MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
SATU BULAN


__ADS_3

sungguh kesakitan luar biasa yang pernah Satria rasakan, Fika merasa sangat bersalah hingga latah hampir ikut memegang pedang panjang untung Ia cepat Sadar.


Fika bangkit dengan penuh rasa bersalah apa lagi mendengar Satria mengaduh maka semakin takut lah Fika.


Tanggung jawab kamu Fik udah patah ni.....ucap Satria sambil mengaduh.


membuat Fika semakin takut, kemudian Fika berfikir pasti ini hanya akal-akalan Satria, kenapa harus takut apa lagi tendangan nya tidak kuat pikir nya.


tapi kalau fatal ya bisa berakibat fatal juga Fika sedikit tersenyum karena fikiran nya sendiri.


Fik tega kamu Fika....ucap Satria sambil terus mengaduh kali ini membuat Fika yang pintar jadi keliatan bodoh.


Satria pura-pura nangis kesakitan dan Ia minta Fika menuntun nya ke kamar mandi dengan alasan tak bisa jalan karena ngilu.


Fika yang merasa bersalah pun tak bisa menolak, tampa ragu Fika memapah Satria ke kamar mandi.


waktu di papah Fika, Satria sempat senyum karena Ia memang purak-purak.


Sampai di kamar mandi Fika ingin langsung keluar tapi di cegah, Satria minta tolong Fika membuka ikat pinggang karena Ia ingin melihat pedang nya patah atau tidak.


Fika nurut karena rasa bersalah nya, dengan gemetar Fika membuka ikat pinggang Satria, sementara Satria semakin mengaduh.


setelah Ikat pinggang terbuka Fika langsung keluar dengan pipi merona karena malu.


sedang Satria geli setengah mati berhasil ngerjain Fika, setelah buang air kecil Satria cari akal untuk ngerjain Fika sekali lagi.


Fik....fika...panggil nya dari dalam kamar mandi.


Fika pun berdiri di depan kamar mandi menunggu Satria buka pintu.


Fik....Fika....panggil nya lagi, langsung di jawab Fika.


Satria membuka pintu ingin melangkah tapi sempoyongan dengan sigap Fika segera membantu memapah nya kembali ke sofa.


satria masih terus mengaduh hingga Fika mendudukan nya di sofa, sesudah Satria duduk Fika ingin berlalu tapi di cegah Satria.


duduk....Titah Satria.


Fika pun menurut...


Fik Kamu harus tanggung jawab....ucap Satria.


Aku harus bagaimana....tanya Fika yang mulai mencium gelagat Satria.


terserah mau mu bagaimana, yang penting kamu harus tanggung jawab...ucap Satria lagi.


kali ini Fika menatap manik mata Satria, seakan ingin masuk mencari benar kah kesakitan atau hanya pura-pura.


Satria juga menatap mata indah di depan nya bukan cuma mata yang jadi fokus Satria tapi bibir Fika yang kini ingin Ia ***** segera.


Satria menahan diri sekuat-kuat nya tak ingin kedua anak nya sakit karena kepergian Fika.


dengan apa Aku harus bayar ke salahan ku...tanya Fika....merasa hawa di sekitar nya panas.


cukup Kamu merawat anak Ku selama Satu bulan di rumah ku.....jawab Satria enteng membuat Fika mendelik kepada nya.


Satria bangkit untung gak lupa, sengaja jalan dengan kaki terbuka seolah-olah menahan sakit agar Fika percaya kalau Ia benar-benar kesakitan.


Fika terdiam sambil berfikir satu bulan bukan waktu yang singkat dan harus bertemu dengan Satria setiap hari, bagai mana kalau Aku tidak mau, pasti Satria akan menceritakan yang tidak-tidak ihhhh malu kalau Mama Papa tau


Fika sedang sibuk dengan Fikiran nya salah satu anak Satria bangun, segera Fika mengambil Sanda dari dalam bok dan menggendong nya.


ternyata Sanda sudah buang air segera Fika membersih kan Sanda ingin memandikan takut kalau-kalau panas sanda naik lagi.


Satria yang berhasil ngerjai Fika tertawa girang, Fika aku akan membuat mu jatuh cinta dan tak ingin jauh dari ku...ucap Satria dalam hati sambil senyum penuh kemenangan.


Andi Dan Ibu datang langsung ke ruangan si kembar ketika membuka pintu kedua nya di suguh kan pemandangan bahagia melihat Fika mengganti pakaian Sanda sambil mencandai Sanda.


