
Satria Dapat menangkap kekhawatiran di Wajah Rima, Tenang Yank Aku Akan Bertanggung Jawab.
Ya sudah Kita pulang Ya, Satria membantu Rima Memasukan Seprai kedalam Kantong plastik Jumbo.
Sudah Ayo Ajak Satria Menarik Tangan Rima, tentu Saja Rima Meringis Menahan Rasa Ngilu juga Perih Walau Sudah Tak Separah Tadi.
Satria Mengerti akan kesakitan Rima Karena Perbuatan nya, kira-kira Kamu Tau Gak obat Nya.
Rima Mengangguk, bilang Biar Aku Cari Gimana Kamu Pulang Yank Kalau begini.
Rima tersentuh dengan ucapan Satria,loh Kok malah Mukanya sedih ucap Satria Sambil Berjongkok Di Depan Rima yang duduk di sofa.
Rasa Nya Aku gak ingin Pergi Yank Aku ingin terus Di Dekat Kamu,Rima Tidak Dapat Lagi membendung kesedihan nya.
Satria menepuk Halus Tangan Rima Dalam Genggaman Nya, Karena sesungguh nya Ia juga gak rela berpisah dari Rima.
Sayang Liat Aku, Pinta Satria menganggkat Dagu Rima Yang tertunduk.
Dengan Mata Berair Rima Menatap wajah Satria, sementara Satria menghapus air mata Rima menggunakan ibu Jari.
Jangan Bersedih Setiap Hari Kamu Bisa Liat Aku Biar pun Lewat Ini,Satria menunjuk handphone Di Samping Rima.
Rima Mengangguk, Di sambut senyum Satria.
Sudah Yo nanti Di Cariin Tambah Berabe urusan Nya, ajak Satria.
Rima Bangkit Berjalan Sambil Tertatih, Satria terus Sabar Di samping nya.
Sampai Di Mobil kembali Satria pegang Kemudi.
Sat Aku Lapar, Sama Yank Aku juga lapar jawab Satria.
Ya udah Kita Cari Makan bli bungkus aja Makan di mobil, kenapa Rima Heran.
Kan Kamu masih Sakit Yank, udah enggak kok Rima merasa sudah baikan.
Trus Kalau Kamu Jalan Nya Kayak Tadi Gimana Jadi Perhatian Orang Yank, Satria tetap pendirian Tidak Ingin melihat Rima Kesakitan.
Ya udah Aku nurut, Nah gitu Baru Nama nya istri Patuh Suami.
Kata-kata Satria membuat kedua nya terpingkal-pingkal.
Nah Kamu Tunggu Di sini Biar Aku Yang beli, Satria langsung Turun Setelah Parkir Di depan Warung Nasi.
Pandangan Rima Mengikuti Langkah Satria, ada Rasa perih mengores di Hati nya karena sebentar lagi mereka akan berpisah.
Satria sedah selesai membeli makanan dan kembali ke mobil, udah ni mau makan di mana Yank....
Kita Ketaman Yuk Ajak Rima Memberi ide, yaudah hayuk.
__ADS_1
Satria kembali melajukan roda emoat milik Rima ke tujuan.
mereka Sampai turun Duduk Di Bangku Taman yang Di tutupi pepohonan Rindang.
Rima Jalan Masih seperti siput, masih sakit Yank tanya Satria lagi.
hhhmm Jawab Rima, lama Ya Sakit Nya timpal Satria.
Semalem Aja Lupa Akan Sakit.oceh Satria.
ihhh Kamu Rima Mencubit Pinggang Satria.
Aww Sakit Yank, teriak Satria pura-pura sakit.
yaudah Makan Dulu Yuk, nanti Kita tempur Lagi.
sepontan Rima Melotot ,mendengar ocehan Satria.
he he he canda Yank, mereka makan sangat lapar karena kerja mereka menguras separuh lebih enegi mereka.
tampa waktu lama makanan kedua nya habis Dan Satria mengumpulkan sisa sampah membuang ke tong sampah.
Satria kembali Duduk Di samping Rima dan Rima menyandar kan Kepala nya Di bahu Satria.
Sat Seandai nya Aku Hamil Gimana, Rima Mengungkap Rasa Takut Yang sedari Tadi berulang Kali Hadir Di pikiran nya.
