
Ibu masak sambil di ganggu Ayah, ntah mengapa Ayah semakin tidak bisa jauh dari Ibu selalu ingin bersama Ibu.
Apa lagi kalau Ayah teringat kala Ia memaki, menghina bahkan pernah menghianati nya berulang kali tapi Ibu tidak pernah meninggal kan nya walau Ia sudah menyakiti perasaan nya berulang kali.
Dulu Ia bahkan sering mengabai kan Ibu kalau timbul ke inginan atau nafsu baru Ia menjamah Ibu itu pun secara kasar, setelah kejadian Ayah di amuk masa barulah Ayah sadar kalau Ibu memang perempuan patut untuk Ayah cintai.
Rasa penyesalan itu begitu mendera hati nya saat Ini, sekarang Ia begutu candu dengan apa yang ada pada Ibu.
Yah...panggil Ibu tapi Ayah masih diam....Ayahh...kali ini Ibu sambil menepuk bahu Ayah pelan..
Hhhmm Apa Bu....Ayah kaget....Ayuk makan kok malah termenung mikir Dia ya....sindir Ibu membuat Ayah senyum sedang Ibu masih lah merasa geram.
Gak lah Bu ngapain mikir Dia gak penting....jawab Ayah.....Trus ngapain ngelamun.....Ibu ketus....Gak Istri ku sayang... Ayah menarik tangan Ibu dan Ibu jatuh tepat di pangkuan Ayah.
Ahh....Ibu langsung bangkit dari pangkuan Ayah...ayuk makan ahh....Dari suara Ibu masih terdengar ketus.
Ayah pun tak ingin jadi keributan antara Ia dan Ibu memilih makan dalam diam.
selesai Ayah makan Ibu memindah kan piring kotor bekas Ayah tampa melirik ke Ayah yang terus memandang nya.
merasa di acuh kan Ayah memilih pergi dari dapur tapi Ibu tetap tidak perduli membuat Ayah heran.
ada apa dengan Ibu apa Ia sedang cemburu pikir Ayah, Kini Ayah duduk di halaman belakang rumah sambil teringat kenakalan Andi Dan Satria Ayah memandangi lukisan Di tembok pagar belakang.
masih bisa di ingat nya dengan jelas saat Andi dan Satria waktu kecil senang coret moret buat bermacam gambar dan sering kali pula Ia marahi dengan kasar.
tampa terasa air mata nya mengambang begitu saja tampa Ia sadari, kini anak-anak nya sudah besar Ayah merasa rugi telah melewati moment di mana anak nya tumbuh karena Ia lebih banyak menghabis kan waktu di luar mencari yang tidak pasti.
sementara di depan Rima Dan Satria berkali-kali mengucap Salam tapi tidak ada sahutan siapa pun.
ayo Yank kita masuk aja Ibu mungkin lagi kepasar...Satria mengajak Istri nya untuk masuk.
setelah membantu Rima duduk Satria mencari keberadaan Ibu ternyata Ibu sedang solat juhur.
Satria kedapur untuk mengambil segelas air putih untuk Rima, minum dulu Yank....sambil menaruh gelas di depan Rima.
Rima meneguk air pemberian Satria.
ehh Ada mantu Ibu....Ibu keluar setelah solat dan tak terduga menantu dan anak nya datang
Rima bangkit dengan kesusahan karena kandungan nya kemudian Ia menyalami Ibu mertua nya.
sehat nak...tanya Ibu setelah Rima selesai menyalami nya.
sehat Bu.... jawab Rima dengan senyum mengembang.
Ihh Ibu anak sendiri di lupain....ucap Satria cemburu karena perhatian lebih Ibu ke Rima.
ih Mas cemburu ya....Rima meledek suami nya.
Ibu mendekati Satria anak ibu tetap lah Ibu sayang...Ibu memeluk Satria setelah Satria menyalami nya.
Ya sudah Kalian duduk dulu Ibu buat minum...Ibu meninggal kan mereka di ruang Tamu.
Ayah masuk dengan membawa satu kantong plastik buah jambu air yang di petik nya di pohon belakang rumah.
