
pertengkaran antara Fika dan Rena berlangsung cukup membuat Satria cukup geram Satria mencoba bergerak untuk melerai pertengkaran dua perempuan yang saat ini saling ja****.
sangking keras berusaha untuk bergerak Satria jatuh dari atas brangkar, Fika buru-buru lari menghampiri kemudian memangku kepala Satria di paha nya.
Jeritan Fika memanggil Dokter langsung terdengar sebab Dokter yang di dampingi dua perawat sedang menuju ruangan Satria.
Dokter bergegas ke arah sumber suara, Fika mengangkat Satria di bantu Dokter dan perawat.
setelah Satria kembali berada di atas brankar Dokter sempat menoleh karena mendengar orang menangis yaitu Rena.
Kalau Fika menangisi keadaan suami nya tapi kalau Rena menangis mencari perhatian pihak rumah Sakit agar mengusir Fika dari ruangan Satria.
Setelah memeriksa Satria secara keseluruhan Dokter mendekati Rena, sebab awal Satria masuk Rena mengaku kalau Dia adalah Istri Satria.
setelah dapat penjelasan yang di buat-buat oleh Rena Dokter meminta Fika keluar dari ruangan dengan alasan pasien dan keluarga pasien tidak mengijin kan Fika untuk berada di ruangan Satria.
Fika menatap tajam wajah Rena yang bersembunyi di balik tubuh kekar Sang Dokter, tetap perawat menyuruh Fika keluar.
Fika marah karena Ia yang patut menjaga suami nya bukan Rena yang hanya mengaku-ngaku, Fika menjelaskan kalau Dia lah Istri sah satria dan Rena jelas bukan siapa-siapa.
Karena Dokter lebih percaya kalau Rena yang Istri sah maka Dokter memaksa perawat untuk segera mengeluarkan Fika.
saat perawat mulai sedikit memaksa Fika untuk keluar sengaja Fika menepis tangan perawat sambil teriak memanggil Satria.
Satria yang terpejam untuk meredakan pusing karena jatuh tadi memanggil Fika, perawat yang menyeret Fika berhenti karena mendengar suara berat Satria.
Fika berbalik memeluk Satria, Rena yang merasa rencana nya bakal berantakan saat semua tertuju pada Satria diam-diam ia pergi tampa sepengetahuan Dokter juga yang lain.
Dokter kembali memeriksa Satria sungguh satu keajaiban kesehatan Satria sudah pulih walau belum seratus persen.
Fika menggenggam tangan Suami nya yang kini masih terbaring walau sudah mengingat nya dan bisa bergerak tetap Dokter menyaran kan Satria beristirahat agar mempercepat proses penyembuhan.
Setelah tidak menemukan keberadaan Rena Dokter dan dua perawat keluar meninggal kan Fika dan Satria.
"Abang mau apa".....tanya Fika.
"m-mau kamu".....ucap Satria sambil senyum terkembang.
"Abang di sini dulu ya Aku mau temui Ibu di ruangan si kembar".....ucap Fika melepas genggaman tangan nya.
"Fik"......panggil Satria, Fika menghentikan langkah dan berbalik menghadap Satria.
Satria mencoba bangkit tapi cepat di cegah Fika.
"Abang jangan gerak dulu".....ucap Fika sambil menekan kedua bahu Satria agar tidak bangun.
"Aku mau mau lihat anak-anak ku".....ucap Satria memohon agar Fika mengijin kan Ia ikut ke ruangan Si kembar.
Berapa papun kegigihan Fika menolak tapi permohonan Satria tak dapat di tolak nya, Fika meminta tolong pada perawat yang bertugas untuk menyediakan kursi roda.
setelah Satria di dudukan di kursi roda Fika mendorong Satria ke ruangan di mana si kembar di rawat, mereka masuk ke ruangan Si kembar membuat semua yang ada di situ kaget melihat Satria.
Ibu memeluk Satria hati nya terharu melihat anak nya sudah sembuh, puji syukur tak lupa Ibu panjat kan atas karunia yang di berikan Oleh Yang Maha Kuasa.
Si kembar tentu sangat gembira melihat Ayah nya, Andi yang baru sampai bergabung dengan mereka Andi juga mengucap syukur untuk kesembuhan Satria.
Satria di dorong Fika kembali ke ruangan nya, saat masuk pandangan muak justru di tujukan untuk Rena.
__ADS_1
Rena yang mengira Satria benar kehilangan ingatan tampa canggung mendekati fika, menepis tangan Fika dari peganggan kursi roda kini Ia yang mendorong Satria sampai ke pinggir brankar.
