MIMPI SATRIA

MIMPI SATRIA
TANGISAN FIKA


__ADS_3

Di kediaman Satria Putra.


Sesudah mendapat Ijin Fika kini benar-benar tinggal di rumah satria, kini sudah lebih dari seminggu Fika tinggal, semua urusan si kembar jadi urusan nya.


belum lagi harus menghadapi kelakuan Satria yang selalu cari kesempatan, selalu mencuri ciuman hingga Fika terkadang larut dalam nuansa yang di berikan Satria.


terkadang Fika marah pada diri nya sendiri kenapa begitu ceroboh hingga Ia harus menanggung akibat nya , Fika merasa seperti sedang menjalani hukuman atas kesalahan yang tidak Ia lakukan.


ingin Fika pulang meninggal kan rumah Satria tapi ntah kenapa di sudut hati nya yang lain ingin selalu tinggal apa lagi mendengar si kembar menyebut nya Mama.


ternyata menjadi seorang Ibu tidak perlu melahir kan pikir nya.


kini di rumah Satria sudah ada beberapa PRT membantu Fika, bagai mana pun Satria tak ingin Fika kecapean ntah kenapa keinginan untuk menjadikan Fika istri semakin kuat.


Malam Ini Satria sengaja pulang malam hanya ingin tidur di kamar si kembar bersama Fika tentu nya.


sementara Fika terus mengintip keluar jendela resah kenapa sudah pukul delapan Satria belum pulang, biar Satria sering membuat nya jengkel ntah kenapa malam ini Fika seakan rindu, dengan kenakalan Satria yang selalu mencuri ciuman tatkala Fika lengah.


sekarang Fika ibarat nyonya rumah, kadang Fika juga merasa bosan, tapi satiap si kembar memanggil nya Mama ntah kenapa rasa bosan itu menguap begitu saja.


Di rumah orang tua Fika, Mama ngomelin Papa karena tidak minta ijin nya waktu mengijin kan Fika tinggal sementara di rumah Satria.


Mama Gak mau tau Papa harus jemput Fika besok ....ucap Mama dengan Marah.


Papa menarik nafas dalam, benar kata Mama, Satria duda dan Fika gadis tinggal Satu rumah akan menimbul kan Fitnah.


tengah malam Satria pulang berharap Fika telah terlelap agar Ia bisa tidur bersama Si kembar, sejak kehadiran Fika si kembar tidak lagi tidur dengan nya.


Satria masuk seperti pencuri di rumah nya sendiri perlahan Satria naik ke atas dengan maksud membersih kan diri dulu sebelum ke kamar si kembar.


Dua langkah di anak tangga Satria terkejut mendengar suara daheman ternyata Fika belum tidur, dengan cepat Satria berbalik turun.


Satria mendekati Fika yang kini berdiri sambil bersidekap.


kenapa belum tidur.....tanya Satria membuat Fika salah tingkah dengan kebodohan nya.


udah kok ini Aku kebangun karena haus....jawab Fika kaku.


udah minum nya....tanya Satria sambil terus memojokan Fika ke dinding.


Su...su..sudah....Jawab Fika ingin segera lari ke kamar, dengan cekatan Satria mencekal pergelangan tangan Fika, jangan lari bukan nya kamu nunggu Aku...ucap Satria berbangga Diri Sambil membenahi juntaian Rambut Fika yang menutup muka sebelah.


lepas kan Aku Sat....ucap Fika dengan debar jantung, himpitan Satriamembuat nafas nya terasa sesak.


tapi Satria semakin gila bila menatap bibir Fika yang kini menjadi candu nya.


Satria membungkam bibir Fika dengan Bibir nya agar Fika tidak bicara lagi.


Fika meronta mendorong dada Satria tapi Ia kalah kuat , satria semakin merapat kan tubuh mereka berdua, hingga Fika tidak bisa bergerak

__ADS_1


Jeda satru tarikan nafas Satria kembali menyusuri rongga mulut Fika hingga membuat si empunya mendesah dalam.


tangan Satria sudah tidak dapat di kondisikan lagi kini bergerilya menyapu lekuk tubuh Fika membuat Fika melayang .


