MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
MENGINTIP


__ADS_3

setelah acara ijab kabul dan resepsi selesai Fika sebisa mungkin selalu dekat dengan suami nya, Fika tau kalau Ferdy berusaha mendekati nya.


Heny sempat terbakar cemburu saat tau suami nya curi pandang pada Fika, tapi setelah mendengar ucapan Ferdy kalau Dia hanya ingin meminta maaf pada adik ipar nya, Heny dapat sedikit menerima.


cucu-cucu begitu akrab dengan tante kembar nya, Ibu merasa kebahagiaan nya lengkap semua anak, menantu dan cucu nya semua hadir sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi Ibu begitu juga Ayah.


ahir nya Ferdy dapat bertemu Fika langsung ketika mendapati Fika sedang membuat minuman untuk beberapa tamu yang terlambat datang.


"Fik".....panggil Ferdy dari belakang .


Fika tidak menjawab hanya menoleh melihat Ferdy sesaat.


"maaf kan aku Fik"...ucap Ferdy sambil melangkah mendekat ke Fika.


Fika hanya menarik sudut bibir nya merasa muak mendengar suara Ferdy.


"mau kah kamu memaaf kan aku".....tanya Ferdy dengan suara memelas.


karena pekerjaan nya sudah selesai Fika mengangkat nampan berisi enam gelas teh panas, malas berlama-lama Fika berlalu sambil berucap telah memaaf kan Ferdy dari sejak dulu.


Ferdy tidak berani menahan Fika walau sebenar nya rasa nya masih ada tapi karena sekarang Fika adik ipar istri nya mau tidak mau Ferdy harus menekan rasa dan mengubur dalam-dalam.


jantung Fika hampir copot ketika tiba-tiba Satria muncul di depan nya, dengan salah tingkah Fika bertanya hendak kemana tujuan Satria.


Satria tersenyum tapi senyum itu tidak mengenakan di pandang mata Fika, seperti senyum mengejek.


setelah Fika menaruh napan di atas meja tamu segera Fika menjumpai Satria yang menunggu nya di pojok teras.


Fika beniat duduk di samping suami nya tapi ntah kenapa Satria bangkit seperti tak ingin duduk berseblahan dengan Istri nya.


perasaan cemburu yang di rasa kan Satria, karena Ia sempat melihat Fika bersama Ferdy tadi ketika Satria hendak menyusul ke dapur.


sedang Fika merasa suami nya berubah, tapi Fika tidak bisa berkomentar bagai mana pun saat ini masih ada tamu dan juga malu kalau ribut sebab semua kluarga komplit.


Fika memilih mencari anak-anak nya untuk mengajak mereka pulang.


Setelah memanggil anak-anak nya mereka ber empat permisi kepada semua leluarga, sekarang mereka sudah berdiri dekat mobil di parkir tapi SAyra menghentikan langkah kedua abang nya sebab Sayra merengek belum ingin pulang.


setelah di bujuk pun Sayra tak mau tetap ingin pulang dengan Satria Papa nya.


"Yaudah kamu pulang nanti sama Papa "...ucap Sanda, pertengkaran kecil terjadi karena Sandi mengolok-olok Sayra.


Fika melerai pertengkaran kecil itu Sayra mengangkat sudut bibir nya mengejek Sandi, Fika menyuruh Sayra masuk untuk menemui Papa nya sambil berlalu Sayra menjulur kan lidah pada Sandi


"dasar manja".....Sandi mengejek Sayra juga, Fika cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah tiga anak nya.


Sayra kembali masuk kedalam untuk mencari keberadaan Papa nya, setelah mendapati Papa nya yang sedang duduk ngobrol dengan kakek nya.


"Pa nanti kalau pulang bilang Sayra ya"?....ucap Sayra sambil nyomot kue di piring kecil.


"loh Mama mana Sa".....tanya Satria sambil mencerna ucapan Sayra tadi.


"Mama udah pulang bareng abang" jawab Sayra sambil memasukan kue ke dalam mulut nya dan berlalu.


Satria diam kenapa Fika pulang gak bilang-bilang apa rencana lain setelah ketemu mantan tadi fikir cemburu Satria.


kopi di gelas sudah tandas Ayah juga sudah ngantuk dan terlihat sangat lelah, Satria beranjak permisi pulang menyalami Ayah.