Satria diam karena ingin melihat sejauh mana Rena berani mencari kesempatan, Fika Diam berdiri sambil bersidekap sempat di lihat nya lirikan mata Satria.
Rena berusaha mengangkat tubuh Satria agar kembali ke atas brankar, sementara Satria diam sambil menahan geram.
berulang kali Rena mencoba tapi gagal, Ingin rasa nya Fika meny**** Rena keluar tapi di tahan nya karena permintaan dari Satria.
sudah merasa teramat muak dengan sandiwara Rena, kini Satria berdiri sendiri dari kursi roda.
Rena terperangah saat melihat Satria naik sendiri keatas brankar tempat tidur rumah sakit.
Rena menusun bantal agar Satria bisa lebih nyaman, tapi tampa Ia duga Satria mendorong nya hingga Rena sedikit limbung hampir jatuh.
"kamu kok kasar sih sama istri sendiri"....ucap Rena sambil membanar kan berdiri nya.
"oh Istri sini"...... ucap Satria sambil kedua tangan nya seperti orang siap meremat lawan.
Rena mundur takut ternyata diaknosa Dokter salah kenapa bisa Satria sadar secepat ini"....batin Rena.
Satria tersenyum sinis menatap Rena hati nya merasa heran kenapa masih ada manusia seperti Rena, Satria lebih memilih menganggal Rena sakit jiwa.
sedang Fika hanya menonton sambil bersidekap.
Rena mencoba sedikit lebih berani, ingin memeluk tapi sayang Satria memanggil Fika untuk datang ke dalam pelukan nya.
Fika menuruti kemauan suami dengan senang hati Fika naik keatas brankar dan mrmbalas pelukan Suami nya.
Rena merasa hati nya panas sambil berfikir akan melancar kan aksi berikut nya, Rena berjalan menuju sofa sambil berusaha sedih agar bisa mengeluarkan Air mata.
cukup gigih dengan cara mengingat peristiwa sedih ahir nya Rena bisa menangis, Satria dan Fika saling tatap heran kenapa Rena menangis.
Fika mengirim pesan ke Andi agar segera ke ruangan Satria, tak menunggu lama Andi pun sudah berada di ruangan Satria saat ini.
Andi duduk di sofa bersebrangan dengan Rena, ada sedikit yang menggelitik hati nya saat menatap Rena menangis.
Andi memaklumi tipikal cewe seperti Rena akan lebih agresif kalau cinta nya di tolak.
sedikit mendahem Andi membuka percakapan dengan Rena, tapi Rena justru malah menangis lebih sedih lagi.
Andi membujuk Rena agar menceritakan keluh kesah nya walau sebenar nya Andi serasa mau muntah menghadapi prilaku Rena.
Rena mengungkap kan Fakta yang membuat Andi menatap Satria dengan muka merah marah.
Rena memang sudah kehilangan urat malu tampa segan sengaja Ia menunjukan vidio antara Dia dan Satria, Tentu Andi ingin murka saat ini juga.
Andi menumpah kan kekecewaan nya berbagai kata khiasan keluar dari bibir nya, Satria diam menerima setiap kata-kata Andi.
karena merasa sudah berhasil Rena memilih pulang tampa permisi, tentu kelakuan Rena membuat Andi dan Satria ingin tertawa.
"Percaya lah Bang Aku di jebak"......ucap Satria agar Andi tidak benar-benar percaya omongan Rena, Fika hanya diam tak ingin berkomentar ingat itu hati nya juga sakit walau itu di luar kesadaran Suami nya.
Andi yang mengerti posisi adik nya akan membantu kalau Rena berani mempublikasikan Vidio tersebut ke media sosial.
Andi akan mencari titik lemah yang ada pada Rena agar Ia tidak sembarangan berbuat untuk mengancam rumah tangga dan karier Satria.
Fika hanya mengikuti alur cerita yang di buat suami dan Abang ipar nya, hati nya juga terlalu lelah kalau harus terus tergores dengan penghianatan Satria.
__ADS_1
cukup bagi nya karena pertengkaran Ia pergi dari rumah mengakibat kan kedua anak laki-laki nya jatuh sakit dan Satria dapat teguran dari Yang maha kuasa.
Fika tak sanggup kalau harus melihat orang-orang yang Ia cintai terpuruk, sekarang tekat Fika untuk lebih menjaga anak dan suami agar terhidar dari mara bahaya ya seperti Rena tentu nya.
