
Maaf Sat aku gak bisa....ucap Fika saat semua sedang diam.
apa kamu takut Aku jadi kan sebagai bayang-bayang Rima....ucap Satria seakan tau apa yang ada di fikiran Fika.
Fika tidak dapat menjawab sebab apa yang di sampai kan Satria benar ada nya.
kenapa gak jawab....tanya Satria...merasa kalau dia menang telah dengan jitu menebak fikiran Fika.
semua masih diam dan Satria kembali lagi melanjut kan kata-kata nya.
dengar Fika dengan jelas Aku bisa sebut nama kamu, Fika itu nama panggilan mu bukan.
jujur aku bilang di hadapan semua aku tertarik karena kamu mirip Rima tapi setelah malam tadi Aku sadar kalau kamu Fika bukan Rima.
maaf kan Sat Aku tidak bisa....ucap Fika lalu turun Dari gubuk meninggal kan si kembar tapi langkah nya terhenti karena Sanda menangis menyebut Ma...ma walau terputus-putus tapi jelas terdengar dangan semua yang ada di situ.
Sanda menangis sambil tangan nya mengapai-gapai memanggil Fika untuk menggendong nya.
Fika menoleh melihat Sanda yang menangis memanggil diri nya tapi hati kecil merasa takut kalau Ia akan selalu jadi bayang-bayang Rima.
Fika tetap melangkah sambil menangis kini bukan cuma Sanda yang menangis tapi Sandi juga.
Fika masuk untuk mengambil tas yang di bawa nya tapi di jegah Andi selaku paman dari si kembar Andi meminta Fika menerima Satria demi Sanda dan Sandi.
Tapi Fika tetap pada pendirian tetap ingin pergi, Fika mengajak Papa dan Mama untuk pulang ke bogor.
Sanda dan Sandi terus menangis tak mau diam hingga ahir nya Satria memutuskan tidak berangkat ke kantor hari ini karena kedua anak nya terus menangis tak mau diam
setelah sore hari ibu panik Sanda dan Sandi tiba-tiba demam tinggi tentu Ibu ke walahan mengurus dua bayi sekaligus.
Satria memanggil dokter kerumah untuk memeriksa Sanda dan Sandi, tapi tetap panas kedua nya tidak turun walau pun sudah di kasi obat.
Andi mencari kontak Fika kepada semua keluarga yang Iya kenal, karena Andi yakin kalau kehadiran Fika bisa menyembuh kan Si kembar.
setelah dua hari ahir nya Andi mendapat kan kontak Fika dari Om Panji Papa Fika sendiri itu pun setelah Andi menceritakan sakit nya si kembar dan berulang kali memohon hingga luluh lah hati Om Panji.
kini Andi dan Ayu Istri nya berada di rumah Satria untuk melihat si kembar sambil Andi ingin melaksanakan rencana nya.
Satria ke luar mencari beberapa keperluan Sanda dan Sandi yang sudah habis karena terlalu sibuk Ia pun lupa kalau belum belanja keperluan anak kembar nya.
tentang Fika Satria seperti sudah kehilangan harapan karena Fika terang-terangan menolak nya, kini Satria kembali dingin tak ingin berharap lebih setelah penolakan Fika.
hingga untuk Si kembar pun Satria sudah enggan memberi tau Fika.
Ibu, Ayah dan Ayu Istri Andi ngobrol di ruang tamu, sedang Andi kini menjaga si kembar di kamar.
tak ingin membuang kesempatan Andi mencoba vodio call ke nomor Fika.
Sambungan berdering tapi tidak di angkat Fika sengaja karena Ia tidak tau nomor Siapa yang memanggil nya.
tak putus asa Andi kembali memanggil, karena jengkel Fika menerima, Langsung Ia dapat melihat si kembar yang tertidur dengan kompres di kepala.
Satu pemandangan yang membuat Fika tak sanggup menahan air mata kadang Ia juga merasa heran baru bertemu sehari tapi kedua Anak Satria seolah-olah seperti anak yang Ia lahir kan.
Fika menangis sambil memanggil si kembar, langsung Andi mengalih kan kamera ke wajah nya untuk bicara kepada Fika.
Fik lihat lah mereka Sakit sejak kamu tinggal....ucap Andi.
tiga hari Fik panas nya tak turun-turun sampe detik ini, jadi Abang mohon datang lah untuk si kembar Abang gak paksa kamu untuk terima Satria.
