MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
BERLIPAT-LIPAT


__ADS_3

Mama Terduduk lemas memandangi Suami yang kini terbaring pulas tertidur karena pengaruh obat ada rasa takut di benak nya atas permintaan Papa.


Rima Pulang setelah di jemput Satria sambil menjenguk Papa ntah kenapa permintaan makan malam bareng jadi fikiran nya Satria.


Yank Rima mengaget kan Suami nya sambil memeluk leher Satria dari belakang.


kok menung sih gak kangen apa sudah sehari kan gak liat Aku... ucap Rima manja.


Satria faham apa mau Rima Tapi saat ini Ia memang lagi tidak punya gairah untuk itu.


Yank...Rima Semakin manja dari suara nya Satria dapat menangkap kalau Istri nya sedang horni.


Yank Sana cepat mandi kita kan mau balik kerumah sakit...titah Satria tak ingin menuruti ke inginan Istri nya karena Ia memang lagi tidak berselera.


hhhhmmm...dengan muka masam Rima menuruti perintah Suami nya, Satria geleng-geleng kepala melihat kelakuan Istri nya .


Baru saja masuk Rima Berteriak membuat Satria panik kalang kabut.


secepat kilat Satria masuk ke kamar mandi tapi apa setelah Ia di dalam tidak menemukan kesakitan atau lain nya.


melain kan melihat Rima duduk di pinggiran bathup dengan Kaki terbuka Tampa sehelai benang, membuat Satria hampir pingsan saat itu juga.


Uh....Satria mengusap wajah kasar,membenahi detak jantung karena tadi sempat berfikir Rima celaka dalam kamar mandi.


Tapi kini pemandangan Nakal Istri nya mengusik si pedang panjang, se olah pedang panjang ingin menemui sarung nya.


Satria ahir nya tidak dapat menolak apa yang timbul di tubuh nya si pedang panjang semakin meronta karena pemandangan nakal istri nya.


Rima menatap Sayu Satria yang kini melepas pakaian satu persatu tampa berpaling dari nya.


Rima begitu bersemangat kala melihat pedang panjang seolah menunjuk diri nya untuk segera meraih nya.


Satria Diam memejam kan mata meresapi apa yang di lakukan Istri nya, Kini haluan berpindah Satria memimpin permainan membuat Rima terlonjak-lonjak sambil merintih tampa henti.


Satria merasa semakin terpancing dengan rintihan yang keluar dari bibir indah sang istri,


hingga pedang panjang tak mampu lagi menahan diri kalau harus masuk sarung.


ritme pelan kadang cepat di buat pedang panjang kala melesak ke dalam sarung, membuat si empu sarung menjerit nikmat pada setiap hentakan.


hampir satu jam pedang panjang ahir nya melepas pelumas hingga sarung hampir tak muat dan menetes keluar.


Kini mereka sudah selesai berpakaian Satria duduk Di pinggir kasur dan Rima mematut diri di cermin.


Yank aku gendut ya....tanya Rima sambil melihat Satria dari pantulan kaca, seperti tau apa mau Istri nya.


Satria bangkit memeluk Rima Dari belakang sambil melingkar kan tangan di perut Rima.


Iya Sayang Kamu gendut....ucap Satria sambil ngelus perut buncit...ntah kenapa Rima Langsung menangis walau tak menjauh kan Diri dari pelukan Satria.


heyy....kenapa nangis sih Yank....masih dengan posisi sama.


Rima Sesengukan merasa kalau suami nya sudah tidak cinta lagi dan sudah mulai bosan pada nya.


Satria membalikan Rima agar mereka Saling berhadapan.

__ADS_1


Satria menangkup ke dua pipi tembam karena pengaruh hormon ibu hamil itu dengan ke dua telapak tangan nya,


Liat Aku Yank...ucap Satria membuat Rima seketika membuka mata dan kini mereka saling selam melalui pandangan mata .


Rima melihat kasih sayang dan cinta tulus di mata Satria.


Satria melihat cinta dan cemburu di mata Rima.


