
Ujian Ahir Pun Selesai Seperti Biasa Mereka Akan Melabuh Kan Tanda Tangan Di Setiap Baju Sesama Murid.
Riuh Mereka Bersorak Sorai Para Guru Turut Larut Menyaksikan Murid-murid Yang Akan Meninggal Kan Sekolah.
Bu Jamilah Antusias Melihat Murid-Murid Yang Kompak Senyum Sumringah Terpajang Di Wajah Nya. Satu Persatu Mereka Menyalami Bu Jamilah Dan Guru- guru Lain Nya.
Kepala Sekolah Memberi Aba-aba Agar Semua Murid Dan Guru Hadir Di Aula Saat Itu Juga, semua menuju Ruang Aula.
Kepala Sekolah Naik Ke Podium Berikut Beberapa Guru Juga Naik Berbaris Di Belakang.
hm hm hm Kepala Sekolah Memberi Aba-aba, agar semua murid yang Ribut diam.
Setelah situasi aman kondusif Bapak Kepala sekolah memberi beberapa Patah Kata Yang Di Sambut Tepuk Tangan Oleh Semua Murid Yang Hadir.
Bu Jamilah Maju Kedepan Setelah Bapak Kepala Sekolah Menutup Pidato Nya.
Murid-murid Ibu Yang Ibu Sayangi Ibu Minta Maaf, Karna Sudah Menerap Kan Disiplin Keras Kepada Kalian, Semua Ibu Lakukan Semata-mata Untuk Membangun Rasa Tanggung Jawab Kalian Dalam Belajar Ibu Ingin Kalian Jadi Murid Teladan Ibu Minta Maaf Kalau Dalam Ibu Mengajar Sering Membuat Kalian Tidak Nyaman.
Semua Murid Larut Sedih Mendengar Penuturan Ibu Jamilah Mereka Tersentuh, Di Mulai Dengan Satria Naik Menyalami Bu Jamilah Mencium Tangan Bu Jamilah Berikut Murid Lain Nya Saling Bergantian.
Hingga Keseluruhan Acara Selesai Pada Pukul empat belas Siang, antara Guru Dan Murid Tidak Ada Yang Menyisakan Mangkel Di Hati Karna Hari Itu Sudah Saling Memaaf Kan Kebaikan Sosok Guru Lah Yang Di Ingat Para Murid.
Setelah Acara Dadakan Selesai Para Murid Satu Persatu Meninggal Kan Sekolah.
Rima Dan Satria Masih Di Parkiran, Mobil Mu Mana Rim Tanya Satria.
Aku Sengaja Gak Bawa Mobil Tadi Di Antar Sopir, Jawab Rima Karena Memang Ingin Di Antar Pulang Oleh Satria.
Trus Kamu Pulang Naik Apa, Tanya Satria Lagi. Ya Kalau Kamu Gak Keberatan Kamu Dong Yang Antar Aku Rima Langsung Naik Di Boncengan.
Satria Gak Punya Alasan Tepat Untuk Menolak, ok Aku Antar Kamu Pulang Tapi Jangan Minta Singgah Kemana-mana Lagi Karena Aku Harus Segera Ke Bengkel.
Ok Sip Bisik Rima Dari Belakang Satria, Tentu Hembusan Nafas Rima menggelitik manja Di Telinga Satria.
__ADS_1
Motor Melaju Membawa sepasang sejoli Yang Sedang Di Mabuk Asmara, Tampa Mereka Sadari Honda Jaz Hitam Mengikuti Mereka Dari Belakang Tidak Lain Itu Adalah Rena.
Beberapa Kali Rena Memukul Stir menumpah kan kekesalan Nya Karena Menyaksikan Rima Memeluk Satria Dari Belakang.
Huh Dasar Ganjen Gatel Rena Memaki Rima, tentu Cuma di dengar Dia Sendiri.
Rena Terjebak Macet Hingga Kehilangan Satria Dan Rima, Rena Memutar Arah Balik Dengan Perasaan Marah.
Satria Sampai Di Depan Gerbang Rumah Rima, segera Rima Turun Dari Boncengan Satria.
Sat Besok Malam Kamu Harus Datang, Ya Aku Pasti Datang ucap Satria sambil Mencubit Sayang Pipi Rima.
Rima Tersipu Malu Dengan Wajah Merona, Aku Masuk Ya, Eh Tunggu Dulu Bonus Satria Menujuk Pipi Nya.
Ih Apaan Sih Nanti Di Liat Orang Lewat,Rima Melihat Sekitar Dan Cup Satu Ciuman Mendarat Di Pipi Satria, tak Mau Kalah Satria Juga Mencium Pipi Rima.
