
setelah kepergian rima Hati Satria merasa kosong Karena sudah lebih tiga Hari sejak perpisahan terahir di taman Rima tidak menghubungi nya.
pesan Yang ia kirim Juga belum terbaca Rima.
Sebulan lebih sudah berlalu Rima tidak juga menghubungi nya.
Pagi ini Satria merasa isi perut nya seperti di aduk-aduk ,Ia muntah berulang kali hingga seluruh persendian nya lemas.
Satria Hanya berbaring entah kenapa Rasa rindu Tiba-tiba menyeruak relung hati nya.
Di pandangi nya Foto Rima Di Layar pintar yang Ia jadi Kan Walpeper.
Di mana kamu Istri ku,tangis nya dalam hati sambil beberapa kali ngusap gambar Rima.
Sedang Rima Pagi ini juga merasa tubuh nya seperti tidak memiliki tulang Ia lemas Tak ingin beranjak Dari tempat Tidur.
Apa kabar nya suami ku,wajah Satria melintas di Depan nya seakan seperti siluet.
Rima menggapai benda pipih di atas nakas sampin Ranjang, melihat-lihat gambar Satria dan Dirinya yang mengenakan pakain putih abu-abu.
Rima Menekan Tombol panggilan Vidio Yang Tampa lama langsung Di terima Satria.
Istri ku Panggil Satria, Panggil Satria gembira.
Suami Ku Dimana Nih,tanya Rima,
Di kamar Istri ku,jawab Satria Dengan lemas nya.
Gak kerja,.. Tanya Rima Lagi
Gak Istri ku
kenapa suami ku,
Gak Tau Istri ku pagi Ini Aku mual-mual muntah.
Duh kasian nya Suami Ku.,Jawab Rima.
Aku kangen Istri ku, Satria menghiba karena Rindu nya pada Rima.
Sama Suami Ku Aku juga Rindu, Rima menangis.
Jangan Nangis Ah Nanti Istri Ku Jelek Kalau mewek, Satria mencoba menghibur Rima.
Kembali kedua nya bercengkrama saling tukar cerita semenjak pisah hingga Rima Terlambat Datang Bulan Jadi Pembahasan Mereka.
Weit weit Istri ku Bilang Apa Tadi, terlambat Apa, tanya Satria.
Terlambat Datang Bulan Suami ku.
Sejak Kapan Sayang, Satria masih bertanya.
Ya sejak Aku Berangkat Sampe sekarang Gak Dateng-dateng Bulan, penjelasan Rima.
Yank Jangan-jangan Kamu beneran Hamil, Ucap Satria.
__ADS_1
Apa Iya, Rima masih Gak percaya.
Coba Periksa Yank, Lagi-lagi Satria antusias.
Ya Nanti Aku beli alat tes kehamilan
kembali perut Satria merasa berputar-putar ingin muntah,Satria lari Kekamar Mandi Sambil Menggenggam handphone.
Dapat Di Dengar oleh Rima Suara Satria muntah-muntah.
berulang Kali Rima memanggil dengan sebutan suami Ku tak di Gubris Satria Karena Rasa mual Nya semakin Menjadi.
Rima Tak tahan mendengar kesakitan Satria segera mematikan Sambungan Telephone.
Benar kah Aku Hamil, Tanda tanya Rima Dalam Hati.
sebaik nya aku beli alat tes, Rima bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan Diri nya,
setelah selesai semua Rima pun berangkat ke otlet terdekat untuk membeli alat tes kehamilan
Rima mrmbeli beberapa merek dan akan mencoba sekaligus, ketika jalan perut nya merasa lapar berbagai makanan dan cemilan di belinya, hingga kedua tangan nya penuh belanjaan makanan dan cemilan.
Rima penasaran langsung memakai alat tes kehamilan pada urin yang sudah Ia tampung.
Betapa terasa seluruh persendian nya lolos kala melihat alat tes kehamilan yang Ia beli menujukan Positif garis Dua menandakan kalau Ia hamil.
Ya Allah Bagai Mana Ini Aku Beneran Hami, Rima Tak Dapat Berkata Hanya titik Air Mata yang semakin Deras keluar Dari mata indah nya.
Apa Yang Harus Aku Bilang Ke Mama Dan Papa Kalau Mereka Tau Semakin Gelisah Hati Rima.
Tangan Nya meraba perut Yang Masih Rata, Maaf kan Mama Nak Tak Seharus Nya Mama Menyalah Kan Mu, Maaf Kan Mama Semua Ini Salah Mama Dan Mama Akan Menyayangi Mu.