Denger ya... Aku akan selalu cinta dan setia sama kamu aku juga akan menjadi kan kamu satu-satu nya dalam hidup ku...kemudian Satria mengecup lembut bibir basah sang istri.


setelah kecupan berahir Rima masih juga sedikit tak tenang dengan ucapan Satria dan dapat di pahami Suami nya.


kalau bilang akan menjadi kan Aku satu-satu nya tentu ada rencana main-main di belakang...ucapan cemburu itu lolos begitu saja dari bibir bumil yang lagi kurang baik mot nya.


Perlu ku buktikan sekali lagi Yank...ucap Satria dengan pandangan genit membuat Rima manyun.


Hening


Yank buka baju aja kita gak usah pergi kalau kamu terus gini....Rima terbelalak mendengar omongan Satria.


kok kamu yang sensi sih...jelas-jelas kamu tadi ogah kalau gak Aku pancing di kamar mandi trus kamu bilang Aku akan jadi satu-satu nya berarti Kamu ada rencana main di belakang karena aku gendut udah gak menarik.


Satria tercengang kaget plus lucu dengan omongan Istri nya ternyata pancingan nya mempan.


Baik Aku akan bikin Kamu lemas sekarang juga Satria pura-pura akan membuka ikat pinggang.....lagi-lagi Satria mengoda mot jelek Istri nya.


Rima diam gak ngerti kenapa Satria malah lebih buruk dari Diri nya.


napa diam hhhmm Satria mencolek dagu Rima dan langsung di tepis Rima dengan Kasar.


Siapa Yank.....tanya Satria...Mama ...jawab Rima jutek.


Halo Ma....kenapa Kalian belom sampe Papa Mama udah nunggu dari tadi.....Maaf Ma tadi Rima ketiduran...jawab Rima bohong.


membuat Satria mengulum senyum karena Istri nya pinter bohong.


setelah Rima menutup sambungan telephone Satria langsung menggandeng Istri nya,tapi langsung di tepis Rima.


Satria memutar motor dengan maksud bisa langsung keluar tampa harus belok lagi.


Rima malah Naik mobil nya, Ih....Satria berdiri melihat Mobil Rima yang berhenti tak jauh dari motor nya.


Rima melihat dari kaca spion Suami nya masih berdiri dengan melipat tangan di dada, mau tak mau Rima harus ngalah membujuk Satria tak ingin Mama marah.


Rima Turun mendekati Satria yang kini membuang pandangan ke arah lain seolah-olah tak melihat kehadiran Rima.


Yank Rima memegang Tangan Satria yang masih terlipat di dada, Satria Pura-pura tak mendengar.


Yank...Rima sedikit mengguncang tangan Satria....hhhmm ada Apa Yank...Satria senyum karena berhasil.


ayuk Mama udah nunggu...Ajak Rima...ya ayuk...jawab Satria langsung naik di atas motor nya.


Yank naik mobil ku aja ya bujuk Rima..Gak ah naik motor aja Satria tetap pada pendirian, karena tak ingin memperpanjang drama Rima ahir nya mengalah naik di boncengan.


Bi Iyah tertawa geli melihat sepasang suami Istri yang memang masih kanak-kanak itu,setelah kepergian nyonya dan tuan muda Bi Iyah menutup pintu gerbang dan kembali masuk kedalam tapi ntah kenapa Bi Iyah merasakan Kalu udara malam ini tidak seperti biasa nya begitu dingin menusuk tulang.

__ADS_1


Satria Dan Rima sampe di parkiran Rumah sakit kini Mereka berjalan memasuki lobi tapi ntah sebab apa Rima Tiba-tiba oleng dan hampir jatuh kalau tak segera meraih baju suami nya dan Satria tertarik kebelakang.


Aduh Rima sedikit merunduk karena merasakan sakit pada mata kaki nya.


Satria hampir marah saat Rima menarik baju nya tapi setelah di lihat nya Rima merasa kesakitan rasa marah nya pun menguap.


apa yang Sakit Yank....tanya Satria khawatir.


Kaki Ku Yank....jawab Rima sambil meringis.


Satria tak punya pilihan lain karena kedua Mertua nya sudah menunggu dengan sigap Satria menggendong Rima pun reflek mengalung kan tangan di leher Suami nya.


berpapasan dengan suster Susi yang memasang muka gak enak karena melihat kemesraan mereka.


