
dua perusahaan kini maju pesat di bawah pimpinan Satria yang bertangan dingin, setiap hari pula rutin Fika mengantar makan siang untuk suami nya.
Fika tidak membiarkan Satria makan-makanan di luar Fika lebih senang Satria makan masakan yang Ia buat dengan tangan nya sendiri.
Bik saya minta tolong daging nya di cuci ya.....ucap Fika pada pembantu, Bibik mencuci daging sambil bernyanyi lagu daerah nya.
Teny pembantu yang paling muda di antara pembantu lain sengaja mengaget kan bibik yang memang latah.
dapur jadi ramai cekikikan karena kelakuan latah bibik meniru siapa saja yang menjahili nya.
Fika tersenyum melihat kelakuan pembantu nya yang kocak, para pembantu juga cukup senang karena Fika tak membedakan derajat nya walau Ia nyonya rumah.
apapun yang Fika masak atau bawa pulang pembantu harus ikut makan bersama dan Satria cukup senang memiliki Fika yang baik budi.
setelah selesai masak Fika mandi tinggal Bibik yang memasukan makanan kedalam box makan untuk di bawa Fika.
setelah mandi Fika sedikit berdandan sambil mematut diri di depan cermin, terdengar suara si kembar dari depan pintu Fika pun dengan senang hati menyambut kedua anak tampan yang kini semakin bijak bicara walau celat.
Mam ma titut.....ucap Sanda dengan gaya lucu nya.
oh anak mama mau ikut ke kantor Ayah ya.....tanya Fika tentu kedua nya mengangguk , Fika tidak bisa menolak dan memanggil teny untuk ikut bersama nya.
Ten nanti kamu tolong jaga si kembar pas abang lagi makan.....ucap Fika ketika mereka sudah dalam perjalanan.
iya nya....jawab Teny senang di ajak Fika.
mereka sampai tentu si kembar jadi pusat perhatian para karyawan kantor, mereka dengan senang mengajak si kembar keliling untuk melihat-lihat tentu Teny ikut juga membiar kan Fika menemani Satria makan di ruangan nya.
Satria berjongkok menciumi perut Fika yang kini mulai nampak buncit, udah ah cium nya makan dulu.......ajak Fika karena Ia merasa geli.
mereka duduk di sofa, Fika membuka box yang berisi daging rendang serta box nasi dan lauk pauk lain tak ketinggalan buah potong.
baru setengah dari isi piring yang di makan Satria, si kembar masuk di ikuti Teny dari belakang.
kedua bocah gembul memangganggu aktifitas makan sang ayah terpaksa Fika ambil andil menyuapi suami yang sedang memangku kedua putra nya.
begitulah kehidupan di keluarga Satria sesuai dengan mimpi yang pernah Ia ukir di ingatan, bahagia punya istri cantik dan pinter masak sukses dan anak-anak yang sehat.
tapi nama nya kehidupan di sisi lain terkadang kita merasa sudah komplit tapi tetap aja ada sandungan walau terlihat kecil tapi cukup untuk menyakiti orang-orang sekeliling kita.
Lima tahun berlalu si kembar sudah mulai sekolah dan Fika sudah melahir kan bayi perempuan yang kini berusia empat tahun.
begitu juga Beno dan tika memiliki seorang anak laki-laki dengan wajah tampan layak nya foto kopi Beno.
sedang Heny tidak beruntung Bayi nya meninggal setelah Ia lahir kan sempat depresi karena kehilangan anak, tapi berkat kesabaran Ferdy merawat nya luka kehilangan buah hati kini terobati.
Ferdy lupa rencana awal setelah tau kehamilan Heny, Tak bisa Ia tekan lagi Rasa cinta dan sayang nya Pada Heny sekarang Heny kembali hamil Ferdy harus ektra menjaga kandungan Istri yang kadang masih terlihat murung.
setelah di berangkat kan Haji oleh Satria kini kedua orang tua nya menghabis kan waktu di rumah, si kembar sudah sudah hampir tamat SMA.
sedang Risky baru tahun ini melabuh kan hati nya pada seorang janda beranak satu, walau awal Ibu menentang tapi karena permohonan Indah dan Satria ahirnya Ibu merestui Risky.