Apa itu yah...Tanya Satria....eh kapan datang....tanya Ayah karena sambil jalan Ayah melongok ke dalam plastik yang Ia bawa hingga Ia tidak tau kalau anak dan menantu nya datang
__ADS_1
Baru aja Yah....jawab Satria berdiri menyalami Ayah begitu juga Rima.
Ayah melihat perut Rima dengan tersenyum..
Kapan cucu Ayah lahir....tanya Ayah....menurut Doter masih lama Yah ...jawab Satria.
bawa apa Yah....Tanya Ibu muncul di pintu dapur membawa baki berisi dua gelas teh.
Ini Bu...Ayah metik jambu air di pohon belakang Rumah kita.
Ibu meraih jambu kantong plastik yang sodor kan Ayah.
Ibu cuci dulu ya jambu nya Ibu segera berlalu kebelakang.
Ayah duduk ngobrol dengan anak Dan menantu nya, terselip rasa sedih di hati kala melihat Rima anak dari sahabat nya sendiri.
kembali Ayah terbayang ketika bersama Papa Rima, mulai kuliah hingga Mereka membuka usaha kecil-kecilan sampai ahir nya mereka bisa buka perusahaan dengan modal bersama.
mereka merintis dengan gigih hingga puncak tapi semua berahir dengan permusuhan.
tapi kini berkat anak-anak mereka lah mereka kembali berdamai kini Papa Rima sudah tiada terahir bertemu saling meminta maaf kemudian Papa Rima juga menitip Kan Rima pada Ayah.
Ini jambu nya....Ibu meletakan se baskom berisi jambu air dan satu ulekan bumbu rujak menggugah selera tentu nya.
ayo kita makan rujak nya....ajak Ibu begitu duduk di sebelah Rima.
Yank jangan makan banyak-banyak ya....Satria mengingat kan Istri nya karena Rima memang tidak boleh makan terlalu pedas.
Handphone Ibu berbunyi dan Ibu langsung menerima panggilan masuk ternyata dari Andi, agar semua mendengar percakapan Ibu menghidup kan louse peker Handphone.
Waalaikum salam ya ada apa Nak....Ibu langsung jawab.
belum tau Nak Ibu masih nunggu kabar dari kakak Mu Tri.
jangan lama-lama Bu....Andi gak bisa mempersiap kan nya sendiri.
Andi mengubah panggilan jadi panggilan vidio, Ibu langsung menggeser tanda terima...Ibu memutar kamera ke semua yang ada di situ.
Andi menyapa Ayah dengan mengucap salam dan Ayah menjawab salam Andi begitu juga Satria dan Rima.
Satria mengambil alih handphone dari tangan Ibu.
Bang apa kabar bang....tanya Satria....Abang baik Sat Kamu gimana....Baik juga Bang....selamat ya Dek sebentar lagi Kamu jadi Ayah....Satria menubah kamera belakang Ia sengaja menunjukan perut Rima yang hamil besar.
wih besar banget Sat jangan-jangan kembar...ucap Andi membuat Satria gelagapan karena ketahuan menyorot Rima tampa permisi.
huss ngomong apa tuh doa kan saja biar lahir sehat Ibu nimbrung percakapan Andi dan Satria.
Iya Bu selalu doa lah buat ponakan tercinta...jawab Andi.....Bang kapan nikah nya tanya Satria mengalih kan pembicaraan.
seminggu lagi Sat....jawab Andi.....wah selamat ya Bang....Satria memberi Andi selamat, kamu gak hadir nanti....tanya Andi lagi.....hhhmmm Satria usahakan ya Bang....jawab Satria....kok usaha kan Abang gak mau tau Kamu harus hadir....tegas Andi yang sebenar nya Ia memaklumi kesibukan Adik nya sekarang.
Mas Aku Ikut ya...tiba-tiba Rima memohon ingin Ikut sontak wajah Ibu dan Satria sedikit murung kalau Ayah biasa-biasa saja karena lagi asik mengunyah rujak.
gak boleh ya...ucap Rima membuat Ibu Satria dan Andi langsung gak enak hati.