Ibu masuk ingin meletakan bungkusan tapi Ibu heran melihat meja dan sofa yang sudah berubah posisi.


Satria yang kini tengah duduk di salah satu pusat perbelanjaan tak jauh dari Rumah sakit berinisiatif menelephone Andi untuk melancar kan Sandiwara supaya Fika bisa tinggal selama satu bulan dengan alasan untuk ngurus si kembar.


Andi yang tengah sibuk mengajak Sandi bicara merasa saku nya bergetar, segera Andi merogoh Saku untuk mengambil handphone yang kini berada dalam saku nya.


Andi melihat nama si pemanggil ternyata Satria langsung Andi menggeser ke atas untuk menerima Panggilan.


Halo Bang.....


Halo ya ada apa.


sekarang abang di mana


ruangan anak mu....


abang keluar dulu Aku mau bicara.

__ADS_1


Andi menuruti Satria dengan pertanyaan di kepala, setelah Andi di luar.


Sat...Sat...


Iya bang...


ada apa sat ini Kamu di mana....tanya Andi


Aku gak jauh Bang....jawab Satria


Yaudah Abang ke sana....


gak usah bang biar Aku aja yang ke sana....sambungan telephone di matikan Satria dan iya segera ketempat Andi setelah membayar cofe yang Ia minum.


Satria terengah-engah karena buru-buru tak ingin rencana nya berantakan.


olah raga baru segitu ngos-ngosan...ledek Andi karena melihat Satria yang ngos-ngosan mendatangi nya.


Satria mengitari pandangan mencari tempat duduk agar nyaman menyampai kan rencana nya.


Bang ke situ yuk....tunjuk satria pada bangku taman tak jauh dari tempat saat ini mereka berdiri.


Satria beriringan dengan Andi menuju taman di Samping Rumah sakit.


mereka duduk berseblahan di bangku taman.


apa rencana mu Sat...tanya Andi.


Satria tetsenyum..Bang Aku punya ide agar Fika terus bersama si kembar kemudian Satria menceritakan kejadian dari malam hingga pagi tak luput ketika Ia mengerjain Fika di kamar mandi.


membuat Andi tak dapat menahan tawa sungguh Adik nya ini nakal pandai menggunakan kesempatan.


Trus....ucap Andi masih sambil tertawa.


Yaitu Aku minta bantuan Abang lah biar Fika bener-bener merasa bersalah dan mau jaga si kembar selebih nya biar urusan ku Bang...ucap Satria tampa dosa.


kalau Fika gak mau gimana....tanya Andi lagi.


hhhmmm... pura-pura aja Aku ngadu ke Om Panji pasti dia takut, Om panji akan berfikir kalau Fika udah Aku apa-apain langsung di nikahin deh...jawab Satria panjang lebar.


yakin kamu mau ngelakuin ini....tanya Andi memastikan adik nya.


yakin Bang maka nya Abang bantu Aku ya.....Satria memohon.


Andi berfikir sejenak tak bisa memutus kan langsung tapi mengingat Si kembar mau tak mau Andi ahir nya setuju.


Iya Bang Aku ngerti...jawab Satria.


mereka telah sepakat dan kini kembali ke ruangan si kembar.


Sampai di depan Pintu Satria kembali berpura-pura masih merasakan sakit tentu membuat Andi senyum sambil geleng-geleng kepala.


Satria membuka pintu lalu masuk, Ibu yang melihat nya heran kenapa Satria berjalan seperti orang habis di sunat.


Sat kenapa nak...tanya Ibu sedang Andi mati-matian nahan tawa.


Gak apa-apa Bu....jawab Satria sambil melirik Fika.


kok jalan nya gitu kamu bisulan....tanya Ibu penasaran.


Gak bu....jawab Satria menatap Fika tajam.


Trus kenapa jalan mu gitu....tanya Ibu lagi.


Hhhmm Ibu tanya aja Fika...jawab Satria sengaja.


Dek jantung Fika seakan berhenti karena malu Satria begitu gampang nya melempar pertanyan Ibu dan Harus Ia jawab.


Ibu melihat Andi...meminta penjelasan sedang Andi hanya senyum sambil mengangkat bahu.


Dokter masuk untuk memeriksa Si kembar Sanda dan Sandi memang lucu setiap Dokter akan memeriksa selalu menangkap tangan Dokter hingga Dokter semakin gemas dengan dua anak kembar yang aktif dan pintar.


Gimana Dok.... tanya Andi....


mereka sudah sehat pak....jawab Dokter...