Abang tau alasan kamu tidak menerima Satria Abang maklum Itu, sangat Maklum tapi lihat lah.
Andi mengalih kan kamera ke si kembar.
kasian mereka Fik....ucap Andi kemudian sambungan terputus karena Handphone Andi drop kehabisan daya.
Fika terduduk lemas di kasur nya dengan air mata masih menggenang.
__ADS_1
Fika masih memikir kan apa yang harus Ia lakukan, tapi hati kecil nya tetap mengatakan kalau Ia harus menemui Si kembar.
Papa Panji masuk ke kamar anak gadis nya.
lo...kok nangis....tanya Papa kemudian menarik kursi dekat meja dan duduk di hadapan Fika.
Papa menebak pasti tadi Andi sudah menghubungi Fika.
kenapa Sayang....tanya Papa.
Pa menurut Papa Fika harus gimana.....Fika balik nanya.
Apa yang Andi bilang Sama kamu Nak....
kok Papa tau Bang Andi yang telephone..
Iya tadi Dia minta kontak kamu Papa yang kasih, karena kasian Anak nya Satria.
Trus Fika harus Apa Pa....
Itu cuma Kamu nak yang bisa putus kan....
Papa dan Fika kemudian diam Papa membelai rambut Fika, mereka larut dengan fikiran masing-masing.
lama hening ahir nya Papa keluar dengan alasan ngatuk.
Fika masih berfikir-fikir langkah apa yang harus Ia ambil karena semua konsekwensi nya pasti berhadapan dengan Satria kalau Ia pergi menjenguk Si kembar.
Hingga Ia putus kan tetap pergi tapi bukan untuk yang lain melain kan hanya untuk si kembar.
ke esokan Hari Fika pergi mengunjungi Si kembar dengan Di antar supir tadi nya Ia ingin berkendara sendiri tapi tak di ijin kan Papa Panji dengan alasan lelah karena jauh.
empat jam perjalanan Fika sampai di kediaman Satria tapi tampak sepi berkali-kali Fika menekan tombol gerbang tetap tak ada satu penghuni pun keluar.
Fika semakin Tak tenang memikir kan Si kembar.
Fika mengambil handphone di tas yang tergantung di bahu saat Ini.
tampa menunggu lama kontak tersambung assalam mualaikum Bang...sapa Fika
waalaikum Salam Fik kamu Di mana datang lah Si kembar di rumah Sakit....jawab Andi panjang lebar.
Rumah sakit mana Bang....tanya Fika...
Andi menyebut nama Rumah Sakit di mana Si kembar Di rawat.
tak butuh waktu lama Fika sudah sampai di rumah sakit tempat si kembar di rawat.
Fika langsung masuk ke lobi bertanya pada salah satu perawat yang bertugas di mana ruangan Sanda dan Sandi.
dengan Ramah perawat yang bertugas meminta perawat lain untuk mengantar Fika ke ruangan Sanda dan Sandi.
Fika masuk yang pertama Ia lihat wajah Terkejut Satria karena kehadiran nya ke mudian Ibu Satria beserta Andi dan Ayu barulah Fika melangkah mendekati bok si kembar.
Ibu langsung bangkit menyambut Fika begitu juga Ayu istri Andi.
Fika yang memang ke ibuan tidak sampai hati langsung mengambil sanda ke dalam pelukan nya karena begitu Ia hadir Sanda bangun seakan tau kehadiran nya.
Andi dan Ibu saling tukar senyum melihat Sanda tidak menangis lagi.
Satria diam hanya melihat Fika dengan Acuh, bahkan tak menegur sama sekali.
bagai mana pun jiwa kelaki-lakian nya merasa terhina karena di tolak Fika mentah-mentah di depan semua orang.
Fika menaruh kembali Sanda yang sudah kembali tidur kemudian mengambil Sandi yang bangun.
Ibu meraba Suhu badan Sanda betapa Ibu terkejut ternyata obat kedua cucu nya adalah Fika.
__ADS_1
Alhamdulillah nak untung kamu datang.....ucap Ibu senang karena cucu nya sudah jauh lebih baik karena ke datangan Fika.
bener kan Bu apa yang Andi bilang memang Fika obat Anak-anak ini...gak tau kalau obat Satria siapa....Andi mencoba membuat suasana gembira.
ih Abang lupa ya obat anak ya pasti obat bapak nya juga...ucap Ayu kemudian Ia menutup mulut karena merasa sudah salah bicara.
