
Satria menoleh tapi yang di penglihatan nya kalau Andi adalah Rima, dengan segera Ia bangkit.
Sayang....ucap nya sambil memeluk Andi, karena merasa terpukul juga dengan kepergian Rima yang tiba-tiba Andi cuma diam di peluk Satria.
Tapi Satria sudah lepas kendali hingga kehilangan kesadaran, Ingin mencium Andi karena di anggap nya Rima.
berkali-kali Andi menolak dengan mendorong kuat Satria tapi Satria tetap bangun ingin mencium nya.
kenapa Yank....dorongan pertama
kenapa Sayang....di dorong lagi oleh Andi
Yank bukan nya tadi kamu minta cium dan kamu manggil Aku dengan sebutan Mas.....kali ini Andi memberi sebuah tamparan keras karena merasa kesal juga menghadapi Satria yang tidak bisa menerima kenyataan.
Satria terduduk karena tamparan Andi, tepat di sisi kuburan Rima sedang Andi berdiri sambil mengusap air mata yang keluar tak di duga nya Satria yang bandel cuek kini seperti orang gila.
hari semakin gelap lapat-lapat dari kejauhan terdengar suara azan.
Ayo pulang Satria menepis tangan Andi beberapa kali hingga Andi menarik paksa Satria dengan kekerasan sebenar nya Ia tak tega tapi tak ada cara lain.
Satria di dudukan di kamar mandi oleh Andi setelah sampai di rumah Ibu.
Andi sengaja mengguyur Satria dengan air dengan maksud untuk sedikit menenangkan agar Satria bisa berfikir jernih.
Tapi Satria tak melawan melainkan menangis tersedu-sedu membuat siapa saja turut larut dengan kesedihan Satria.
Istri Andi membawakan handuk yang di minta Andi untuk mengeringkan badan Satria, lalu Andi membawa Satria ke kamar nya untuk berpakaian.
Satria seperti orang hilang kesadaran apapun di buat Andi Ia hanya diam dengan air mata terus meleleh, tentu Andi semakin merasa sakit dihati nya melihat keadaan Satria.
Tahlilan di mulai para warga mengikuti apa yang di baca Imam suara mereka ramai dalam tangis nya Satria ikut berdoa untul almarhum istri nya.
setelah tahlilan selesai Satria masih seperti semula duduk dengan pandangan kosong tapi air mata terus bercucuran membuat siapa saja pasti ikut menangis dan prihatin dengan ke adaan Satria.
Ibu tidak tau berbuat apa hanya menangis dan menangis melihat keadaan Satria.
tiga Hari sudah kepergian Rima Satria masih belum bisa di ajak bicara hingga Andi bernisiatif memanggil Dokter ke rumah untuk memberi obat agar Satria tenang dan bisa tidur karena belum semenit pun Ia tidur sejak kepergian Rima dengan air mata terus mengalir seakan tak kering.
Dokter datang memberi suntikan Satria langsung tertidur membuat Andi dan yang lain lega.
dua hari Satria tertidur dan dua hari pula Ibu bolak balik ke rumah sakit demi cucu nya, sedang Mama Arini depresi berat sejak meninggal nya Rima.
Kini Mama di jaga saudara dari almarhum Papa Dewa.
Ayah semakin Sibuk karena harus berada di dua perusahaan sekaligus.
seminggu sudah kepergian Rima kini kedua anak nya sudah di perbolehkan pulang karena sudah sehat.
Ibu di temani Andi dan Istri menjemput si kembar di rumah sakit.
Sampai di rumah si kembar jadi rebutan semua senang dengan ke hadiran bayi Satria dan Rima.
setelah menidur kan si kembar Ibu melihat Satria di kamar nya begitu sakit dada Ibu melihat ke adaan Satria saat ini.
Sat....Ibu mencoba mendekati Satria ingin bicara dari hati ke hati.
Sat....panggil Ibu sekali lagi setelah duduk di samping Satria yang terduduk di atas tempat tidur.
Satria tidak menjawab ibu mengerti kenapa Satria tidak menjawab panggilan nya bukan karena Ia marah melain kan karena Satria belum iklas melepas Rima.
ibu memeluk pundak Satria.
liat Ibu nak....pinta Ibu yang sudah menangis sebelum bicara.
Satria sayang Ibu gak.....tanya Ibu dan di angguki Satria.
__ADS_1
kalau sayang mana cium nya....lagi-lagi ibu mengingat kan Akan masa-masa kecil Satria.
tampa ba bi bu Satria langsung mencium pipi Ibu kemudian menatap lurus lagi.
mau bantu Ibu gak....tanya Ibu sambil terisak menahan tangis nya
Satria hanya mengangguk sebagai jawaban.
si kembar menangis karena haus Ibu buru-buru meninggal kan Satria yang masih duduk.
setelah cukup kenyang si kembar kini anteng biar pun tidak tidur tapi tidak rewel.
