MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
BERPISAH


__ADS_3

OM Panji mengajak Istri nya untuk menjemput Fika karena sudah tak kuat terus di diemin dan juga tidur terpisah, mereka ke rumah Satria setelah mendapat kabar kalau Fika sudah kembali ke rumah Satria.


Ibu Raya menyambut sepupu nya dengan ramah, sedang Fika jantung nya terus berdegup ketakutan kalau kedua orang tua nya sudah tau apa yang terjadi antara Ia dan Satria.


Ibu mempersilah kan minum setelah ART mengantar minuman dan menaruh di meja.


Satria tersenyum melihat wajah Fika pias ketakutan, gak usah takut mereka belum tau....bisik nya di telingga Fika.


Bener Sat...tanya Fika kemudian menutup mulut nya tak percaya.


Iya yang penting.. Kamu jangan nolak Aku lagi kalau Kamu nolak terpaksa Aku beber kan semua, ancaman yang jadi senjata Satria karena Fika begitu sayang kepada kedua orang tua nya.


Satria dan Fika lagi asik-asik dengan fikiran masing- masing, Sanda menangis minta di gendong Fika tapi Baru saja berdiri ibu datang manggil Fika untuk menemui kedua orang tua nya.


tinggal Satria dan Sandi yang kini main guling-gulingan di atas ambal.


Fika sedikit gemetar waktu berhadapan dengan ke dua orang tua nya, Ibu sengaja meminta Sanda dari pengkuan agar Fika lebih leluasa bicara dengan kedua orang tua nya.


tapi Sayang Sanda tetap gak mau..dan terus Panggil Fika Mama, kedua orang tua Fika saling lihat serasa tak percaya dengan pandangan yang tersaji saat ini mereka ternyum melihat keakraban antara Fika dan Sanda.


Mana satu lagi Fik...tanya Mama.


lagi sama Satria Ma...jawab Fika.


kapan kamu pulang nak....ucapan itu lolos langsung dari bibir Mama Fika tadi nya ingin marah tapi setelah melihat Sanda begitu lengket dengan Fika ntah kenapa perasaan marah itu luntur habis.


Fika terdiam sesaat untuk mengumpul kan jawaban atas pertanyaan Mama nya.


Kasian si kembar Ma kalau Fika pulang....jawaban Fika setelah cukup memikir kan jawaban toh ujung-ujung nya Fika harus tetap menerima Satria.


setelah pulang dari rumah Latif, ntah kenapa Fika seakan tak bisa jauh dari Satria sering Fika bertanya Sendiri kenapa hati nya bisa berubah.


Satria datang sambil membawa Sandi di gendongan, setelah bersalaman Satria duduk di Samping Fika.


Sempat Om Panji melirik anak Dan keponakan nya, kagum dalam hati karena mereka terlihat serasi.


kini mereka ngobrol tidak lagi membahas tentang kepulangan Fika melain kan asik membicara kan tingkah si kembar yang membuat mereka tertawa bahagia.


hari semakin siang Ibu menyiap makanan di meja, Ingin menjamu Abang sepupu nya.


kini mereka makan Satria tak ingin membuang kesempatan, setelah meneguk air putih Satria memberanikan diri untuk kedua kali nya meminta Fika untuk menjadi istri nya.


Om Panji berfikir sambil mengunyah nasi dalam mulut nya, dengan susah payah Om Panji menelan nasi kemudian meminum air putih yang sudah di tuangkan Mama Fika.


Om Panji memperhatikan Fika juga Satria secara bergantian, terlihat kalau Anak nya Fika sudah menyukai Satria keponakan nya.


bagaimana Raya....tanya Om Panji pada Ibu Satria.


Abang salah nanya nih....tanya lah sama kak Rani selaku Mama Fika....Jawab Ibu.


ya mau gak mau mereka harus jadilah...toh yang merusak pertunangan Fika kan Satria sendiri.....ucap Mama Fika dingin.


Papa Fika minum Air putih di gelas nya, ada sedikit perasaan resah ternyata Istri nya masih marah pada nya.


setelah Makan Mereka pindah keruang tamu untuk melanjut kan obrolan tentang permohonan Satria.


Fika tidak ikut ke ruang tamu karena sudah waktu nya Si kembar Tidur dengan Di temani Ibu Satria Fika menidur kan si kembar.


