
Ibu begitu senang melihat perubahan pada Anak Laki" nya Ibu menyimpan uang pemberian Satria....
Ibu berwudhu untuk melaksana salat Isya setelah Salat Ibu berdoa dan ucap syukur karena perubahan Anak Laki" nya..Ibu menagis kala memohon kan perubahan juga kesembuhan untuk Suami tercinta nya yang saat ini masih di rawat di RS terdekat.
Satria mengintip dari balik kain penutup pintu kamar Ibu Satria terdiam saat mendengar begitu tulus doa Ibu untuk sang ayah..dalam diam Satria mengepal kan tangan kala teringat bagaimana sang Ayah selalu melakukan kdrt terhadap sang Ibu.
tapi sebagai anak Satria tidak bisa berbuat banyak. terlintas kata" Bu Salamah.,,, biar bagaimana pun Arman tetap Ayah mu..itu lah kata" Bu Salamah yang mampu sedikit meredam segala amarah Satria..
Ibu selesai dengan rutinitas nya sambil berdiri Ibu melipat mukena..saat Ibu menoleh ke arah pintu kamar Ibu dapat melihat Satria tertunduk seperti orang tak bertenaga. setelah selesai merapikan mukena dan sajadah Ibu mendekati Satria yang tunduk sambil termenung..
Satt,,,,,panggilan dan sapuan tangan Ibu di pipinya menyadar kan nya... ayo kita makan sama" panggil adik mu,,,!!! titah Ibu sambil berlalu menuju dapur, Satria melaksanakan titah Ibu.
Satria menuju kamar Juwi dan Wira di sibak nya kain pintu Satria melongok kan kepala tapi tak di temukan keberadaan Juwi..Satria masuk mengedar kan pandangan keseluruh lamar nampak lah Juwi menangis tampa suara duduk memeluk kedua lutut nya..
di dekatinya Juwi Satria berjongkok agar bisa lebih dekat dengan Juwi di belai puncak kepala adek kesayangan nya...
kenapa hhhmmm ,,!!?? Tanya Satria masih sambil memainkan ujung rambut nya...
Juwi malu bang,!!!! jawab Juwi sedikit keras..
ehh malu kenapa coba bilang sama Abang,,!!!? Satria memandang lekat wajah Juwi..
Juwi malu kawan" ngejek Juwi bang,,!!!!! kali ini Juwi benar" menumpah kan tangisan nya..
Satria meraih tubuh Juwi mendudukan Juwi di pangkuan nya ia duduk di lantai...
malu kenapa kawan kamu yang mana berani nya ngejek" Adek Abang.. Satria sambil memeluk Juwi yang dalam pangkuan nya..
huuuuu,,"""" suara tangis Juwi semakin menjadi..membuat Ibu dan Wira saling lihat satu sama lain.
__ADS_1
ehhh udah jangan nangis ..Satria membujuk Juwi....coba bilang apa yang kawan mu bilang,
mereka bilang Ayah kita mesum Juwi anak orang mesum huuuuuuu... tangis Juwi semakin meledak..Satria terdiam semakin panas hatinya., sementara Ibu dan Wira mematung berdiri di ambang pintu kamar .
Satria bangkit meninggal kan Juwi yang menangis tersedu" Ibu masuk menenang kan Juwi, kenapa Juwi Bang tanya Wira.
Satria tak menjawab hanya melihat sesaat dan kembali melanjut kan langkah keluar rumah.
hati nya terasa panas rahang nya gemeretuk menahan marah Satria merasa Frustasi mengingat tingkah laku Ayah nya..dengan langkah gontai nya tak terasa Satria sudah sampai di depan mushola.
berpapasan dengan pak haji yang heran melihat Satria sudah sedekat ini masih tidak menegur nya seperti biasa..
hee anak muda,,,!!!! sapa pak haji menghentikan langkah Satria...
ehh Pak Haji maaf,,,,sambil mengulur tangan menyalimi Pak Haji tak lupa Satria mencium punggung tangan pak Haji Anwar.
kenapa muka Mu,,!!? tanya pak haji saat Satria berdiri tegak menghadap nya.
ayo ikut,,,,, Pak Haji menarik tangan Satria menurut tampa bertanya kemana..
sampai di rumah setah mengucap kan salam Pak Haji mempersilah kan duduk,satria melihat sekeliling ruangan yang kini Ia duduk.
