
Satria mematung di sisi ranjang di mana Rima terbaring.
Boleh tante Tanya sesuatu ke kamu, tanya Mama Rima bukan Nya Satria yang Jawab Ibu langsung memtong Tanya Aja Mbak Anak Ku memang Salah.
Mama Rima Ngerut kan Dahi Nya mendengar ucapan Ibu Satria.
Maksud Mu Raya...
Ibu Satria Diam sesaat sebelum kembali melanjut kan omongan nya.
Maaf Kan Aku Mbak Ibu Satria berlutut sambil memegang tangan Mama Rima Yang sedang Berdiri.
Kenapa Kamu Raya bangun lah, Mama Rima Menarik Tangan Ibu untuk Berdiri Tapi Ibu Satria tetap Masih Berlutut.
Maaf Kan Aku Mbak, Sudah Ku Maaf Kan ucap Mama Rima Sedikit Keras Karena Bingung.
Apa Mbak Sudah Tau Apa Yang terjadi dengan Anak-anak Kita Ibu melanjut kan Kata-kata nya masih denagn berlutut di depan Mama Rima.
Mama Rima Terdiam Mencerna kata-kata Ibu Satria.
Bangun lah Dulu Kita Duduk Di Sofa Itu Mama Rima menunjuk Sofa tidak Jauh Dari Ranjang Rima.
Ibu Bangkit mengikuti Mama Rima, Mereka duduk besebelahan Satria memilih Duduk Di pinggir Ranjang Karena posisi Sofa membelakangi Ranjang Satu keuntungan Bagi Satria bisa duduk di samping Rima.
Yank Bangun Dong, bisik Satria sesudah melihat situasi aman, berkali-kali Satria menggosok-gasok telapak tangan Rima dengan telapak Tangan nya.
sementara Di sofa Mama Rima Dan Ibu Satria membicara kan apa yang sudah Anak Mereka perbuat.
Gimana Menurut Mbak Arini, Ibu Satria meminta pendapat Mama Rima.
Mama Rima menarik nafas Dalam menghembus kan secara perlahan.
Saya tidak Bisa putus kan Sendiri Raya karena bagaimana Pun mas Dewa Papa Nya Rima lah yang harus kasi ke putusan, Mama Rima Tidak bisa memutuskan Sendiri.
Baik lah Mbak Aku Akan terima apapun keputusan Suami Mbak, Tapi Ku mohon Jangan Di gugurin Ya Mbak, Ibu Satria mengatup kedua tangan tanda memohon.
Saya Juga Tidak Akan berbuat Keji Raya, percaya lah saya akan bicarakan masalah ini dengan Mas Dewa setelah Ia pulang Nanti.
Baik Lah Mbak Aku permisi Pulang Dulu, Ibu Satria undur Diri.
Tante Rima Sudah Sadar, suara Satria membuat Mama Rima segera bangkit.
Gimana nak Apa yang Sakit, Tanya Ibu Satria Dan Mama Rima serentak.
,Rima melihat Mama dan Ibu Satria Secara bergantian, apa yang sakit kamu bilang nak Ibu Satria begitu khawatir dengan calon mantu nya.
Mama panggil Dokter ya nak, ucap Mama yang juga khawatir dengan kesehatan Rima.
Rima menggeleng gak usah Ma, Rima gak apa-apa kok.
__ADS_1
Satria cuma berdiri seperti patung.
Ya sudah Ibu permisi dulu ya nak, kembali Ibu Satria permisi pulang.
Jangan dulu Raya kita makan dulu ya, pinta Mama Rima.
Baik Lah Mbak kebetulan Aku juga lapar, Kamu masih aja Sama kayak dulu Mama Rima cubit gemas lengan Adik sepupu nya.
Satria Dan Rima tersenyum melihat ke akraban Kedua orang tua Mereka.
ayo kita turun Rima Bangkit Di Bantu Satria Dan Mama Nya,mereka turun untuk makan bersama.
Mereka Makan Sambil bercerita Kedua Ibu-Ibu itu antusias menceritakan masa-masa muda mereka sedang Satria dan Rima Hanya jadi pendengar budiman.
Tiba-tiba Rima Tersedak Dengan Reflek Satria Menepuk pundak Dan memberi Segelas Air membuat Kedua Wanita paruh baya itu Satu tersenyum dan Satu lagi tertawa menutup mulut nya.
Di tengah acara makan yang hampir selesai,Papa Rima pulang setelah masuk Papa sedikit beramah tamah pada tamu tapi heran melihat sang tamu ternyata Satria.
mau apa lagi nih anak, Papa menggeram dalam hati.
Yaudah Mbak ,Mas juga nak Rima Kami Pamit pulang ya, Ibu pamit mohon undur diri Dari rumah kediaman Dewa Prawinata.
Ya Baik lah Hati-hati di jalan, Mama Rima memeluk Ibu Satria setelah saling bersalaman Ibu Dan Satria keluar Di antar Mama Rima.
