MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
BULAN MADU


__ADS_3

Rima dan Satria berkemas-kemas untuk pulang, sudah tiga hari Ia meninggal kan kantor walau laporan selalu apdet tapi memang Satria sudah mencintai pekerjaan nya.


Yank Kamu besok masih di rumah kan....tanya Rima bermaksud untuk ajak berbulan madu....maksud nya Yank.....Satria balik nanya.....maksud Ku apa setelah pulang Kamu akan segera ke kantor.....jelas Rima....ohh itu ya tentu Yank....jawab Satria.


Rima diam tak ingin berdebat kalau Ia ingin di manja itu lah kemauan Rima saat ini.


kenapa Yank kok diam....tanya Satria.....Rima hanya menggeleng sebagai jawaban, Satria memandangi Rima masih tak mengerti akan kemauan Istri nya ahir-ahir ini.


Rima merapi kan pakaian kedalam koper karena besok mereka akan pulang tak satu kata pun keluar dari mulut nya karena suasana hati nya yang lagi gak baik hanya karena ingin di manja Suami nya.


Satria tak perduli malah sibuk dengan laptop nya tentu membuat Rima semakin gusar.


dengan sengaja Rima menjatuh kan kotak bedak nya agar Satria melihat nya, tapi Satria tidak merespon membuat Rima semakin sedih hati nya.


karena Satria tak merespon Rima memilih pergi keluar dengan jengkel di sambar nya tas selempang yang di dekat Satria kemudian melangkah ke pintu.


dengan harapan Satria akan mencegah nya tapi memang Satria yang kurang peka dengan kemauan nya ibu hamil, tidak ada respon apapun.


Rima keluar lalu turun menggunakan lif, sampai di lobi Rima berjalan sambil celingak celinguk karena gak punya tujuan.


malam Mbak....sapa salah satu pegawai hotel yang kebetulan berpapasan dengan nya.


ya malam oh ya mas boleh tanya.....timbul ide di kepala Rima, kalau Ia akan menghabis kan waktu di pusat perbelanjaan.


ya boleh Mbak....jawab nya sopan....mall dekat sini gak Mas....tanya Rima lagi.....dekat paling jarak Lima ratus meter dari sini Mbak.....jawab nya lagi.


Karena dekat Rima memilih jalan kaki agar fikiran nya rileks.


Satria selesai dengan laporan yang di kirim om Hendrik, Satria menutup laptop nya mencari-cari Rima untuk mengajak nya turun menik mati malam terahir mereka di hotel, namun sudah sampai ke kamar mandi Ia mencari Rima tetap tidak ada.


ingat Rima tadi sempat ambil sesuatu di sebelah Ia duduk kembali Satria mengingat apa yang tadi di sebelah nya.


ahir nya Satria ingat kalau di samping Ia duduk tadi ada tas selempang milik Rima.


melongok ke sofa tempat Ia duduk tadi benar tas selempang Rima sudah gak ada.


Duh kemana kamu Yank Satria mulai tak enak fikiran kenapa Istri nya pergi tiba-tiba, merasa bersalah sudah mengabaikan Istri nya, dengan cepat Ia mengenakan baju dan keluar untuk mencari Rima.


tiba di lobi Satria bertanya kepada setiap orang yang Ia temui dengan mengatakan ciri-ciri Rima yang dalam ke adaan Hamil.


sudah satu jam lebih Ia di lobi sambil bertanya tapi tidak satu pun dari mereka melihat Rima, hati nya semakin tak karuan kala terbayang kejadian yang tidak-tidak Satria menggenggam rambut nya karena prustasi.


seorang pegawai hotel mendekati Satria yang kini berjongkok di dekat pintu masuk dengan wajah kusut.


Mas nyari Istri nya ya.....tanya pegawai hotel tersebut tentu membuat Satria sedikit tenang pasti orang Ini lihat kemana Istri nya.


Iya Mas ....jawab Satria....tadi kata Istri Mas mau ke pusat perbelanjaan dekat sini....jawab pegawai hotel.....jauh gak Mas tanya Satria....gak deket kok Mas paling limaratus meter dari sini.....makasih ya Mas, Satria langsung pergi untuk nyusul Rima setelah mengucap kan terimakasih.