Emil buat kan minum,,,,,,titah Pak Haji pada anak semata wayang nya..Emil berlalu kedapur Satria hanya melihat Emil sesaat.
kamu sudah makan,,,!!!?? tanya Pak Haji memecah kebisuan mereka.
sudah Pak,,,,, jawab Satria bohong...
apa masalah mu coba crita ke bapak,,,,,, ucap Pak Haji lagi...tampak Satria berfikir....jangan sungkan Bapak sedikit tau dari orang" di Mesjid tadi...membuat raut wajah Satria semakin layu.
__ADS_1
Satria menunduk semakin dalam betapa malu nya aib Ayah nya sudah di ketahui Warga sekampung Satria merasa lidah nya kaku tak mampu berkata".
Emil datang membawa napan berisi dua gelas teh..saat menyajikan teh di atas meja sekilas Emil melirik Satria sekilas hhhmm ganteng Emil memuji dalam hati.
setelah kepergian Emil pak haji mempersilahkan Satria minum..
jangan sungkan cerita aja ke Bapak,,, lagi"pak haji membujuk.,,, satria masih terlalu kaku lidah nya semakin merasa terpukul jiwa nya...
apa yang di isukan orang" itu benar,,,,!!??? tanya lagi Pak Haji..Satria hanya mengangguk sebagai jawaban kekecewaan nya terlihat dari sudut mata mengalir bulir kekecewaan, marah campur aduk semua merutuki diri karna tak bisa berbuat banyak hanya sebagai seorang anak yang di tuntut agar patuh kepada Orang Tua.
sudah jangan sedih"""" Pak Haji menepuk halus pundak Satria.. Bapak tau bagaimana perasaan kamu sebagai Anak Bapak ngerti kamu gak boleh nangis sebagai Anak Laki" tunjukan kalau kamu Anak Baik biar tudingan orang tidak sepenuh nya benar...
Satria menoleh sekilas ke pak haji.mencerna kata" Pak Haji yang di sebut tuding itu pasti seperti kata pepatah buah tak akan jauh jatuh dari dari pohon....
kurang lebih dua jam Satria di rumah Pak Haji mendengar cerita Pak Haji juga banyak nasehat yang di berikan Pak Haji sampai Satria permisi pulang.
langkah nya gontai berpapasan dengan beberapa Pemuda juga orang yang lebih Tua ada yang menegur dengan baik tapi ada juga yang dengan Keji mengatai nya Satria tak ambil pusing seperti kata Pak Haji anjing menggonggong kapilah berlalu.
samapai di rumah Satria tidak menemui Ibu atau penghuni lain Satria masuk kekamar kecil nya. berbaring ingin melepas penat juga tekanan batin yang ada di otak dan hatinya.
hingga beberapa menit di serang kantuk tapi saat akan terlelap teringat akan Salat Isya yang belum Ia Tunai kan dengan sigap Satria bangkit untuk bersiap menjalani kewajiban sebagai Muslim.hingga berdoa dan meminta petunjuk tampa terasa Satria tertidur di atas sajadah masih lengkap dengan kopiah juga baju koko dan sarung sampai menjelang azan subuh Satria tersadar dari tidur yang di rasa nya sungguh lelap.
Subuh ini Satria tidak berjamaah di Mushola Satria memilih Subuh di rumah..
sementara Pak Haji mencari" keberadaan Satria yang ternyata tak ada datang ke Mushola..
rutinitas seperti biasa di rumah Satria baik Ibu,, Juwita dan Wira, satria sendiri.hingga satu persatu meninggal kan rumah untuk menjalani rangkaian rutinitas di luar rumah.
Ibu berjualan menggunakan sepeda..Juwita, Wira dan satria berangkat kesekolah masing".
__ADS_1
hayy guys like nya biar bikin tambah sangat 💪💪💪😀🙏🙏🙏