Satria mencari Sayra tapi yang di cari sudah pulas dalam kamar si kembar, Satria membangun kan Sayra dengan halus agar ke dua adik kembar nya tidak bangun.

__ADS_1


Sayra dengan mata berat karena kantuk terpaksa di bopong Satria, melihat Putri kecil nya sudah sedemikian besar ada terselip perasaan tua pada diri Satria.


mereka pulang kerumah setelah sampai Satria kembali memnggendong Sayra masuk kedalam langsung ke kamar nya.


begitu di turun kan di atas ranjang Sayra malah duduk dan bilang terima kasih, membuat Satria mengulum senyum ternyata Ia sudah di kerjai putri bungsu nya.


Sayra terkikik berhasil dapat gendongan Ayah nya, Satria berlalu setelah mencium kening putri nya dan menyuruh Sayra tidur lagi.


Satria menuju kamar nya di atas Saat masuk Satria melihat Fika Istri nya sedang menjalan kan solat, tak ingin aktifitas Fika terganggu Satria duduk di sofa.


tak butuh lama Fika sudah selesai menjalan kan solat sunah nya, setelah membuka mukena Fika menoleh karena tadi sempat merasa kalau ada yang masuk kamar nya.


melihat Suami nya duduk bersandar sambil memijit kepala sendiri Fika malah milih langsung naik ke atas ranjang untuk melanjut kan tidur tampa perduli Suami nya.


Fika merasa tersinggung dengan kelakuan Satria di rumah Ibu tadi.


Satria bangkit menuju lemari untuk berganti pakaian hati kecil nya tau Fika sengaja mendiami nya.


setelah berganti pakaian dan menyikat gigi Satria naik ke atas ranjang langsung menarik Fika dengan paksa, Fika melawan tapi Satria dengan sigap langsung mengungkung Fika di bawah tibuh atletis nya.


Fika membuat perlawanan dengan mendorong tubuh Satria agar jatuh ke samping, Satria yang dapat perlakuan yang tak biasa malah semakin ganas.


Satria kembali mengungkung nya kini Fika tidak dapat bergerak karena selain di kungkung Fika di bungkam Satria dengan ******* panas dan liar.


Akti fitas Suami Istri itu berlangsung dengan jeritan dan lenguhan nik*** hingga pedang panjang mencapai puncak sambil melesak dalam kedalam sarung.


Fika men***** kecil karena Ia juga mencapai puncak kenik***** debur ombak seakan berirama meninggal kan nafas senggal di kedua nya.


Setela akti fitas panas ke dua nya tidur berpelukan rasa marah dan cemburu yang tadi sempat mewarnai hati masing-masing menguap bersama rasa yang terlalu indah bagi mereka.


pagi menjelang Fika terbangun karena ada yang menyesap ujung menara kembar nya Fika diam merasakan sensasi lebih memabuk kan dari semalam.


Dengan ritme turun naik dan kadang menghentak Satria berucap agar Fika tidak memikir kan laki-laki lain selain diri nya.


durasi hampir dua jam pertarungan pedang panjang ketemu sarung berahir dengan lenguhan panjang kedua nya.


Setelah kedua nya selesai mengatur nafas mereka pun beranjak untuk membersih kan diri dan mengerjakan solat subuh.


selesai solat Satria mencium dalam kening Fika memejam kan mata menerima kasih sayang yang di berikan suami nya.


Satria melanjut kan tidur nya, sedang Fika turun untuk membuat sarapan pagi.


setelah tiga puluh menit lebih berkutat di dapur sarapan pagi yang menggugah selera selesai kini tertata apik di atas meja.


Fika memanggil si kembar dan Sayra sebelum menuju kamar untuk membangun kan Satria.


Fika meraba rahang kokoh Suami nya sungguh Ia merasa beruntung memiliki Suami yang setia sandungan dengan Rena di anggap angin lalu oleh Fika.


setelah di bangun kan Satria tidak juga bangun malah menarik Fika agar ikut tidur bersama nya, Fika menolak dengan manja membuat Satria kembali ingin memakan nya.


"Bang-ng"....jerit manja Fika ketika suami nya kembali ingin membuat nya melayang.


Satria terkikik kemudian menggigit daun telinga Fika tampa perduli muka si empu nya sudah meringis kesakitan.


"abang gak ke kantor"....tanya Fika sambil melepas kan diri dari dekapan Suami nya.


"gak"....ucap Satria kembali menenggelam kan wajah nya di ceruk leher Fika.