Andi kembali ke ruangan si kembar untuk menemui Ibu, Ayah dan Ayu istri nya, Andi duduk di sebelah Ayu saat sudah berada di ruangan Si kembar.
setelah menceritakan kejadian tentang Satria, kemudian Andi dan Ayah membahas cara selanjut nya untuk menghadapi Rena.
Ibu dan Ayu ikut setuju dengan rencana Ayah dan Andi, sebagai orang Ibu tentu tak ingin rumah tangga anak nya hancur hanya karena obsesi seorang perempuan seperti Rena.
Rena bersorak girang karena sudah bisa mempengaruhi Andi, harapan rencana nya berhasil Rena raya kan sendiri dengan sebotol anggur.
Rena sudah merasa kepala nya pusing setelah menghabis kan setengah botol anggur, saat seseorang masuk ke apartemen nya Ia menganggap kalau yang datang adalah Satria.
tentu Rena tidak tahu kalau laki-laki yang masuk ke apartemen nya adalah orang suruhan Prayoga laki-laki yang sempat berhubungan dengan nya.
Setelah dapat apa yang di maksud Laki-laki tersebut meninggalkan apartemen Rena, tentu Rena tidak sadar karena pengaruh al*****.
Prayoga cukup puas dengan kerja anak buah nya dan Ia pun bersyukur kalau harta nya yang di rampas Rena sudah kembali ketangan nya.
Selama berhubungan dengan Rena prayoga mempercayakan segala aset dan hartanya pada Rena tak di sangkanya Rena dengan keji memanipulasi ke pemilikan Saham dan harta lain nya.
prayoga cukup lama memendam de**** pada Rena, setelah mengupayakan jalur hukum tetap Prayoga di nyatakan kalah hingga kedua orang tua nya jatuh sakit dan Prayoga harus mengurus kedua orang tuanya dan membiar kan Rena merasa senang.
tapi setelah semua bisa Ia dapat kan kembali kini Prayoga sudah siap untuk menjeblos kan Rena ke sangakar besi rutan.
malam beranjak Rena tertidur karena alkohol, beda Satria tidur sambil memeluk istri tercinta nya, sedang di ruangan si kembar Ayah dan Ibu juga tertidur karena kedua cucu nya juga tidur dengan pulas.
pagi Ini Satria dan si kembar sudah di perboleh kan Pulang, kalau Satria tetap di anjur kan Dokter untuk kontrol dua hari sekali.
mereka di sambut Riang oleh Sayra, setelah mobil yang membawa Papa dan kedua kakak nya tiba Sayra berlari menyongsong mereka.
Fika tersenyum melihat kebahagiaan anak dan suami nya, Bibik dan Teny juga turut terharu karena majikan mereka sudah sembuh.
tak henti-henti nya Sayra mengoceg bilang terlalu kangen pada Papa dan kedua abang nya, tampa di duga dua tamu yang gak di undang datang menambah rame suasana.
Latif dan Fajar sengaja memberikan ke jutan biar sebenar nya Fika lah yang memberi tahu mereka berdua tampa sepengetahuan Satria.
mereka masuk dan duduk di ruang tamu kalau Si kembar dan Sayra di giring teny ke kamar.
Beda di tempat Rena setelah bangun Rena membersih kan Diri tampa melihat sekeliling ruangan kamar, setelah selesai ritual mandi Rena baru sadar kalau kamar nya sudah sangat berantakan.
Rena membuka brankas tempat Ia menyimpan surat-surat penting, tapi Rena terheran-heran ternyata brankas nya dengan mudah Ia buka.
Rena histeris karena sudah kehilangan banyak Harta juga surat-surat kontrak saham nya ikut hilang.
Rena mengamuk setelah mengingat kalau semalam Satria sempat datang dan memeluk nya, kini tuduhan Rena jatuh pada Satria.
prayoga sudah siap dengan segala kemungkinan, dengan menempat kan beberapa anak buah nya untuk memata-matai Rena.
prayoga juga tidak ingin melibat kan orang lain sebagai tersangka, dalam masalah nya dengan Rena.
prayoga menghubungi Rena, setelah menekan kontak Rena di layar gawai tak butuh lama Panggilan terhubung karena suara marah Rena, prayoga sedikit menjauhkan benda pipih itu dari kuping nya.
"siapa"......bentak Rena, membuat prayoga tersenyum tak di sangkanya kalau Rena masih sama suka uring-uringan.
"kalem dong sayang".....ucap prayoga membalas pertanyaan Rena.
__ADS_1
Rena terpaku mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya