MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
Permintaan Maaf Ayah


__ADS_3

Satelah Melalui perdebatan Panjang Ibu Berhasil Membujuk Anak-anak nya UntuK Pergi Menjenguk Ayah Kerumah Sakit.


Sedih Juga Bersyukur Atas Ijin Yang Kuasa Semua Anak Nya Berkumpul Seperti Yang Ia Mau.


Ayah Meminta Maaf Dengan Semua Anak Nya. Satria Senang Dengan Hadiah Pemberian Andy,. Setelah Beberapa Hari Kini Mereka Harus Berpisah Lagi Untuk Menjalani Kehidupan Yang Selama Ini Sudah Mereka Jalani.


Hanya Risky Yang Tidak Kembali, Risky Memilih Tetap Tinggal Untuk Menjaga Ibu Dengan Modal Yang Ada Risky membuka Warung Kopi dan Membukakan Ibu Warung Di Depan Rumah.


Tri Dan Suami Berjanji akan Mengirim uang Untuk Tambahan belanja. Mawar Dan Heny Juga Berjanji Akan Mengirim Sedikit Dari Gaji Mereka, Indah Membantu Ibu Kalau Sudah Pulang Kerja Dan Gaji Indah Hanya Cukup Untuk Memenuhi Kebutuhan Nya Sendiri.


Andy Membantu Biaya Sekolah Adik-adik Nya.


Sepakat Mereka Melarang Ibu Jualan Kue Keliling, Dan Sekarang Ibu Di Sibukan Di Warung Sambil Mengurus Rumah.


Sedang Ayah Harus Menikahi Perempuan Yang Ia zinahi Karena Perempuan tersebut Hamil.


Kini Perubahan Tampak terjadi Di Keluarga Satria Dan Juga Sudah Tak terdengar keributan atau Marah Ayah Dengan Suara Lantang Semua Berubah.


Saat Ini Satria Sedang Mengikuti Ujian Ahir,Hubungan Nya Dengan Rima Hanya Pertemuan Sebatas Sekolah Dan Ponsel.


Setelah Selesai Mengerjakan Beberapa Soal Ujian Satria Duduk Di Parkiran Sekolah Dengan Gaya cool Nya Satria Memang Tergolong Murid Yang Memiliki Paras Tampan Membuat Diri Nya Di Kejar-kejar Murid Cewe Dari Kelas Sebelas Sampe Kelas Dua Belas sedang Anak kelas Sepuluh Hanya Berani Ngelirik-ngelirik Dari Jauh.


Rima Seperti Di Tuntun Berjalan Menuju Parkiran Ntah Kenapa Kaki Nya menuntun nya keparkiran, walau sebenar nya Rima Masih Engan Untuk Pulang.


Rima Jalan Tertunduk Karena Memikir Kan Keputusan Papa Agar Ia Melanjut Kan Studi Nya Di Luar Negri.


Rim, Satria memanggil Nya Dan Rima Merasa kalau Dia sedang Berhalusinasi. Rima, Panggilan Kedua Menyadar Kan Nya Kalau Ia Tidak Sedang Halu.


Rima Menoleh Kesana Kemari Mencari Sumber Suara Dan Kini Di Dapati Nya Satria Sedang Menatap Nya Dengan Senyum.


Rima Menghampiri, Satria Bangkit Dari Duduk Nya Di Motor, Aku Kangen Kamu Rima Satria Mendekat Ingin Sekali Memeluk Tubuh Mungil Yang Sering Hadir Di Setiap Mimpi nya.


Ayo Masuk Ke Mobil Mu Kan Kaca Nya Gelap, Otak Mesum Satria Mulai, Kala Melihat Bibir Ranum Yang Sempat Ia Rasakan Manis Nya.

__ADS_1


Tampa Menolak Rima Langsung Setuju, Kini Mereka Sudah Di Dalam Mobil Duduk Di Bangku belakang agar Tak Ada Pbatas.


Satria Langsung Mendarat Kan Ciuman Di Bibir Tipis Rima Begitu Juga Rima Membalas Setiap ******* Dan Sesapan Hangat Satria, Hingga Tangan Satria Sedikit Berani Bergerilya Meremas Benda Kenyal Di Dada Rima.


Cukup Membuat Rima Melambung Bahkan Sesekali Keluar lenguhan Merdu Dari Bibir Yang Masih Di Kungkung Bibir Satria.


Mereka Melakukan Ciuman Semakin Dalam Lupa Kalau Mereka ada Di Parkiran Sekolah.


Bibir Rima Seakan Menjadi Candu Bagi Satria, Semakin Memperdalam Membuat Rima Merintih Kala gigitan kecil, Di Tengah-tengah ciuman Mereka.


Kedua Nya Berhenti Saat Nafas Sudah Tersengal-sengal, Sat Aku Ingin Tau Perasaan Kamu Ke Aku Rima Terbata-bata.