"kenapa bang-ahhh" tanya Fika sambil melenguh karena Satria men***** leher nya.

__ADS_1


"seharian ini Aku ingin memakan kamu".....ucap Satria sambil menarik selimut menutupi mereka berdua.


kembali pertarungan di lakukan kali ini durasi membuat Fika kecapean, Satria mandi besar.setelah menyelesai kan hasrat nya.


Ia pergi kekantor setelah mencium kening Fika yang tertidur, engan membangun kan Fika karena Satria tau Istri nya kewalahan melayani nya.


sedang di rumah sakit Beno kembali mengusir Tika kali ini anak buah Prayoga turun tangan karena Beno terus menjerit.


setelah di paksa Tika sekarang berada di luar ruangan Beno sambil menangis Tika duduk di bangku luar kamar hati nya teramat sakit karena pengusiran Beno.


Prayoga datang dengan wajah kurang enak kala melihat adik ipar nya menangis tersedu, Prayoga duduk di samping Tika.


anak buah Prayoga yang berjaga di depan pintu segera mendekati majikan nya dan membisikan apa yang sudah terjadi hingga Tika menangis.


Prayoga tau apa yang terjadi setelah anak buah nya memberitahu, jelas ada yang tak beres di rumah tangga adik nya fikir Prayoga.


"ada apa di antar kalian"...tanya Prayoga pada Tika setelah sedikit tangis mereda.


"semua salah ku bang"....ucap Tika sambil menghapus air mata di pipi.


"ceritakan saja jangan sungkan saya akan bantu kamu menyelesaikan"...ucap Prayoga sambil menggeser duduk agar dengan leluasa mendengar cerita Tika.


Tika menarik nafas panjang sebelum memulai cerita nya, ahir nya Tika menceritakan semua masalah dari mulai bangkrut nya usaha Beno, juga kecelakaan yang menimpa Tino anak mereka satu-satu nya.


Tika kembali menarik nafas dalam sebelum melanjut kan cerita nya, Tika juga menceritakan pertengkaran terahir yang menyebab kan Beno pergi dari rumah.


setelah tau apa yang terjadi di rumah tangga adik nya Prayoga berjanji akan melunakan hati Beno.


"sebaik nya kamu pulang istirahat"...ucap Prayoga tampa tau kalau ada yang mengintip interaksi antara Ia dan Tika.


kinan berfikir kalau Tika simpanan Prayoga suami nya, gigi nya gemeretup menahan marah ternyata Prayoga tega berhianat dengan dada sesak Kinan pergi meninggal kan areal rumah sakit.


setelah Prayoga masuk ke ruangan Beno di rawat , Tika memilih mengikuti saran Prayoga agar Ia pulang beristirahat.


Beno membuang muka Saat melihat Prayoga masuk ke ruangan nya, prayoga mengerti pasti Beno malu karena keadaan nya yang sekarang.


"Ben"....panggil Proyoga setelah berada di samping tempat Beno terbaring.


Beno enggan menjawab masih tetap memalingkan Wajah tidak mau melihat Prayoga, sungguh Prayoga merasa kalau Beno membenci nya.


" kenapa kamu Ben, apa yang buat kamu membenci saya" Prayoga bertanya membuat Beno merasa serba salah.


Beno membalik kan diri nya untuk melihat Prayoga yang terus menatap nya.


" Bang aku malu" ucap Beno dengan mimik wajah sendu.


"apa yang kamu malukan ".....tanya Prayoga lagi.


"aku malu saat Aku hancur baru ketemu Abang"....ucap Beno.


" trus kemana kamu waktu sukses apa kamu tidak tau jalan pulang hingga Papa dan Mama meninggal kamu juga tidak perduli"...ucap Prayoga ketus.


Beno terperangah mendengar penuturan Prayoga Hati nya seperti di tusuk jarum, Beno bangun duduk sambi bersandar tak ada yang bisa Ia ucap kan kecuali menangis menyesali apa yang telah terjadi.


Prayoga diam hanya menatap Beno yang terus menangis sambil memanggil Papa dan Mama.


"Antar kan Aku ke makan Papa Mama Bang" ucap Beno sambil menangis dan memohon pada Prayoga.


Prayoga terpaksa tidak menuruti ke mauan Beno karena saat ini Beno masih terlihat lemah karena gangguan pada lambung yang di derita nya.

__ADS_1


__ADS_2