MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
SEMEWAH MUNGKIN


__ADS_3

Satria pulang lebih awal untuk memberes kan beberapa keperluan karena besok siang harus berangkat kebogor.


di rumah kedua orang tua Satria semua juga sibuk membuat pernak pernik untuk antaran calon mantu dan besan.


Ibu membuat wajik dan beberapa macam kue lain agar semakin berfariasi bawaan mereka besok.


Bu itu wajik ya.....tanya Heny.


iya nak kalau buat pakde mu Ibu bungkus pake daun pisang Pak de mu suka nya gitu.


trus ini semua kue kering ibu juga yang buat....tanya Heny sambil memilah-memilah bungkusan kue yang sudah cantik dengan bungkusan pita warna warni.


kak bagi duit dong....juwita tiba-tiba muncul...di dapur dengan nafas ngos-ngosan.


abis dari mana dek tanya Heny sambil mergoh tas selempang yang kini tersangkut di bahu nya.


panggil tukang es sama Wira tadi....jawab juwita.


Heny mengambil selembar uang pecahan lima puluh ribuan.


nah ini kamu kongsi sama Wira ya......ucap Heny menyerah uang kepada juwita.


makasih kak....ucap juwita sambil berlari..


jangan di manjain adek mu dengan uang Hen....ucap Ibu menasehati Heny.


gak kok Bu sekali-kali kan biasa Bu....jawab Heny ngerti kalau Ibu selalu didik anak nya dengan kesederhanaan termasuk Ia juga dulu begitu.


kamu Ikut besok....tanya Ibu masih sibuk dengan wajik yang di atas tungku.


kayak nya gak bu....jawab Heny...


kenapa gak ikut...tanya Ibu lagi kali ini Ibu mengamati wajah Heny yang nampak sendu.


gak Bu ada banyak pekerjaan di kantor yang belum selesai....ucap Heny kemudian menunduk, Ibu diam kembali mengaduk wajik.


Satria sedah selesai dengan beberapa keperluan rasa tak sabar untuk ke temu Fika dan kedua putra nya.


Bik....panggila Satria kepada Prt yang bekerja di rumah nya.


Ya tuan....Prt datang dengan tegopoh-gopoh.


Saya mau pergi dua hari Ini uang belanja untuk penuhi kebutuhan Bibi yang lain....ucap Satria memberi sejumblah uang ke pada prt yang paling tua di antara yang lain.


Bibi melihat uang pemberian Satria dengan mata melebar karena jumlah yang Satria kasi tiga kali lipat dari gaji tiga pembantu lain nya.


Tuan ini terlalu banyak......ucap nya sambil ingin menyerah kan kembali uang tersebut.


Bi ambil saja bibi belanja utuk keperluan selama satu minggu lebih nya Bibi bagi dengan yang lain....ucap Satria meninggal kan Bibi yang masih tercengang dengan uang di tangan nya.


Satria melajukan roda empat nya tujuan Rumah Ibu karena Ia akan menginap malam Ini dan berangkat besok ke bogor bersama keluarga besar nya.


empat puluh menit Satria sudah sampai di rumah kedua orang tua nya, si kembar juwi dan wira berebut mengejar Satria.


Bang Sanda, Sandi mana bang....tanya mereka melihat Satria cuma datang sendiri.

__ADS_1


Sanda, Sandi sama kak Fika....jawab Satria beriringan jalan dengan si Kembar.


Assalam mualaikum....ucap mereka bertiga dan di jawab serempak dengan semua yang ada di dalam rumah.


Heny bangkit mendekati Satria yang kini duduk di kursi tamu.


Sat Kakak gak ikut antar Kamu ya....ucap Heny.


kenapa Kak....tanya Satria.


Kakak ada kerjaan yang belum selesai.....ucap Heny dengan gak enak hati.


Yaudah kalau gak bisa gak apa-apa kok kak....ucap Satria toh ini bukan pernikahan pertama nya.


Heny pergi ke dapur untuk minum tenggorokan nya tiba-tiba seperti kering.


tas Heny tertinggal di sebelah Indah yang kini duduk lesehan karena sedang mengerjakan pernak pernik untuk isi keranjang yang akan di bawa.


Handphone Heny berbunyi setelah beberapa kali berbunyi tak juga di terima satu notifikasi masuk ntah kenapa Indah penasaran rasa keingintahuan nya mendorong Indah untuk melihat pesan yang ada di handphone Heny.


Indah membuka pesan di handphone dengan mudah karena Heny tidak memberi sandi apapun pada layar handphone nya.


Indah melongo dan melotot saat melihat isi pesan yang berupa foto Heny dengan gaya yang sangat tidak enak di pandang.


liat Apa sih kak... Ayu juga penasaran karena melihat raut muka Indah yang tentu akan mengundang sejuta tanya siapa saja yang lihat saat ini.


buru-buru Indah meletakan kembali Handohone Heny ke dalam tas milik Heny dan membawa nya.


dengan jantung berdebar Indah jalan untuk mencari Heny ke dapur, sungguh Indah tak menyangka kalau Heny bisa berbuat di luar batas dengan laki-laki tidak jelas wajah nya kala Indah lihat di foto tadi.


Indah menepuk bahu Heny yang sedang duduk melipat ke dua kali untuk tompang kepala, ehh kak....ucap Heny kaget.


Ayu menatap Indah dan Heny penuh selidik.


Sampai di kamar Indah menutup Pintu rapat-rapat, Saat ini gemuruh amarah lah yang ada dalam dada nya.


Duduk...titah Indah tegas membuat Heny sedikit bertanya dalam hati.


Indah merogoh tas Heny mengambil Handphone dan menunjukan Foto yang tadi Ia lihat.


