MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
PERPISAHAN MENUAI HASIL


__ADS_3

setelah mengantar Rima Satria kembali Ke bengkel Dengan Senyum puas Bang Ucok menyambut nya.


Ini Tips Untuk Kamu Pak Hery Memuji Kerja Kamu Bagus, Bang Ucok Merasa Bangga sebagai pemilik Bengkel.


Hhhmm Ya Sudah Aku Pulang Ya Bang.


Iye Apal Gua Lo Mau malem minggu Kan, Bang Ucok Meninju Bahu Satria.


Hehehe Tau Aja Lo Bang, Satria tertawa


Setelah Sampai Di Rumah Satria langsung Mandi, Solat Magrib.


ahh iya lupa tanya di mana alamat apartemen nya,segera Satria mengambil benda pipih penghubung antara Ia Dan Rima,


Menunggu di Angkat Tapi rima Tidak Juga mengangkat, Satria mengetik pesan Dan Langsung kirim.


Menunggu Dan Menunggu Tapi Rima Tak kunjung Balas,karena Sudah masuk Waktu solat Isya.


Satria bergegas kembali berwudhu, tak Di perdulikan nya Dering handphone.


Sampai Selesai Solat Baru lah Satria meraih Benda pipih Itu Kembali.


Yank Aku sudah Di Depan Rumah Kamu,Kaget Satria membaca pesan rima.


Satria bergegas menuju depan rumah sampe lupa membuka Sarung Dan kopiah.


Rima Terperangah Melihat Ketampanan Satria dengan Memakai Baju koko, sarung dan kopiah semakin Lebih di Mata rima.


Kok di Jemput Rim Kan Aku Bisa Kesana Sendiri.


Abis Aku bingung Di telphone Kamu gak angkat Aku sms Kamu Gak bales takut motor Kamu mogok, Rima memberi alasan


Tadi Aku solat Sayang .


ya maaf Sana ganti Baju gih kita langsung Berangkat.Rima melihat Jam Di Handphone.


Segera Satria berbalik tampa mempersilahkan Masuk Rima.


Tak Butuh Lama Satria sudah Rapi Permisi Dengan Ibu Dan Satria langsung keluar menjumpai Rima.


Nih Kamu Yang setir.Rima jutek Ngambek Karena tak mempersilahkan Ia masuk Kerumah.


Setelah Duduk Kedua nya terdiam sesekali Satria melirik Rima, Yang Kelihatan Lagi Ngambek.


Kamu kenapa yank,Satria meraih tangan Rima untuk Di genggam nya.


Gak Papah,Jawab Rima Singkat.


Gak papah Tapi Muka di tekuk kusut kayak baju blom di strika.


candaan Satria semakin bikin Rima Gondok.


Kenapa Sih Yank Atau Aku balik aja, Satria Jadi serba salah dengan sikap Rima.

__ADS_1


Satria memberhentikan mobil di trotoar jalan.


Kok berhenti, Tanya Rima


Ya Aku Mau turun Abis Kamu terus cuekin Aku.


jelas Aku cuek Sama kamu Udah Jauh-jauh Datang eh Malah Gak Ada basa-basi nya,di persilahkan masuk Kek.


Satria Ahir nya tau kenapa sikap Rima Cuek sedari Tadi.


Ya udah Aku minta maaf, Satria mengatup kan kedua tangan nya.


ih udah ih jalan Yank, seru Rima Manja.


setelah menempuh jarak selama dua puluh lima menit ahir nya mereka sampai di tujuan.


bersama-sama mereka naik kelantai empat dengan menggunakan lif.


Rima dengan wajah sumrigah menekan tombol pasword pintu apartemen Dewi.


Satria bingung sudah jam sembilan tapi acara perpisahan hanya ada mereka berdua.


Mana tamu yang Lain Yank, Tanya Satria sambil memeluk Rima Dari belakang.


Gak Ada Sahut Rima Sambil Berbalik Dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Satria.


hhhmm Kamu Sengaja Ya, Satria mulai Tau Apa maksud Rima.


Ada perasaan Ngilu di hati Satria mendengar ucapan Rima Kalau Ia Akan Segera Berangkat.


Lama mereka diam Sambil pelukan, Mau minum Tanya Rima Mendongak menatap Wajah Tampan yangemeluk nya.