Impas Kan Sampe Ketemu Besok Ya, Satria Menghidup Kan Mesin Motor Nya.
Hati-hati pesan Rima dengan Senyum Semanis Stawbery, Ok Sayang Ku Satria Mengedip Kan Mata sebelah Kemudian Berlalu Dari Kediaman Rima Menuju Bengkel Bang Ucok.
Satria Abang Ada Rencana Buka Cabang, Ucap Bang Ucok Berjongkok Di Samping Satria Yang Sedang Memperbaiki Motor Salah Satu pelanggan.
Di Mana Bang...jawab Satria Tampa menoleh Karena Masih Sibuk, Dekat Sini Juga Kok Sat..
Kalau menurut Aku Sih Mending Abang Lebarin Dulu Nih Tempat Dari Pada Buka Cabang Apa Abang Gak Liat Sekarang Sudah Hampir Penuh Masuk Motor Lima Aja Udah sesek Bang.
Bagus Juga Ide Lo Sat, Ya iya lah secara di sini masih keteteran Abang Malah Mikir Buka Cabang, Satria tersenyum melihat Bang Ucok Garuk-garuk Ke pala.
Udah Selesai Nih Mau Di Antar Kemana Bang!?
Ntar Abang Catat Alamat nya dulu Bang Ucok Bangkit.
Selesai Mengantar Motor Pelanggan Satria Langsung Balik Kebengkel, Ni Bang Dari Pelanggan Tadi Satria memberi uang bayaran Pelanggan pada Bang Ucok.
__ADS_1
Bang Ucok Menghitung Uang Yang Di Bawa Satria Ternyata Ada Banyak Tips Yang Di Beri Pelanggan.
Sat Sini Lo, Bang Ucok Memanggil Satria Yang Lagi Duduk Dengan pekerja lain.
Nih Buat Elo, Bang Ucok Langsung Memasukan Beberapa Lembar Uang Ke saku Celana Satria Agar Tidak Di Ketahui Pekerja Lain.
Apa Lagi Sih Bang, Udah Lo Gak Usah Banyak Tanya Terima Aja Emang Rejeki Lo Bagus Sini Lo Duduk Bang Ucok Menyuruh Satria Duduk Di Sebelah Nya.
Mereka Saling Bercerita Seputar Masalah Bengkel Sampai Waktu Tutup Kopi Sudah Bergelas-gelas Habis.
Setelah Selesai membersih kan Diri Satria Pamit Pulang, Bang Ucok Segera Menutup Bengkel Nya.
Satria Tidak Langsung Pulang Kerumah Melain Kan Singgah Di Kedai Kopi Risky, Tumben Lu Main Kemari Tegur Risky Begitu Melihat Sang Adik Hadir Di Kedai Nya.
Gak Boleh Ni Yaudah Aku Pulang Aja, he he he Pake Merajuk Udah Macem Banci Aja Lu..ucap Risky Sambil Menarik Kerah Baju Satria Dari Belakang.
Mereka Duduk Di Meja Kasir, Udah Tamat Lo Rupanya, iya bang udah Nih Selesai Ujian Lulus nya Sih Aku Blom Tau, jawab Satria sambil Memgaduk jus alpukat di Depan Nya.
Belajar Yang Rajin Biar Kamu Bisa Kerja Punya Jabatan Kayak Orang-orang, iya Bang...jawab Satria singkat.
Risky Dab Satria Ngobrol ringan Hingga Menjelang Magrib, Satria Bergegas Pulang.
Sampai Di Rumah Satria Membersih Kan Diri Dan Berwudhu untuk Menjalan Kan Kewajiban Seorang Muslim.
Selesai Solat Satria Berbaring Sambil Mengotak-ngatik Benda Pipih Membuka Galery melihat Foto Bersama Rima Waktu Di Sekolah Tadi Siang.
Satria Memperlebar Layar Di Bagian Wajah Rima Lama Di Pandangi Nya, mengingat Rima Akan Berangkat Keluar Negri Selama Empat Tahun.
sedang asik Satria memikir kan Kepergian Rima Tiba-tiba gaway Di Tangan Nya Bergetar Menandakan telphone Masuk, Tau Aja Ni Anak Kalau Lagi Di Pikirin.
Satria Mengeser Tombol Hijau, untuk Menerima.
Satt Terdengar Suara Rima Sangat Nyaring Hingga Satria menjauhi Benda pipih Dari Telinga Nya.
__ADS_1
Apaan Sih Rima njerit-njerit bikin kuping Budek, Maaf Sory Sayang.