Jelas kan Ini.....Indah melempar handphone ke kasur sebelah Heny duduk.


Heny meraih handphone nya yang di lempar Indah, setelah melihat foto yang di kirim Heny mengeram marah.


Bajingan.....ucap Heny dengan suara bergetar menahan tangis dan marah.


Indah bersidekap melihat Heny dengan pandangan tajam, menunggu penjelasan Heny yang kini terlihat pias.


Kak ku mohon jangan bilang siapa-siapa......ucap Heny kini berlutut memeluk kaki Indah.


Indah diam seluruh tubuh seakan tampa persendian tadi nya Ia berharap kalau penjelasan Heny bahwa foto itu cuma editan atau rekayasa, tapi setelah Heny bersimpuh Indah tau kalau Itu benar bukan di buat-buat.


Indah diam karena saat ini kerja otak nya seakan berhenti karena tidak menyangka kalau Heny bisa berbuat sejauh Itu.


Aku di perkosa kak...Maaf kan Aku kak.....ucap Heny masih memeluk kaki Indah, tolong jangan kasi tau Ibu hu.....biar Heny yang lapor dulu ke polisi.....ucap Heny sambil menangis tersedu.

__ADS_1


Indah merunduk memegang bahu Heny....bangun lah ....ucap Indah, dengan mata yang juga sudah basah.


Heny memeluk erat Indah mereka sama-sama menangis, Membuat mereka yang di luar terheran karena mendengar suara nangis dari kamar Indah.


Kak.....panggil Andi dari luar.


Kak aku mohon jangan bilang.....ucap Heny mengurai pelukan dan kini mengatup kedua tangan memohon.


Indah diam harus kah Ia sembunyikan fikir nya, kak.....Heny mengguncang tangan Indah karena Indah berdiri seperti patung.


Indah menatap Mata Heny yang penuh permohonan, Baik kakak akan diam satu kali dua puluh empat jam Kamu gak bisa selesai kan terpaksa kakak bilang dengan semua leluarga karena ini tidak main-main.


Ini aib Hen.....ucap Indah terus menangis panggilan demi panggilan pun mereka abai kan.


Indaaaahhh bukak pintu nya.....suara Ibu terdengar lantang.


Indah segera menghapus air mata nya....sana kamu naik tempat tidur pura-pura sakit gih....indah ahir nya setuju dengan permintaan Heny untuk menyembunyikan apa yang terjadi.


Setelah melihat di cermin kalau wajah nya sudah lumayan seger dan gak begitu ketara habis nangis Indah membuka pintu kamar.


ternyata mereka semua sudah berdiri di depan Pintu, ada apa Ndah.....Ibu langsung masuk begitu juga yang lain.


Kenapa kamu Hen....tanya Ibu panik melihat Heny menangis telungkup di tempat tidur.


kak jangan bilang kalian berantem....ucap Satria.


kini kamar Indah gaduh dengan banyak pertanyaan karena Heny trus nangis dan Indah tidak tau harus dengan kata-kata apa mengelak semua pertanyaan dari mereka.


Heny cuma sedih Bu......ucap Heny untuk mereda kan kepanikan di kluarga nya.


Sedih apa.....tanya Andi seperti mengerti kalau kakak nya lagi menyembunyikan sesuatu.


sedih karena gak bisa ngater satria besok....ucap Heny asal.


ahhh ada-ada aja....ucap Satria berlalu keluar dari kamar Indah.


Andi juga Istri keluar....Bang kayak nya ada yang di sembunyikan kak Indah dan Kak Heny.....bisik nya di telinga Andi.


ah jangan sujon....ucap Andi tak mau Istri nya menebak-nebak, Ayu bersungut-sungut karena suami nya gak percaya dengan omongan nya.


semua kembali tenang sampe menjelang sore Heny pamit untuk balik ke kos-kosan, sedang keluarga lain berangkat ke bogor karena besok hari pernikahan Satria.


setelah semua barang bawaan dan mereka siap empat kendaraan, roda empat itu meluncur membelah jalan menuju bogor.


sedang Heny sudah sampai di kos-kosan kembali sms teror foto-foto Dirinya, Heny melihat satu persatu foto ketika Ia di perkosa.


tak ada kekuatan lain bagi Heny saat ini selain menangis dan menjerit tertahan agar tak terdengar dengan penghuni kos lain.


kepercayaan diri nya hilang setelah kejadian itu Heny lebih banyak diam dan kadang tiba-tiba pingsan di tempat Ia bekerja karena tidak sanggup menahan beban yang kini menimpa nya.


sementara di perjalanan Indah berdiam Diri tak satu kata pun keluar dari bibir nya, hingga si kembar bertanya pun Indah tidak menjawab bukan karena gak dengar tapi memang mulut nya yang seolah berat untuk mengeluar kan suara.


Ibu juga kepikiran kejadian di kamar Indah tadi berbagai pertanyaan berputar-putar di fikiran Ibu ada apa dan kenapa tapi Ibu masih menyimpan pertanyaan kini harus menyelesaikan tentang pernikahan Satria.


Fika kini sedang berbalur lulur sedang si kembar sanda dan sandi di jaga mama dan sepupu nya yang lain.

__ADS_1


kegembiraan nampak dari mulai luar hingga dalam rumah segala hiasan sudah di pasang dan semua keluarga dekat dan jauh sudah berdatangan karena tampa setahu Satria, Papa Fika mempersiap kan pernikahan dan sekalian resepsi langsung di rumah mereka tidak menyewa gedung.


karena Fika anak satu-satu nya jadi Papa sengaja menyiap kan semewah mungkin dan itu jarus di adakan di rumah bukan tempat lain.


__ADS_2