Rima Menatap Mata elang Di Depan nya.


Satria Kembali Mengecup Bibir Rima Dengan Sedikit Buas, Apa Ini Masih Belum Cukup Harus Aku Ucap Dengan Kata-kata.


Rima Mengangguk, Baik lah Sini telinga Mu Aku Mencintai Kamu Rima, Suara dan Henbusan Nafas Satria membuat Rima Meremang,Kembali Satria Menyatukan Bibir Mereka Dengan Lembut Hingga Rima Tidak Dapat Menahan Hasrat.


Tapi Satria Masih Dapat Menahan Dengan Segala Kekuatan Nya Meredam Hasrat.


Satria Menarik Bibir Nya Dari Bibir Rima Yang Sudah Terbakar Demikian Hebat Nya, Rima Menatap Sayu Sambil Membuka Kancing-Kancing Baju Putih Nya.


Jangan Rima Satria Menghentikan Pergerakan Tangan Rima, Aku Rela Satria Kalau Kamu Yang Ambil Tatapan Mata Rima Masih Sayu.


Iya Aku Akan Ambil Hak Ku Di Malam Pengantin Kita, Satria Kembali Mengancing Kemeja Rima Sambil Menyatukan Bibir Mereka Kembali dengan Penuh Kelembutan.


Rima Menitik Kan Air Mata Di Tengah Ciuman Mereka Tersentuh Hati Nya Satria Yang Terkenal Nakal Masih Mau Menjaga Kesucian Nya.


Kenapa Kamu Menangis Aku Akan Tunggu Kamu Pulang Dari Studi Kamu,Satria menghapus setiap tetesan Air Mata Rima Dengan Ibu Jari Nya.


Di Pandang Nya Bibir Tipis Yang Sudah Sedikit Bengkak Dengan Keganasan Nya Tadi.


Rima Merapikan Pakaian Yang Sudah Sedikit Kusut, Satria Menatap Nya Dengan Tatapan Penuh Cinta.

__ADS_1


Berapa Lama Kamu Di Sana, Tanya Satria sambil Mengusap-usap Pipi Rima Dengan Punggung Tangan.


Empat Atau Tiga Tahun, Jawab Rima Dengan Lesu.


Jangan Nakal Aku Akan Tunggu Kamu Sambil Aku Usaha Cari Kerja, ucap Satria meremas jemari lentik Rima.


Minggu Depan Aku Buat acara Perpisahan Kamu Datang Ya,!?..Pinta Rima.


Karena Papa....Akan Mengirim Ku Lebih Awal.


Ya Aku Akan Datang ..Tapi Bagaimana Dengan Papa Mu Aku Takut Nanti Papa Mu Malah Mengusir Ku.


Gak Akan.. Bantah Rima Karena Ini Syarat, Aku Akan Berangkat Setelah Acara Perpisahan Dan Papa, Mama Tidak Aku Perboleh Kan Hadir.


Kening Satria Berkerut Mendengar Penuturan Rima Tak Mengerti.


Trus Kamu Buat Acara Di Mana, Tanya Satria Aku Buat Di Apartemen Kak Dewi,Siapa Dewi Tanya Satria.


Kak Dewi Anak Angkat Papa Udah Nikah sekarang Dia Di Belanda Ikut Suami Nya.


Malas Banyak Tanya Satria pun Turun Setelah Mencium pipi dan Bibir Rima Begitu Juga Sebalik Nya.


Satria Kembali Duduk Di Atas Motor Sedang Rima Masuk Duduk Di kursi Kemudi, Dari Kaca spion Rima Melihat Bibir Nya Yang Sedikit Bengkak, perlahan Rima Mengusap Bibir Bengkak Nya Masih Terasa ******* Panas Mereka Tadi.


Latif Tergopoh-gopoh Lari Ketempat Di Mana Satria Duduk, Latif Mengatur Nafas Nya Yang Terengah-engah.


Kenapa Lo Di Kejer Setan, Satria Mengomeli Latif Yang Baru Sampai.


Gua Buru-buru Gua Mau Minta Tolong Ke Lo Antarin Gua Ke Rumah Sakit Abang Gua Kecelakaan, Latif Mengatur Nafas.


Tampa Banyak Fikir Satria Langsung Menghidup Kan Mesin Motor Nya,Meluncur Ke Rumah Sakit Yang Di Bilang Latif. Sedang Rima Mengikuti Dari Belakang.


Rima Terkesan Dengan Cara Satria Mengendarai Motor, Timbul Ke Inginan Untuk Duduk Di Boncengan Satria Sambil Memeluk Dari Belakang, Rima Tersenyum Sendiri.

__ADS_1


Duh Otak Gue ke Banyakan Berhayal Sekarang Rima Terkikik Sendiri


__ADS_2