
hari bersejarah bagi Satria dan Fika setelah ijab qobul langsung acara resepsi, Satria tak bisa mengelak walau awal sempat ternga-nga karena tidak sesuai fikiran nya.
Tapi mau buat apa lagi semua telah di persiap kan mertua nya dan Satria juga kluarga harus menerima, ibu sempat meresa bawaan mereka kurang sesuai tapi kedua orang tua Fika tanggap dan menganggap bawaan mereka juga cukup mewah.
pesta di gelar dengan penuh khidmat hingga mantan mertua Mama Arini juga turut memberi ucapan selmamat kepada menantu, ya kalau di bilang masih anak sendiri juga toh mereka memang masih kerabat.
si kembar merebut sebagian perhatian para undangan dengan gaya lucu khas balita mereka mendatangi kedua mempelai tidak lain orang tua nya sendiri yang kini tengah duduk memakai baju pengantin.
Satria bangun dari duduk menyambut putra tersayang nya dan menggendong kedua nya tak henti-henti nya Satria mencium pipi gembul Si Kembar gantian.
kedua balita tertawa senang duduk di pangkuan Satria dan Fika, apa lagi saat foto grafer mengambil Foto tentu si kembar lebih antusias bergaya.
suasana bahagia begitu terasa di hari penuh sejarah bagi Satria dan Fika begitu juga kedua orang tua Fika telah melepas anak gadis nya kepada Satria sebagai suami.
pukul enam sore Satria Bernafas lega sebab acara sudah selesai beda dengan Fika yang ke lelahan.
capek....tanya Satria saat mereka kini di kamar pengantin, ya capek banget.....ucap Fika mencoba buka rasleting belakang baju yang Ia pakai sekarang.
ternyata Fika ke payahan hingga minta bantuan Satria untuk membuka resleting, Satria membantu Fika menurun kan resleting punggung mulus putih terexpos jelas membuat Satria menarik nafas dalam.
dengan lembut Satria mencium bahu mulus Fika, tentu sentuhan Satria terasa lebih memabuk kan bagi Fika tapi karena lelah Fika mencoba menolak halus agar Satria tidak meminta lebih.
Satria faham kalau Fika kecapean sekarang Ia sudah sah memiliki Fika seutuh nya.
Ayo kita mandi kamu belum makan kan....ajak Satria, menurut itu yang di lakukan Fika mereka mandi tampa melakukan hal lain.
setelab ritual mandi selesai Satria dan Fika keluar dari kamar bergabung dengan semua keluarga yang masih belum pulang.
berbagai petuah dan pesan mereka dapat dari kerabat yang lebih tua, baik Fika atau Satria mendengar dengan seksama setiap nasehat para orang tua.
Si kembar berlarian sampe jatuh bangun ketika nampak Satria dan Fika duduk di tengah-tengah keluarga yang sedang berkumpul.
tentu Satria dan Fika menyambut ke dua bocah itu dengan rasa rindu dan bahagia.
Jadi JI.....yang jadi mantu mu mantu nya ARINI tah....tanya pakde yang paling tua dari yang ada di sana.
ya KANG....mantu ku...anak nya RAYA......tunjuk Papa Panji ke Ibu Satria.
Nahhh...ini gak usah jauh-jauh ternyata satu Rumpun.......tawa mereka semua tergelak.
mereka terus bercerita beberapa saudara yang memang ingin segera pulang mereka pun pulang dengan di antar seluruh keluarga.
tinggal yang tua-tua saling tukar cerita sedang pengantin baru masing-masing menggendong dua balita Imut untuk menidur kan di kamar.
Satria meletak kan Sanda dalam box begitu juga Fika meletakan Sandi dengan perlahan agar tidak bangun.
setelah kedua balita itu tertidur kini giliran Satria selancar mania karena si pedang panjang minta hak nya yaitu sarung.
walau awal nya Fika menolak dengan alasan capek tapi serangan lembut membuat nya terbuai dan tidak hanya sekali mereka terus mengulang seperti musafir yang haus di padang pasir.
setelah lelah Satria mengecupi kepala Fika tak lupa ucapan terimakasih selalu Ia ucap kan, ternyata setelah syah lebih nikmat......ucap Satria sambil menarik Fika lebih kedalam pelukan nya.
tampa sepengetahuan Ayah, Ibu dan yang lain nya Indah sudah pulang, ijab qobul selesai Indah pulang karena hati nya tak tenang dengan kejadian yang menimpa Heny.
dengan naik angkutan umum idah sudah sampai di kos-kosan Heny.
