
sudah tiga hari Satria di rawat alat-alat kesehatan masih menempel di tubuh nya kesadaran nya juga belum nampak, membuat Rena kesal karena harus bolak balik kerumah sakit.
Si kembar terus menangis karena kedua orang tua nya tidak pernah pulang setelah tiga hari, Bibik selalu duduk dekat meja telephone berharap ada yang menelpohone untuk mengabari ke adaan si kembar yang kini demakm tinggi.
Bibik dan pembantu lain tampak putus asa dengan ke adaan kedua anak tuan nya.
Ntah agin apa yang membuat Andi begitu rindu dengan si kembar dan Sayra, Andi berkunjung sehabis pulang dari rumah saudara Ayu istri nya.
sesampai di kediaman Satria, terperangah Andi di sambut para pembantu yang menangis, Bergegas Andi masuk kedalam untuk menemui kedua keponakan nya yang kini meringkuk lemah.
Ayo Bik siapa yang bisa ikut Saya"....pinta Andi menggendong Sanda.
Teny mengikuti Andi sambil menggendong Sandy, sedang Bibik dan yang lain tetap di rumah menunggu Satria dan Fika.
Setelah Andi dan Teny membawa si kembar Bibik menutup pintu gerbang sambil terus berdoa untuk kesembuhan si kembar.
Andi sampai di lobi di sambut perawat yang langsung menangani si kembar, Rena tak sengaja menabrak Andi hingga beberapa Map yang Ia bawa berserakan di lantai.
Setelah membantu mengumpulkan berkas Rena yang berserakan Andi meminta maaf dan langsung berlalu dari hadapan Rena yang sedang ngomel.
setelah di tangani Dokter si kembar sudah sedikit tenang Andi mengajak Teny duduk di kursi tunggu di luar ruangan untuk menanyakan keberadaan Satria dan Fika.
Tentu Teny langsung bercerita apa yang Dia tau mengenai tuan dan nyonya nya, setelah mendengar cerita Teny segera Andi menelphone kontak Satria beberapa kali terhubung tapi tidak di terima.
Andi resah jalan satu-satu nya saat ini Andi harus mengabari Ibu dan keluarga yang lain, semua panik dengan kabar yang di kabar kan Andi.
Dua hari sudah Si kembar di rawat terlihat sudah lumayan membaik walau masih murung karena kedua orang tua nya belum di temukan.
setelah membuat laporan di kantor polisi tak sengaja Andi melihat mobil Satria terparkir di garasi kepolisian, kembali Andi masuk dan menanyakan tentang pengendara mobil yang kini ada di garasi kepolisian.
Andi bergegas balik kerumah Sakit sambil di antar beberapa orang petugas, ternyata Satria dan anak-anak nya berada di satu rumah sakit.
Andi terkejut saat masuk ruangan Satria di rawat mata nya perih melihat Adik yang selalu Ia banggakan kini terbaring dengan bermacam alat medis.
Rena masuk dan memandang Sinis ke Andy, sedang Andi bertanya-tanya dalam hati siapa Rena dan apa urusan Rena di ruangan Satria.
Anda siapa"..... tanya Andi.
Anda yang siapa kenapa ada di ruangan ini".....balik tanya Rena dengan galak.
Andi diam kenapa ada perempuan seperti Rena di ruang rawat Satria.
Saya Istri nya"....ucap Rena tampa malu.
oh sejak kapan kamu jadi istri Adik Saya"......tanya Andy mulai tidak suka dengan Rena.
Rena terdiam memperhatikan wajah Andi dan Satria, setelah di amati ternyata mereka memang mirip rasa malu menyergap nya seketika.
Tapi Rena tetap bersikeras mengakui kalau Ia istri Satria, hasil diaknosa Dokter memperkuat imajinasi nya berharap setelah sadar Satria akan menganggap nya Istri karena lupa inggatan.
Andy menatap Sinis lalu keluar dari ruangan Satria untuk menemui Dokter yang menangani Satria.
Fika resah kenapa sampai sekarang Satria tidak menghubungi atau mencari nya rindu sudah tentu membuat hati nya seperti di remas setiap kali rindu akan suami itu hadir.
__ADS_1
Ma"...panggil Sayra sambil duduk di pangkuan Fika, tak ada yang bisa di perbuat Fika selain memeluk buah hati nya, rasa rindu dan berharap suami nya akan datang menjemput mereka berdua.