Andi tersenyum melihat kelakuan Istri nya.
Satria permisi ngopi di luar, bagaimana pun rasa itu selalu ada apa lagi Fika memang hampir sama dengan almarhum Rima.
Fika Duduk di sofa setelah Satria keluar, kaki nya sudah sedari tadi pegal tapi karena ada Satria terlalu malas Ia duduk berdampingan dengan Satria.
Fik Kamu minum apa....tanya Andi sudah bersiap hendak pergi bersama Ayu.
apa aja boleh Bang asal yang dingin....jawab Fika.
Ibu gak mesen....tanya Ayu
Ibu kalau bisa kalian antar dulu pulang ganti baju mumpung ada Fika.....jawab Ibu.
yaudah Tante gak apa-apa biar Fika yang jagain si kembar.....ucap Fika.
mereka pergi meninggal kan Fika menjaga si kembar, sedang Satria entah ngopi di mana.
Satria Balik ke ruangan Anak nya, sampai di dalam Satria tidak berani bertanya di mana Ibu dan yang lain.
Satria memilih tidur di Sofa seberang Fika yang Duduk sambil menggendong Sandi.
Satria kerap kali curi pandang pada Fika, tampa di sadari Fika karena Sibuk melayani ocehan Sandi.
berulang kali Satria mengubah posisi tidur nya hingga kini dengan sengaja menghadap ke Fika.
tapi Fika yang sudah mempersiap kan mental memilih tidak perduli.
sekian lama Satria memandangi Fika yang sedang menggendong anak nya tak sekali pun Fika menoleh ke arah nya.
Sombong.....ucap Satria kemudian balik telentang dengan Satu tangan di atas kepala.
Di perjalanan Andi, Ayu dan Ibu membahas masalah Fika dan Satria, mereka berusaha mendekat kan Fika dan Satria karena Si kembar memang butuh sosok Ibu seperti Fika.
Ibu setuju untuk tidak balik ke rumah sakit, sedang Andi dan Ayu balik sebentar mengantar minuman juga beberapa cemilan dan dua bungkus nasi untuk Fika dan Satria.
malam pun tiba di karena kan Ibu tidak balik Andi beserta Istri ada keperluan dengan terpaksa Fika harus nginap di rumah sakit untuk menjaga si kembar.
mau tak mau Fika harus terus behadapan dengan Satria.
Sanda dan sandi sudah sembuh dan Dokter memperboleh kan pulang esok hari.
kini malam semakin beranjak Fika tidak punya pilihan lain selain tidur di sofa bersebrangan dengan Satria.
Fika tidur meringkuk ke dinginan Satria yang tidak dapat memejam kan mata bangkit melihat Fika tidur dengan memeluk perut karena dingin.
ide konyol mampir di kepala Satria perlahan Ia menggeser meja dan menggeser sofa yang Ia tempati agar menyatu dengan sofa yang di tiduri Fika.
secara perlahan Satria tidur dengan memeluk Fika dari belakang, Fika yang memang lelah karena perjalanan lumayan jauh tertidur sangat pulas membuat Satria dengan mudah memeluk nya dari belakang.
Si kembar tidur hingga pagi tampa bangun sekali pun.
tepat pukul tujuh Fika terbangun merasa perut nya berat seperti di tindih, dengan perlahan Ia membuka mata dan meraba apa yang membuat perut nya terasa berat.
Fika kaget dan membeku melihat tangan kekar memeluk perut nya dengan perlahan Ia menggeser tangan dari perut nya, kemudian secara perlahan Fika membalik badan nya.
sungguh Ia terkesiap setelah tau siapa yang memeluk nya sampai pagi.
Fika mengamati wajah Satria yang masih terlihat pulas.
alis tebal hidung mancung bibir tipis membuat Fika tampa Sadar membingkai wajah Satria dengan jari telunjuk nya.
__ADS_1
Satria yang memang sudah bangun juga segera menangkap jari Fika ke tika sampai di bibir nya.
Fika yang terkejut tak sengaja menendang pedang panjang Satria membuat Satria meringis dengan kejutan pagi ini.