MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
KEINGINAN TERAHIR


__ADS_3

Sampai Di rumah Setelah menyerah kan bungkusan Sate pada Bibi Rima Dan Satria langsung menuju Kamar.


Yank kita mandi yuk ajak Satria....gak ah Kamu Dulu jawab Rima....ayolah Sama-sama janji gak ngapa-ngapain....ajak Satria lagi, Rima ahir nya mengalah karena Satria sudah janji tidak akan macam-macam.


Satria menyabuni Rima trenyuh Hati nya kala memngingat kejadian tadi, Satria memeluk Rima yang masih bersabun Rima Dapat merasakan detak Jantung Satria lebih cepat.


ke napa Kamu Yank Tanya Rima Sambil membelai badan belakang Satria, Teringat kejadian Tadi....ucap Satria masih memeluk Rima semakin erat.


Ritual Mandi berahir Saling menyabuni hingga selesai dan kini mereka sudah berada di atas Ranjang saling berpelukan pulas di bawah selimut.


Mama Menangis sejadi-jadi nya karena tadi detak jantung Papa sempat berhenti untung Dokter cepat menangani hingga ke adaan sedikit normal karena kini lebih banyak alat medis terpasang di tubuh Papa.


Mas bangun lah Apa mas gak cape tidur terus..Mama menangis tersedu-sedu, mas bangun gak kepingin kah mas lihat sekarang kita bakal jadi nenek kakek Rima Sudah gede perut nya mas...Meratap Sambi membisikan keluh kesah nya.


Mas bangun lah Aku ingin di peluk Kamu...ucap Mama terbata sambil menangis tiada henti, mas bangun aku kangen Mama Mengguncang tubuh Papa sedikit kuat.


Satu ke ajaiban setelah Ratapan serta bisikan dan guncangan Mama Papa bergerak setelah sekian minggu terbaring tampa gerak.


Mama menekan tombol merah di atas Ranjang brankar yang jadi tempat Papa terbaring selama ini.


Dokter segera memeriksa keadaan Papa, sedikit demi sedikit Papa membuka mata secara perlahan syukur lah ucap Dokter karena pasien koma sudah mulai sadar.


Gimana Pak Dewa....Tanya Dokter setelah merasa cukup untuk Papa mengumpul kan kesadaran nya....Papa hanya mengangguk pelan.


Mama menghampiri Papa setelah Dokter keluar.


Mama Memeluk Papa Sambil menangis haru karena Suami tercinta nya kini sadar setelah sekian lama koma.


ma.....panggil Papa dengan suara lirih...Iya Mas...jawab Mama Sambil memandang wajah Papa yang Tampak sedikit hitam pada bagian-bagian tertentu.


bisa Mama panggil Raka kemari.... suara Papa seperti orang berbisik...Mama Hampir tak Dapat mendengar.


Ya Pah... Mama Akan mengupaya kan agar Raka datang ke mari ...jawab Mama entah kenapa permintaan Suami nya kali ini membuat hati nya seperti di remas kuat.


Mama Mengambil handphone yang Ia letakan di atas nakas samping tempat tidur di mana Suami nya terbaring.


Mama mencari-cari kontak Raya tapi tidak Ia temukan....Mama berfikir mungkin Ia lupa menyimpan Kontak Raya.


Mama Tak punya pilihan lain selain menghubungi Rima untuk Minta Kontak Raya.


Mama menghubungi Rima lebih dua kali tapi tak kunjung di angkat, Mama Tak putus asa kembali Mama menghubungi nomor Rima.


Satria tebangun karena mendengar dering dari Handphone Rima, Tampa membangun kan Rima Satria langsung menerima panggilan telephone.


Terdengar sendu Suara Mama dari seberang, Rima kenapa lama sekali angkat nya...Tanya Mama menyadar kan Satria Dari kantuk.


Ini Satria Ma Rima masih Tidur....jawab Satria.....kebetulan kalau begitu boleh Mama minta no kontak Ibu Kamu....buat apa Ma....tanya Satria ingin Tahu...Mama Ada perlu nanti Kamu juga Tau....jawab Mama, Satria tak ingin berfikir lebih jauh bukan kah Mama mertua Dan Ibu nya sepupuan ah pasti masalah interen antara Orang Tua.


