MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
BUNUH DIRI


__ADS_3

Heny melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan hampir dua jam mereka di kantor polisi.


Andi gerak cepat menghubungi kawan-kawan preman nya, ingin rasa nya Andi menghancur kan wajah si pelaku.


Heny menangis kembali Ia menerima sms berupa foto diri nya dan laki-laki yang memperkosa nya.


ternyata si pelaku sengaja ingin merusak mental Heny, apa itu Hen....Indah menyambar handphone dari tangan Heny.


Mata Indah melotot seperti mengenali wajah si pemerkosa, Indah berfikir dan mengingat-ingat di mana melihat wajah yang kini terlihat dari samping.


Beda lagi di kamar hotel yang kini di tempati Ajeng, meringkuk di atas kasur menunggu Beno mengambil pakaian di rumah Tika.


Kamu beneran Ben mau ninggalin Aku......ucap Tika dengan wajah sendu.


Beno sibuk memasukan semua pakaian nya kembali ke koper karena menuruti kata hati nya untuk memperjuang kan cinta nya pada Ajeng.


Beno juga tidak sanggup melihat orang yang sangat Ia cintai terpuruk seperti yang kini tengah terjadi Pada Ajeng.


setelah selesai memasukan pakaian nya ke dalam koper Beno mendekati Tika yang kini duduk di pinggir ranjang sambil menangis.


Beno membelai sayang rambut Tika yang tergerai memang Beno rasa berat meninggal kan Tika karena bersama Tika Ia menjadi laki-laki berarti tapi cinta nya hanya untuk Ajeng.


Beno tidak boleh serakah untuk menguasai dua wanita sekaligus dalam hidup nya, memang sudah beberapa waktu ini rasa sayang mulai hadir di hati nya untuk Tika.


tapi tetap Ajeng lebih dominan menguasai hati nya, Beno harus memilih dan pilihan Itu jatuh pada Ajeng yang sudah empat tahun mereka bersama.


Kamu jaga diri baik-baik ya.....ucap Beno sambil mengusap punggung Tika.


Tika hanya menangis tampa melihat Beno di sebelah nya, Sebenar nya Beno juga tak sampai Hati meninggal kan Tika.


Beno berdiri merih kedua bahu Tika dan membawa Tika dalam pelukan nya, Beno mencium dalam kening Tika yang kini terlihat pucat.


Saat Beno melepas pelukan nya dari tubuh Tika, seketika Tika jatuh tidak sadar kan diri membuat Beno panik buru-buru menggendong Tika ke atas tempat tidur.


Tik....Tik......Beno berkali-kali menepuk halus pipi dan menggosok telapak tangan Tika.


Beno penik segera mencari kunci mobil Tika untuk membawa Tika ke rumah sakit.


setelah mendapat kunci mobil Beno menggendong Tika untuk membawa nya ke rumah sakit tetdekat.


Beno menunggu Dokter yang memeriksa Tika.


keluarga pasien ucap Salah satu perawat di ruang periksa, ya Saya.....ucap Beno gugup.


Beno masuk karena memang di suruh masuk, Beno duduk di hadapan Dokter yang sedang menulis sesuatu di kertas.


Bapak harus ektra menjaga Ibu jangan sampe stres kayak nya Ibu nya belum makan ya....


pertanyaan Dari Dokter yang tentu kurang di fahami Beno..


Maaf Dok sakit apa sebenar nya.....Tanya Beno karena menurut nya Dokter terlalu berbelit-belit.


Dokter melihat wajah Beno...Bapak suami nya kan.....Tanya Dokter lagi.


Beno diam tapi memang Ia yang membawa dan tau kalauTika Tidak punya siapa-siapa lagi.


Ya saya suami nya......jawab Beno ingin segera tau apa yang di derita Tika.


kemungkinan Istri Anda hamil tapi belum begitu jelas, karena belum dua minggu jadi belum tampak secara keseluruhan.

__ADS_1


Beno terdiam benarkah Tika Hamil...Beno terduduk lemas di kursi ruangan Dokter.


Tika sadar dari pingsan nya pengedarkan pandangan lalu bangkit sebab Tika tidak tau berada di mana sekarang tapi kemudian Tika terduduk karena jarum infus masih menempel di tangan nya


Eh Ibu sudah siuman.....tegur suster yang baru masuk.


siapa yang membawa saya kemari sus....tanya Tika.