Satria mencari taxi untuk pergi ke mall terdekat.


taxi berhenti tepat di depan Satria dan Ia langsung masuk.

__ADS_1


mall terdekat Pak.....ucap Satria....wah dekat itu Mas tuh liat....sopir menunjuk ujung bangunan tinggi.


ohh Satria bengong ternyata dekat, ya sudah jalan Pak....tampa protes Pak sopir melajukan taxi ke mall terdekat.


setelah sampai Satria membayar dengan selembar seratus ribu, Mas kebanyakan Ini.... protes sopir karena Satria memberi selembar uang seratus ribu.


ambil saja pak....dan langsung Satria turun.


hampir dua jam Satria keliling mencari Rima tapi belum juga Ia temukan semakin prustasi Ahir nya Satria duduk di stan cafe karena Ia juga sudah lelah berjalan.


Ya Allah lindungi anak Istri Ku, berulang kali Satria berdoa dalam Hati.


Satria menyesap cofelate pesanan nya sambil melihat ke depan berharap menemukan Rima di antara para pengunjung mall.


namun tak juga Satria melihat Rima maka semakin kalut lah Satria berbagai bayangan kemungkinan hadir di fikiran nya hingga Ia tak tenang.


Satria membayar cofe nya untuk lanjut mencari Rima tapi tetap seperti tadi tak menemukan Rima air mata nya mengambang kalut sangat lah kalut karena Ia telah lalai menjaga Istri dan calon anak nya.


Rima terduduk di stan perlengkapan bayi karena merasakan kram di perut membuat orang di sekitar nya panik karena mereka pikir Rima akan melahir kan.


Satria masih terus berjalan menyusuri setiap stan untuk mencari Istri nya berpapasan dengan beberapa orang yang ada di sana.


terlihat dua cewe menenteng paper bag sambil ngobrol, kasian ya udah bunting pergi kemana-mana gak di temanin suami....gak ada suami kali kak, obrolan mereka dapat di dengar jelas oleh Satria.


apakah yang mereka bicarain itu Rima...fikir Satria.


Satria berbalik dengan jalan sedikit kencang agar sempat nyusul dua cewe tadi.


Mbak...Mbak...tunggu... Satria mengatur nafas nya.


Mbak gimana.....apa nya yang gimana Mas kata salah satu cewe karena mereka terpana dengan ke tampanan Satria.


Tadi Saya sempat mendengar Mbak bilang ada perempuan mau lahiran di mana ya....tanya Satria tak ingin lama-lama meladeni cewe-cewe yang mulai menatap genit.


Oh itu Mas di toko perlengkapan bayi tunjuk mereka, tampa mengucap kan terimakasih Satria segera berlalu menuju toko yang menjual perlengkapan bayi.


huh ganteng-ganteng gak sopan berterimakasih pun tidak..gerutu salah satu cewe yang di tanyai Satria tadi.


Satria jalan dengan langkah panjang nya hati nya tak karuan takut kalau yang di bilang tadi beneran Istri nya, tiba-tiba handphone di saku nya bergetar membuat Satria girang menyangka Rima menghubungi nya.


Satria melihat nomor di layar handphone no yang tidak Ia kenal,Satria mengabaikan sambil mengingat nomor siapa di panggilan ke tiga kali barulah di angkat nya.


Satria...Suara cempreng langsung terdengar dari seberang setelah terhubung membuat telinga Satria sakit.


Ini siapa.....tanya Satria.....aku ajeng kita kan sekelas waktu SMP.....Satria coba mengingat...ya aku ingat kamu kan yang siram baju ku pake jus yang kamu minum.....jawab Satria....nah kamu ingat aku kan.....ya aku ingat.


setelah beberapa menit percakapan mereka Satria mengahiri obrolan dengan janji mereka akan bertemu setelah satria balik untuk urusan kerja.


setelah mematikan sambungan telephone dengan ajeng, kini Satria menghubungi kontak Istri nya biar bagaimana pun Istri dan anak nya lah priorotas utama nya sekarang.


berulang kali Satria menghubungi tapi tidak di terima semakin kalut lah Satria.

