MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
RIMA PULANG


__ADS_3

enam bulan sesudah kepergian Rima Satria sudah terbiasa hidup tampa istri dan di repot kan si kembar.


tiada hari tampa tangis si kembar kala berebut gendongan sang Ayah setiap mau pergi atau pulang dari kantor.


Mama Arini pun sudah pulih dan sudah mengiklas kan kepergian Rima, tapi setiap saat buah hati nya selalu ada di relung hati nya hingga Mama Arini mendirikan Yayasan dengan Nama Rima agar selalu merasa didekat putri tercinta nya.


di kediaman keluarga Satria yang baru semua sibuk mempersiap kan dekor dan lain-lain untuk ijabkobul mawar dan Indah.


Dua perusahaan yang di kelola Satria maju pesat walau harus dengan bantuan Ayah, ke dua perusahaan menghasil kan hasil yang tidak sedikit .


pembagian Ayah di belikan Rumah baru untuk Ibu karena seumur hidup nya berumah tangga dengan Ibu belum sekali pun Ayah membelikan sesuatu untuk Ibu.


Ibu sangat bahagia dan hari ini ijabkobul Mawar dan Indah di ada kan di rumah baru sedang Satria dan anak-anak nya tinggal di rumah lama.


biar bagaimana pun Satria belum bisa melupakan Rima walau sudah terbiasa tampa nya penuh kenangan, dan kedua anak mereka nyaman tinggal di rumah di mana tempat ibu nya mengandung dan mengukir cerita berdua dengan Ayah nya walau itu rumah almarhum Dewa Subrata.


Satria merasa Rima hadir selalu di dekat nya walau malam-malam Ia lampaui dengan bayang serta belaian angin bagi Satria sudah cukup karena cinta yang tak akan pernah bisa Ia hapus dari hati nya.


kedua jantan kecil kini selalu menemani Ia tidur dan bangun di waktu pagi, si kembar menjadi semangat untuk Satria menjalani hidup, walau tampa Rima belahan hati yang kini selalu hadir di setiap Ia bermimpi menumpah kan segala rasa di setiap pertemuan tapi Satria menikmati dan merasa itu nyata bagi nya.


berulang kali Ibu dan Ayah menasehati untuk Ia mencari pengganti Rima tapi tak sedikit pun hati nya tergerak hingga Ayah Dan Ibu memilih diam walau kadang menangis melihat Satria yang sering memanggil nama Rima dalam tidur nya.


Ayo sayang kita berangkat ke rumah nenek ya.... Satria sedang memakai kan baju si kembar Sandi dan Sanda yang terlalu aktif membuat Satria kadang ke limpungan tapi Ia sangat menikmati dan bahagia.


tuu...tuu....tuu...Sanda mengoceh sambil menggenggam bola mainan nya.


setelah mereka rapi segera mereka menuju rumah Ibu.


Halaman Rumah terlihat indah dengan bunga-bunga yang di hias sedemikian rupa membuat siapa saja yang memandang berdecak kagum.


Satria sampai di sambut Andi dan Istri karena yang lain masih sangat sibuk.


Si kembar Sanda dan Sandi di ambil Andi dan Istri mereka merasa senang melihat si kembar sehat dan pipi kedua nya bikin gemas siapa saja.


Satria masuk untuk mencari segelas kopi melewati dua ruangan untuk sampai ke dapur.


di depan pintu dapur Satria berdiri menyaksikan gadis berbaju kebaya merah muda yang kini tengah membelakangi nya.


si gadis menaruh minuman yang sudah di buat nya ke atas nampan yang ada di atas meja.


Satria terkejut sekilas dapat melihat wajah si gadis kerinduan nya memuncak, tampa berfikir lebih Satria mendekati si gadis mendorong nya ke tepi dinding dan langsung menyergap bibir pink yang mirip bibir Rima di sesap nya penuh kerinduan tampa memberi jeda.


si gadis menolak dada Satria Ia berteriak tapi tak bisa karena bibir nya tengah di kuasai Satria dengan rakus nya, seperti singa lapar Satria mencium nya dengan sangat rakus hingga si gadis hanya mampu menangis.


Satria melepas ciuman nya setelah Ia merasa cukup puas dengan ibu jari hapus nya sisa liur di sudut bibir bengkak si gadis.


kenapa kamu siksa Aku Yank.....ucap Satria sambil memeluk erat si gadis, sedang si gadis bingung karena mereka belum kenal.


jangan tinggalin Aku Yank Satria masih menangis sambil menyembunyikan muka di ceruk leher si gadis.


si gadis membeku kala Satria melabuh kan sesapan yang meninggal kan tanda merah di leher, tapi sungguh Ia terpana bukan karena senang di peluk Satria tapi terpaku karena tangisan Satria yang pilu terdengar di telinga nya.


Yank jangan pergi lagi....Satria sesengukan tampa melepas pelukan nya membuat Si gadis semakin bingung.


Andi kedapur untuk mencari Satria....


Andi bengong melihat Satria meluk anak gadis om nya.

__ADS_1


Satria.. . panggil Andi sambil menepuk bahu.


Ya Bang....Satria mengurai pelukan nya pada si gadis tapi tangan nya menggenggam.


Andi memberi kode kedipan mata agar si gadis segera berlalu dari situ.


bukan tak faham tapi sigadis balik memberikan kode kalau tangan nya di genggam Satria.


Sat ayo kedepan Sanda Sandi nangis tuh nyari kamu...ucap Andi dengan maksud agar Satria melepas Si gadis.


Yuk Sayang anak kita nyariin Ibu Ayah nya ...ajak Satria pada si gadis tentu si gadis melongo.


sedang Andi tidak bisa pungkiri kalau si gadis foto copy nya Rima Dari wajah bibir semua mirip pas sama persis dengan Rima.


Tadi nya Andi berfikir Rima punya kembaran Atau hidup lagi.


walau enggan si gadis mengikuti langkah Satria, banyak mata melihat dengan segudang pertanyaan Satria tidak perduli karena bagi nya Istri yang Dia cintai sudah kembali.


Sat....panggil Ibu...Andi memberi tau Ibu kalau Satria sudah berbuat tidak senonoh dengan anak nya om panji saudara se pupu Ibu juga.


Sat....Ibu menghentikan langkah Satria.


Satria berhenti karena Ibu kini berdiri di depan nya.


Bu...lihat nih Rima sudah pulang.....ucap Satria membuat Ibu mematung ternyata satria yang tampak tenang selama ini masih begitu memikir kan Rima yang sudah tiada.


bagi keluarga lain yang tau tentang Satria mereka turut sedih.


Ayuk Yank kita lihat anak kita....Satria ingin melewati Ibu, tapi sebelah tangan nya di raih Ibu..


Ada apa Bu....Satria berdiri lagi....


Satria mengikuti Ibu dengan membawa si gadis karena tak sedetik pun Ia melepas genggaman walau si gadis acap kali menarik tangan nya agar di lepas Satria tapi semakin kuat Satria menggenggam walau telapak tangan sudah terasa panas.


Ibu mendudukan Satria dan Si gadis di kamar Si kembar adik nya Satria yang kini sudah beranjak gadis.


siapa nama mu nak.....tanya ibu pada si gadis walau anak saudara nya Ibu memang belum tau dengan anak saudara nya yang ini sebab Ia studi ke luar negri.


Saya Fika tante....jawab nya membuat Satria menoleh menatap nya.


sejak kapan kamu ganti nama Yank....tanya nya.


jadi selama ini kamu menghindari Ku apa sudah ada laki-laki lain selain Aku.... tanya Satria sinis dan melepas gennggaman nya.


Fika mengosok pergelangan Tangan nya yang merah akibat cengkraman kuat tangan Satria.


Ibu memahami karena kemiripan Fika dengan almarhum Rima memang hampir tidak bisa di beda kan jadi wajar kalau anak nya Satria beranggapan kalau Fika adalah Rima.


maaf kan Anak Tante ya Fika....Ibu minta maaf atas pelakuan Satria.


ya gak Apa-apa tante....jawab Fika mulai sedikit mengerti.


Satria memandangi Fika dengan tatapan sulit di artikan...air mata pun jatuh tampa di suruh karena memang Ia menganggap Fika Adalah Rima.


Satria berlutut di kaki Fika kedua tangan nya menggenggam tangan Fika di cium nya jemari Fika berulang kali membuat riasan di wajah Ibu sedikit rusak karena nangis.


Yank jangan tinggalin aku juga anak-anak....pinta nya sambil merebah kan kepela ke pangkuan Fika.

__ADS_1


tidak ada cara lain bagi Fika selain menjalani peran sesaat sebagai Rima agar Satria lebih tenang.


di elus nya rambut di kepala Satria yang saat ini berada di pangkuan nya.


Om panji dan Istri Mama Fika mendatangi kamar di mana saat ini anak nya berada begitu juga Ayah.


mereka berdiri menyaksikan dari depan pintu kamar.


Ayah menghapus titik air mata yang jatuh


sedang kedua Orang tua Fika betolak belakang.


Papa Fika dapat menerima sedang Mama Fika tidak.


Bangun lah nak....pinta Ibu kepada Satria.


Satria bangkit dari berlutut nya dengan tertunduk, Andi dan Istri membawa Sanda dan Sandi ke pangkuan Satria agar lebih bisa berfikir jernih.


Tapi si kembar malah minta di gendong Fika membuat Fika kelimpungan karena si kembar saling rebut.


Fika yang memang menyukai anak-anak sangat senang tapi pandangan Mama nya membuat Ia takut berlama-lama bercengkrama dengan anak Satria.


si kembar tidur setelah di buat kan susu oleh istri Andi, dan Fika terbebas.


Satria di ajak Andi untuk menyambut para tamu undangan di depan sesekali mata nya mencari Fika kalau terlihat senyum terukir di wajah nya.


hingga acara selesai suasana normal tapi setelah acara selesai Andi mencari Fika ternyata Fika sedang berada di luar bicara dengan seorang laki-laki tampan lebih dewasa dari pada Satria.


Satria mengepal kan tangan tanda kalau Ia merasa geram tampa mau berfikir Satria langsung mendatangi dan menghadiahi satu pukulan ke muka laki-laki tersebut.


membuat laki-laki itu terhuyung beberapa langkah ke belakang.


Satria menarik Fika untuk Masuk, tapi baru beberapa langkah si laki-laki memanggil dengan sebutan yang membuat Satria semakin marah.


Heyyygilaa....panggil si laki-laki sambil menyapu sudut bibir nya yang berdarah akibat pukulan Satria.


Satria berbalik setelah di panggil....tampa bicara kembali Satria melabuh kan pukulan satu di pelipis satu tepat di ulu hati membuat si laki-laki terduduk merasakan sakit bukan main.


Fika memeluk Satria dari belakang agar Satria tidak lagi memukul tunangan nya.


Sat sudah Sat....pinta Fika sambil memeluk dari belakang.


Satria berbalik kini Ia membalas pelukan Fika, tidak ada yang dapat di perbuat Fika selain memohon maaf pada tunangan nya, untuk mengerti ke adaan.


Satria mengajak Fika pulang ke rumah nya bersama Si kembar, Fika Mau tapi Ibu satria Harus Ikut karena Fika tidak mau terjadi Hal-hal yang tidak di ingin kan.


mereka pulang ke rumah Satria Si kembar sudah tidur di gendongan Ibu dan Fika.


Satria membawa Ibu dan Fika untuk meletakan Si kembar di atas tempat tidur.


Fika Dan Ibu ingin menunggal kan Kamar Satria tapi tangan Fika di tarik Satria.


tunggu dulu Aku mau bicara...ucap Satria pada Fika.


Ibu berdiri di tempat nya.


Bu boleh kan kami bicara....ucap Satria mengusir Ibu secara tak langsung.

__ADS_1


ibu pergi meninggal kan kamar sambil berdoa agar anak nya bisa menjaga emosi.


__ADS_2