Om Panji selaku Papa Fika meminta Satria berjanji tidak akan menyia-nyiakan anak nya, bagaimana pun Itu hal wajar bagi Satria tidak ada orang tua yang mau lihat hidup anak nya hancur.


Satu lagi Satria Tante minta kamu jangan jadi kan Fika seperti bayangan Rima karena mereka terlalu Mirip....ucap Mama Fika.

__ADS_1


Baik tante....jawab Satria kembali teringat almarhum Rima.


setelah mendapat kata mufakat pernikahan Satria dan Fika akan di langsung kan empat hari kedepan, dan Fika harus pulang kerumah bersama kedua orang tua untuk menunggu hari pernikahan tiba.


Tapi Om bagai mana Dengan Si kembar kalau Fika pulang.....tanya Satria karena sekarang bukan cuma si kembar yang gak bisa jauh termasuk Ia juga sudah tidak bisa jauh dari Fika.


dengan Segala pertimbangan ahir nya orang tua Fika setuju Si kembar Ikut ke rumah mereka.


Ya Om Eh Pa, Ma Satria tinggal dulu ya manggil Fika....ucap Satria mohon undur diri untuk memanggil Fika.


Satria meninggal kan kedua calon mertua di ruang tamu, Ia memberitahu Fika hasil pembicaraan tadi tentu di sambut hangat oleh Fika.


Fik Aku gak bisa jauh dari kamu...ucap Satria sambil memeluk Fika dari belakang, Satria mendarat kan ciuman di bahu Fika yang terbuka karena Fika sedang jinjit mau ngambil tas yang ada di atas lemari .


karena serangan mendadak membuat Tas yang di tarik Fika dari atas lemari nimpuk kepala Satria.


Aduh...ucap Satria sambil menggosok-gosok kepala nya yang terasa sakit sedikit.


Kamu sih suka banget meluk tiba-tiba, nyium tiba-tiba....omel Fika melihat Satria ke sakitan.


bukan nya di sayang malah makin di omelin....ucap Satria dengan muka sedih.


Yaudah jangan kayak anak kecil bantu Aku kemas keperluan si kembar....ucap Fika males ladenin kemanjaan Satria.


Satria membantu Fika menyiap kan keperluan si kembar untuk beberapa hari kedepan, tapi Satria selalu ambil kesempatan mencium Fika.


setelah selesai Satria memandangi dua anak nya yang kini masih tertidur pulas ada rasa tak rela kalau kedua anak nya di bawa kerumah orang tua Fika.


kenapa....tanya Fika melihat Satria terus memandangi si kembar, Satria kini beralih menatap Fika yang kini selalu ada untuk anak-anak dan juga untuk nya.


Fik jujur Aku gak bisa jauh dari kamu....ucap Satria dengan pandangan Sayu menatap Fika.


Satria meraih Fika dalam pelukan nya di hirup dalam wangi leher Fika yang kini menjadi candu nya.


Fika mencium dada Satria menghirup wangi maskulin di tubuh Satria.


yaudah mumpung Si kembar tidur Aku mau mandi.....ucap Fika sambil mendongak menatap Satria.


ya kita mandi Sama-sama......ucap Satria mengurai pelukan kemudian menarik tangan Fika menuju kamar mandi, Fika tau apa yang ada dalam fikiran Satria.


Fika menghentikan langkah nya, Jangan Sat nanti ketahuan aku takut.....ucap Fika melepas genggaman Satria dari tangan nya.


Satria yang memang sudah nafsu malah membungkam mulut Fika dengan bibir nya, Reflek Fika menolak dada Satria tapi sayang Ia kalah kuat.


tampa melepas ciuman Satria mengendong Fika ke kamar mandi.


Satria menurun Kan Fika dari gendongan kini ke dua nya berdiri tampa melepas pangutan


Satria melucuti pakaian Fika.


sedang Fika tak menolak lagi karena tubuh nya selalu Rindu belaian Satria sejak malam Itu terjadi.


kini tangan Satria bergeriya di menara kembar yang berujung bulat remasan lembut tentu membua Fika terhanyut ke hulu sungai.


******* sudah tak dapat di tahan Fika karena rasa itu memang terlalu indah menurut nya.


Satria berlutut mencium mahkota yang kini terpampang di depan mata sungguh indah, Satria membuka kaki Fika agar lebih mudah untuk melihat sarung pedang panjang.


kini lidah mempermainkan inti Fika membuat Fika bergetar menahan Rasa yang tak dapat di ucap kan dengan kata-kata rasa ketakutan nya tadi berubah Rasa nikmat yang teramat sangat.


