
Setelah Mama Dan Bi Iyah Datang Satria undur Diri Untuk pulang.
Tan Satria pulang Dulu ya...pamit Satria, Bawa Bi iyah Sekalian ya Nanti Kamu Balik Baru Saya pulang Jawab Mama Rima.
Satria Tak menduga Kalau Ia harus balik menjaga Rima malam nanti, segan menolak ahir nya Satria mengiya kan permintaan Mama Rima.
Bawa Aja mobil Papa Motor Kamu kan Di rumah, Tambah Mama Rima Lagi Sebelum Satria Dan Bi Iyah berlalu.
Setelah Samoai di kediaman Rima, Satria langsung memasukan Mobil Papa Rima kebagasi karena Sudah Tak tahan dengan Kantuk.
Den Minum Dulu Bi Iyah menawar Kan segelas Kopi, Terima Kasih Bi Satria menerima Kopi yang di suguh Kan Bi Iyah.
Setelah menghabis kan Kopi buatan Bi iyah cukup bisa membuat mata nya melek, Satria pulang dengan mengendarai motor nya.
sesampai Di rumah Satria langsung masuk kedalam Kamar melempar Diri nya keatas tempat tidur tak perlu waktu lama Satria langsung terlelap.
tepat Pukul Dua siang Ibu membangun kan Satria, dengan malas Satria membuka Mata nya dan Duduk.
kemana semalam Nak... Tanya Ibu karena melihat Wajah lelah Satria.
Satria pun menceritakan kejadian yang mengakibat kan Ia tidak Pulang Semalaman.
Ibu Sungguh khawatir mendengar kalau Rima hampir ke guguran terlebih parah Ibu malah memarahi Satria Kalau Satria lah penyebab Rima Hampir ke guguran.
ah Ibu bukan bela anak nya malah bela anak orang, omel Satria Sambil bangkit dari tempat tidur.
kemana Kamu Nak Tanya Ibu merasa Bersalah karena mendengar Omelan Satria Tadi.
Mau mandi bu... jawab Satria sambil berlalu ke kamar mandi.
Ibu keluar Dari Kamar menyiap kan makan Untuk Satria.
Selesai mandi Dan berganti Baju Satria bergegas keluar Dari kamar, Mau kemana lagi Sat...tanya Ibu.
Balik Ke RS Bu...Jawab Satria enteng, makan dulu nak tawar Ibu.
Iya Bu Satria lapar Nih... jawab Satria Sambil memukul perut lapar nya.
Setelah Selesai Makan Satria pamit untuk kembali ke rumah Sakit, Ini Nak Ibu menyerah kan beberapa lembar uang lagi ketangan Satria.
Gak usah Bu Satria masih Ada uang bu...jawab Satria ingin berlalu.
Ambil Aja nak Nanti Kamu lapar-lapar gak bisa beli kalau Gak Ada uang, Ibu tetap keke menyerah kan uang ke satria.
Ya udah Satria menerima uang pemberian Ibu dan langsung berangkat.
Ibu melihat punggung Satria yang semakin menjauh tak terasa air mata nya merembes keluar, Hati nya terenyuh mengingat kalau anak kesayangan Nya Akan menjadi seorang Ayah dengan usia yang masih sangat muda.
Satria masuk ke ruang di mana Rima Di rawat, Tak Ada Mama Rima, sedang Rima terlelap dengan posisi miring .
Yank... Satria membangunkan Rima, dengan Sangat lembut.
hhhmm...jawab Rima Sambil merenggang kan kedua tangan nya.
Mama Mana Tanya Satria, Mama Barusan Aja pulang...jawab Rima.
Trus yang Jaga Papa Siapa...Tanya Satria lagi.
__ADS_1
Nanti Mama Balik lagi Yank.....Rima mengedip kan Mata membuat Mata Satria melebar melihat nya.
Ih Malah Di pelototin, Rima cemberut membuat Satria geram ingin cium bibir manyun Rima.
Sore pun Datang Mama Rima langsung Ruangan Rima setelah berpesan kepada Satria Mama langsung Ke ruang Papa.
Sepeninggal Mama Satria Langsung Tidur Di Samping Rima.
Untung Ranjang nya lumayan gede ya Yank ucap Satria Sambil berbalik memeluk Rima.
iya Yank Itu kan Karena Aku imut-imut, jawab Rima sambil kekeh.
Siapa bilang Kamu imut...tanya Satria sambil menopang kepala dengan tangan sebelah Agar leluasa melihat Wajah Rima.
Jadi menurut Kamu Aku gak Imut gitu, Rima perotes.
Mana ada Imut yang Ada amit-amit...jawab Satria yang langsung di singgahi cubitan dari Rima.
Aduh Sakit Yank Satria ber pura-pura kalau cubitan Rima Sakit, kedua nya terus bercanda sampai waktu magrib tiba dan Satria permisi ke Rima untuk Solat di muahola RS.
Satria Solat dengan Khusuk dan Di ahiri dengan permohonan agar Ia Dan Rima segera Di persatukan.
Satria kembali ke ruangan Rima Saat melewati ruangan Papa Rima Satria mengintip Dari balik kaca Di pintu.
Terlihat Mama Rima Sedang solat, Satria segera melanjut kan jalan keruang Rima.
Udah Solat nya Yank tanya Rima dengan tatapan penuh arti, udah Istri ku Sayang Jawab Satria dengan tersenyum manis membuat Rima tersipu.
Di kediaman Orang tua Satria
Terlihat Risky Datang mengunjungi Ibu dan Adik-adik nya Dengan membawa buah tangan.
Dek Abang nya Baru nyampe Pasti Capek Sana belajar Biar Abang mu Istirahat, Gak Apa Bu Risky Gak Capek Kok, Jawab Risky Sambil memangku Kedua Adik bungsu yang manja Luar biasa.
Ibu Bangkit Ingin menutup Warung lebih Awal, ingin menceritakan tentang Satria.
Ibu Dengan telaten menyusun papan penutup Warung Hingga Kehadiran Suami Tercita Yang Sudah Berdiri Sejak Tadi tidak luput Dari penglihatan nya.
Bu... Sapa Ayah masih berdiri Di temoat Semula, Ibu melihat Seakan tak percaya kalau itu suami nya Ibu berulang kali mengucek mata nya karena takut salah melihat.
Ayah Jalan dengan Kaki sedikit timpang karena peristiwa pengeroyokan tempo Hari.
Ayahhh pekik Ibu kala melihat Suami nya berjalan ke arah nya Ibu langsung menyambut Salam suaminya sambil mencium tangan Ayah.
Ayah Panggil Wira Sedang Juwi bersembunyi di balik Risky, wira berlari kepelukan Ayah yang sengaja menunduk menunggu untuk memeluk Wira yang lari pada nya.
Setelah Ayah Dan Anak-anak nya Masuk Ibu segera ke dapur membuat kan minuman untuk suami nya biar pun Suami nya Tidak pernah menafkahi nya lahir dan batin yang sudah mulai jarang karena berbagi dengan wanita lain tapi Ibu masih melayani nya dengan Cinta.
Juwi Sini Dekat Ayah panggil Ayah pada si kembar yang kelihatan nya ketakutan.
Juwi menggeleng Sambil meremas Baju kaos yang di pake Risky tentu membuat Risky bertanya-tanya ada apa sampe adik nya ketakutan.
Ibu membawa nampan berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk serta dua gelas air satu kopi dan satu air putih.
makan lah Yah ini tadi Ibu buar kesukaan Ayah, ibu mempersilah kan suami nya makan.
Ayah makan dengan cepat hingga sebentar Saja Seluruh isi piring pindah ke dalam perut nya..
__ADS_1
selesai Ayah makan ibu mengambil piring kotor meletak Di baskom tempat piring kotor.
Kamu gak Buka kedai Risky tanya Ayah sambil menyesap rokok nya, Gak libur cape juga jawab Risky sambil mengubah posisi duduk lebih ke belakang untuk bersandar pada dinding.
Satria Mana Dari tadi Ayah Gak liat Dia tanya Ayah lagi, kalau Satria..Risky gak Tau Yah sejak sejak pulang tadi memang gak kliatan tu Anak.
Satria di rumah Sakit....jawab Ibu yang muncul Dari dapur, kenapa Satria Bu...Ayah langsung tersedak asep rokok nya sendiri sampe batuk-batuk tak berhenti...Ibu menepuk belakang dada Ayah.