Apa sudah di perboleh kan pulang...tanya Satria hingga Dokter heran melihat jalan Satria.


ya sudah boleh pulang...jawab Dokter Sambil memperhatikan jalan Satria.


Maaf pak apa bapak sedang sakit....tanya Dokter.


Iya Dok ada kucing nakal tiba-tiba lompat....Satria menunjuk ke arah pedang panjang nya.


tentu Andi ingin terbahak hingga batuk-batuk gara-gara omongan ngeles Satria.

__ADS_1


Dokter mangut-mangut...bener-bener nakal kucing nya ya Pak.....ucap Dokter...


Fika cuma nunduk...tak berani melihat siapa pun sebab dada nya berdebar-debar.


Dokter permisi meninggal kan mereka di ruangan si kembar.


Ibu Dan memberes kan perlengkapan si kembar karena mereka akan segera pulang.


Satria satu mobil dengan Fika dan Sanda, sedang Andi satu mobil dengan Ibu dan Sandi.


di perjalanan Fika diam tak bersuara membuat Satria ingin membuli nya lagi.


Fik Kamu sudah bilang ke Orang tua kamu kalau kamu akan menjaga Si kembar selama Satu bulan....tanya Satria.


Fika menggigit bibir nya binggung harus alasan apa kepada kedua orang tua nya.


Fik....panggil Satria....belum...jawab Fika tiba-tiba.


kenapa apa musti aku yang bilang ya gak apa-apa juga sih biar aku ceritain ke Om Panji kalau kamu udah nendang... Satria menggantung kata-kata nya karena Fika langsung nyolot.


Iya biar aku yang bilang ke Papa....ucap nya.


Satria membuang muka sambil tersenyum ternyata usaha nya berhasil.


Sampai Di rumah Satria Fika langsung Masuk ke kamar yang dulu di pakai Mama Arini, Sanda dibawa serta ke kamar itu oleh Fika.


Ibu menarik leher baju Satria untuk mengikuti nya ke dapur.


Andi menggendong Sandi hanya senyum melihat Ibu menarik Satria.


Fika menaruh Sanda di lantai yang beralas kan ambal dengan bulu-bulu panjang tentu membuat Sanda girang berguling dan merangkak sesekali Sanda menghibur Fika dengan celoteh nya.


Fika masih terus putar otak bagai mana cara ngomong ke orang tua nya kalau Ia akan menjaga si kembar.


Setelah ibu bicara dengan Satria Ibu menemui Fika di kamar terlihat Fika yang sedikit lesu Ibu tau apa penyebab nya tapi setelah Ibu fikir-fikir niat Satria benar apa lagi kini dua cucu nya begitu lengket dengan Fika.


Fika.....panggil Ibu..


ya tante...


kamu kenapa nak....


Fika bingung mau bilang gimana ke papa dan mama kalau Fika mau jaga si kembar selama satu bulan.


Ibu terdiam sungguh anak nya keterlaluan, Ibu menghela nafas panjang.


apa perlu tante yang Ijin ke Papa kamu....tanya Ibu.


Fika langsung senang saat itu juga.


Ya tante tolong ya Fika masih pengen dekat dengan Si kembar, Fika gak tau kalau tante Ibu nya Satria sudah Tau sandiwara anak nya.


Ibu Satria sengaja menghubungi kedua orang tua Fika di depan Fika agar bisa di dengar langsung.


setelah mengucap kan salam Ibu langsung mengutara kan apa tujuan nya.


Mas Panji....


Ya ada apa Raya..


ini mas Raya mau minta ijin Fika nginep di sini karena si kembar baru pulih.


loh sudah sehat kan cucu mu.


iya mas itu pun berkat Fika mas..


ya kalau sudah sembuh buat apa lagi Fika di situ..


bukan Gitu mas ini cucu ku masih rewel pengen terus dekat Fika.


mana Fika saya mau bicara.


ada mas sebentar....Ibu memberikan Handphone pada Fika.


Halo pah


Fika bener kamu mau jaga anak Satria...


ya pa kasian pa mereka cuma diam kalau sama Fika...Mama Mana Pa..


Mama mu pergi kerumah temen nya.


ya sudah kalau kamu mau jaga ingat ya Fik jaga diri....ucap Papa Fika karena bagai mana pun Satria duda di tinggal mati.


Iya pah sampein dengan Mama ya Pa...

__ADS_1


sambungan di putus Fika dan mengembalikan Handphone tante nya.


__ADS_2