__ADS_1


Kini Ia di depan toko yang menjual perlengkapan bayi, kemudian Satria masuk dan mencari Rima ada yang memperhatikan karena Satria begitu


Cari siapa Mas.... tegur salah satu pelanggan yang sedang berbelanja.


Saya cari Istri Saya...jawab Satria tampa melihat karena pandangan nya sibuk mencari-cari Rima.


Istri nya hamil juga ya mas....tanya nya lagi.


iya Mbak ini.....Satria memperlihat kan foto yang Ia jadi kan walpeper, langsung di liat si Ibu.


wah ini kan yang hampir jatuh tadi udah pergi Mas tadi Mbak nya sempat terduduk di Situ tunjuk si Ibu ke deretan Rak baju bayi.


gelisah pasti itu yang di Rasa Satria memikir kan keselamatan Anak dan Istri nya, kembali Satria coba menghubungi Rima tapi tetap sama membuat kepala nya berdenyut.


Satria memasukan kembali benda pipih itu ke dalam saku nya karena merasa percuma kalau telephone tidak di angkat, kembali Ia mengitari pandangan hingga jauh mata memandang, dengan harapan segera menemukan Istri nya, di mana kamu Yank...pekik Satria dalam hati.


berulang kali Satria menghela nafas kasar sambil mikir kemana lagi harus mencari Istri nya, Satria tertunduk lemas sambil bersandar pagar besi, teringat Andi segera Satria menghubungi Andi.


Bang...Ada apa Sat....Rima hilang Bang....apa yang bener aja kamu....iya bang....riuh banget kamu di mana....Aku di malll bang ....mall mana....gak jauh dari hotel ku menginap....ya udah tunggu di situ Abang kesana...terputus.


Ada geli di hati Andi mendengar kaduan Satria kalau Rima hilang, setelah memberi tahu Istri nya Andi pergi menyusul Satria.


Sampai di parkiran Andi menghubungi Satria untuk menanyakan ke beradaan nya,


semakin resah Satria setelah di bantu Andi pun, Rima belum juga ke temu bayangan yang tidak-tidak muncul di kepala nya hingga Ia menjambak rambut nya sendiri.


kemana Kamu Yank....pekik tertahan Satria karena Rima belum Ia temukan.


Andi teringat pasti para pengunjung akan keluar kalau sudah selesai ber belanja Andi menyuruh Satria menunggu di luar sedang Ia lanjut mencari Rima.


Satria memilih duduk di luar sambil melihat setiap pengunjung yang keluar


Rima terduduk lesu ingatan nya kembali ke masa-masa awal bertemu dan awal pernikahan mereka begitu manis tidak bisa berjauhan satu sama lain.


tapi sekarang kenapa Suami nya jadi orang gila kerja kerja dan kerja Rima merasa perhatian Satria mulai berkurang apa ada yang lain itu terlintas di kepala nya membuat nya ingin menangis.


apakah aku udah gak cantik atau udah gendut hingga Ia muak gak suka aku lagi selalu sibuk di mana saja.


Rima menghapus ritik yang sudah merembes di sudut mata nya.


mengingat hari sudah beranjak larut Rima memilih pulang ,setelah membayar minuman dengan langkah Gontai Rima ke luar dari mall yang sudah lumayan sepi karena pengunjung sudah banyak yang pulang.


Satria Terduduk sambil menyesap rokok nya sungguh ke khawatiran tergambar di wajah nya, semua menjadi tak karuan rokok pun sampai membuat nya terbatuk-batuk.


Kini Rima turun menggunakan eskalator tangga jalan belum juga sampai di bawah perut nya merasakan kram hebat membuat Ia meringis menahan sakit.


Andi berdiri di depan eskalator untuk naik dan mencari Rima di atas.


Andi mendongak melihat lantai atas tapi ketika mata nya menyapu pandangan ke arah eskalator nampak lah Rima yang membungkuk menahan sakit.


dengan segera Andi menghubungi Satria karena ipar nya sudah ketemu.

__ADS_1


Satria langsung lari masuk untuk menjemput Rima yang di katakan menahan sakit oleh Andi.


Yank....Rima terduduk di pinggir tangga yang tak bergerak.


__ADS_2