
Tika selalu terbayang senyum manis Satria, seakan lupa kalau Ia sudah milik Beno.
Satria Sampai di kantor di hadap kan dengan setumpuk pekerjaan dan beberapa jadwal meting dengan klien.
jadwal pertama Satria harus meting dengan salah satu perusahaan baru, tapi sebelum benar-benar berkerja sama Satria tak lupa menyuruh orang-orang nya untuk mencari tau bagaimana kinerja perusahaan tersebut.
sengaja Ia berbuat .begitu agar perusahaan yang ingin jalin kerja sama setidak nya bekerja sesuai jalur tapi apa bila perusahaan tersebut mempunyai cara kerja yang tidak kompeten tak segan- segan Satria menolak tegas.
ke tegasan Satria sering di salah fahami oleh patner kerja nya sering mereka menganggap Satria kejam tapi setelah mereka pelajari ternyata Simpel Satria bekerja dengan jujur.
ke jujuran Itu lah yang patut di contoh dengan para pemegang perusahaan lain.
tok..tok..suara ketokan di pintu membuat Satria menoleh mengalih kan baca nya dari laporan yang ada di atas meja.
"masuk".....ucap Satria sambil menutup map berisi laporan dan menaruh nya di laci meja.
pintu terbuka masuk lah sekretaris yang selalu berpakaian sopan, "Pak Ibu Rena dari perusahaan wirna agung sudah datang tapi beliau minta ketemu bapak dulu secara pribadi".....ucap Sekretaris.
saat mendengar sekretaris nya Satria sempat berkerut kening karena klien nya ingin bertemu tapi karena laporan yang Ia terima cukup baik maka Satria mengijin kan perwakilan wirna agung.
setelah sekretaris nya keluar masuk lah seorang wanita dengan paras ayu dan pakaian sopan walau tampa hijab kecantikan yang di miliki nya cukup membuat Satria terpana.
"Permisi pak kenal kan Saya Rena"....ucap nya sambil menyodor kan tangan untuk bersalam.
"oh..."eh.."ya....Satria gugup berdiri langsung menerima uluran tangan Rena tampa melepas pandangan kagum dari mahluk di depan nya.
tentu sikap Satria membuat Rena berbangga diri karena Satria nampak nya berhasil masuk perangkap pesona nya.
Satria mengitari meja nya dan mengajak Rena duduk di sofa bersebrangan karena meja di tengah, tak lupa Satria memanggil kembali sekretaris nya untuk lapor ke ruang ob untuk mengantar minum buat tamu nya.
Rena membuka lembar-lembar berkas yang Ia bawa, dengan penjelasan lemah gemulai membuat Satria tidak konsen dengan setiap penjelasan Rena.
mata Satria tertuju pada bibir **** Rena seakan terhipnotis sampai Rena selesai menjelas kan pun Satria seperti orang terpaku.
Rena melambai kan tangan nya di wajah Satria, ntah pelet apa Satria seperti orang bodoh menghadapi Rena yang pernah menghina nya.
tapi Rena justru bersorak gembira karena trik kemayu nya mampu membuat Satria lupa diri, tak ingin terlalu cepat Rena menekan ke inginan untuk memeluk dan mencium Rena akan menggunakan trik perlahan agar Satria benar-benar bertekuk lutut.
Ia juga sempat terpana melihat pria tampan yang sejak dari sekolah selalu menghancur kan hati nya, awal Rena terpaku juga tapi kembali keinginan merebut hati Satria secara utuh dan Rena harus melakukan dengan cara nya.
setelah ob mengantar teh dan menaruh di meja, mereka melanjut kan obrolan ringan seputar pekerjaan, Rena tak ingin menyinggung masalah pribadi takut Ia kelepasan dan Satria tau kalau Ia adalah Rena teman satu sekolah dan cewe yang paling di benci Satria.
Meting akan segera di mulai Rena melancar kan serangan manis nya dengan meminta no handphone dan mengundang Satria makan malam di restoran nya.