Rima Bicara Pada Janin Yang Tumbuh Di Dalam Rahim Nya.
Ahir Nya Rima Menguat kan Hati Untuk Memelihara Janin Di Dalam Rahim Nya, Apapun Yang Terjadi Aku Harus Membesar kan Buah Cinta Ku Dengan Satria.
Rima Menghapus Jejak Air Mata, Meraih Gawai untuk memberi Tahu Akan Kehamilan Nya.
Sambungan Telepon Tersambung, Suara Satria Masih Terdengar Lemas.
Ada Apa Istri Ku,
Benar Suami Ku Aku Hamil.
Yang Benar Istri Ku, Satria seakan Tak Percaya Dengan Kabar Yang Baru Saja Ia Dengar Dari Rima.
Mau Bukti, Tanya Rima Dari Seberang .
Ya Kalau Istri ku TiDak Keberatan.
Rima Beralih Ke Telephone Vidio.
Lihat Ini Suami Ku, Rima Memperlihar Kan Tespek Yang Rata-rata Bergaris Merah Dua.
Itu Apa Maksud Nya Yank, Satria Bingung.
__ADS_1
Satria Bingung Karena memang tidak Faham menyangkut Hal-Hal Kehamilan.
Rima Menjelaskan Secara Panjang Lebar, Sedang Satria jadi pendengar budiman.
Nanti Coba Suami ku Liat-liat Di Google Tambah Rima Lagi.
Iya Istri Ku Nanti Suami mu Ini Akan Lihat-lihat Di Google Tentang Masalah Kehamilan.
Masih Lemas Yank Tanya Rima, Sambil memandang Wajah Pucat Satria.
Masih Yank, Jawab Satria dengan Suara paraw.
Kapan Istri Ku Pulang Aku Rindu Bau Tubuh Mu Yank.
Satria Mengungkap Kan Apa Yang Sedang Ia Rasa Saat Ini, Bau Harum Tubuh Rima Seakan Menjadi Candu Nya.
Nanti Aku Akan Berusaha Minta Pulang Sebentar Sebelum Perut Ku Semakin Besar.
Cepat Lah Aku Merindu Kan Mu Istri Ku, tampak oleh Rima Tetesan Air Mata Satria Keluar Dari Sudut Mata Mengalir Di Tangan Satria yang Di Buat sebagai Penyangga pengganti bantal.
Aku Lapar Suami Ku, Rima Merasa Perut Nya Terus Bunyi Dari Tadi.
Makan Lah, Ucap Satria Sambil Terus Menatap Rima Dari Layar Gaway.
Satria Tersenyum Kala Melihat Rima Makan Dengan Rakus Nya.
Pelan-pelan Istri Ku Jangan Sampe Tersedak Nanti Anak Kita Sakit, Rima Ingin Tertawa Mendengar Ucapan Satria.
Iya Suami ku, Nah Gitu Patuh Kalau Mau Jadi Istri Shaleha.
Hahaha Ada-ada aja Kamu Yank, Rima Tertawa .
Jadi Kamu Gak Mau Jadi Istri Ku Beneran, Satria Tak Senang Rima Menertawai Nya.
Ya Mau Lah Kok Kamu Yang Sensi Sih Aku Yang Hamil.
Ntah Kenapa Satria Merasa Marah Dengan Tawa Rima Tadi Langsung Mematikan Sambungan Telephone Secara sepihak.
Yee Sensitif Amat Sih Rima Kesel Karena Satria mematikan Samvungan Secara sepihak.
Keadaan Satria semakin Terpuruk Lemas, Semua Makanan Di Suguhkan Tapi Tak Satu Makanan Pun Di Sentuh Nya.
Bang Ucok Dengan Beberapa Orang Di Bengkel Datang menjenguk Satria.
Kenapa Lo masih Muda udah Sakit-sakitan, tanya bang ucok Sambil Duduk Di Samping Tempat Tidur.
gak Tau Bang Perut ku Seperti Di Aduk-aduk, kadu Satria.
Salah Makan Lo Barangkali, gak Bang Dari Kemaren Bawaan nya Mau Muntah Mulu.
Atau Barang Kali Lo Masuk Angin, udah Di kerokin Ibu Bang.
Ini Ceritanya Kok Kayak Gua dulu ya waktu Bini Gua Hami Anak Pertama Gua yang Ngidam.Celetuk Bowo Yang Juga Bekerja di Bengkel Bang Ucok.
Satria Diam Membenarkan Dalam Hati Karena Saat Ini Rima Memang Sedang Mengandung Darah Daging Nya.
__ADS_1