Baik sebentar Ma Satria lihat Di handphone Satria....ya Nak Mama Tunggu... jawab Mama.


Satria memberikan nomor kontak Ibu melalui pesan singkat langsung ke Handphone Mama.

__ADS_1


Sudah Ma sudah Satria kirim....terima kasih nak Mama segera menutup Sambungan.


Mama langsung Memanggil konta Raya dan segera terhubung dengan Ibu Satria.


Assalam mualaikum Raya...waalaikum salam ini siapa....tanya Ibu karena Nama pemanggil tidak terdaftar Di kontak nya..


Raya Ini Saya Arini....jawab Mama...Dek....Ibu merasa Hati Nya menciut takut berita tentang Satria.


Raya Dengar Saya....tanya Mama Lagi...ya mbak Aku dengar... Bisa Kamu tolong Aku....Tolong apa Mbak....Mama langsung menceritakan permintaan Papa.


Baik mbak Aku akan bujuk Ayah nya anak-anak Ibu turut prihatin dengan Dewa.


Pagi Hari Ibu seperti biasa berjualan di Warung nya Tapi Ibu juga merasa resah karena Ayah belum pulang juga.


kok belum Sampe sih Mas Raka apa ada yang terjadi sesuatu dengan Istri nya, Ibu monolok dalam Hati.


Tak Lama Ayah pun Sampe pulang kerumah, Ibu menyongsong suami nya dengan senyum dan langsung salam mencium tangan suami nya.


Ibu Girang Banget....tegur Ayah karena tak seperti biasa nya cara ibu menyambut nya kali ini.


Iya Yah Ibu punya sesuatu...Jawab Ibu sambil tersenyum Lebar.... apa sih bikin Ayah penasaran segera menarik tangan istri nya untuk masuk ke dalam Rumah.


eee...tunggu dulu Yah Ibu belum tutup pintu warung....Ayah melepas pegangan nya....cepat lah Bu Ayah tunggu di dalam.


Ibu langsung Berbalik menutup pintu Warung dan masuk kerumah menyusul suami nya.


Tapi Ibu tidak menemukan Ayah di ruang tamu atau di dapur kemana sih Mas Raka.


Ibu mencoba Cari di kamar ternyata benar Ayah ada di kamar dengan terlentang hanya memakai boxer pendek.


Ayah Ibu bukan Mau anu Ibu masih menertawai suami nya yang lupa akan usia menurut nya, terus Ibu Begitu gembira Sambut Ayah mau apa...Tanya Ayah dengan tampang malu ternyata Ia salah tanggap.


Ibu masih tertawa geli dengan kelakuan suami nya yang ngalahin anak muda.


setelah tertawa reda Ibu duduk di samping Ayah yang masih malu bangun karena pikiran nya salah.


Ibu menceritakan permintaan Arini untuk Dewa.


Ayah langsung bangun dengan muka merah marah nya duduk di samping Ibu.


terus Apa mau Dia....tanya Ayah tidak senang dengan permintaan Dewa.


Ayah Jangan Pake Emosi Ingar Yah Kita Juga sudah Tua gak Tau kapan ajal menjemput, Ayah bergidik mendengar penuturan Ibu.


Bu jangan Ngomong yang Tidak-tidak Ayah ingin kita terus bersama Selama nya Ayah mencintai Ibu Sungguh sangat menyesal selama Ini Ayah sudah menyia-nyiakan Ibu mau kan Ibu memaaf kan Ayah ucap Ayah sambil memeluk Ibu Dari Samping.


Ibu selalu Maaf kan Ayah Dan Cinta Ibu tidak Akan pudar walau suatu saat Raga Ibu sudah Tiada Ibu akan selalu mencintai Ayah biar sudah berbentuk roh..


Lagi dan Lagi Ayah tersentuh akan Kata-kata Ibu perempuan yang tidak pernah kasar dan perempuan yang selalu terima walau berulang kali Ia khinati.


Bu....Panggil Ayah terdengar sangat lembut di telinga Ibu.