Satria tak ambil pusing dengan pandangan suster Susi atau yang lain nya, Bahkan Ada yang berteriak huuuu so sweet mau dong mas di gendong.


Rima menyembunyikan muka di dada bidang Suami nya sambil menghirup aroma tubuh maskulin Satria yang membuat Rima selalu ketagihan ingin menghirup nya setiap saat.


Mereka sampe di depan pintu ruang rawat Papa, buka Yank.....Satria menyuruh Rima agar Mereka bisa masuk.


Loh Rima kenapa.... Tanya Mama kaget karena melihat Satria menggendong Rima, Satria mendudukan Rima Di Sofa.


Kenapa Rima Sat tanya Papa setelah Satria selesai salaman, Kaki nya sakit Pa...jawab Satria yang melihat penampilan Papa tidak seperti orang sakit.


Mama mengambil minyak gosok dan menggosokan Di kaki Rima.


Mereka makan sambil melempar canda baik Papa,Mama, Satria dan Rima, sungguh malam ini makan malam penuh kebahagiaan bagi mereka karena Papa terlihat lebih sehat dari sebelum nya.


Pa kok gak pake infus lagi....Tanya Rima Sambil memotong puding, Papa udah sehat kok Nak....Jawab Papa dengan senyum merekah.


Satria merasa perasaan nya tak karuan melihat Papa Mertua yang kini tampak bersemangat.


Mama Pun bahagia melihat suami nya sudah sehat kembali, setelah selesai dengan makan malam Rima membantu Mama memberes kan bekas makan mereka.


Papa duduk Dengan Satria membahas masalah perusahaan, Papa begitu sumringah mendengar penjelasan atau jawaban dari Satria ternyata Menantu nya sama seperti teman nya yang berotak briliyan Yaitu Raka Ayah Satria.


malam beranjak kini pukul sebilan lewat lima belas menit, Rima dan Satria pamit pulang karena harus menjaga kesehatan Rima dan bayi yang ada di kandungan nya.


Papa banyak pesan untuk Rima dan Satria, setelah berpelukan dengan Papa...Rima Dan Satria langsung keluar pulang ke rumah dengan kembali naik motor.


Di Rs Mama memberi Papa obat yang memang harus di minum jam-jam tertentu, Papa meminta Mama tidur di samping nya.


Mama menuruti karena Ia juga Rindu akan pelukan Suami Tercinta nya, Hingga Malam Ini Papa Minta Jatah nya Sebagai Suami awal nya Mama Sangsi karena Papa baru terlihat Sembuh tapi karena Ia juga cukup Rindu ahir nya Mama menuruti ke Mauan Papa.


mereka melakukan Dan Mama dapat rasakan kalau malam ini suami nya berlipat-lipat lebih dari biasa nya membuat Ia kewalahan dan menyerah hingga Papa kembali memainkan alunan lebih Santai dan lebih lembut membuat Mama terbuai dengan penuh kenik matan mencapai puncak gunung tertinggi begitu pun Papa dengan Nafas tersenggal karena berlari mengikuti Mama Menuju puncak tertinggi dengan eraman dan jeritan kecil Mama.


Kini kedua manusia paruh baya itu lelah tapi mereka tetap menjalankan karena kebersihan sebagian dari pada iman.


setelah mandi mereka tidur sambil berpelukan Mama menghurup sedalam-dalam nya aroma tubuh Papa sedang Papa mencium setiap Inci wajah Mama kemudian mereka terlelap dua jam terlelap Papa terbangun ingin minum dan kemudian mereka kembali terlelap hingga subuh.


terdengar kajian dari mushola Rs Mama Membangun kan Papa untuk sholat berjamaah sudah lumayan lama Papa tidak solat bareng Mama.


Setelah Solat Papa mencium kembali kening Mama yang masih berbalut mukena ciuman kali ini begitu lama hingga Mama ikut meresapi ciuman Papa.


setelah selesai dengan ciuman Papa Ingin tidur lagi tapi di cegah Mama dengan Alasan sudah pagi dan akan pulang hari Ini tapi entah kenapa Papa di serang ngantuk berat hingga Mama tak tega melihat Papa berulang kali menguap dan Mama mengijin kan Papa untuk tidur lagi.

__ADS_1


__ADS_2