
hiasan kehidupan pasti ada semua tergantung bagaimana kita menyikapi, begitu juga dengan rejeki ada yang bersyukur ada juga yang di beri rejeki berlimpah dan lupa bersyukur.
di kehidupan rumah tangga Fika rejeki terbesar kembali datang dan di sambut bersyukur juga bahagia, Satria tak puas-puas nya mengucap syukur dengan lahir nya bayi laki-laki anak ke empat tapi bagi Fika lahiran yang kedua di usia nya yang sudah tidak muda lagi.
Si kembar Sanda dan Sandi juga Sayra begitu gembira dengan hadir nya adik lucu dan gembul hingga si bayi gak sempat di tidur kan dalam box bayi.
Ibu dari Satria dan Mama Fika sempat memarahi ketiga abang dan kakak si bayi karena bersalin tangan menggendong, Sayra mencebik di omeli Oma nya.
Fika hanya tersenyum melihat keramaian keluarga yang sedang berkumpul, begitu juga Satria yang kini sudah menjadi ayah dari empat anak.
Heny juga hadir dengan kedua anak nya sedang Indah sedang mengandung, Latif yang teramat menjaga kehamilan Indah menjadi tertawaan keluarga tapi Latif gak perduli sebab yang terpenting adalah anak yang di kandung indah.
"gak nyangka gua Tif ternyata lo perhatian banget ama kakak gua"....ucap Satria.
"eh lu panggil gua abang gini-gini gua udah jadi abang ipar lo"....ucap Latif seolah gak senang dengan gaya banyolan nya membuat semua tertawa.
tiba-tiba telephone rumah berdering Satria mengerut kan kening nya selama ini gak pernah sekali pun telepon itu berdering kecuali operator yang memberitahukan pembayaran beban.
Satria mengangkat gagang telephone dan menerima panggilan, Suara lemah terdengar dari seberang sana.
"Mama"....ucap Satria setelah mengenali suara siapa yang menelephone, semua yang ada di ruangan jelas melihat ke Satria.
"iya ini Mama nak"....ucap Mama Arini dari seberang.
"ada apa ma, mama kenapa".....tanya Satria dengan wajah terlihat panik.
"mama boleh pulang kerumah".....Mama Arini dengan suara yang semakin lemah.
"Ya Allah Ma tentu boleh ini rumah mama"....ucap Satria sedih karena bagaimana pun Mama Arini orang tua dari istri pertama yang masih sering Ia rindu walau sudah ada Fika sebagai pengganti tak akan mudah melupakan cinta pertama nya.
" yaudah Mama pulang besok kirim salam dan jangan lupa beritau Fika dan cucu mama"....ucap Mama Arini lalu menutup dengan salam dan sambungan tertutup.
Ibu dan Mama Fika menayakan apa yang di bicarakan dan juga apa yang terjadi dengan Mama Arini.
Satria duduk di tengah-tengah latif dan Indah Raut wajah Satria terlihat sedih bagai mana pun ingatan ketika Rima masih hidup terbayang kembali.
"Mama Arini kayak nya sakit"....ucap Satria dengan suara lemas.
"Yaudah gak apa-apa nak kalau mertua kamu mau pulang ke sini toh ini juga rumah nya ingat biar kamu tidak menikah dengan Rima dan Fika kita tetap keluarga dan kamu wajib menyayangi Bude mu seperti kamu menyayangi Ibu"....ucap Ibu panjang lebar.
Satria mengangguk tanda mengerti karena apa yang di sampaikan Ibu memang benar ada nya.
setelah suasana sedih sempat menyelimuti kini kembali hingar karena tangisan bayi, Ibu dan Mama Fika langsung saja menerobos masuk kamar untuk melihat cucu yang menangis.
"Duh uluh-uluh cucu nenek udah bangun"....Ibu duluan mengambil si bayi yang menangis dan langsung diam kala dalam gendongan nenek nya.
kedua oma senang melihat cucu bayi nya mengeliat-liat, keseruan kedua oma tersebut tidak luput dari bidikan kamera Satria.
keseruan di kamar bertambah dengan masuk nya Indah, latif dan si kembar Sanda sandi.
Indah mencoba menggendong si bayi walau sedikit ke susahan Indah duduk memangku si bayi.