__ADS_1


Iya Yah Ibu menoleh langsung Di sergap Ayah dengan ******* Panjang membuat Ibu terbuai dan melenguh merdu.


kedua nya melakukan lompat tinggi di siang hari leluasa karena rumah sedang kosong hanya mereka yang kini mengapai tinggi nya puncak asmara hingga berulang kali layak nya muda mudi yang baru tau rasa indah nya dunia.


Ayah melepas Ibu setelah lompatan tertinggi dan Ia jatuh lunglai karena lelah dan tertidur tampa busana, sedang Ibu mengumpul kan tenaga untuk memakai kan sebagian pakaian suami nya kemudian mandi membersih kan Diri


Tepat pukul Tiga Sore Ayah Dan Ibu berangkat ke Rumah Sakit, sesampai nya Di sana Ayah Dan Ibu di sambut Rima yang Baru pulang beli cemilan karena Ia lagi pengen ngemil.


Rima menyalami dan mencium tangan kedua mertua nya, Ayah Ibu sungguh bangga punya menantu sopan.


Setelah Masuk Ayah Mendekati Ranjang di mana tempat Papa Dewa terbaring, Kenapa bisa begini Wa....ucap Ayah...tentu tak di dengar Papa karena sedang tidur.


Dalam tidur nya pun Papa bermimpi kalau Raka sahabat nya datang.


Tak lama Papa pun terbangun setelah mngumpul kan kesadaran nya barulah Papa menyadari kalau mimpi nya nyata.


Ka....Panggil Papa...sambil mencoba bangun untuk duduk Ayah tentu membantu nya agar lebih nyaman.


apa yang terjadi Wa....tanya Ayah...Tapi Papa malah menangis teringat akan salah dan dosa nya yang telah memisah kan sahabat nya dengan Adik nya Maharani juga teringat kekejian nya mengambil saham dan menjeblos kan Sahabat baik nya kepenjara.


maaf kan Aku Ka....berulang kali Papa memohon maaf dengan tersedu, sementara Ayah teringat akan kekompakan mereka dulu bersahabat dengan sangat baik.


Sudah lah Wa lupa kan semua nya Aku sudah iklas Dan aku sudah bertemu anak ku Dewi.


ketika Ayah menyebut nama Dewi semakin keras lah tangis Papa membuat Rima melongo.


Bu ada apa antara Papa dan Ayah....tanya Rima Sambil ngunyah, Ibu menceritakan tentang pertemanan dua laki-laki paruh baya yang kini saling bercengkrama.


Pintu terbuka tampak lah Mama Arini Yang Datang.


Sudah Lama Raya.... tanya Mama sambil meletakan tas di sudut sofa.


lumayan mbak....jawab Ibu..mereka melihat interaksi dua sahabat yang sempat bermusuhan puluhan tahun dan kini telah berdamai.


dua jam cukup membuat kedua Sahabat lama itu bercerita kisah-kisah mereka yang konyol.


Oh Iya Rima Ibu gak liat Satria apa Ia masih kerja di bengkel Si Ucok...Tanya Ibu..


Gak Bu Satria sekarang bekerja di perusahaan Papa....jawab serta penjelasan Rima pada Mertua nya.


Wah Satria udah jadi orang kantoran rupa nya.


Ibu merasa senang mendengar Satria sudah bekerja di tempat yang seperti Ia harap kan.


.setelah di Rasa cukup kunjungan hari ini segera Ayah Dan Ibu pamit pulang dengan Alasan si kembar.


Papa Juga jauh lebih baik setelah bertemu besan.


gimana Pa....tanya Mama...gimana apa nya ma...Papa tanya balik...itu tadi dengan Raka.....jelas Mama...Raka sudah memaaf kan Papa....terlihat senyum bahagia di wajah Papa.


Ma....Papa memanggil Mama yang Akan kembali duduk Di sofa bersama Rima.

__ADS_1


Iya Pa....Mama berbalik kembali mendekat ke Papa.


Papa pengen makan bersama dengan Anak dan mantu Papa....Mama merasa hati nya kebas mendengar permintaan Suami nya tapi Mama tak ingin membuat keadaan Suami nya memburuk Mama menuruti kemauan Papa..


__ADS_2