Satria cukup senang mendengar penuturan Rena tentang restoran nya, ternyata selain cantik Rena juga punya bakat jadi pengusaha.
setelah meting selesai, rena mengajak Satria makan Siang, kedekatan Satria dengan seorang klien seperti Rena sudah tentu jadi pertanyaan karyawan nya karena memang tidak pernah Satria mau makan atau keluar jam kantor kalau dengan perempuan selain dengan klien penting itu pun laki-laki.
jam makan siang masih satu jam lagi setengah jam setelah Satria pergi, Fika datang dengan putri cantik nya Sayra cantika.
__ADS_1
"Maaf bu bapak keluar dengan klien seperti nya ada yang belum tuntas tentang kontrak kerja".....ucap Sekretaris ngeles karena Satria tidak berpesan apa-apa pada nya.
Fika yang tidak ingin mencampuri urusan suami dalam mencari rejeki memilih menunggu dalam ruangan sambil bercanda riang dengan anak semata wayang nya.
Jam empat sore Satria baru balik ke kantor, betapa terkejut melihat istri dan anak nya tertidur di sofa karena menunggu nya sejak siang tadi.
Rasa bersalah pasti hingga Satria merutuki diri karena ternyata hari ini Ia masih bodoh dan bisa terpedaya.
perlahan Satria membangun kan Fika agar Sayra tidak terbangun, Fika merentang kan kedua tangan nya untuk mereggang kan otot-otot nya.
Baru balik Bang.....ucap Fika sambil menatap suami yang sedari tadi Ia tunggu sampai tertidur.
Udah makan....tanya Fika kala melihat box nasi masih tertutup di atas meja tentu Suami nya makan di luar.
Satria merasa tak enak hati langsung bersikap Manis duduk di sebelah Fika.
"Udah tadi".....ucap Satria sambil menggenggam tangan Fika, tentu kelakuan Satria ini terlihat beda di mata Fika.
"mau nya kan telphone kalau makan di luar biar Aku gak capek-capek masak".....omel Fika kesal.
"Maafin dadakan Tadi".....ucap Satria dengan hati merasa di tampar karena sudah bohong pada Fika.
"yaudah kita pulang yuk".....ajak Satria ingin menggendong Sayra yang masih tidur.
"gak usah biar Aku aja yang gendong Abang kan capek"....ucap Fika ntah kenapa hati nya tak tenang.
Mereka pulang dengan mengendarai mobil masing-masih karena Fika bersikeras tak ingin naik satu mobil dengan Satria ntah kenapa suasana Hati Fika jadi tidak menentu.
Ingin marah tapi Fika gak tau alasan apa Ia harus marah, hingga mereka sampai di rumah ntah kenapa Fika tak mengijin kan Satria untuk menggendong Sayra perasaan nya masih terlalu marah.
Sampai di kamar Satria langsung menuju kamar mandi siluet bayangan senyum Rena begitu jelas di ingatan nya.
Fika ingin menangis tapi gak tau apa yang membuat suasana hati nya menjadi buruk, kini Fika memilih menemui suami nya di kamar atas.
Saat masuk Fika melihat Satria sedang memegang handphone, sms dari Rena mengundang nya makan malam di restoran milik Rena.
"Aku ada undangan makan malam"....ucap Satria menuju lemari baju, Fika bingung makan malam tapi ini masih sore tapi ya sudah lah mungkin Satria punya kepentingan kerjaan lain fikir Fika.
Fika terdiam tidak seperti biasa nya suami nya pergi makan malam tampa mengajak nya, biasa nya kalau ada makan malam atau pertemuan Satria selalu mengajak nya tapi tetap aneh karena hari masih sore.
tak ingin sujon walau hati nya merasa tak enak Fika membantu menyiap kan baju untuk Satria pergi makan malam.
setelah berpakaian Satria pamit untuk pergi tak lupa Ia mencium kening Fika, tapi Fika merasa ciuman Satria berbeda.
Fika menyibukan diri dengan anak-anak nya tak ingin hati nya terus bertanya tentang perubahan sikap Satria yang tiba-tiba.