Ibu di bawa suami Ibu itu Bapak sedang di ruangan dokter.....ucap suster.


kalau begitu saya permisi untuk memberitahukan Dokter kalau Ibu sudah siuman.....Suster pun berlalu meninggal kan Tika yang masih berfikir dan mengingat-ingat terahir hingga tak sadar kan diri.


Dokter masuk di ikuti Beno dari belakang wajah Beno tampak Kusut sedang Dokter tersenyum lebar melihat Tika kini duduk di atas brankar.


gimana Bu apa Ibu merasa sesuatu .....tanya Dokter memeriksa botol Infus yang tinggal setengah.


kelihatan nya Ibu belum makan dan minum sesuatu yang mengakibat kan dehidrasi.....ucap Dokter sambil memperhatikan wajah Tika.


Beno cuma diam sungguh fikiran nya kacau tapi kalau meninggal kan Tika sendiri itu tentu gak mungkin.


Tika melihat wajah Beno yang diam sejak tadi, apa benar Ia hamil dulu saat bersama suami nya Tika di vonis mandul hingga Ia harus menelan pil pahit hinaan dari mertua, ipar dan orang sekeliling nya.


teringat Itu Tika merasa hati nya sakit dan di pelupuk mata nya sudah mengambang sungai kecil yang siap mengalir turun.


Dok apa saya sudah boleh pulang......tanya Tika karena merasa Ia jadi pengganggu untuk Beno.


hhhmm baik lah kalau ibu mau pulang secara keseluruhan Ibu sehat cuma pola makan harus lebih teratur ya....ucap Dokter melepas jarum infus dari tangan Tika dan di dalam botol cairan Infus sudah tidak banyak lagi.


Dokter seakan tau dengan masalah yang di hadapi Tika dan Beno tapi gak ada hak nya untuk bertanya lebih jauh.


setelah selesai dan memberi resep beberapa vitamin Beno dan Tika pamit bersalaman dengan Dokter, tak lupa Dokter memperingat kan Beno untuk ektra perhatian lebih dengan Tika yang sedang mengandung.


Beno benar-benar dalam di lema besar saat ini, tapi di sudut hati kecil nya sempat senang karena akan menjadi seorang ayah, namun semua tertutup karena ingatan nya kembali pada Ajeng.


sampai di dalam Tika merasa perut nya lapar, Tika menuju dapur sedang Beno memilih duduk di balkon karena fikiran nya kacau.


Tika membuat sandwich untuk diri nya juga untuk Beno tapi sengaja tika makan lebih dulu tak ingin mengganggu Beno yang tampak penuh kebimbangan Saat ini.


Seandai nya Beno meninggal kan nya Tika bertekat akan membesar kan sendiri janin yang saat ini berada di tubuh nya.


terlalu lama menunggu Beno berdiam diri membuat Tika tidak tahan dan segera menyampaikan apa yang saat ini ada di fikiran nya.


Ben.....panggil Tika sambil menepuk halus bahu Beno yang duduk termenung di balkon.


kalau kamu ingin pergi Aku gak papa kok, pergilah Aku gak akan minta tanggung jawab kamu.....ucap Tika sok tegar padahal hati nya terluka dengan kata-kata nya sendiri.


Beno berdiri langsung melihat kedua mata berbulu lentik dan Beno dapat melihat ada gurat sedih kesakitan di dalam mata Tika.


lama mereka saling pandang satu sama lain hingga Beno duduk kembali dengan tarikan nafas berkali-kali Beno mengusap wajah nya dengan kasar.


beri waktu Aku berfikir Tika.....ucap Beno tak ingin melihat Tika berdiri lama karena menunggu jawaban dari nya.


Tika faham Apa yang sedang di rasa Beno saat ini.


setelah Tika pergi handphone di saku Beno berdering, Beno tau kalau itu pasti panggilan dari Ajeng terlalu malas untuk mengangkat Beno membiarkan hingga suara dering itu mati sendiri.


tapi Ajeng yang memang keras kepala tak putus asa setelah beberapa kali tidak di angkat Beno selancar Sms lah yang di kirim nya.


Beno tak perduli karena kehamilan Tika yang jadi fikiran nya juga saat ini.

__ADS_1


menit berlalu menit jam pun berganti dengan angka semakin tinggi begitu juga hari sudah menujukan kabut gelap jelang malam Beno masih betah duduk setelah dua gelas kopi, sandwich dan sepiring nasi goreng ludes Beno masih enggan bangkit.


