MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
CINCIN BERLIAN


__ADS_3

dua hari sudah berlalu waktu nya Prayoga mengantar Beno ke makam kedua orang tua nya.


Tika juga ikut beserta Tino yang duduk di kursi roda, awal Beno protes tapi setelah Prayoga bicara barulah Beno diam bisa menerima Tika.


sampai di pemakaman Prayoga memerintah kan anak buah nya untuk membantu Tino anak Beno, sedang Tika berjalan beriringan dengan Beno.


Beno bersimpuh di pusara Mama seketika tangis nya pecah Tika juga bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam di rasa suami nya.


Tika juga larut dalam sedih karena belum sempat berjumpa dengan mertua nya, Beno meraung menyesali semua yang pernah Ia lakukan kepada orang tua nya kata maaf lah yang selalu Ia ucap kan dalam tangis nya.


sedu sedan di perkuburan lebih dua jam raungan Beno tak urung menjadi perhatian orang-orang yang juga berziarah, ada yang terharu ada juga yang ngatai kalau Beno pasti punya banyak dosa dengan kedua orang tua nya.


setelah Prayoga beri pengertian barulah Beno mau beranjak pulang, dalam perjalanan Prayoga juga mengatakan pesan kedua almarhum untuk mereka berdua dan ada beberapa aset yang yang di titip kan kedua orang tua nya untuk Beno.


Beno hanya mendengar tampa komentar sedang Tika merasa senang karena Suami nya bisa bangkit lagi dari keterpurukan.


Prayoga dan anak buah mengantar Beno, Tika dan Tino kerumah kontrakan yang selama ini di tempati keluarga kecil Beno.


Prayoga melihat-lihat tempat tinggal Beni adek nya, sungguh perasaan nya tak karuan ternyata Ia hidup bergelimang harta sedang adik nya hanya hidup jauh dari kata sederhana.


Prayoga tak sanggup untuk meninggal kan Beno juga ipar dan ponakan nya, Prayoga membujuk Beno untuk Pindah ke rumah orang tua nya yang sudah lama kosong sebab setelah menikah Ia pindah kerumah sendiri karena Kinanti tidak mau tinggal di rumah yang pemilik nya sudah meninggal.


Beno pindah hanya membawa beberapa stel pakaian begitu juga Tika dan Tino Darma anak semata wayang mereka.


tak lupa Tika dan Beno berpamitan dengan beberapa tetangga, aura keharuan sangat kental tatkala Beno dan Tika pamit dengan tetangga.


Tika sempat menangis teringat bantuan para tetangga kala keluarga kecil nya hampir lapar dan Tika berjanji akan kembali di waktu senggang.


setelah kepergian keluarga Beno semua tetangga merasa sedih sebab Tika kerap membantu begitu juga Beno ringan tangan dan tutur bahasa baik lah yang di ingat para tetangga.


setelah sampai di halaman rumah mewah mobil Prayoga terparkir Ia turun mengajak Beno dan keluarga nya.


Beno masuk dengan perasaan Sedih sudah puluhan tahun rumah bersejarah ini Ia tinggal kan Foto diri nya dari semenjak bayi hingga dewasa masih terpajang di tempat nya.


"Siapa yang bersih kan bang".....tanya Beno karena melihat rumah bersih dan masih terawat segala perabotan nya.


"Ada yang tinggal di vafiliun"....ucap Prayoga.


"Siapa Bang"....tanya Beno sambil berkerut kening.


"kamu ingat mbak Ipah"....ucap Prayoga sambil menghempas kan punggung nya di Sofa.


"Mbak Ipah yang anak Bude Dewi".....ucap Beno.


"Iya"......jawab Prayoga kemudian membakar rokok dan menyesap nya.


Mbak Ipah masuk dengan napan berisi minuman dingin untuk tamu yang baru tiba.


Beno melihat mbak Ipah dengan senyum lebar, setelah menaruh napan di atas meja mbak ipah memeluk Beno dengan haru, sebab tak pernah berfikir akan bertemu Beno setelah semua menganggap Beno sudah hilang di telan bumi.


"Kemana saja kamu ben"....tanya mbak ipah sambil menangis dalam pelukan Beno.


"jangan tanya mbak yang penting sekarang beben nya mbak udah di sini"....ucap Beno.


setelah melerai pelukan Beno mbak Ipah melirik ke Tika dan Tino.

__ADS_1


"Mereka siapa"....tanya dan tunjuk mbak ipah.