__ADS_1
tak lama Ibu mengambil Si bayi dari pangkuan Indah karena melihat Indah meringis, selanjut nya Indah merasa kesakitan dan ketuban nya pecah saat latif membantu nya berdiri.
Semua khawatir dengan ke adaan Indah, lain Latif karena Ia memang suami siaga tampa mau menunggu Latif langsung menggendong Indah untuk membawa nya kerumah Sakit.
Ibu mengikuti dari belakang latif setelah menyerah kan si bayi kepada Mama Fika.
Satria membawa Mobil sedang Ibu dan latif memangku Indah di jok belakang, berulang kali Latif mengajak Indah untuk membaca ayat-ayat pendek agar indah tidak terlalu merasa ke sakitan.
sampai di rumah sakit indah langsung di tangani oleh dokter tapi setelah dua jam bayi nya tidak bisa lahir normal karena jalan lahir tidak terbuka, Dokter menyaran kan Indah harus segera di oprasi untuk mengeluar kan bayi nya tidak bisa di paksa lahir normal karena akan berakibat fatal pada bayi atau ibu nya.
Latif tak ingin ambil resiko apa pun yang dia ingin anak dan istri nya selamat tampa menunggu lama Latif segera membubuh kan tanda tangan pada kertas yang di sodor kan seorang perawat.
Indah langsung di dorong masuk ke dalam ruangan oprasi, baik Ibu atau Satria tidak ada perboleh kan masuk kecuali Latif karena suami Indah dan demi bisa masuk Latif terpaksa memohon pada Dokter.
Satra dan Ibu duduk di bangku di depan ruangan oprasi, dari kejauhan Satria seperti melihat Prayoga mendorong seseorang di atas kursi roda.
setelah lebih dekat ternyata pandangan Satria tadi tidak salah benar kalau itu Prayoga rekan bisnis nya, Satria bangkit menemui Prayoga.
"Halo Pak yo"....panggil Satria sambil melambi kan tangan.
Prayoga menoleh ke arah suara ternyata Satria yang memanggil nya dan Prayoga mendorong kursi roda Tino ke arah Satria berjalan.
setelah bersalaman mereka serentak bertanya tentang kepentingan masing-masing di rumah sakit saat ini, karena bersamaan mereka tertawa.
"Siapa dulu nih yang jawab"....tanya Prayoga dengan kekehan kecil.
"Yaudah saya saja di sini mengantar kakak mau melahirkan" jawab Satria.
"Wah selamat Pak hadir ponakan baru"...ucap Prayoga tersenyum lebar, Dan Satria membalas dengan ucapan terimakasih sambil mengatup kedua tangan.
"ini ponakan Saya anak nya Beni yang tempo hari pernah saya cerita ke bapak"...ucap Prayoga menjelas kan.
Satria mengangguk tanda mengingat cerita Prayoga.
"gini lah pak anak muda kecelakaan Dia"...timpal Prayoga lagi.
"Saya turut prihatin ya pak"....ucap Satria dan di jawab terimakasih oleh Prayoga.
mereka sedikit berbicara tentang pekerjaan sebelum berpisah Satria kembali ke depan ruang oprasi dan Prayoga pulang bersama Tino setelah selesai menebus obat di apotik rumah sakit.
Dua jam lampu merah di depan pintu kamar oprasi mati Dokter terlebih dahulu keluar lengkap masih berpakaian oprasi.
Ibu dan Satria langsung bangkit menyambut Dokter yang berdiri di depan Pintu.
"Gimana Dok"?....tanya Satria dan Ibu tampak wajah khawatir dan cemas di kedua wajah yang kini berdiri di depan Dokter.
Dokter santai setelah membuka masker baru menjawab kalau oprasi berjalan lancar cuma satu kendala satu anak Indah sangat lemah dan perlu perawatan intensif.
Ibu dan Satria meminta ijin untuk masuk tapi sayang tidak di perboleh kan Dokter dengan alasan kalau Indah akan di pindah kan ke ruang rawat.
Ibu dan Satria harus sabar dan mengikuti protokol kesehatan.
__ADS_1
tak lama Indah di dorong keluar dari kamar oprasi Latif dengan setia selalu berada di sisi indah.
Satria menarik kerah baju Latif hingga Latif mendur ke belakang.
"apa"...tanya Latif marah.
"e..bro sabar gua mau nanyak anak lo lahir berapa"....tanya Satria karena tadi sempat dengar kalau anak Indah satu lemah.