Bukan gitu Dek...kalau Abang sih boleh-boleh aja kamu kemari malah Abang senang banget tapi masalah nya Adek Abang lagi hamil nanti kalau cape gimana...Andi membujuk Rima.
__ADS_1
gak kok bang Rima kuat kok...jawab Rima karena memang ingin lebih dekat dengan keluarga Satria.
Satria mengembalikan handphone pada Ibu lalu menatap Istri nya yang sedang mengunyah rujak.
setelah dua hari selesai bertelephone dengan Andi mereka berangkat ke daerah di mana Andi bekerja saat ini Rima pun sangat senang karena Ia di perboleh kan Ikut dengan syarat tidak boleh jauh-jauh dari Ibu sebelum datang Satria yang pergi belakangan karena harus menghadiri beberapa meting dengan rekan kerja..
Setelah turun dari pesawat kini rombongan keluarga Andi naik kendaraan yang memang sudah di sewa Andi.
delapan jam perjalanan dengan drama kaki kram Rima kini mereka sampai kerumah Andi yang di sediakan perusahaan untuk Andi tempati.
Wah Rumah nya gede ya Bu...celetuk Heny ketika mereka baru sampai...ya syukur Alhamdulillah....jawab Ibu.
Mereka di sambut Andi dan beberapa teman yang sudah di anggap Andi seperti saudara karena mereka banyak membantu Andi ketika baru Sampai di daerah mereka.
Andi dan teman-teman nya bersalaman ke pada semua keluarga yang baru saja turun dari mobil rental.
ayo Kita masuk....ajak Andi kepada semua keluarga nya yang baru tiba.
Ayah dan Ibu menuntun Rima karena kaki nya masih terasa kram akibat duduk yang tak nyaman di dalam mobil.
pelan-pelan nak....Ibu memperingat kan Rima...Iya Bu...jawab Rima.
tiga hari mereka di tempat Andi hari pernikahan Andi di gelar dengan khidmat dan sederhana karena kedua orang tua dari istri Andi sudah tiada.
Ayah dan Ibu dengan tangan terbuka menyambut menantu baru yang yatim piatu.
Satria tiba setelah ijab khobul selesai.
Maafin Satria ya bang telat abis kerjaan Satria banyak...ucap Satria sambil menyalami Abang dan ipar baru nya rasa tak enak hati.
Rima duduk di kursi paling sudut menatap Suami nya yang baru tiba tampa berkedip sungguh Ia sangat Rindu karena udah empat hari tidak ketemu.
Satria mendatangi Indah sang kakak yang sedang ngobrol ntah dengan siapa Satria gak kenal.
Kak mana Rima....tanya Satria....Indah menunjuk sebagai jawaban.
Sementara Rima merasakan kantuk karena terlalu lama Satria ngobrol Ia pun tertidur dengan posisi duduk kepala mengadah ke atas.
Satra tersenyum melihat Istri nya tidur dengan damai padahal posisi itu akan membuat sakit pada pinggang saat bangun.
Yank bangun....Satria membangun kan Rima, tapi gak juga Rima bangun, melihat perut Istri nya begitu besar Satria curiga kalau anak mereka memang kembar.
Sayang bangun ahh sakit nanti keoala nya tidur dalam posisi begini, Satria membenar kan kepala Rima.
Rima terbangun setelah dalam gendongan Satria, Yank turunin ahh...Rima perotes karena malu di liatin mereka yang hadir di acara nikahan Andi.
diem Yank jangan gerak bobot kamu nambah Tau gak...ucap Satria sambil berjalan ke luar untuk cari taxi.
Mau ke mana kita Yank...tanya rima setelah mereka duduk di dalam taxi.
sssttt nanti kamu tau sayang...jawab satria.
mereka sampai di depan hotel dan turun.
Apa kamu gak ada meting hari ini Yank...tanya Rima....gak....jawab Satria.
mereka masuk ke lobi hotel Satria merangkul Rima dengan mesra.
__ADS_1
banyak yang berdecak kagum karena ke serasian mereka.