MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
SALAH FAHAM


__ADS_3

selang beberapa hari Andi dan rekan-rekan preman berhasil menemukan si pelaku pemerkosaan terhadap Heny.


Andi membawa si pelaku kehadapan kedua orang tua nya, Ayah sempat sangat geram ingin rasanya memukul wajah laki-laki yang sudah menghancur kan anak nya.


Indah melihat jelas wajah si pelaku pemerkosaan dan Indah baru ingat kalau si lelaki Ini adalah tunangan nya Fika istri dari Satria.


Kamu tunangan nya Fika kan tunjuk Indah pada muka si lelaki, Ferdy tersenyum kecut ternyata keluarga Satria masih ingat Dia siapa.


Ayah menatap nanar pada wajah Ferdy ingin sekali mengangkat kaki menendang dagu pria yang sudah merusak anak nya.


Andi menelisik wajah Ferdy dan baru ingat ternyata benar kalau si pemerkosa adalah Ferdy mantan tunangan Fika.


apa motif nya apakah ini termasuk balas dendam, fikir Andi dalam hati.


hari itu Ferdy di gelandang ke kantor polisi dan heran nya tidak ada satu pertanyaan pun yang di elak nya semua pertanyaan dan tuduhan di akui nya.


pihak kepolisian masih mengupayakan damai secara ke keluargaan awal Ayah menolak tapi di karena kan permohonan indah ahir nya Ayah setuju damai dengan syarat Ferdi menikahi Heny.


Ferdy juga tidak keberatan dengan syarat yang di berikan orang tua Heny sebab Ia sudah punya rencana lain saat hidup bersama Heny, ntah kenapa Sakit hati nya masih amat terasa karena Ia begitu mencintai Fika.


Satria termenung setelah melihat berita pagi tentang kematian Ajeng, kasihan itu lah yang di rasa Satria karena dulu semasa sekolah Ajeng teman yang baik beda jauh setelah lebih dewasa di waktu Ajeng datang ke kantor nya sungguh di luar pemikiran Satria fashion dan gaya Ajeng sungguh mirip perempuan panggilan.


Berita apa Sat kok ngeliat nya sampe segitu.....tanya Fika karena melihat Satria memandangi layar gawai sambil tompang dagu.


Gak liat berita orang bunuh diri.....Satria enggan berterus terang toh Ajeng cuma teman sekolah dulu dan Fika gak harus tau ditail.


Fika diam kembali sibuk berkemas karena mereka akan pulang ini hari.


tok...tok...Fika..boleh Mama masuk...tanya Mama dari luar pintu..


Fika dan Satria saling lihat kemudian Satria yang menyahut dan membuka pintu.


Mama gak ganggu kan....tanya Mama saat melihat Satria yang ingin keluar.


Gak lah Ma....ucap Satria melempar senyum dan berlalu turun untuk menemui kedua anak nya yang di jaga maid di rumah Fika.


belum siap beberes nya tanya Mama saat sudah berdiri di samping Fika.


Ini Ma tinggal dikit lagi....jawab Fika memasukan keperluan si kembar.


Fik Mama dapat info dari mertua kamu....ucap Mama sambil bersidekap.


Info apa Ma tumben Mama kayak wartawan...Fika mencandai Mama nya.


Eh ini Info akurat tau....ucap Mama.


Apaan Sih Ma kok Fika jadi penasaran....ucap Fika brrhenti dari kegiatan nya dan kini menghadap ke Mama nya.


Yo duduk sana....tunjuk Mama pada Sofa di kamar, kemudian mereka duduk berdampingan.


Kamu tau Ferdy perkosa kakak nya Satria....ucap Mama dengan santai, Fika langsung menutup mulut nya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.


karena Fika diam Mama menyenggol tangan Fika.


Kok diam..... Tanya Mama karena melihat Fika masih diam.


Rasanya Fika gak percaya Ma kalau Bang Ferdy bisa berbuat seperti Itu......ucap Fika memandangi Mama nya.


Yaitu awal nya Mama juga gak percaya waktu si Raya ibu mertua kamu bilang....ucap Mama menjelas kan.


Trus kalau benar Bang Ferdy apa Bang Ferdy mau tanggung jawab......tanya Fika lagi.

__ADS_1


Ya kata mertua mu hampir di jebloskan ke penjara tapi pihak kepolisian minta di damai kan secara kekeluargaan yaitu Ferdy dengan kakak ipar mu harus menikah dan Ferdy setuju.