Setelah dari ruangan Dokter yang menangani Satria, sungguh Andi merasa semua persendian nya seperti lolos Dosa apa yang sudah Adek ku lakukan ya Allah"....jerit dalam Hati Andi.
dengan langkah tertatih Andi kembali ke ruang inap Satria, tapi sampai di depan pintu Andi berpapasan dengan Rena.
tatapan sinis Rena tentu membuat Andi marah, Rena seperti sengaja memancing keributan.
sungguh Andi tidak faham apa yang sudah terjadi di kehidupan adek nya, Siapa perempuan yang mengaku Istri Satria lalu kemana Fika.
Tak ingin membuat keributan Andi memilih mengabaikan Rena, menurut nya Rena seperti jailangkung datang tak perlu di jemput pulang gak perlu di antar.
Andi menarik kursi agar lebih dekat tempat tidur Satria, setelah duduk Andi menatapi wajah pucat yang kini tak sadar kan diri sudah empat hari ini belum juga ada perkembangan.
rasa sesak di dada melihat Satria yang biasa gagah kini harus terbaring dengan alat-alat medis, sambil memegang tangan Satria mulailah Andi menceritakan ke adaan si kembar dan tidak ada nya Fika dan Sayra di rumah.
lima menit selesai Andi menceritakan keadaan anak-anak nya Satria menghela nafas berat itu yang dapat di dengar Andi.
dengan segera Andi memanggil Dokter untuk memeriksa ke adaan Satria, Dokter masuk dengan terburu-buru untuk memeriksa keadaan Satria yang sudah koma empat hari.
Satria telah sadar tapi sayang hanya mata yang berfungsi saat ini, Satria di nyatakan lumpuh permanent dan harus menjalani serangkaian terapi agar bisa pulih seperti sedia kala.
Andi mengabar kan kabar bahagia pada Ibu tentang ke adaan Satria, tapi Andi menyayangkan tidak tau dimana Fika saat ini.
sudah biar nanti Ibu yang telephone kedua orang tua nya mungkin mereka tau di mana Fika dan Sayra"....ucap Ibu.
Andi sedikit tenang karena Satria sudah sadar dari koma, Tinggal satu lagi menemukan keberadaan Fika agar Satria lebih semangat untuk sembuh.
Setelah mendengar Satria sudah sadar Rena tidak berani lagi langsung masuk rungan kalau Satria tidak tidur rasa takut pasti ada apa lagi terahir Satria hampir membuat nya m****.
Andy berdahem menyadar kan Rena dari diam nya memandang Satria, tentu Andy kalau pengakuan Rena sebagai istri semata-mata untuk menolong Satria yang saat itu sedang sekarat.
Ibu dan Ayah masuk sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi cemilan dan makanan yang sempat mereka beli di jalan tadi.
Ibu menelisik wajah Rena, mengingat kapan pernah melihat Rena tapi sayang semakin keras mengingat tapi tetap tidak ingat.
Hingga Ibu merasa gak enak kalau tidak basa-basi pada Rena yang di anggap nya tamu Satria, Ibu mempersilah kan Rena duduk.
Rena tampa malu duduk di sebelah Ibu Satria, dengan berfikir akan melancar kan aksi nya Rena memasang muka sedih.
Boleh Ibu tau anak ini teman satu kantor Satria ya"....tanya Ibu.
nama saya Rena tante saya calon Istri Satria".....jawab Rena tampa malu.
Ibu dan Ayah terperangah mendengar kata-kata Rena, sedang Andi menyipit kan mata menelisik Wajah Rena.
Andy bisa menangkap dari gerak gerik kalau saat Ini Rena sedang mencari kesempatan, diam-diam Andi mengambil foto Rena lewat handphone yang sedang Ia pegang.
Andi mengirim Foto Rena pada totok teman nya seorang preman dan bos mafia, setelah pesan nya terkirim di terima dan di lihat Andi permisi keluar untuk segera menelephone totok menceritakan soal Satria.
bakgayung bersambut Totok bersedia membantu mencari info tentang Rena.
Ibu kini tau di mana keberadaan Fika, karena saat Andy telephone di luar Ibu juga menelephone besan nya untuk ngabari ke adaan Satria.