Satria tersenyum setiap kali membayangkan wajah Rena, begitu juga Rena sudah dandan cantik untuk menyambut Satria tapi akal licik tetap licik Rena telah mempersiap kan semua karena Ia sudah tidak kuat menahan Rasa nya dari sejak sekolah dulu.
Satria di sambut Hangat oleh Rena berbagai menu sudah di persiap kan di meja dalam ruangan pribadi nya.
__ADS_1
Satria seperti terhipnotis mengikuti semua arahan Rena, kini mereka makan dengan nuansa sepasang kekasih.
setelah makan Rena mengajak Satria duduk rileks di Sofa besar yang ada di ruangan nya, Rena mengambil minuman yang sudah Ia campur ramuan
Tampa curiga Satria meneguk minuman jus itu sampe tandas, Rena sengaja memutar musik klasik agar suasana semakin romantis.
Satria merasa tubuh nya terbakar ingin segera pulang tapi di tahan Rena dengan Serangan menggebu tentu tak dapat Di tolak Satria karena akal sehat nya sudah hilang karena pengaruh ramuan.
Rena meliuk-liuk kan tubuh nya membuat Satria semakin terbakar , mereka lanjut dengan permainan , Rena yang menerima serangan pedang panjang tak henti-henti nya melenguh karena pedang panjang menyesak kan sarung.
Dua jam pertarungan Mereka mencapai puncak dengan peluh bercucuran.
setelah berguling kesamping Satria memejamkan mata sebab sedari tadi di matanya Fika lah yang kini sedang bersama nya.
lama-lama pengaruh ramuan itu hilang dan Satria memandang sekeliling dengan raut muka susah di bayang kan.
waktu melihat Rena bangun, marah malu bercampur jadi satu Rasa bersalah kini menjadikan diri nya marah bak harimau siap menerkam.
Satria menghampiri Rena dengan muka merah tampa basa basi Satria meรร**** le**r Rena dengan kuat hingga Rena merasa kesakitan Rena langsung pucat.
"penghianat apa yang sudah kamu lakukan ja****g"......teriak Satria marah.
"Ma..."maaf kan Aku Sat".....ucap Rena terbata-bata bahu nya masih sakit.
satu tamparan mendarat di pipi mulus Rena, Satria melepas ce**** nya kemudian memungut pakaian nya yang berserak, setelah memakai pakaian nya Satria menatap ke Rena dan berucap kalau kontrak kerja di antara mereka batal.
Satria tidak akan rugi kalau harus membayar pembatalan kontrak dari pada harus terlibat jauh dengan Perempuan yang sudah Ia benci sejak masih sekolah.
Rena berulang kali memohon agar Satria tidak membatal kan kontrak kerja Sama mereka, tapi Satria masih dengan keputusan yang Sama.
sebelum pergi Satria berulang kalih berdecih ke Rena, sedang Rena hanya mampu meratapi kebodohan nya.
kemudian Rena tertawa sepuas-puas nya karena teringat Ia sudah merekam perbuatan mereka tadi.
Rena mengirim vidio melalui pesan lewat wasap, hahaha"..... Aku ingin lihat reaksi Kamu Satria"....tawa dan jerit Rena menggema di ruangan nya.
Satria menginjak pedal rem karena kaget dengan vidio kiriman Rena, hampir saja menabrak mobil parkir untung Satria cepat membanting stir ke kiri.
huff.. hampir naas Satria berulang kali mengelus dada nya mengatur nafas, tampa Ia sadari handphone yang di pegangan nya sudah jatuh dan pecah layar.
klakson saling bersahutan dan ada pulak yang marah karena mobil Satria menghalangi jalan.
berulang kali Satria meminta maaf kemudian memposisikan mobil nya ke pinggir.
Satria faham dengan hujatan pengendara lain karena Ia memang salah, lebih baik mengalah dari pada tambah masalah fikir Satria.
setelah sedikit lebih tenang Satria kembali melaju untuk pulang.
๐mohon Maaf Author ini sudah ubah judul juga kata-kata tak pantas sudah di ubah semua semoga di lolos kan admin๐๐๐๐๐
__ADS_1