Lo kak jam berapa ini......tanya Heny buru-buru membuka pintu setelah beberapa kali ketokan.
Indah masuk melempar tas sembarangan lalu mengambil air dari dispenser, gluuuukkk Indah menghabis kan air satu gelas dengan nafas ngos-ngosan.
Heny diam kembali berbaring di ranjang, keberanian nya timbul karena Indah kini bersama nya.
Mana handuk Hen....tanya Indah gerah ingin mandi.
Heny bangkit arah lemari mengambil handuk untuk Indah.
Ini kak......Heny menyerah kan handuk ke tangan Indah.
__ADS_1
Kamu jangan tidur dulu kita bicara.....ucap Indah meraih handuk dan berlalu ke kamar mandi.
tak perlu waktu lama Indah sudah selesai mandi dan mengambil baju Heny di lemari kemudian mengenakan nya.
tringggg....suara handphone Indah berdering riuh, buru-buru Indah mengambil handohone dan melihat no kontak yang menghubungi nya.
Apa Ndi.....tanya Indah setelah terhubung...
Kakak di mana......tanya Andi dengan nada khawatir.
Kakak udah pulang Ndi.....ucap Indah dapat juga mendengar suara omelan ibu.
oh yaudah.....ucap Andi setelah tau kalau Indah sudah lebih dulu pulang.
setelah telephone terputus Indah duduk di samping Heny yang terlihat sangat ngantuk.
Hen apa langkah kamu selanjut nya.....tanya Indah tampa berpaling.
gak tau Kak kalau lapor Aku malu Kak.....ucap Heny dengan nada sedih.
terus kamu mau biarin penjahat berkeliaran trus kalau kamu hamil gimana.....tanya Indah kali ini menatap tajam Heny.
Heny menangis karena Ia juga gak tau harus berbuat apa.
gak perlu nangis besok kakak temani kamu buat laporan di kantor polisi biar cepat di usut bajingan itu....ucap Indah dengan marah
Aku takut kalau orang kantor dengar mereka akan mengejek ku kak....ucap Heny sambil sesegukan.
Kamu pilih mana buat laporan kalau kamu di perkosa toh kalau orang tau kamu gak perlu malu karena ini jelas-jelas insident.
kalau tidak melapor tiba-tiba kamu hamil siapa yang akan tanggung jawab itu malah semakin membuat kamu malu Hen karena mereka semua akan anggap kamu sama dengan perempuan nakal.
dan satu lagi kalau kamu ketemu jodoh kamu sudah tidak perawan trus suami mu tanya kamu mau jawab apa....mau bilang kamu di perkosa pasti dia akan tanya tentang laporan kalau kamu gak bisa kasi bukti maka Dia akan buat kamu sama dengan perempuan panggilan.
ucapan Indah bertubi-tubi membuat Heny semakin histeris.
mereka berdua rebahan tapi ntah kenapa sama-sama tidak merasakan kantuk padahal Indah cukup capek sedang Heny mata nya nanar memikir kan harus bagaimana menyampaikan musibah yang Ia alami.
Pagi menjelang kedua pengantin baru sah kemarin masih tidur sambil berpelukan tapi si kembar sudah lebih dulu bangun dan bermain dalam box tempat tidur mereka.
setelah lama terbangun dan merasa haus kedua nya menangis kencang tentu Satria dan Fika langsung bangun.
Fika lebih dulu mandi sedang Satria menggulung selimut di tubuh polos nya, mendekati si kembar dan membuat kan susu agar ke dua balita itu diam.
Fika sudah selesai kini berganti Satria ke kamar mandi.
cepetan Sat biar gantian mereka juga mau mandi......ucap Fika
ya ntar.....jawab Satria bergegas ingin membantu Fika memandikan dua anak nya.
setelah selesai memandi kan si kembar kini Fika sibuk mengejar balita yang terlalu aktif hingga sedikit susah memakai kan baju.
Satria meraih benda pipih yang terletak di atas nakas samping tempat tidur, setelah membuka layar gawai begitu banyak panggilan dari Andi dan Ibu.
Satria membuka pesan wasapp untuk melihat pesan masuk, seperti kena sengatan listrik Satria membaca pesan Andi yang mengatakan kalau Indah ilang.
