan yang bukan lain pemuda kampung nya sendiri..
berhenti!!!!!!!! bentakan suara baritone menghentikan perkelahian tiga lawan satu. Mereka semua melihat ke sumber suara yang tidak lain suara Pak Haji...
apa ini!!!!!! tanya Pak Haji dengan suara lantang. mereka tertunduk tak berani melihat wajah Pak Haji yang di tua kan di kampung mereka...
Satria coba kamu jelas ,!!! Satria mengangkat kepala melihat Pak Haji yang berdiri di depan nya..
mereka mengganggu teman Saya pak..jawab Satria sambil menujuk ketiga Berandalan.
mana teman mu,,!!? tanya Pak Haji lagi..... ada di mobil itu Pak,,, jawab Satria sambil menunjuk ke arah mobil Rima.
mana coba panggil ,,, titah pak haji dan Satria mengetuk kaca samping meminta Rima turun.
Rima pun turun karna Ia juga sudah mendengar apa yang di katakan Pak Haji.
Pak Haji melihat Rima. ternyata Perempuan maka semakin berang lah Pak Haji kepada tiga berandalan itu.
ternyata yang kalian ganggu Perempuan,,,, ucap Pak Haji sinis kepada ke tiga berandalan yang masih tertunduk..ayo kalian minta maaf ucap lagi Pak Haji. yang membuat ke tiga Pemuda itu mendongak melihat Pak Haji.
apa kalian liat bentak Pak Haji kala melihat ketiga Pemuda itu seoalah tak senang karena di suruh minta maaf.
ke tiga nya tak ada yang berani menjawab kembali menunduk..ayo apa lagi cepat Kalian minta maaf,,, ucap lagi pak haji dengan tegas...
tak berani membantah ketiga nya menuruti perintah Pak Haji sambil ngedumel,,, anak yang Bapak nya tukang zina di lindungi.
kata" itu jelas di dengar dengan Satria.. hinaan yang langsung tertunduk sakit hati..
lagi" hinaan itu selalu menyakit kan terasa sampai ke tulang.
setelah Berandalan kampung bubar Pak Haji menasehati Satria untuk lebih sabar mengahadapi segala persoalan.
Satria membenahi kemeja yang di tarik saat berkelahi.
mau kemana nak, mau jalan" Pak jawab Rima.
ooo ya sudah jangan pulang kemalaman,Satria permisi pada Pak Haji di ikuti dengan Bella.
Satria juga Rima sama" masuk dalam mobil, mereka pergi dengan hati yang kurang tenang karena perkara tadi.
hanya kebisuan yang hadir di tengah Mereka Berdua fokus pada jalan.
__ADS_1