
seminggu setelah Ayah murka warung Ibu pun sepi, Satria jadi uring-uringan karena tidak ketemu Rima,
Hingga minggu kedua tibalah pernikahan Rima dan Satria akan di gelar walau sederhana tapi semua orang merasa kalau itu acara mewah.
Dewi sibuk membenahi kebaya Rima....canti dek...Dewi mengagumi kecantikan Rima.
begitu juga di kediaman Satria nampak semua sibuk mematut diri agar penampilan mereka serasi dengan calon besan.
Bu.....panggil Indah yang terbaring lemah karena demam nya tidak Ikut mengantar sang Adik yang akan menunaikan ijab khobul.
Ada Apa nak....tanya Ibu dengan suara yang demikian lembut nya.
Ibu cabtik....jawab indah, yang bener Ndah Ibu udah Tua masa di bilang Cantik Sih...Ibu tertawa kecil karena pujian anak gadis nya.
coba tanya Ayah ....indah langsung menanyakan apakah Ibu nya cantik di mata Ayah nya.
Cantik Ndah Ibu mu memang wanita cantik luar dalam....jawab Ayah membuat Ibu sedikit tersipu karena di puji.
setelah semua selesai mereka berangkat menuju gedung tempat pernikahan Satria di gelar..begitu juga dengan keluarga Rima.
Rima turun Dari mobil dengan di apit Dewi dan Mama, Satria Di apit kedua Orang tua nya, Papa Rima sudah terlebih dulu sampai karena ingin melihat segala persiapan acara.
mereka berbarengan Sampai di lokasi,,Ayah terus jalan dengan kaki yang pincang.
Masih hidup Lo Raka....tiba-tiba ada seseorang menegur Ayah Dari belakang.
rombongan Satria berhenti karena Ayah juga berhenti karena Ada yang mengenali nya,Ayah berbalik melihat ke sumber suara yang menegur nya.
Herman Ini kamu....tanya Ayah pada teman yang baru saja bertemu.
Iya ini Gua....jawab Herman teman Ayah Satria.
Kak Herman... Tegur Ibu yang juga mengenali teman Ayah.
mereka berpelukan karena sudah puluhan tahun tidak bertemu, sedang Ibu hanya bersalaman.
Makin Cantik Kamu Raya puji teman Ayah ke Ibu.
apa kabar mu Ka...tanya Herman, Aku begini lah seperti yang kamu lihat....Jawab Ayah.
mereka siapa kamu....tunjuk Herman sambil memperhatikan Anak Ayah satu persatu.
ini semua Anak-anak Ku....jawab Ayah memperkenal kan satu persatu Anak nya., kalian sudah besar-besar om pangling maklum lah udah tua..canda om Herman.
Oh Iya Aku Ingat Dulu Aku sering Beli mainan buat siapa Ya lupa Aku ucap Herma mengingat Salah Satu anak Raka yang paling nempel dengan nya.
Oh Indah Tidak Hadir kak karena Indah sedang Sakit....jawab Ibu teringat Indah yang tinggal di rumah di temani Bu Salamah tetangga baik nya.
__ADS_1
salah Satu keluarga Rima memberitahu mereka kalau acara Akan segera di mulai.
Herman Ingin mencegah Raka masuk kedalam setelah tau kalau yang akan menikah dengan Anak Dewa adalah Anak Raka.
mereka Duduk di deretan Kursi yang Sudah di sedia kan dan Acara berjalan Dengan khidmat dan lancar sesuai harapan.
Saat pengucapan Ijab khobul Ayah merasa mendengar suara yang sangat familiar di telingga nya.
menyebut Nama Lengkap seakan ingatan silam terkuak kembali...siapa Dia Ayah memandang sekeliling Tak ingin Asal gebrak Karena Hari ini pernikahan Anak nya.
Semua yang Hadir turut mendoa kan sepasang muda mudi yang kini telah terikat,Ucapan terbaik Di sampaikan oleh semua yang Hadir.
ijab khobul sudah selesai dan lancar kini Satria Dan Rima Harus sungkem bukan hanya pada kedua orang tua tapi ke pada mertua juga di wajib kan.
Ayah,Ibu Satria dan Mama serta Papa Rima di minta Berpindah Duduk ketempat Yang sudah Di sedia kan Agar prosesi sungkem berjalan Lancar dan Dapat di saksikan dengan semua hadirin.
Ayah dan IBu Satria terlebih dulu naik ketempat yang di arah kan dengan Di susul oleh Mama Dan Papa Rima,ke dua Pasang Itu bahagia dengan perasaan Masing-masing tampa lihat satu sama lain hingga mereka berada di atas podium, barulah mereka saling tatap.
Betapa terkejut nya Ayah Satria melihat Papa Rima yang juga Sama terkejut nya kala mereka saling tatap.
Kamu...ucap Ayah Satria sambil menunjuk ke muka Papa Rima, sama hal nya Papa Rima juga menujuk Ayah Satria mereka saling tunjuk satu sama lain.
sedang Ibu Dan Mama Rima menjadi Bingung dengan Apa yang sedang terjadi di depan mereka.
Papa Udah Kenal....Tanya Mama Rima demi menetralisir aura panas Di kedua laki-laki paruh baya itu, terlihat mata merah menyalang Di kedua Laki-laki paruh Baya yang saling melempar Tatapan bengis.
Mama Rima Berbisik Di telinga suami nya, Begitu pula Ibu Satria juga berbisik ntah Apa yang mereka bisikan Hingga suana tegang tadi sedikit berubah.
