
Rima terbangun karena merasa lapar, tapi ntah kenapa pagi Ini Ia ingin di suapi Satri.
Aduh Gimana sih Nak Ayah kan gak ada di sini,rima berucap sambil meraba-raba perut yang masih rata.
tapi keinginan makan dari tangan Satria begitu besar, Rasa tak terbendung Rima harus cari akal agar dapat keluar pagi ini.
Aku harus pura-pura joging nih,seketika Rima menjentikan jari karena sudah menemukan ide.
Bergegas Rima memakai trening dan sepatu sport, biar Mama Papa Gak Banyak pertanyaan.
Rima Turun Kebawah berpapasan Dengan Papa kluar dari kamar, Mau kemana Kamu tanya Papa sambil melihat penampilan Rima dari ujung Rambut sampai ujung Kaki.
Seperti yang Papa liat, Rima mengangkat Tangan sambil Berputar Di depan Papa.
Ada apa ini,Mama Datang Tiba-tiba.
Mah Rima Mau joging di taman kota ya kali aja ketemu teman-teman udah kangen, Rima menunjukan muka memelas.
Ya sudah hati-hati jangan lama-lama,nanti temanin Mama ke butik ya.
sip ok ma Rima pergi dulu,tak lupa Rima Salim sambil mencium Tangan kedua Orang Tua Nya.
Enak Nya makan Apa ya, Rima segera menelphone Satria, Tapi berulang Kali Tak Di angkat.
Ihh gak di angkat Apa Masih tidur, ah sebaik nya Aku samperin Aja kerumah nya.
Rima melaju mencari Warung Bubur , hhhmm pasti enak nih kalau makan di Suapi Suami ku.
Sementara di kediaman Rima,Mama Mulai merasa Ada berbeda Dari pertumbuhan Anak Gadis nya.
Rima Tiba-tiba Nafsu Makan nya bertambah Suka ngemil Dan Tubuh Nya semakin berisi, ah mungkin Rima Minum Vitamin Atau pengaruh Udara Dingin Disana Merubah Mot nya Dari Malas Makan jadi Doyan Makan.
Mama Masuk Kekamar Rima Ada Rasa penasaran Dari dengan perbedaan Dari putri nya.
Mama Duduk Di Pinggir Ranjang Ntah Kenapa Pandangan Nya Tertuju Pada tempat Sampah Di Samping Meja Rias Rima.
Mama Melangkah Melihat Isi Dalam Tong Sampah, Dengan Mata Terbuka Lebar Mama Merunduk Mengambil Beberapa Alat Tes Yang Di Buang Rima.
Astafirullah Apa Ini Mama Terkejut Saat melihat Dua garis Di setiap Alat tes, Apa maksud Nya ini atau jangan-jangan Rima Hamil, gak gak gak mungkin.
Hati Mamak Menolak Tapi Ada Terselip Yakin Karena Melihat Perubahan Rima, Ya Allah Bagai Mana Ini.
__ADS_1
Mama Mondar mandir Dengan perasaan tidak menentu.
Ma Mama...Papa memanggil Dari Luar Dengan Sigap Mama Mengumpul kan Alat tes Dan menyimpan Di laci rias Rima.
Papa Maasuk Setelah Mama selesai menutup laci, Mama Ngapain Di sini.
Papa Sudah memeluk Istri Tercinta nya Dari belakang.
Gak Ada pah Cuma Mama Heran Kenapa Papa Ahir-Ahir ini terlalu keras pada Rima.
Papa Keras Itu Untuk Menjaga Nya, ucap Papa sambil mencium tengkuk Mama.
Iya Tapi Papa Kelewatan Tau, suara Manja Mama Karena Merasa Sensasi Berbeda Dari Ciuman Sang Suami.
Mah Kita Lanjut Di Kamar Ya Di Sini Takut Rima Pulang, Papa Langsung Menggendonga Mama Ala anak koala dan Mama melingkar kan kedua kaki Di pinggang kuat Suami nya.
Rima Sudah Sampai Di Depan Rumah Satria, pintu rumah Terbuka Cuma Ada Wanita seumuran Mama Nya Di Warung Ujung teras Rumah Satria.
Rima Turun menuju Warung dengan mengucap kan salam, Waalaikum salam eh mau cari apa neng Tanya Ibu Ramah.
