
sejak menerima kado dari pengirim gelap Rena setiap Hari menerima buket bunga setiap pagi buket bunga sudah berada di pintu kos nya.
terkadang Rena menyimpan buket bunga di dalam kamar nya sering juga Rena langsung membuang nya karena kesal tidak tau siapa yang mengirim.
dua minggu lepas hari ini kembali kunjungan bos besar ke pabrik tempat Rena bekerja, kali ini berbeda karena bertepatan dengan maulid Nabi acara di adakan lebih meriah dan Islami tentu nya tidak seperti biasa nya semua karyawan perempuan memakai kerudung atau hijab sedang laki-laki di wajib kan pakai baju koko dan kopiah.
Satria sengaja membawa Istri dan anak-anak nya, Fika sibuk menyiap kan kue mue yang di pesan nya.
setelah semua selesai Satria dan keluarga meluncur dengan mobil mewah nya sedang pasokan makanan dan kue berada di mobil box, iringan bos besar masuk acara berjalan hikmat semua melantunkan solawat sedang karyawan perempuan mempersiap kan makanan yang sudah di siap kan Fika.
terlalu ramai tapi Fika mengenali sosok karyawan perempuan yang memakai hijab biru langit, ingin Fika memanggil tapi Ia urungkan tak ingin merusak suasana sakral.
kunjungan kali ini meriah hingga malam menjelang, si kembar memilih mengitari areal pabrik dengan berjalan kaki, sedang Sayra tidak mau jauh dari Papa dan Mama nya.
Prayoga mencari keberadaan Rena, setelah menemukan Rena hati nya merasa kalau Rena sudah banyak berubah selama ini Dia lah pengirim kado dan buket-buket bunga yang setiap pagi Rena terima.
Rena masih memakai mukena terlihat lebih cantik dan membuat Prayoga semakin besar rasa nya terhadap Rena.
setelah Rena melipat mukena dan menyimpan di rak Rena keluar sambil memakai hijab nya kembali saat berjalan di lorong samping pabrik satu tangan menarik nya ke sebuah ruangan, Rena berusaha berontak tapi Ia kalah kuat.
setelah sampai di ruangan yang sedikit temaram sinar bohlam, Prayoga menatap perempuan yang kini berhijab.
Rena sulit bernafas saat melihat siapa yang kini berdiri begitu dekat dengan nya, Rena membuang muka tak ingin menatap wajah prayoga.
"maaf kan Aku"...ucap Prayoga.
"maaf untuk apa"....tanya Rena bingung.
"maaf karena sudah buat kamu sengsara"....ucap Prayoga sambil menggenggam tangan Rena.
Rena merasa tenggorokan nya kering seketika ingin marah sudah tak bisa dengan berjalan nya waktu dendam juga keinginan yang angkuh luntur dengan sendiri nya.
"gak perlu sepharus nya Aku yang minta maaf" ucap Rena sambil menyeka sudut matanya.
"itu harta kamu wajar Kamu dapat kan kembali Aku yang serakah maaf kan Aku"....ucap Rena sambil mengatup kedua tangan nya dan menunduk.
Prayoga kembali meraih kedua tangan Rena dan mencium nya, ketakutan pasti yang di rasakan Rena saat ini.
sikap manis prayoga membuat jantung Rena menciut, dengan tubuh gemetar Rena mencoba untuk pergi dari tempat itu tapi Prayoga tidak melepas Rena begitu saja.
dengan senngaja Prayoga memeluk Rena dengan erat, awal Rena kaget dan diam tapi lama-kelamaan pelukan itu membuat nya sesak.
Rena berusaha melepas kan diri tapi Dia tetap kalah kuat untuk melepas kan diri, masih dalam pelukan Prayoga jalan satu-satu nya berteriak minta tolong.
Rena berteriak meminta pertolongan tapi Prayoga malah menertawai nya, hingga Rena harus menangis hingga sesegukan.
bagi Rena saat ini Prayoga seolah ingin balas dendam atas apa yang sudah Ia lakukan, tapi Ia salah setelah melerai pelukan nya Prayoga meminta Rena untuk menjadi istri kedua nya.
Tentu Rena merasa kalau ini permainan dan cara Prayoga membalas nya, Rena menatap manik mata Prayoga untuk mencari kebenaran tapi sekian lama Rena menatap dan mencari tidak satu pun kobar amarah yang tampak melain kan ketulusan.
Rena menarik nafas dalam membuang jauh-jauh fikiran harap pada Prayoga.