Ben....panggilan Tika kali ini benar-benar membuat nya kaget.


masuk yuk gak baik angin malam nanti masuk angin, Tika tetap perhatian membuat Beno semakin sulit.


tampa menjawab Beno mengikuti langkah Tika untuk masuk ke kamar, Tika menghempas kan diri nya di atas ranjang sedang Beno menatap Tika dengan sayu.


benar kah yang di dalam perut Tika janin milik nya, pertanyaan konyol itu hadir begitu saja di kepala Beno.


tapi selama Ini pun Ia yang selalu bersama Tika, Fikiran terus berkecamuk hingga Beno memutus kan akan bertanggung jawab akan kehamilan Tika.


mereka tidur karena sudah sama-sama lelah dengan fikiran masing-masing, Beda dengan Ajeng yang menggila mengamuk karena Beno tidak kunjung pulang dan setiap panggilan juga sms tak satu pun Beno lihat membuat Ajeng menangis ternyata baru sekarang Ajeng menyadari kehadiran Beno sangat Ia butuh kan.


pagi menjelang ntah siapa yang duluan juga kedua nya tak ingat tapi setelah sadar kedua nya kaget karena mereka tidur saling peluk satu sama lain.


dengan wajah Malu Tika bangkit membersih kan diri dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan mereka berdua.


Beno berendam lama di kamar mandi pagi ini Ia akan mengambil sikap untuk janin nya Tika dan juga Ajeng, tapi tiap kali nama Ajeng di ingatan nya setiap kali pula Beno jadi plinplan dalam mengambil keputusan .


Ben....panggil Tika dari luar karena Beno begitu lama, ya....jawab Beno buru-buru menyelesaikan ritual mandi nya.


Beno keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang, Tika langsung membuang muka tak mau menatap dada polos Beno.


Beno tau Tika membuang muka tapi Beno gak mau ambil pusing dan memilih bergegas berpakaian.


setelah Beno selesai berpakaian mereka sama-sama menuju dapur untuk sarapan, Beno terlihat sangat menikmati sarapan yang di masak Tika dengan lahap Beno memakan hingga nambah.


Tika maklum mungkin karena fikiran berat makanya Beno begitu berselera makan makanan yang Ia masak.


tapi Tika juga gak mau egois setelah melihat sendiri bagaimana Beno memperlakukan Ajeng Tika memilih mengalah tidak akan mempertahan kan Beno walau Ia hamil, Tika bertekad akan mengurus sendiri anak yang sedang di kandung nya.


Ben...Aku gak papa kok kalau kamu lebih milih Ajeng dari pada aku......ucap Tika sendu....


Beno melihat Tika dengan perasaan tak menentu, hingga ahir nya Beno menggenggam tangan Tika.


Aku akan bertanggung jawab.....ucap Beno karena memang itu yang seharus nya Ia lakukan.


bagaimana dengan Ajeng.....tanya Tika.....


Beno diam.....memikir kan ucapan Tika.


Beri Aku waktu untuk menjelaskan semua pada Ajeng.....ucap Beno kemudian menyesap kopi nya.


Tika diam memang benar Beno perlu waktu untuk berfikir dan menjelas kan pada Ajeng, Tika harus sabar untuk menunggu hari baik nya.


Beno pergi setelah Pamit dengan Tika, ada perasaan tenang di hati Tika karena Beno tidak membawa pakaian nya.


Beno mendatangi Ajeng betapa terkejut nya Beno melihat kamar yang di tempati Ajeng bak gudang pembuangan karena semua barang berhamburan dan ada beberapa yang pecah.


Beno terkesiap melihat Ajeng yang tergeletak dengan bersimbah darah, Beno langsung memanggil petugas hotel untuk membantu nya.


Ajeng di larikan ke rumah sakit dan pihak polisi mengecek sisi tv memperkirakan jam berapa orang lain keluar dari kamar Ajeng dan pada hari dan jam berapa orang lain yaitu Beno kembali ke kamar Ajeng untung Beno belum sempat menyentuh apa pun.


hingga pihak kepolisian mengatakan Kalau Ajeng bunuh diri dengan memotong urat nadi di pergelangan tangan, bagi Ajeng yang fobia akan darah langsung pingsan saat melihat darah nya mengucur deras.


Beno kembali ke apartemen Tika membawa berita duka tentang Ajeng, tentu Tika juga shock mendengar kematian Ajeng yang tragis.


Tika menemani Beno mengurus kepulangan jenazah Ajeng pada pihak keluarga, tapi Beno tidak ikut mengantar bukan karena takut tapi tak ingin menambah luka hati tatkala keluarga Ajeng menayakan perihal kematian Ajeng.

__ADS_1


.


.


__ADS_2