Kenapa Sat.....tanya Indah karena melihat raut wajah Satria berubah.
Kata Bang Andi kak Indah ilang.....ucap Satria dalam ke bingungan.
coba telephone dulu.....ucap Fika.
Satria menyetujui saran Fika dan langsung menelphone Andi sang Abang.
Gimana Bang tanya Satria setelah sambungan terhubung.
apa nya yang bagai mana....jawab Andi karena sedikit kesal Satria tak mengangkat ketika di hubungi.
__ADS_1
Kak Indah udah ketemu.....Tanya Satria dengan nada khawatir.
ya sudah pulang Dia setelah acara ijab kamu kemarin......jawab Andi lagi.
yaudah Bang Aku kesitu....ucap Satria ingin mengahiri panggilan.
Gak usah ini kami udah mau jalan pulang.....ucap Andi ketus.
Satria tidak menjawab Apa-apa lagi selain diam dan kembali meletakan handphone nya di atas nakas.
sedang Fika sudah keluar kamar sedari tadi bersama si kembar.
Dalam perjalanan pulang Ibu terus kepikiran Indah hati nya tak tenang beda dengan Ayah yang terlihat santai karena ayah memang kurang peka.
Ibu langsung ngomel ketika turun dari mobil melihat Indah dan Heny sedang duduk di teras.
apaan sih Bu sampe-sampe langsung ngomel gak jelas......protes Ayah.
mereka semua masuk Ibu segera menuju dapur karena sudah ke biasaan jam segini Ayah pasti minta di buat kan kopi.
Indah kenapa pulang gak bilang-bilang......tanya Ayah menatap Indah yang kini tertunduk.
Indah diam bekan nya menjawab begitu juga Heny tertunduk karena takut.
Ayah baru menyadari pasti ada yang di sembunyikan oleh kedua putri nya.
Ibu muncul dengan segelas kopi untuk Ayah, setelah menaruh kopi di meja Ibu duduk di sebelah Heny.
kenapa pulang gak bilang-bilang Ndah....tanya Ibu kini dengan suara lembut nya.
Indah dan Heny saling lihat satu sama lain, indah mengedip kan mata sebelah agar Heny menceritakan apa yang sudah menimpa nya.
tapi Heny menggeleng karena lidah nya terasa kelu saat ini.
Ayah jadi semakin penasaran melihat tingkah kedua anak gadis nya.
Indah menarik nafas panjang agar menghilangkan ke gugupan nya.
Bu, Ayah Heny di perkosa.....ucap Indah membuat Ayah dan Ibu langsung melotot kaget.
Ayah diam Ibu juga diam karena mereka begitu terkejut mendengar kabar barusan.
Heny sesengukan menangis rasa takut malu bercampur jadi satu.
kapan kejadian nya.....tanya Ayah sambil mengusap muka kasar.
Indah diam karena Ia juga lupa bertanya kapan peristiwa itu terjadi, Indah menyikut tangan Heny agar menjawab pertanyaan Ayah.
u..u..udah seminggu lebih Yah.....jawab Heny terbata-bata.
kenapa kamu baru bilang sekarang.....bentak Ayah sambil berdiri.
Ibu memeluk Heny sambil menatap tajam pada Suami nya, Ayah duduk kembali dengan lemas.
Yah bisa kita lapor karena ada bukti nya.....ucap Indah sambil membuka galeri di handphone Heny.
Indah memperlihat kan foto-foto yang di kirim si pelaku kepada Heny.
Ayah terdiam tiba-tiba kepala nya terasa pusing, bulir-bulir halus keluar di kening Ayah, Ibu mendekati suami nya menyapu pundak Ayah.
Heny cuma bisa menangis dan indah mendukung keputusan Ayah untuk melapor kan kejadian yang menimpa Heny.
Andi sangat geram dan ingin mencari laki-laki yang sudah memerkosa kakak nya, Andi menghubungi beberapa teman baik nya di kepolisian, Andi menceritakan kan dan memberi kontak si pelaku.
sedang Satria sengaja tidak di beri tau apa yang sudah menimpa Heny, mereka tidak ingin merusak moment bahagia Satria.
Heny, Indah, Ibu dan Ayah pergi ke kantor polisi untuk melapor kasus pemerkosaan terhadap Heny.
__ADS_1