__ADS_1
kedua orang tua Fika terkejut dengan kabar yang di sampaikan Ibu, tampa membuang waktu mereka segera membawa Fika dan Sayra untuk pulang sekalian menjenguk Satria.
Ibu merasa sedikit tenang setelah tau di mana menantu dan cucu nya, Rena yang turut mendengar percakapan Ibu di telephone sedikit merasa was-was.
Tapi Rena ya tetap Rena punya segudang akal, Ia akan berpura-pura hamil agar semua yang berhubungan dengan Satria akan simpatik dan membiarkan Ia menikah dengan Satria.
Andy kembali ke ruangan Satria merasa cukup puas mendengar Info tentang Rena, ntah kenapa Andy dari awal bertemu memang tidak suka dengan Rena.
Fika menangis tersedu-sedu setelah mendengar musibah yang menimpa Satria suami nya.
sepanjang perjalanan tak henti-henti nya Fika menangis, Rasa menyesal meninggal kan Rumah, penghianatan Satria juga seperti menguap begitu Saja karena Rasa cinta nya begitu besar terhadap suami nya Satria.
tiga jam perjalan Sayra, fika dan kedua orang tua nya sampai di rumah sakit tempat Satria di rawat.
Andy menunggu Fika dan yang lain di lobi agar bisa langsung ke ruangan Satria.
setelah masuk Fika langsung memeluk tubuh Suami nya yang sedang tertidur, membuat Satria gelagapan kaget.
Abang kenapa"....tanya Fika sambil nangis melihat wajah Pucat Suami nya, Fika menangis.
Sabar Fika"....ucap Andi di sebelah nya, Andi juga menjelas kan tentang hasil pemeriksaan Dokter dan langsung membuat Fika shock.
kedua orang tua Fika juga merasa sangat sedih atas apa yang di derita menantu nya.
Setelah cukup lama di ruangan Suami nya Fika kini menyusul yang lain ke ruangan Si kembar, sampai di kamar kembali Fika menangis melihat dua putra nya kini terbaring dengan selang infus.
Fika tidak menyangka setelah Ia pergi kedua putra nya jatuh sakit dan Satria mengalami kecelakaan.
tapi Fika harus apa nasi sudah jadi bubur dan sekarang yang bisa Iakukan hanyalah berdoa dan mengurus agar anak dan suami nya cepat pulih seperti sedia kala.
pagi menjelang Fika tidak bisa tidur membayang kan cerita Andi tentang penyakit yang kini di derita suami nya.
Fika mendengar deru nafas kasar segera Fika mendekat ke brankar di mana saat ini Satria sudah membuka mata nya.
Abang udah bangun".....Sapa Fika pada suami tercinta nya.
Satria yang memang lumpuh keseluruhan hanya bisa menatap Wajah Fika, Tapi Fika bisa menangkap cara pandang Satria yang tidak bisa mengenali nya.
Abang cepat sembuh ya"......ucap Fika dengan mata berkaca-kaca, betapa sungguh Ia sangat merindukan keperkasaan suami nya tapi harus terima pil pahit kalau saat ini suami nya tidak dapat bergerak dan hanya mata lah bisa mengepresikan segala nya.
pukul delapan Satria di dorong keruang khusus untuk menjalani serangkaian terapi, Fika mengikuti dengan perasaan sedih.
setelah menjalani serangkaian terapi Satria di dorong kembali ke ruangan semula begitu juga Fika, tapi setiba di ruang rawat Satria Fika melihat seorang perempuan sedang duduk di Sofa.
Fika tidak memperdulikan Rena yang duduk dengan gaya angkuh nya, Fika hanya fokus mengurus suami nya.
lima menit berlalu Rena bangkit dari duduk mendekati Fika yang kini sedang menatap intens suami nya.
Kamu Siapa"....tanya Rena sambil menepuk bahu Fika.
Fika menoleh menatap wajah Rena dengan kening berkerut.
Rena merasa Fika tidak mendengar pertanyaan nya tampa malu Rena mengusir Fika dari ruangan Satria.
__ADS_1
pertengkaran tak dapat di hindari karena memang Rena menunjukan permusuhan, di sambut Fika dengan menjambak Rambut Rena dan menyeret nya ke depan pintu agar Rena segera pergi.