Dua pasang orang Tua duduk Tampa menoleh untuk melihat Satu Sama lain sedang Para istri terus menggenggam Tangan suami nya Masing-masing untuk memberi sedikit ketenangan.
Kini giliran sepasang Suami Istri yang Baru sah naik ke atas podium untuk menjalani prosesi sungkem dengan Aba-aba dari protokol.
Prosesi sungkem berjalan khidmat dan haru membuat Para hadirin turut menitikan Air mata.
setelah sepasang muda mudi selesai kini mereka turun dan pergi tampa menunggu kelangsungan acara.
giliran Kedua orang tua Saling menyalami tapi Apa yang terjadi Saat Ayah Satria Dan Papa Rima bersalaman bukan nya saling berjabat Tangan tapi mereka saling Adu jotos Satu Sama lain membuat seluruh hadirin terkejut dan Para istri kedua nya menjerit.
Papa Rima langsung Pingsan Saat itu Juga Karna Dua pukulan Ayah Satria telak di pelipis Dan Dada nya, Mama Rima Menangis sejadi-jadi nya sedang Ayah Satria langsung Di bawa Turun oleh Risky dab Andi anak Nya.
Ibu Satria seperti orang linglung karena tak tau kenapa hal seperti ini bisa terjadi ada apa sebenar nya.
Dewi berlari menyusul Ayah Satria yang di bawa keluar oleh kedua anak lelaki nya.
setelah Sampai di samping Mobil di mana Ayah Satria Berdiri di apit kedua anak Lelaki nya Dewi mendekati menelisik setiap sudut wajah Ayah Satria.
Apa yang mbak liat di muka Ayah saya...celetuk Andi heran karena melihat pandangan tak biasa Dewi.
__ADS_1
sedang Risky lebih menyabar kan Ayah nya dari kemarahan Tadi.
Maaf om kenal Dengan Ini...Dewi mengeluarkan Selembar Foto Dari dalam Tas sandang yang Ia pakai saat Ini.
Ayah melihat Foto Yang di serah kan Dewi terlihat Senyum Maharani begitu manis Di dalam Foto itu.
Ayah memandang Wajah Dewi dengan Mata berkaca-kaca....Siapa Kamu Nak....Tanya ayah sambil membendung agar Air mata nya Tak jatuh.
Saya Dewi Om....Dewi sama Seperti Ayah Satria mata nya berkaca-kaca, sementara Risky dan Andi bingung melihat kedua nya.
Kamu Mirip Maharani.. Ayah tak dapat membendung lagi air mata nya lolos mencitptakan sungai kecil di permukaan wajah tua nya.
Dewi berhambur memeluk Ayah Satria....membuat Risky dan Andi tidak dapat berkata Apa-apa.
Maaf kan Saya....kata-kata itu lolos dari bibir tua Ayah Satria masih Sambil memeluk Dewi,Naluri seorang Ayah Tau kalau yang sedang berhadapan dan di peluk nya saat ini adalah Darah Daging nya.
Ibu di Papah keluar dengan Tri Dan heny, seketika Ayah langsung melerai pelukan nya Dari Dewi Ayah melangkah menyongsong Anak dan Istri nya.
Kenapa Ibu kalian Tanya Ayah mengambil Istri nya untuk masuk kedalam pelukan nya.
Gak Tau Yah Ibu langsung Lemas sehabis bicara dengan Mama nya Rima, jelas Tri Sambil mengelap keringat pake Tisu.
Ayo kita pulang Ajak Risky pada semua kluarga nya karena menurut nya acara hari ini penuh tanda tanya di kepala nya.
Dewi masih berdiri melihat punggung Ayah Satria yang masuk ke dalam mobil hingga kendaraan roda empat itu berlalu pun Dewi masih berdiri mematung.
Wi Panggil Hansen Sambil menggendong seorang balita gembul.
Ya....jawab Dewi membenahi make up dan menghapus jejak air mata sebelum berbalik menghadap Suami Dan anak nya.
Sudah ketemu....Tanya Hansen Ia tau kalau Dewi bukan Anak Kandung di keluarga DEWA SUBRATA selama ini Ia juga yang membantu Dewi mencari infor masi berdasar kan Foto-foto peninggalan Ibu nya Dewi yaitu Maharani.
Sayang Kita pulang Hari ini....pinta Dewi....Hansen tidak bisa berkata apa-apa karena cukup Tau apa yang terjadi dengan kehidupan kedua Orang tua Kandung Dewi.
Acara pernikahan tidak berjalan mulus semua berahir duka dan perang batin di antara para pemeran kedua belah pihak baik itu keluarga Satria Atau Rima.
Saat ini Satria dan Rima sedang merayakan kebersamaan mereka setelah resmi menjadi sepasang suami Istri.
Tampa jeda Satria melepas segala hasrat begitu juga Rima mengimbangi setiap Rasa dan sentuhan indah Dari Satria mereka tenggelam dalam kolam nikmat tiada tara.
Ternyata lebih nikmat setelah menikah ya yank. ...ucap Satria di tengah pacuan yang ntah sudah berapa kali.
Rima menjawab dengan ******* yang membuat Satria memacu lebih cepat membuat Rima semakin merintih dan mendesah penuh kenikmatan.
mereka Sama-sama bermandikan peluh setelah melakukan bait-bait cinta.Kini Rima mendengkur halus dalam pelukan Satria yang lelah dalam prosesi mengasah pedang panjang.
mereka mematikan Sambungan handphone karena tidak ingin rutinitas panas pertama setelah sah terganggu.
__ADS_1