Ya..Jawab Satria sambil mengurai pelukan mereka.


Rima Mengbil Minuman Dingin Bersoda Di Kulkas, Ia Faham Kalau Satria Tidak Akan Mau mengkonsumsi minuman ber alkohol.


Satria duduk mengitari setiap sudut Apartemen Dewi.


Dan Rima Datang Membawa beberapa kaleng air Bersoda dan cemilan Yang memang sudah Ia persiap kan untuk Mereka Berdua.


Sini Duduk Satria menepuk Paha Agar Rima Duduk Di Atas Nya.


Tak Ingin Buang Kesempatan Rima langsung menjatuh kan diri di atas pangkuan Satria.


Mulai lah Perang Bibir Di Antar Mereka, Saling Menyesap meresapi malam perpisahan mereka.


Hingga Tenggorokan terasa kering Mereka menyudahi Ciuman Panas,Satria mati-matian menekan ke inginan nya sebagai laki-laki.


Mereka Munum Air Soda Sambil Merangkai kata masa depan yang begitu indah menurut mereka Cerita berlanjut hingga tengah malam.


Sat kita Tidur Di sini Ya, pinta manja Rima.


tampak Satria berfikir sebelum menjawab.

__ADS_1


Baik Kamu tidur di kamar Aku tidur Di sofa Ini, titah Satria Tak ingin Di Bantah.


Tapi Rima Terus-terusan Menggodanya.


Rima melancar kan serangan dengan begitu lembut Hingga Satria Tak mampu Lagi Menahan Hasrat Kelaki-lakian nya.


Terjerat lah Kedua nya dalam pesona indah surga dunia Yang Seharus nya belum layak untuk mereka nikmati.


mereka melakukan berkali-kali dan berkali-kali juga mereka terhempas penuh ke puasan hingga tubuh mereka lelah.


Mereka tertidur lelap hingga matahari sudah bertengger dengan terang dan panas nya.


Pergulatan panjang menyisakan lelah berulang kali Hendphone Rima Berdering Baru lah mereka tersadar dari lelap yang melelah kan.


Satria merasa sedikit pusing Karena tidur yang tidak cukup, sedang Rima Masih malas-malasan di bawah selimut.


Satria mengumpul kan kesadaran Dari rasa pusing Dan lelah nya, Saat membuka mata Satria merasa begitu kotor Teringat jelas bagai mana pergulatan mereka semalam.


menatap langit-langit kamar Satria tak berkata Karena bagai mana pun ini kesalahan mereka berdua.


Rima berbalik memeluk tubuh polos Satria, Tampa sengaja lutut nya mengenai pedang sakti Satria.


Hingga mereka mengulangi dosa itu Lagi.


setelah terhempas nikmat mereka melakukan ritual mandi bersama.


Tapi saat akan turun Dari ranjang Rima menjerit kesakitan, membuat bingung Satria yang belum mengerti akan hal semacam itu.


Kenapa Yank Satria segera menggendong Rima, tampa perduli kalau mereka saat ini tampa sehelai benang.


Satria meletak kan Rima dalam bethup yang sudah berisi air terasa dingin tapi mengurangi rasa perih Rima, pelan Satria menyabuni Rima menggunai sabun cair.


Masih Sakit Yank, tanya Satria dengan Wajah polos.


Sedikit Nanti Juga hilang,Rima menenangkan Satria.


setelah Mandi mereka memutus kan untuk pulang, Setelah menggunakan pakaina masing-masing.


Rima Membenahi Seprei Yang Kusut Karena ulah mereka, melihat bercak Darah nya Di Seprai.


Apa itu Rim, Tanya Satria melihat Rima menggulung Seprai.


gak Ini Aku Mau Simpan Buat Kenang-kenangan.


Apa nya ,Satria penasaran.


Rima Kembali Membuka Gulungan Seprai, Satria menutup Mulut nya Rasa Bersalah atas Apa yang Terjadi malam Tadi.


Sat semalem Kamu Berapa Kali, Tanya Rima sadar Satria Terus-terusan memompa kedalam.


Wah Banyak Yank, Jawab Satria Sambil Garuk-garuk kepala yang tak gatal .


Timbul ketakutan Di Wajah, Tapi ini memang kemauan nya.

__ADS_1


__ADS_2