"anak gua lahir dua".....ucap Latif masih sedikit kesal dengan Satria.
Latif kembali mengikuti perawat yang mendorong Indah sambil menggerutu kesal pada Satria.
Ibu mengikuti perawat yang mendorong box bayi keruangan khusus bayi, Ibu cemas mendengar ucapan Dokter tadi begitu sampai pintu sebelum box dorong benar-benar masuk Ibu memohon pada perawat agar di beri waktu sebentar untuk melihat ke dua cucu nya.
Perawat yang iba memberi ijin tapi tidak boleh lama Ia pun takut ketahuan yang nanti nya di marahi Dokter.
Ibu melihat Kedua anak Indah tampak jauh berbeda memang yang satu sehat gembul sedang yang satu kecil, Ibu menangis dan berpesan agar cucu nya sehat.
"Cepat pulih ya nak"...ucap Ibu sambil menyentuh pipi halus bayi Indah.
setelah Ibu selesai perawat segera mendorong masuk box bayi dan ternyata sudah ada Dokter anak di dalam, sempat si perawat merasa jantungan tapi karena Dokter bertutur lembut maka rasa takut nya hilang.
Indah belum sadar kan Diri semenjak selesai oprasi dan Latif terus dengan Sabar mendampingi sambil menyebut Asma Allah memohon agar istri dan anak nya di beri kesehatan.
enam belas jam Indah ahir nya sadar dari tidur yang lumayan panjang, Latif segera mencium kening Indah menyalur kan kehangatan dan ke kuatan.
Satria sudah pulang karena harus menjaga Fika yang juga baru melahir kan walau ada Mama Fika Tapi Satria kangen Putra kecil nya yang baru lahir sehari.
Dua bulan berlalu Fika dan bayi nya semakin sehat apa lagi si putra bungsu mulai pandai mengoceh membuat Abang dan kakak nya senang dan selalu cepat pulang karena ingin bermain dengan adik kecil nya.
Indah begitu juga sepulang dari rumah sakit Indah merawat ke dua anak nya sendiri tidak satu pun baby sester yang di bawa Latif Ia terima semua di tolak nya dengan alasan gak becus.
kadang Latif kesal tapi mau apa Istri nya memang keras kepala hingga Latif mengalah tak mau ribut.
Begitu juga di keluarga Beno, setelah aset peninggalan orang tua yang di titip ke Prayoga kini sudah di serah kan ke tangan yang berhak.
Beno dan keluarga kembali bangkit dan hidup senang, jatuh nya semua usaha dan sempat hidup susah di jadikan Beno dan Tika untuk selalu bersyukur dan berbagi kepada yang wajib menerima.
Mama Arini sedikit membaik setelah pulang ke rumah nya yang di tempati Satria, kumpul dengan cucu membuat nya sedikit lebih tenang dan sehat tapi jika sudah kehendak Yang Kuasa harus kembali ya Memang harus Kembali kepada sang Pencipta.
Kinanti bercerai dari Prayoga merasa kalah dengan Rena yang kini sedang hamil empat bulan dan Kinanti kedapatan selingkuh dengan salah satu anak buah Prayoga, perpisahan mereka karena di dasari keinginan Kinanti dengan alasan tidak mau di dua kan.
tapi Prayoga cukup adil melepas Kinanti dengan membagun butik dan memodali kinanti untuk usaha lain.
Heny dan Ferdy terpaksa mempunyai menantu lebih awal karena kenakalan anak manja nya.
Si kembar Juwita dan Wira sudah ketemu jodoh nya mereka menikah dan resepsi di hari tanggal dan bulan yang sama.
Andi menerus kan hidup dengan dua anak nya setelah Ayu kecelakaan dan meninggal dunia.
sedang Tri kini menjadi bisnis woman, perempuan hebat dalam bisnis berkat guru terdekat ia lah suami nya.
__ADS_1
Mawar hidup sederhana tapi bahagia bersama suami nya walau Ia anak angkat di tengah keluarga Satria tapi semua memperlakukan nya seperti saudara kandung.
Risky maju dalam usaha nya menikahi janda dan kini Risky sudah memiliki anak dua dari penikahan nya hidup mereka bagia Risky tidak mempersoal kan bahkan teramat sayang pada anak tiri nya.