Kini masalah di Indah yang masih menutup Diri belum mau membuka Hati karena kegagalan yang pernah di alami nya.
Indah kapan lagi.....tanya Ibu ketika mereka duduk di teras belakang Rumah melihat Ayah membersih kan tanaman bonsay kesayangan nya.
Ah nanti lah Bu....jawab Indah ntah kenapa Ia paling malas kalau Ibu sudah bahas soal nikah.
__ADS_1
jangan tunda-tunda umur Mu sudah tua .....ucap Ibu kemudian menyesap Teh di gelas yang sejak tadi Ia pegang.
Indah tidak menjawab tak ingin pembahasan berlanjut.
Ayah sudah selesai dengan tanaman nya sambil menyapu peluh dengan menggunakan handuk kecil Ayah menghampiri Istri dan anak gadis nya.
ini Yah kopi nya.....Ibu menyuguh kan kopi ke Ayah.
Kamu kenapa Ndah....tanya Ayah karena Indah terlihat murung.
Ibu langsung menyahut, biasa Yah kalau sudah mulai di sunggung nikah pasti marah.....omel Ibu.
Ya udah gak usah di paksa Bu rejeki, jodoh, pertemuan, maut sudah di atur yang di Atas .....kata Ayah.
Ibu diam mendengar kata-kata Ayah, Indah permisi untuk ke dalam tak ingin berlama-lama karena pasti ujung pembahasan Ibu tetap tentang nikah sering gak nyambung.
Indah merebah kan tubuh hati nya juga lelah terus menahan marah setiap pertanyaan nikah-nikah dan nikah.
Huffff...kayak gak ada pembahasan lain, batin Indah.
Sambil berbaring ingatan Indah ke masa lalu awal bertemu begitu berkesan hingga pertunangan itu terjadi indah masih merasa bahagia, tapi di waktu pernikahan tinggal menghitung hari Indah harus menerima kenyataan pahit.
ada terselip sedih di hati Indah kala teringat kejadaian lalu, setitik air mata mengalir di sudut mata nya indah mengusap menggunakan telapak tangan nya tak seberapa lama setelah itu Indah tertidur.
Di rumah Satria kedatangan dua tamu paling bikin Satria gondok setengah mati Tamu rusuh itu sebutan Satria kepada dua tamu yang kini sedang berkunjung ke rumah nya.
Fika selalu santai menanggapi ocehan Tamu Satria yang tidak lain adalah Latif dan Fajar, tentu suasana rumah jadi rame dengan kehadiran mereka berdua.
eh Sat gua mau ngomong serius.....ucap Fajar.
Satria menatap Fajar dengan senyum ngejek seakan tau kalau serius kata Fajar pasti ujung nya ngebanyol ngakak.
Tumben lo nanyain nyokab bokab gua....ucap Satria.
ya elah Lu lupa ya dulu Gua sering kerumah Lo....ucap latif lagi.
Iya Gue ingat lu ngabisin kue buatan Ibu Gue kan......Satria mengingat kan kejahilan Latif ketika berkunjung ke rumah nya.
Fajar tertawa karena Ia juga ikutan ngabisin kue yang untuk di jual Ibu satria.
eh ngomong-ngomong lu bedua kapan nikah.....tanya Satria di tengah-tengah tawa lucu mereka.
ah udah ah jangan ngomongin nikah eneg Gua....ucap Fajar.
Lu tau Sat Fajar di tinggal kawin ama cewe nya.....timpal Latif sambil ngakak.
wee seneng Lu ya temen dapat musibah.....Fajar protes kata-kata Latif.
Teny datang dengan napan berisi dua gelas minuman dingin, Fajar dan Latif langsung berhenti tertawa kala melihat kedatangan Teny.
Latif menyenggol lengan Satria dan bertanya dengan bahasa bibir tentang siapa Teny, Silah kan tuan.....ucap Teny mempersilah kan setelah selesai menaruh gelas di meja.
serempak Latif dan Fajar menjawab dengan antusias membuat Satria geleng-geleng kepala lihat kekakuan kedua teman nya.
Siapa Sat....tanya fajar penasaran dengan Teny.
pembokat Gue...napa Lo mau....tanya Satria.