Fika tersadar karena ada sesuatu yang keras menempel di perut nya, dengan susah payah Fika mendorong Satria tapi sia-sia.


Satria semakin liar menjilati leher jenjang Fika, lenguhan dan desah tak dapat lagi di tahan Fika karena Ia baru pertama kali merasakan gejolak hebat membuat tubuh Fika bergetar menahan rasa dari setiap jilatan dan sesapan yang di buat Satria.


kini Satria semakin Liar membuka blus yang Fika kenakan dengan sekali tarikan ke bawah rusleting baju Fika terbuka terlihat belahan Indah semakin menantang kelaki-lakian nya.


Fika membuka mata lebar kala satria menyesap ujung puncak menara nya membuat Fika serasa Ingin buang air kecil.


Sat....sudah Aku mau pipis.....ucap Fika terengah-engah sambil menolak kepala Satria.


tapi Satria malah mengatakan tumpah kan Sayang.. jelas ucapan Satria membuat bulu kuduk Fika berdiri sebab Satria kembali mengulum pucuk merah muda milik nya.


Fika terus memejamkan mata tak dapat Ia pungkiri hati dan tubuh nya tak sejalan, hati nya meronta walau kadang menerima sedang tubuh nya terus meminta lebih.


Satria semakin gila sesapan gigitan lembut nya turun di areal perut Fika membuat Fika hampir hilang keseimbangan dengan cepat Satria mengangkat tubuh Fika dan kembali menutup mulut Fika dengan ******* panas.


Satria meletakan Fika di atas karpet bulu yang ada di kamar si kembar tampa melepas ciuman dari bibir Fika Satria melucuti setengan pakaian nya kini tinggal celana berbahan kain yang masih membalut tubuh nya.


Fika kini terbawa arus akal sehat nya sudah berganti rasa yang ingin terus dan terus, bilir keringat membasahi pelipis nya.


Satria begitu menikmati setiap jengkal kulit putih halus Fika membuat jejak di setiap lekuk tubuh Fika.


Satria semakin lupa Diri kini sudah tampa sehelai benang merunduk kebawah Inti Fika memberi Liur nya sambil menyesap ujung inti Fika tentu membuat Fika semakin terbakar, tampa permisi Satria melesak kan ujung pedang sambil memandangi wajah Fika.


Fika yang merasa sesuatu masuk kedalam tubuh nya tersadar kini mata mereka saling bersitatap, Satria tak ingin kehilangan kesempatan dengan perlahan mendorong pedang nya membuat Fika meronta kesakitan.


tapi apa lah daya seorang Fika melawan duda yang sudah bekabut nafsu seperti layak nya banteng gila, Fika menangis tapi Satria semakin mempercepat lesakan pedang panjang hingga Fika teriak yang ke tiga kali nya bersamaan dengan geraman dan rasa panas di liang inti Fika.


Fika menangis dengan posisi miring membelakangi Satria yang kini tercenung dengan penuh penyesalan.


Si kembar Tiba-tiba menangis Fika Ingin bangkit tapi sama sekali Ia tidak mampu bergerak karena di dera panas, perih dan ngilu di bagiang selangkang.


Satria meraih handuk untuk menutup bagian Bawah nya yang polos.


Si kembar bangun dan nangis bersamaan, dengan Sigap Satria menaruh susu dan memberikan ke pada ke dua nya.


Saat Satria membelakangi karena sedang membuat susu Fika perlahan merangkak ke kamar mandi.


Kini Fika duduk di bathup tampa Air masih dengan baju dan bra yang tersingkap ke atas meratapi setiap kebodohan nya.


setelah selesai memberi Susu si kembar Satria semakin kalut melihat darah berserakan di atas karpet bulu.


segitu brutal kah Aku, sejahat ini kah Aku, Satria menghujat diri nya sendiri.


Satu jam mereka menyesali diri masing-masing, hingga Satria timbul ketakutan karena Fika tidak keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


dengan fikiran berkecamuk Satria masuk hampir mendobrak tapi syukur nya Fika tidak mengunci pintu kamar mandi.