Aku akan bertanggung Jawab, dengan enteng Satria menjawab.
Jelas Aku Siap Karena Aku Yang Sudah Menghamili Mu.
Segampang Itu Kah, Rima Masih Ragu.
Trus Aku Bagai Mana Lari Dari Tanggung Jawab maksud Kamu, Satria tak mengerti dengan Jalan Fikiran Rima.
Kamu Ingat Yank Semalam Aku Mati-matian nolak karena Apa,itu karena Aku ingin Jaga kesucian kamu.
Tapi Kamu Terus-terusan menggoda ku, apa kamu menyesal, tanya Satria.
Tidak Yank Aku Malah Bangga Karena Kamu Yang Ambil kesucian ku, pria yang Aku cintai.
Jadi Apa lagi Yang Kamu Takut Kan Dari Aku...tanya satria.
Tidak Ada Yank Aku Hanya ber andai saja ...jawab Rima Sambil menggenggam erat jemari Satria.
ber andai Maksud Kamu Apa yank, Satria mrnggeser kepala Rima tegak Agar Dapat bersitatap.
Maksud Ku seandai nya Aku Sampe di luar negri Baru ketahuan Aku hamil Gimana.
emang hamil itu gak langsung bisa di periksa, tanya Satria yang memang masih buta dengan hal-hal berbau kehamilan perempuan.
__ADS_1
ya Gak lah Yank minimal Tunggu Satu Atau dua minggu, penjelasan Rima yang Di angguki Satria.
Satria melihat waktu Di Layar pintar nya, Yank sudah jam tiga ini.
Satria menyadar kan Rima yang sedang melamun.
Iya Yank dengan malas Rima menjawab.
yaudah Ayok Satria Bangkit Tapi Rima Masih enggan, Sayang Percaya lah Aku akan tunggu KamuKalau benar Kamu Hamil pulang Kita langsung nikah.
ucapan Satria membuat Rima Tersentuh,Kamu Janji Yank.
Sini Satria menarik Rima berdiri Dan memeluk Erat sambil berbisik, aku akan menunggu mu percaya lah, aku pasti merindu kan mu sayang.
Rima menangis dalam pelukan Satria, sungguh perpisahan ini sangat begitu menyakit kan bagi mereka berdua.
Kita Berpisah Di sini, istri ingat pesan ku jangan nakal di negri orang jaga diri belajar yang rajin jangan tinggal kan solat.
kedua nya saling menautkan bibir serasa manis sulit untuk melepas kan hingga Satria lah yang lebih awal mengurai ciuman mereka.
Satria mengantar Rima ke parkiran Taman .
Kamu Pulang Naik Apa Yank, ssssssttt Satria menutup Mulut Rima Dengan Telunjuk nya.
mulai Hari Ini Panggil Aku Dengan sebutan suami ku ngerti, Di angguki Rima dengan senyuman Indah.
Yaudah Istri ku pulang Suami mu Nanti Naik ojek atau angkot, tak lupa Satria semat ciuman panjang Di kening Rima.
Baik-baik ya Suamiku, iya Istri ku Bawel .
Mereka berpisah di Taman kota Rima pulang kerumah, sedang Satria duduk merenung.
akan kah Rima Hamil, apa yang Harus Aku lakukan, kembali pergulatan mereka terbayang di fikiran Satria begitu terlena dengan kenikmatan, Satria senyum -senyum sendiri karena pedang nya mulai beraksi setelah terbayang pergulatan panas semalam.
Rima Sampai Di Rumah,terlihat sepi.
non eh non Bi iyah tergopoh-gopoh mendatangi Rima Yang Baru Sampai.
Ada Apa bik, Tanya Rima Saat bi Iyah Sudah Di dekat nya.
Anu non Tadi Nyonya Pesen Kalau Non sudah Pulang Suruh Nyusul Kebandara Biar Di antar pak Wardy.
Baik Bi Rima Siap-siap Dulu, Rima berlalu Meninggal kan Bi iyah, yang masih terlihat ngos-ngosan.
Rima Segera membersih kan Diri,mengeringkan
Rambut menggunakan pengering Rambut.
memoles sedikit mek up tampak Rima semakin Cantik, handphone rima berbunyi.
__ADS_1
ternyata pesan Dari Satria, ah nanti aja aku buka.