Fika menjerit kecil berkali-kali saat ujung lidah Satria memainkan inti nya, Fika lemas ingin terduduk buru-buru Satria menopang agar Fika tetap berdiri..

__ADS_1


kini Satria kembali menyatukan bibir mereka dengan kelembutan Satria menyesap bibir dan lidah hingga Fika kembali bersemangat.


Satria membuka pakaian nya sambil terus menyesap lembut ujung menara ******* Fika membuat Pedang panjang semakin mengeras dan minta di masukan ke dalam sarung.


puas bermain di ujung menara Satria mengangkat Fika kembali dalam gendongan nya dan Fika merangkul leher serta melingkar kan kaki di tubuh Satria.


Kini pedang panjang melesak masuk kedalam Sarung posisi Fika masih dalam gendongan si empu pedang.


Satria menaik turun kan pinggul Fika yang kecil membuat Fika terus mendesis dan Satria mengeram penuh nikmat.


semenit dua menit sepuluh menit dua puluh menit empat puluh menit masih dengan posisi sama lonjakan dan hentakan fika yang di bantu kedua tangan satria pada pinggul nya semakin cepat hingga Satria merasa kaki nya kesemutan dan pedang panjang semakin berdenyut.


Satria merubah posisi kini Fika berlutut di dalam bathup bertumpu dengan kedua tangan


sedang Satria melesakan pedang panjang dari belakang kini Sarung terasa semakin sesak membuat Satria menggeram nikmat.


sudah tak bisa di tahan pedang panjang semakin melesak dalam hingga kedua nya merasakan denyut semakin kuat dengan sekali hentakan kedua nya bergetar hebat dengan eraman dan desis nikmat dan kini Fika merasa kedua lutut nya lemas.


Satria mengatur Nafas nya yang terengah-engah karena perseteruan antara pedang dan sarung nya.


Satria mengisi air ke bathup yang berisi Fika di dalam nya, Fika menatap sayu Pria yang berdiri dengan ke adaan polos.


benar kah laki-laki ini yang akan jadi pendamping dalam hidup nya.


Satria berjongkok karena menyadari Fika menatap nya sedari tadi.


mandilah....ucap nya setelah mencium penuh sayang kening Fika.


setelah Selesai mandi dan berpakaian mereka keluar dari kamar Fika menuju ruang tamu Satria naik ke kamar nya.


Fika menemui kedua orang tuanya dan calon mertua nya yang kini sedang ngobrol di ruang tamu.


melihat ke munculan Fika Mama Fika merasa aneh dengan penampilan Fika yang kini memakai jemper jaket yang ada penutup kepala.


ke napa Nak kamu mau naik gunung.... tanya Mama melihat Fika yang berpenampilan beda.


gak Sih Ma Fika sedikit gak enak badan....jawab Fika.


Sini duduk dekat Mama...mama menepuk sofa di sebelah nya.


Fika duduk sini aja ma biar nanti langsung kedengeran kalau Si kembar bangun....tolak Fika halus karena takut ketahuan kalau rambut masih basah.


mama merasa kan kalau anak gadis nya sudah tidak manja lagi, tapi ya bagus lah toh sebentar lagi fika langsung punya anak dua sekali gus mungkin sudah jalan dari yang Kuasa fikir Mama Dalam hati.


si kembar sudah bangun dan kini bersiap-siap berangkat ke rumah orang tua Fika.


Raya abang bawa Cucu Mu....ucap Papa Panji ketika mereka sudah di teras rumah.


Ya Abang Cucu Ku juga Cucu Abang....jawab Ibu.


sedang Satria menatap kedua anak nya dalam bok dorong, ada rasa mengganjal di hati nya karena memang mereka tak pernah berpisah.


Satria menyalami kedua Calon mertua dan kemudian menciumi kedua anak nya, tampak kegembiraan di wajah si kembar.


sedang Fika berdiri di samping bok dorong si kembar.


Jangan rewel ya nak kasian mama Fika...ucap Satria kepada dua anak nya di sambut ocehan oleh si kembar dan senyum Fika.


Satria bangkit secepat kilat mencuri cium di pipi Fika, membuat Fika kesal.


kini Mobil yang di tumpangi Fika dan si kembar sudah pergi tinggal Satria dan Ibu yang berdiri menatap mobil yang berlalu sampai hilang dari pandangan.

__ADS_1


__ADS_2