"Ini istri ku mbak"...ucap Beno sambil memperkenal kan Tika, dengan hormat Tika menyalami Mbak Ipah.


"Nah yang itu anak ku Mbak"....tunjuk Beno ke Tino.


Mbak ipah mendekati Tino karna mengerti Tino duduk di kursi roda.


"Aduh ganteng nya ponakan bude".....ucap Mbak ipah sambil menjawil pipi Tino membuat wajah Tino memerah malu.


"Mbak Beni sudah pulang dan dia akan menempati rumah ini mbak gak usah sungkan tetap seperti biasa" ucap Prayoga kemudian menyesap air dingin yang di hidangkan mbak Ipah.


"Iya dek mbak ngerti"....ucap mbak ipah tersenyum manis.


Mbak Ipah mengantar Tika kekamar besar yang dulu di pakai kedua mertua nya dan Tino di antar ke kamar Beno sewaktu lajang dulu.


Tika dan Tino mengedar kan pandangan keseluruh ruangan di kamar masing-masing.


Tika melihat lukisan kedua mertua nya dengan pakaian ala keraton ada pertanyaan yang timbul benar kah suami nya berdarah biru.


Tino berbaring setelah di bantu Mbak ipah naik ke atas ranjang, dengan telaten Mbak ipah membantu Tino.


"Terimakasih bude"....ucap Tino setelah Ia berbaring.


"anak bude jangan sungkan ya"....ucap mbak ipah sambil menyelimuti, Tino tersenyum membuat mbak ipak kembali menjawil hidung mancung Tino.


"sudah kamu istirahat ya besok bude biat kan ramuan biar kaki mu cepat pulih"....ucap mbak ipah sebelum meninggalkan kamar Tino.


malam sudah beranjak Prayoga berpamitan pada Beno untuk pulang, Beno masuk kekamar setelah prayoga pulang dan memerintah kan anak buah nya untuk menjaga Beno sekeluarga.


dalam perjalanan pulang prayoga merasa kepala nya sedikit pusing, sambil memijat kening nya ntah kenapa Prayoga menyuruh supir untuk membawa nya ke kos-kosan Rena.


Prayoga masuk diam-diam karena Rena memang sudah tidur, Prayoga naik ke ranjang dan langsung tertidur karena kepala nya cukup pusing.


Rena tersadar karena mendengar sayup-sayup suara azan, ingin berbalik tapi tubuh nya terasa berat.


Renq belum membuka mata nya, meraba bagian pinggang yang terasa berat.


betapa terkejut Rena meraba tangan kokoh yang melingkar di pinggang nya.


Rena hampir menjerit saat membuka mata nya, tapi muka bantal Prayoga terlihat sangat lelah dengan perlahan Rena menggeser tangan Prayoga yang memeluk pinggang nya.


Rena melaksana kan solat subuh dan berzikir setelah solat, Prayoga tidur sangat lelap hingga pukul sembilan pagi.


sedang Rena menunggu Prayoga bangun dengan cemas, ingin bangun kan Rena tak tega karena Prayoga terlalu lelah kelihatan nya.


Rena duduk sambil mengenang awal pertemuan dengan prayoga, saat teringat akan kejahatan nya Rena merasa sangat bersalah.


Prayoga terbangun sambil meraba kasur di sebelah nya, karean tidak menemukan yang Ia cari Prayoga segera bangkit untuk mencari keberadaan Rena dan ternyata Rena duduk di kursi tidak jauh dari ranjang.


"Sudah bangun".....sapa Rena saat melihat Prayoga sudah berdiri sambil menatap nya.


Rena bangkit menuju lemari untuk mengambil handuk agar Prayoga bisa mandi dan segera berangkat.


Prayoga ingin memeluk Rena dari belakang tapi segera Rena menjauh, sebab dapat melihat Prayoga dari pantulan kaca lemari.

__ADS_1


"kenapa kamu menghindari Saya".....ucap Prayoga tidak senang.


"maaf yo dulu kita sudah melakukan ke salahan" Rena menarik nafas dan menghembus kan dengan kasar.


"setelah Aku tau dan merasa bersalah setidak nya sekarang aku ingin merubah diri" ucap Rena lagi kemudian menunduk.


Prayoga tersenyum tak di sangka nya Rena benar sudah berubah keinginan untuk menikahi Rena sudah tidak bisa Ia bendung .