Fika seakan belum percaya dengan apa yang di bilang Mama, Sudah...sana selesaikan Mama mau turun lihat si kembar nanti kalau sudah kalian bawa pulang Mama gak bisa main lagi sama tu dua anak.....ucap Mama pergi meninggalkan Fika sendiri di kamar.


Fika heran juga melihat Mama nya sekarang semakin Sayang dengan si kembar padahal setau Fika Mama nya kurang begitu suka dengan anak Kecil.


Sambil tersenyum sendiri Fika melanjut kan kerjaan kemas-kemas nya.


Di kediaman Tika....Saat ini Tika sedang mengurus Beno yang tiba-tiba demam tinggi.


Tika dengan telaten mengurus Beno dari kompres minum obat semua gak luput dari perhatian Tika walau kadang saat Beno mengigau selalu sebut nama Ajeng.


Tika faham untuk laki-laki semacam Beno kalau cinta maka Ia akan sungguh-sungguh dengan cinta nya.


Tika sabar karena tidak perlu ada yang harus Ia takut kan Ajeng sudah gak ada jadi tinggal Diri nya lah yang harus berjuang mendapat kan cinta Beno apa lagi kini Ia memiliki benih Beno dalam perut nya.


Ajeng mengelus perut rata dan berdoa di hati agar semua berjalan dengan baik.


Satria sudah sampai di rumah tentu para pembantu menyambut senang karena tuan dan nyonya nya sudah kembali.


berbagai hidangan sudah di siap kan Bibi tatanan Masakan yang menggugah selera tentu membuat Fika ingin makan dan makan.


Satria sempat bingung melihat cara Fika makan sejak kapan Fika punya selera makan begitu tinggi sementara setau satria Fika akan pilih-pilih makanan.


Fika melahap makanan di piring nya, Satria melihat dengan senyum lebar karena fikirannya menangkap hal tak biasa ini pasti Fika hamil.


Fika yang ngerti di perhatikan Satria mengurangi rasa malu takut di bilang rakus, mengambil sendok dan menyuap makanan nya ke mulut Satria.


aakk....Satria tak menolak langsung menerima suapan dari Fika dan memang bener enak.


enak kan....ucap Fika kembali menambah lauk di piring nya, suapin lagi dong....Satria ahir nya manja.


setelah makan Fika memilih kekamar dengan perut kenyang Fika pun mengantuk, Satria membiarkan apa yang di perbuat Fika karena nanti malam Ia akan menagih jatah seorang suami.


Kini pengurusan Si kembar di serah kan ke Bibi yang paling tertua Satria tidak ingin Fika ke lelahan.


Bibi dengan senang hati karena Ia satu fikiran dengan tuan nya.


Tuan kayak nya nyonya Hamil.....ucap Pembantu yang paling tua di antara pembantu lain.


Ya bik saya juga berfikiran begitu.....ucap Satria.


Bibi tersenyum simpul dalam hati nya Bibi memuji biar masih muda tapi tuan nya seperti paham akan gejala-gejala orang hamil, memang Bibi yang gak pernah tau kalau Satria dulu sering membaca artikel di goggle tentang wanita hamil di waktu Rima masih hidup.


kehidupan Satria terasa lengkap setelah kehadiran Fika yang sudah sah sebagai Istri.


Satria mengajari Fika ngaji karena Fika sedikit kurang dalam kajian, Satria kini lebih fokus dengan kluarga dan pekerjaan.


dering handphone mengaget kan Satria yang sedang membaca laporan di laptop nya, karena melirik nama si pemanggil adalah Ibu Satria meninggal kan pekerjaan nya untuk menerima panggilan Ibu.


Assalam Mualaikum Bu.....ucap Satria begitu terhubung.


Sat bisa ke rumah tidak.....tanya Ibu dari seberang, Satria sedikit heran tak biasa Ibu menyuruh nya datang kalau nyuruh pasti ada sesuatu.


Ya bisa kapan Bu biar Satria ajak Fika....ucap nya.


jangan....sanggah ibu langsung saat mendengar kalau Satria akan mengajak Fika.


Kenapa Bu.....Satria jadi bingung dan penasaran.


kamu datang lah sendiri....ucap Ibu langsung mematikan sambungan telephone.