Satria masuk mencari Fika ternyata Fika pingsan di dalam bathup dengan rasa penuh penyesalan Satria mengangkat Fika dan membawa nya ke kasur.


dengan perlahan Satria mengganti pakaian Fika, tapi begitu sampai di bawah Satria terkejut melihat Inti Fika bengkak dan mengeluar kan Darah.


Satria panik harus panggil dokter kah atau panggil Ibu tentu ketahuan Kalau Ia sudah merusak dan memerkosa Fika, hingga Satria memilih merawat Fika sendiri.


pagi hari Fika bangun merasakan seluruh tubuh nya sakit, ingin Fika menangis menjerit setelah apa yang di buat Satria tapi nalar nya masih segar mengingat kalau di awal Ia juga menikmati bahkan sangat menikmati.


Fika terkejut ketika menjatuh kan tangan ke sisi tempat Tidur karena tangan menyentuh tepat pipi satria yang kini tertidur di pinggir ranjang dengan posisi duduk di bawah.


Fika bergerak perlahan untuk duduk melihat wajah tampan yang kini pulas tertidur masih mengenakan handuk sebatas pinggang.


ingin rasa nya Fika mengangkat sebelah kaki menendang wajah Satria tapi sungguh tidak bisa Ia lakukan, Fika menangis tersedu-sedu sambil menahan suara agar si kembar tidak bangun.


Satria terbangun karena mendengar suara isak Fika, Satria terduduk sambil memandangi Fika tak tau harus berkata apa karena Ia memang salah.


tapi Satria bukan lah tipe laki-laki tidak bertanggung jawab kini Ia bangkit duduk di pinggir ranjang sambil menatap Fika yang terus menangis sambil membuang muka.


Maaf kan Aku Fik......ucap Satria membuat Fika naik darah.


Maaf kata kamu....Fika sungguh emosi.


Ya aku minta maaf dan aku akan bertanggung jawab....ucap Satria sambil menunduk.


Baik tapi kamu harus mengembalikan apa uang sudah kamu curi....hardik Fika, membuat Satria kehilangan kata-kata.


Fika mencoba turun tapi baru saja menapak Ia jatuh seperti manusia tak bertulang, buru-buru Satria ingin membantu tapi di tepis Fika dengan kasar.


Satria tidak bisa berbuat banyak karena ini memang Salah nya.


dengan tertatih menahan sakit yang luar biasa ahir nya Fika sampai di kamar mandi menghidup kan shower, Fika duduk di bawah cucuran air shower sambil menangis menyesali apa yang sudah terjadi.


sedang Satria memilih balik ke kamar nya tampa menyahut sapaan ART yang melihat nya dengan heran karena cuma pake handuk.


sungguh Fikiran nya kalut saat ini setelah apa yang terjadi semalam, Satria mandi membuat diri nya lebih fres dan segera menghubungi orang kepercayaan nya untuk menghandle semua urusan kantor karena hari ini Ia akan menjaga Fika.


Satria harus bertanggung jawab menikahi Fika nita itu kini terpatri di hati nya, Satria teringat Fika dengan segera Ia turun kemara Si kembar.


begitu masuk Satria tidak menemukan Fika melain kan dengan Refleks menangkap dua anak nya yang hampir jatuh dari tempat tidur.


Mana Mama Sayang tanya Satria pada kedua anak nya kini Ia masukan Sanda dan Sandi kedalam kereta dorong karena Ia ingin mencari Fika.


Fika kini di dalam Taxi sambil terus menangis tak tau tujuan Ia harus ke mana Saat ini, hati nya hancur walau Ia akui sempat larut dalam permainan Satria tapi Fika juga sudah berulang kali meronta dan memohon agar Satria tidak melakukan nya.


Taxi terus membawa Fika tampa tujuan hingga Ia minta di turun kan di sebuah taman, Fika duduk di bangku taman sambil menangis memikir kan nasib nya saat ini.


dari jarak beberapa puluh meter seorang laki-laki dengan tubuh atletis memperhatikan Fika ada rasa kasihat melihat perempuan cantik seperti Fika menangis sendirian.

__ADS_1


__ADS_2