Prayoga berlutut di depan Rena, tentu Rena kaget dengan apa yang di lakukan Prayoga.


"Bangun Yo jangan seperti ini"....ucap Rena mencoba mengangkat bahu Prayoga.


"terima Aku sebagai suami mu".... ucap Prayoga kemudian memeluk lutut Rena.


"Lepasin yo jangan seperti ini"...Rena mencoba mendorong bahu Prayoga agar melepas pelukan dari lutut nya.


Rena kehilangan akal sudah berapa kali membujuk tapi Prayoga tetap meminta nya menjadi istri.


Rena ahir nya mengalah karena melihat ke tulusan Prayoga, setelah ucapan mau dari Rena barulah Prayoga melepas pelukan di lutut Rena.


tak di sangka oleh Rena kalau akan terjadi demikian Cepat , Prayoga menelephone beberapa orang untuk datang ke kos-kosan Rena.


Rena bingung tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena salah nya dalam berucap mengiya kan dan Rena memang butuh sosok untuk melindungi serta menjadi tempat Ia melabuh kan segala hal.


Mua dan asisten nya datang untuk merias dan baju kebaya cantik sudah di pakaikan ke Rena dari pantulan cermin Rena melihat diri nya yang terlihat sangat sempurna dan cantik.


Prayoga duduk dengan penguhulu di atas ambal karpet serta beberapa saksi sudah di hadir kan di acara nikah dada kan termasuk ibu kos yang terlihat masam karena tidak bisa dandan di salon.


acara sakral berlangsung penuh hikmat dengan ucapan sahh dari saksi yang menggema di ruangan kamar sempit itu.


Rena menitikan air mata bahagia dan sedih tak di sangka nya waktu beberapa jam sudah merubah hidup nya.


Prayoga memakaikan cincin berlian yang sangat cantik membuat mata Ibu kos mau copot melihat betapa cantik dan mahal nya cincin tersebut.


Prayoga mencium kening Rena dan Rena mencium punggung tangan Prayoga, semua yang hadir turut larut dalam suasana haru dan sakral.


Setelah penghulu dan beberapa saksi pulang kini tinggal sepasang suami istri yang baru sah dan ibu kos ada juga beberapa penghuni kos lain yang masih terlihat duduk bersama kedua suami istri yang baru menikah.


Ibu kos menggeser duduk nya agar lebih dekat dengan Prayoga dan Rena, tampa rasa malu Ibu kos mengatakan kalau Ia juga mau cincin seperti Rena.


semua yang ada di situ melihat ke arah ibu kos dengan pandangan mengejek termasuk Rena, sedang Prayoga hanya mengulum senyum.


karena tak enak hati Prayoga mengeluar kan selembar cek dan menulis angka sepuluh juta untuk di berikan ke pada Ibu kos.


"Ini bu "...Prayoga menyerah kan selembar cek kepada Ibu kos tentu Ibu kos menerima dengan senang hati apa lagi jumlah nya lumayan banyak bisa nambah buat kamar kos lagi fikir nya.


Sore hari Prayoga segera memboyong Rena pindah di perumahan elite yang sudah lama Ia beli untuk Rena waktu masih di penjara dan sebelum menikahi kinanti.


rumah baru awal hidup baru itu yang di fikiran Rena walau Ia tau Ia dinikahi sirih dan sebagai istri kedua setidak nya Prayoga membawa nya ke kehidupan lebih baik dari sebelum nya.


Rena banyak merubah gaya hidup dan aturan seorang muslim pada diri Prayoga tentu membuat Kinanti heran pada perubahan seketika yang terjadi pada suami nya.


Saat pulang ke rumah Kinanti Prayoga tidak pernah melewat kan waktu solat dan selalu berpuasa di hari senin dan kamis.


tak ingin berfikiran buruk kinanti hanya diam walau kadang menerka apakah Tika yang sudah merubah tabiat suami nya.

__ADS_1


tapi karena perubahan itu sangat di sukuri pula oleh Kinanti, biar lah selagi itu baik dan Prayoga tidak menuntut anak dari nya, sejak di fonis Kinanti mandul maka Prayoga bersikap dingin tapi ntah kenapa ahir-ahir ini kembali sikap Prayoga berubah sedikit hangat.


Kinanti yang dasar nya seorang wanita muslimah tentu tidak ingin mengotori fikiran nya, selama Prayoga memperlakukan nya dengan baik Kinanti sudah cukup bersyukur.


__ADS_2