__ADS_1
Latif dan Fajar saling pandang lalu mereka tos di udara, Satria yang ngerti gelagat teman nya langsung mengulti matum ke dua nya.
jangan macem-macem Lo bedua.....membuat Latif dan Fajar terkekeh ternyata mereka sudah di baca oleh Satria.
tapi kalau serius boleh kan Sat.....tanya kedua nya berbarengan.
Satria tidak menjawab terlalu malas Karena Ia sangat tau dengan kelakuan ke dua teman nya.
mereka ngobrol berjam-jam dari masa sekolah sampe masalah pekerjaan masing-masing setelah cukup larut barulah Latif dan Fajar undur diri pulang ke rumah masing-masing.
setelah tamu receh nya pulang Satria naik ke kamar mencari keberadaan Fika, ternyata Fika sedang mengoles krim malam di depan cermin.
satria memeluk Fika dari belakang mereka bertatapan dari pantulan cermin puas melihat wajah satu sama lain, Satria membalikan Fika agar menghadap nya.
Tidur yuk...udah malem...ucap Fika sambil mengurai pelukan Satria.
tentu Satria tak melepas kan Fika begitu Saja karena tuntutan si pedang panjang sudah mulai bereaksi.
Satria menunduk untuk ******* bibir Fika, tapi dengan cepat Fika menutup mulut nya menggunakan telapak tangan hingga Bibir Satria mencium punggung tangan Fika.
Aku datang bulan....ucap Fika dengan raut muka tak enak.
ini bagaimana....tunjuk Satria pada inti Diri nya yang sudah menyesakan celana yang Ia pakai.
puasa....jawab Fika sambil berlalu naik ke atas ranjang.
Satria langsung lemas merasa di tolak Fika, Ia juga ikut berbaring tapi sial nya si pedang tetap minta sarung nya.
Satria terlentang dengan tangan satu di atas kepala, mencoba memejamkan mata dan berusaha menekan hasrat nya.
Fika merasa bersalah tapi mau gimana Ia juga dalam posisi yang tidak menguntung kan, Fika berusaha membujuk dan memuaskan Suami nya dengan cara lain.
Satu jam Fika memuaskan Satria dengan cara alternatif hingga Satria benar-benar mencapai *******.
bertubi-tubi Satria mendarat kan ciuman di kening Fika tanda terimakasih, karena Fika mengerti akan Diri nya dan mereka tidur sambil berpelukan hingga pagi.
pagi Fika di sibukan dengan menu sarapan pagi, setelah selesai dan menata di meja Fika menuju kamar membangun kan Satria dan menyiap kan pakaian kantor baru kemudian membangun kan anak-anak nya.
Fika di bantu baby sister mengurus si kembar dan satu putri ke sayangan nya.
satria merasa sangat beruntung mempunyai Fika istri saleha, tentu kebahagiaan menjadi sempurna.
setelah Sarapan pagi Fika bertugas mengantar si kembar sedang Satria mengantar putri cantik nya Sayra cantika ke sekolah taman kanak-kanak.
Tiba di gerbang sekolah taman kanak-kanak Satria turun mengantar putri nya masuk sampai ke depan kelas, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki berlari hampir menabrak Sayra untung Satria cepat menarik putri nya.
Maaf....ucap seorang perempuan yang mengejar anak laki-laki yang belarian tadi.
setelah mengantar Sayra ke dalam kelas Satria bergegas kembali ke mobil yang akan membawa nya ke kantor.
tapi baru membuka pintu seseorang sudah menyentuh pundak nya, Satria menoleh untuk melihat siapa yang menyentuh nya.
Maaf pak masih ingat Saya......tanya si perempuan.
Satria diam sejenak lalu menggeleng karena memang Ia tidak ingat.
Saya Tika dulu Saya perwakilan dari perusahaan xxxxxxxx kita meting sama-sama dengan perusahaan Asing.....jelas Tika agar Satria ingat.
__ADS_1
Satria ingat dengan meting itu tapi sama sekali Satria tidak ingat Tika.
setelah di rasa cukup berbasa basi Satria pamit untuk pergi ke kantor nya, tentu Tika faham pembisnis seperti Satria tidak akan membuang waktu percuma.