Papa menunggu Mama mengantar Tamu ke depan Duduk Di meja makan Yang sedang Di beres kan Bi Iyah,
Bi Kenal Sama Tamu Tadi, tanya Papa, oh Itu non Raya anak Nya Den Bayu adik Nyonya Besar Tuan bi Iyah menjelas kan.
Mama Masuk Menghampiri Suami nya yang nampak cuma diam sambil duduk di meja makan.
Papa Udah Makan Tanya Mama Sambil menjatuh kan punggung Di kursi bersebelahan Dengan Suami nya.
Sudah Tadi di kantor, itu tadi Siapa mah Papa menjawab sekaligus bertanya..
Itu tadi Raya pah Anak nya om Bayu yang tinggal Di Surabaya, Papa ingat kan Waktu kecil rima dan Dewi kita pernah Singgah.
hhhmm Iya Papa ingat, Trus anak laki-laki yang tadi Bersama Nya Siapa tanya Papa lagi.
Satria maksud Papa, Satria itu anak nya Raya Pa Ternyata Dunia Sempit Raya tinggal Gak jauh Dari sini Tapi kita Gak pernah ketemu sekali Ketemu Bawa Kejutan, mama terus nyerocos di simak Papa.
Kejutan Apa Ma... tanya Papa lagi, Mama langsung diam Tak tau harus mulai dari mana menceritakan kejadian Rima Dan Satria.
Kenapa diam... Papa memperhatikan wajah istri nya sambil menopang kepala dengan tangan yang bertumpu Di meja makan.
Kita kekamar Yuk Pa, Mama Akan menceritakan sesuatu, Mama segera bangkit menarik tangan Papa.
Setelah Mereka sampai di kamar Mama menyuruh Suami nya untuk mandi dengan Alasan agar lebih seger.
Papa menuruti Kemauan Istri nya tampa bersuara.
__ADS_1
Setelah Mandi Dan berganti baju dengan pakaian santai Papa menghampiri Mama Yang duduk Sambil Baca majalah.
Ma Apa Yang Mama Sembunyikan, tanya Papa Langsung Karena Papa dapat menangkap gerak gerik tak biasa dari istri Nya.
Pah Janji Jangan Marah ya, permintaan Mama rima.
Apa Sih Ma, Papa semakin Tidak mengerti Mama Rima Yang berubah Manja seperti Anak kecil Menurut nya.
Janji dulu Mama bersikeras
Ya Papa Janji... tak ingin menunggu lama
Giliran Mama Yang Bingung Harus ngomong dengan cara apa.
Mama mandang Takut pada Suami nya, Ntah kenapa Mama merasa yakin kalau Suami nya akan Marah besar kalau tau keadaan Rima.
Lama Mema membisu membuat Papa semakin penasaran dan mulai timbul kecurigaan pada Istri nya.
Ma Kenapa Diam, Papa mulai tak sabar.
Mama menarik Nafas dalam sebelum mengungkap apa yang Terjadi Dengan Rima Setelah cukup mengumpul kan Enegi Mama Baru Bisa menceritakan keadaan Rima.
Pa Rima Hamil....Kata-kata itu yang keluar dari mulut Mama.
Apa mah coba ulang Sekali lagi, Papa seolah-olah kurang jelas mendengar perkataan Mama.
Rima Hamil setelah mengulang kata-kata itu Mama langsung Diam Tidak berani menatap Suami nya.
Papa Bangkit dengan muka merah padam menuju kamar Rima Dengan langkah panjang.
Rimaa... teriak Papa Dari Balik Pintu Kamar Rima.
Rima mendengar teriakan Papa,Rima bergidik takut setengah mati Rima menarik selimut Sambil meringkuk ketakutan.
Papa membuka pintu kamar Rima dengan Sangat Kasar Membuat Mama terlonjak kala Mendengar Debum Pintu Kamar Rima yang Di Banting Papa.
Mama Lari menyusul keatas ketika Sampai Di depan Pintu Kamar Amarah Nya memuncak Melihat Suami nya Menampar Wajah Rima bertubi-tubi Hingga mengeluar kan Darah.
Hentikaann .... teriak Mama Lantang Dengan Mata Terbuka Lebar Menatap Tajam Suami nya.
Ini Hasil Didikan Mu Mah,Papa menunding Mama Dengan mengarah kan Telunjuk nya.
Tak Dapat Di hindari Ahir nya pertengkaran Suami istri yang tidak pernah terjadi ahirnya terjadi hingga Papa juga melayang kan Tamparan keras di Wajah cantik Istri Nya.
Dengan reflek pula Mama berucap Minta Cerai Dan akan Membawa Rima.
Papa Langsung Terdiam Saat Mendengar Istri nya Minta Di cerai kan Hanya Karena melindungi buah Cinta Mereka.
Mama Langsung mengajak Rima Buat tinggal Di apartemen Dewi.
__ADS_1
sedang Papa Berkali-kali memukul dinding hingga buku-buku tangan nya mengeluarkan darah segar.
Dalam perasaan Kalut Papa kembali kekamar nya Sambil menangisi diri nya telah Gagal.