__ADS_1


Satria heran menatap layar handphon yang sudah mati, rasa penasaran dan pertanyaan hadir di kepalanya.


tak ingin berandai-andai Satria mengambil kunci mobil dan pergi setelah pamit dengan Fika alasan ada keperluan sebentar.


tak butuh waktu lama Satria sudah sampai di rumah kedua orang tua nya yang terlihat sedikit ramai dengan keluarga nya sendiri.


Ibu yang melihat Satria datang langsung menarik tangan Satria untuk ke kamar nya tentu ada Ayah yang sedang berbaring karena kepala nya sering pusing ahir-ahir ini.


ada apa Bu.....tanya Satria begitu penasaran.


besok kakak mu Heny akan menikah jadi kalau bisa kamu datang gak usah bawa Fika ya...ucap Ibu menutup pintu kemudian duduk di samping Satria.


kenapa Bu....Satria bingung kenapa Ibu nya tiba-tiba gak suka dengan Fika.


Dengan terpaksa Ibu menceritakan kejadian Heny hingga penangkapan Ferdy yang di lakukan oleh teman-teman Andi abang nya.


Satria mengepal kan tangan giginya juga gemeretak menahan marah Ibu dapat melihat dan mendengar ekpresi Satria.


sudah kamu gak perlu Marah besok mereka akan menikah......ucap Ibu meredakan emosi Satria.


tak ingin mengganggu istirahat Ayah Ibu mengajak Satria keluar untuk bergabung dengan yang lain.


terselip rasa bahagia di hati kecil Satria melihat kakak dan abang nya akur dengan pasangan masing-masing.


terutama Andi yang sering ngelus perut istri nya yang sudah kelihatan buncit Mawar juga begitu di perlakukan oleh suami nya Satria merasa hati nya sangat bahagia melihat kebersamaan ini semoga terus seperti ini doa nya dalam hati.


beda dengan Risky anak tertua yang duduk termenung di pojokan, Satria memdekati Risky setelah duduk Satria mengambil sebatang rokok milik Risky dan membakar nya.


Bang kenapa melamun.....Tanya Satria setelah menghembus kan asap rokok yang sudah di hisap nya tadi.


ahh gak.....jawab Risky dengan malas dan acuh.


bagaimana usaha Abang.....tanya nya.


Alhamdulillah....jawab Risky sambil mengambil gelas kopi di depan nya.


gak pengen nambah usaha lain Bang......tanya Satria.


Risky melihat Satria yang kini duduk di depan nya, karena suasana hati nya kurang baik Risky menanggapi kata-kata Satria seolah-olah adik nya sudah sombong mentang-mentang udah sukses.


Satria diam kemudian tertunduk berfikir apakah kata-kata nya barusan salah, tak ingin suasana jadi tambah gak enak Satria bangkit meninggal kan Risky.


Satria pamit pulang ke Ibu dan yang lain tapi tidak pada Risky sebab Ia tau Risky pasti salah faham.


ketika sampe di rumah Fika sudah tidur Satria tersenyum melihat posisi tidur Istri nya, tak ingin mengganggu istri nya yang pulas Satria memilih keruang kerjanya karena bagi nya untuk tidur masih terlalu dini.


Satria duduk di kursi kebesaran nya tingkah Risky tadi membuat hati nya tak enak kenapa Abang nya, apa Aku yang salah ucap atau Bang Risky mikir nya Aku sombong, fikir Satria.


capek mikir Risky Satria membuka laptop nya untuk melanjut kan kerjaan nya yang tertunda.


Satu jam Satria di ruang kerja nya, tiba-tiba pintu terbuka masuk lah Fika dengan segelas kopi di tangan.


Satria segera menutup laptop nya setelah Fika masuk, Fika sengaja mendekati suami nya dan duduk di pangkuan Satria setelah menaruh kopi di meja.


Fika mengalung kan kedua tangan nya di leher Satria dan Satria memegang kedua pinggul Istri nya yang kini sedikit berisi berulang kali Satria menaik turun kan tangan nya dari pinggang ke pinggul Fika membuat si empu heran dengan kelakuan suami nya.


Kenapa Hhhmm....tanya Fika.....


kamu makin padet......ucap Satria kemudian menyambar bibir Fika tentu di sambut dengan lembut oleh Fika karena Ia juga sudah sedari tadi menunggu Satria pulang.


Mereka melakukan pertarungan pedang panjang dan sarung di ruang kerja Satria dengan berbagai gaya hingga kedua nya merasakan ke nikmatan luar biasa setelah lelah mereka kembali ke kamar dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2