Mau Ketemu Satria Bu, Satria nya ada.
Oh Sebentar Nak Ibu Liat Kedalam, Ibu Masuk Ke rumah Dan langsung kekamar Satri.
Ada Apa Bu, Tanya Satria Setelah di bangunkan Ibu.
Cuci meka Mu itu Ada Anak Gadis Cantik Nyariin Kamu, Tutur ibu Langsung meninggalkan Satria yang masih Mengusap-usap mata.
Sini Nak Masuk Ngapai Bediri Di situ, Ibu mempersilah kan Rima Masuk.
Iya Bu, Rima menyalami Ibu Satria sambil mencium tangan Ibu.
Satria ngintip Dari Balik Kain Penutup Pintu, Aduh Ngapain Sih Rima Pagi-pagi Kemari segera Satria membasuh muka.
Rima Mengedar kan pandangan nya kesetiap sudut Ruangan, Sederhana Tapi bersih ucap Rima dalam hati.
pssst Psst Satria memanggil Dengan Bahasa kode, Rima Menoleh melihat Kearah Suara.
Sini Yank Panggil Satria Di Depan Pintu Kamar.
Rima Nurut, Kenapa Di Kamar Yank bisik Rima Takut Ada Yang Dengar.
__ADS_1
Satria Langsung Membawa Rima kedalam pelukan nya, Di hujani nya setiap inci wajah Rima Dengan Ciuman Hingga Ciuman Itu Berahir Di Bibir cukup Lama.
kedua nya terengah-engah, Ada Apa Pagi-Pagi udah Ke Sini, Pengen di Suapin Kamu Suami ku jawab Rima Manja membuat Satria gamas.
Mau Di Suapa Apa hhmm, Satria menyusuri leher jenjang Rima Dengan Kecupan Lembut membuat Rima Bergetar Hebat.
Yank Nanti Ketahuan Ibu Gimana, protes Rima Di tengah Lenguhan Nya.
Tapi Satria semakin Menggila Di Sesap Nya ujung merah Jambu yang terlihat semakin menggoda nya, Yank Jangan Di Sini, lagi-lagi Rima Ingin menyadar kan Satria tapi Gagal.
Gigitan Halus Satria Malah membuat Rima mengeram Dengan leluasa Satria melesak kan Diri Hingga Rima menutup Mulut nya Takut terdengar suara Yang keluar.
Hampir Satu Jam pertarungan Dosa Manis Mereka lakukan, Mandi Gih, ucap Satria sambil mengelus-elus perut rata rima, rima bangkit menuruti apa yang Di perintah kan Satria.
Satria Melihat Punggung Rima Yang berjalan Kekamar mandi, kenapa Aku Jadi sayang banget Tak rela Kalau Ia Jauh Dari ku.
Apa Yang Harus Aku Lakukan, Satria menjambak Rambut nya Sendiri.
Rima Selesai Mandi Tapi Tak berani Keluar Karena lupa bawa handuk.
Yank Yank panggil Rima Pelan Takut Di Dengar Orang Lain.
Satria Tau Dan Langsung melangkah membawa handuk untuk Rima.
Kok Masuk Sih protes Rima Karena juga ikutan masuk bersama handuk.
Pegang Nih Satria menarik tangan rima ke pedang nya, Ih Kamu Yank Baru Juga selesai.
Yank Sekali lagi Ya, Gak Ah Aku takut ketahuan ibu tolak rima tapi karena Rima Masih polos tampa Sehelai benang itu justru membuar serangan Satria lancar.
teriak Lah Yang Kamar mandi Ini kedap Suara, Satria tau Sedari tadi Rima menutup Mulut nya Takut Suara nya terdengar keluar.
hentakan demi hentakan Ahir nya Pergulatan Selesai.
Suami Ku Nakal Banget Sih, ucap Rima Sambil Mengeringkan Rambut pake handuk.
Tapi istri ku Suka kan, balas Satria.
hhhmm abis ,enakk,ucapan rima di potong Satria.
kedua nya tertawa, yank suapi Aku dong Dari Tadi aku Udah Bawa bubur Takut udah dingin.
__ADS_1
Ternyata Bubur memang Sudah Dingin Tapi Rima Semangat Dengan setiap Suapan Satria.
Dosa Manis Biar lah mereka yang Dalam cerita AJa Ya guys Kita janganπππππ