Kenapa Satria Bu...tanya Risky juga khawatir dengan Satria, Dia gak apa-apa...jawab Ibu Santai tapi sambil tertunduk.
Ibu bilang gak Apa-apa tapi kok Ibu malah sedih...Risky penasaran ada apa dengan Adik nya.
Ayah, Risky...Ibu Minta kalian jangan memarihi nya kalau Ibu cerita...Iya ..iya ada apa Bu..Ayah gak kalah penasaran nya dari Risky.
Satria menghamili anak Mbak Arini Yah...Ibu berterus terang tak ingin anak Dan suaminya mendengar kabar Satria Dari mulut orang lain karena Akan lebih keji lagi penyampaian nya.
Ayah dan Risky diam....mereka tidak tau harus berkata apa karena selama ini di mata mereka Satria paling tidak suka bergaul dengan anak cewe.
Gimana Yah.... Tanya Ibu karena melihat suami nya hanya diam tak memberi respon Apa pun..
Ya mau gimana Bu harus kita lamar lah baik-baik Ibu kan Lebih tau keluarga Ibu gimana, kalau Ayah kan memang gak pernah deket dengan keluarga Ibu...jawab Ayah sambil terkenang akan kelakuan nya dulu selalu bersikap tidak baik kalau ada ipar atau Mertua nya Datang Ayah merasa ngilu di hati mengingat kelakuan nya sendiri.
malam semakin beranjak Risky memilih tidur bareng Si kembar sedang ayah dan Ibu tidur di kamar mereka.
Satria mengintip ke ruangan Papa Rima Dapat Di lihat Satria kalau Mama Rima sudah terlelap Di sofa.
Satria balik ke ruangan Rima Tak lupa menutup pintu serapat-rapat nya, Rima tampak pulas dengan dengkur halus nya karena lebih nyaman setelah infus di cabut Rima sudah Di perbolehkan pulang besok.
Satria naik ke ranjang membuat Rima terbangun, Yank panggil Satria tepat di telinga Rima cukup membuat bulu Badan Rima meremang.
Hhhmm ....Jawab Rima masih memejam kan Mata, boleh Ya....ucap Satria kali ini sambil menggigit daun telinga Rima.
Rima membuka Mata merubah posisi miring Agar berhadapan dengan Satria.
melihat Rima berbalik ke arah nya dengan sigap Satria langsung menyergap bibir Rima Dengan bibir nya.
mereka tenggelam Dalam nuansa paling memabukan Dosa yang indah menurut mereka.
Tampa memberi jeda Satria terus menyalur kan segala Rasa berulang kali hingga lelah barulah pertempuran pedang panjang selesai.
mereka tidur tampa sehelai benang di bawah selimut Yang Sama sampai pagi menjelang.
Berulang kali Mama Mencoba Membuka pintu Tapi pintu tidak Bisa di buka, hingga Mama berfikir Kalau Rima Sudah duluan pulang.
Telephone Rima berdering berulang kali Sampai membangun kan Si empunya Dari lelap lelah nikmat nya.
Yank Bangun Rima Menguncang-guncang bahu Satria, Jam berapa Yank....Tanya Satria yang malas membuka mata.
Rima melihat Waktu di Handphone nya betapa terkejut nya Rima melihat angka Sembilan lewat Dua puluh Lima menit.
Yank Sudah jam sembilan jawab Rima aegera turun dari ranjang brankar rumah Sakit memungut semua pakaian yang tercecer dan lari ke kamar mandi, Satria melakukan hal yang Sama.
Tapi memang Dasar anak muda yang gak tahan Akan nafsu kembali mereka melakukan di kamar mandi sempit di Rumah sakit dengan Durasi lumayan Lama.
Rima menekuk muka Karena kelakuan Satria di kamar mandi, tapi Satria tetap tenang karena Ia tau Rima cukup menikmati hingga beberapa kali menjerit tertahan karena nikmat.
Satria membuka gerendel pintu, karena ingin keluar buat beli Sarapan untuk nya Dan Rima.
__ADS_1
Tapi Mama Rima Sudah berdiri di ambang pintu dengan Muka Masam, Satria pias saat itu merasa terciduk dengan calon mertua.