__ADS_1
"Sebaik nya biar kan Aku hidup seperti ini"....ucap Rena.
"kenapa kamu menolak ku"...ucap Prayoga tidak senang dengan ucapan Rena.
"aku minta maaf atas apa yang sudah aku perbuat".....ucap Rena memohon ntah kenapa sekarang perubahan seorang Rena menjadi lemah membuat Prayoga menatap nya dengan intens.
benar kah perempuan ini sudah toba" fikir hati Prayoga.
"Aku gak perlu maaf kamu tapi aku mau kamu jadi Istri ku"...ucap Prayoga tidak mau di bantah.
Rena tidak mudah percaya begitu saja saat Prayoga membelakangi nya, Rena segera membuka pintu berlari keluar untuk berbaur dengan karyawan lain.
Prayoga tertawa melihat Rena berlari seperti di kejar setan, setelah membenahi diri Prayoga juga keluar dari ruangan itu kembali ke gedung tempat acara berlangsung.
Saat ini seorang ustad memberi ceramah, semua karyawan menyimak cuma Rena yang berbeda rasa takut semakin menyergap nya, ntah kenapa permintaan dan perilaku Prayoga membuat nya ketakutan.
setelah melihat Prayoga duduk Satria berbisik menanyakan kemana rekan bisnis nya tadi pergi.
dengan tersenyum Prayoga mengatakan kebenaran tentang kecurigaan Satria tempo hari tentang Rena.
Satria hanya mangut-mangut mengerti, memang Satria yang mengatakan ke Prayoga tentang keberadaan Rena di pabrik nya pada saat jalan pulang kunjungan tempo hari.
tepat pukul sepuluh rangkaian acara pun selesai Satria beserta anak Istri pulang, beda dengan Prayoga yang sengaja mrmbayar ibu kos tempat Rena tinggal agar memberi kunci duplikat kamar.
Rena masih sibuk membantu yang lain di aula, tak akan di sangka nya saat Ia pulang akan menemukan Prayoga yang sudah tertidur pulas karena menunggu nya.
Setelah selesai Rena dan beberapa karyawati dan karyawan yang memang searah mereka pulang bersamaan.
Rena membuka pintu pagar halam dan ternyata Ibu kos duduk di teras, Rena mengur ibu kos tapi Ibu kos bukan nya menjawab malah menatap dengan tatapan sulit di arti kan Rena.
tak ingin ambil pusing karena tubuh nya juga merasa lelah Rena kembali melangkah untuk menuju kamar nya.
Rena sedikit kesulitan membuka pintu, tqpi itu tidak lama setelah masuk Rena menjerit karena mendapati seseorang sedang tidur.
biarpun Rena menjerit tak seorang pun mendatangi nya, Rena berjalan dekat tempat tidur untuk melihat jelas siapa yang saat ini tidur di atas ranjang nya.
Ingin rasa nya jantung Rena melompat keluar setelah tau siapa yang kini tidur di atas ranjang nya.
Rena menatap wajah tampan yang dulu begitu memanjakan nya dengan cinta yang begitu besar tapi sayang Rena lebih memilih mengejar cinta yang tak pasti.
rasa penyesalan ada di diri Rena, tak ingin larut dengan rasa bersalah Rena mengambil wudhu untuk mengerjakan solat sunah dan mengaji setelah nya.
kajian Rena membangun kan Prayoga dari tidur nyenyak nya, kini prayoga duduk memandang punggung Rena yang masih duduk mengaji.
ingatan Prayoga kembali kemasa lalu di mana pertama kali Rena yang terlihat glamor jauh beda dengan Rena yang sekarang, ntah kenapa Prayoga langsung suka dan jatuh cinta.
sikap Rena yang ambisius membuat Prayoga semakin tertarik waktu itu, beberapa kali Prayoga mengusap kasar wajah nya untuk membuang masa lalu dan menatap malam ini.
perasaan cinta yang tidak bisa di hapus di hati Prayoga membuat nya terus membantu Rena sejak di penjara Dia lah yang selalu mengirim berbagai kebutuhan Rena tampa sepengtahuan si penerima yaitu Rena.
lantunan ayat-ayat pendek yang di baca Rena menyentuh hati nya, tak ada yang tidak mungkin kalau yang maha Kuasa sudah berkehendak" ucap Prayoga dalam hati.
__ADS_1
Rena selesai dengan kajian nya setelah melipat mukena dan sajadah Rena menoleh ke atas kasur dengan dahi berkerut ternyata Prayoga sudah tidak ada fikir nya.
Rena menaruh mukena dan sajadah di atas meja rias, setelah melihat cermin Rena terkejut ternyata Prayoga ada di belakang nya.
"mau apa"....ucap Rena tampa berbalik.
"aku ingin jawaban dari permintaan ku tadi" ucap Prayoga sambil lebih dekat agar dapat memeluk Rena, tau gelagat Prayoga Rena segera bergeser.
"Maaf kita bukan muhrim"....ucap Rena,membuat Prayoga terkikik ntah kenapa kata-kata yang di ucap kan Rena geli terdengar di telinga nya.
"pulang lah hari sudah larut Aku juga butuh istirahat" usir Rena halus agar Prayoga menghormati vrifasi nya.
tutur kata Rena yang lembut membuat Prayoga mengalah dan memilih pulang setelah menelphone anak buah nya untuk menjemput nya.
setelah kepergian Prayoga, Rena menghempas kan diri di atas kasur tentu setelah menganti dengan bad cover baru tak ingin bekas Prayoga.
Rena tak bisa memejam kan mata nya permintaan Prayoga terus berputar di fikiran nya, hingga pukul tiga dini hari baru Rena bisa memejam kan mata dan tertidur.
Prayoga tak pulang kerumah, tentu kinan berulang kali mencoba menghubungi nya tapi nihil selalu di luar jangkauan.
"kemana sih" omel kinan karena kesal Prayoga tidak bisa Ia hubungi, ingin bertanya pada Satria sayang Ia tidak memiliki kontak Satria.
Di pinggiran Ibu kota tampak sosok tampan duduk di bangku taman kota mengoceh karena pengaruh alkohol, berulang kali ucapan tak pantas keluar dari bibir nya.
kadang menangis kadang juga tertawa Dia lah Beno yang sedang mengalami polemik rumah tangga dengan Tika, sebab anak semata wayang nya kecelakaan patah kaki.
Kata-kata Tika yang menyudut kan nya tak bisa hilang terus ter ngiang-ngiang di telinga seperti rol kroster yang terus berputar.
Beno menumpah kan kesal nya pada setiap orang yang lewat tak perduli mereka menganggap Dia gila, Beno tertidur di bangku taman hingga hari terang.
Tika menangis karena Beno semalaman tidak pulang, sambil meraung Tika juga menyalah kan diri nya sendiri yang sudah tega berkata-kata tidak baik untuk suami nya sendiri.
Beno terbangun setelah di bangun kan petugas kebersihan, dengan mata masih mengantuk Beno terpaksa bangun dari pada di lapor malah lebih runyam.
dengan langkah limbung Beno berjalan tampa tujuan, kata-kata Tika terlalu menyakit kan bagi nya, setelah usaha nya hancur Beno jadi pengangguran sudah berulang kali menemui kolega nya tapi tak satu pun solusi atau bantuan yang Ia dapat kan semua nihil.
hingga pertengkaran demi pertengkaran lah yang setiap hari menghiasi rumah tangga nya dengan Tika.
Tika mencari Beno dengan menggunakan motor, setelah cukup lama Ia berputar-putar dan menyusuri jalan Tetap Beno tidak ketemu seperti di telan bumi.
merasa lelah Tika kembali pulang kerumah dengan harapan Beno sudah ada di rumah ketika Ia sampai.
setiba di rumah Tika tetap tidak menemukan Beno, Rasa kesal membuat dada nya sesak sepertinya asma yang di derita Tika mulai kambuh lagi.
dengan perut lapar dan keringat bercucuran Beno terduduk di depan pintu gerbang besar kedua kaki nya sudah tidak mampu lagi berjalan hingga Beno memilih duduk sebelum melanjut kan perjalanan tampa tau tujuan.
mobil mewah yang ingin memasuki gerbang terpaksa berhenti karena Beno duduk dengan lemas nya.
pemilik Mobil terun untuk mengusir Beno yang menghalangi jalan nya, tapi setelah turun dan berada dekat Beno si pemilik mobil berhenti karena yang di datangi nya bukan orang lain melain kan adik nya yang sudah puluhan tahun pergi dari rumah dan tidak pernah tau kemana.
"Beni"...ucap Si pemilik mobil mewah ternyata Prayoga.
__ADS_1
Mendengar nama asli nya di sebut Beno mengangkat kepala nya untuk melihat siapa yang memanggil nya.