Bu....panggil Tri..
ya nak....jawab Ibu sambil mengganti popok si kembar.
coba deh si kembar kasi ke Satria kali aja Ia langsung sadar.....saran tri.
ah janga ah ibu takut adik mu malah kasar....jawab Ibu karena keadaan Satria belum memungkin kan.
Sini bu Andi pengen gendong.....Andi yang mendengar percakapan Ibu dan Tri semangat kenapa gak coba ide Tri kali aja ampuh bisa bikin Satria sadar.
Dengan menimang gemas Andi sengaja masuk ke kamar Satria.
Sat liat nih Anak siapa.....tanya Andi tapi sayang tak di respon Satria.
Andi mencoba mendekat kan si bayi kesatria....tapi tetap tak ada respon hingga Andi timbul emosi dan mengembalikan Si bayi ke Ibu lalu kembali ke kamar Satria.
kamu mau nyusul Rima kan....Andi menarik dan Satria jatuh terguling di lantai.
bangun....bentak Andi sedang Ibu melarang Andi agar tidak kasar pada Satria.
tapi Andi tidak perduli dengan kata-kata Ibu, terus saja menarik Satria dan membawa nya ke area kuburan di mana tempat Rima di kubur kan.
Andi mendudukan Satria di sisi kuburan Rima.
Kalau kamu mau mati , matilah sekarang....teriak Andi sambil menampar pipi Satria dua kali.
dalam kegelapan malam Andi juga menangis melihat ke adaan Satria tapi Ia pun cukup lelah menghadapi Satria yang hilang akal.
Satria meraung-raung memeluk pusara Rima di tengah gelap gulita area perkuburan.
Andi tak mampu berucap hanya berdiri sambil menghapus setiap tetes air mata yang ke luar.
Satu jam meraung Satria diam karena merasa sapuan dingin di bahu nya, semenit kemudian Ia mendengar bisikan suara Rima.
Mas pulang lah kasian anak-anak kita Aku akan selalu berada di tengah-tengah kalian.
setelah suara itu hilang Satria seperti tersadar dan menjerit memanggil nama Rima hingga Andi yang berdiri tak jauh tak jadi membakar rokok nya karena suara Satria membuat jantung nya hampir lepas.
buru-buru Andi mendekat sambil melempar rokok yang belum sempat Ia bakar.
Satria menangis sesengukan.....Andi tau Satria sudah mulai sadar.
Sat....Andi menarik Satria dalam pelukan nya.
Rima udah pergi bang ucap Satria di tengah tangis nya.
ya Abang tau......jawab Andi.
Rima gak sayang sama Aku bang... rintih nya lagi.
Rima sayang sama kamu dan anak-anak.....jawab Andi.
Anak-anak mana bang.....tanya Satria.
__ADS_1
di rumah ayo kita pulang kasian anak-anak mu....jawab Andi.
Satria berjongkok membelai nisan Rima kemudian mencium Nisan beberapa kali kemudian Ia bangkit mengajak Andi pulang .
Andi seakan tak percaya kalau Satria sudah kembali.
dengan Langkah gontai di pandang nya punggung Satria yang jalan di depan, Andi berdoa dalam Hati semoga berkah Itu sampai pada adik nya.
Satria tiba di depan pintu mengejut kan semua orang yang sempat panik karena Andi menyeret nya keluar dengan marah.
Sat....panggil Ayah sambil mendekati Satria yang berdiri di depan pintu.
terdengar tangisan Si kembar dari dalam kamar Ibu.
Yah mana anak-anak Ku.....tanya Satria..
Ayah mengedip kan mata ke Ibu dan Ibu mengerti akan kode dari Ayah, segera Ibu masuk mengambil salah satu bayi yang menagis membawa ke hadapan Satria.
Satria mengamati wajah bayi yang menangis di gendongan Ibu.
Mau gendong....tawar Ibu
Satria mengangguk.
Ibu menaruh Si bayi di gendongan Satria dan Si bayi langsung diam dari tangis nya setelah di gendong Ayah nya.
Satria memperhatikan wajah bayi nya Hati nya seperti di remas hingga tetes air mata meluncur jatuh ke pipi si bayi.
Maaf kan Ayah nak yang gak bisa jaga Ibu kalian rintih nya tapi Si bayi seakan tau ayah nya sedang bersedih dalam tidur nya si bayi menyunging kan senyum membuat Satria bahagia.
Ibu mengambil si bayi untuk kembali menidur kan di dalam kamar tapi baru beberapa langkah bayi satu lagi yang masih di kamar menangis seakan iri kalau Ia belum di gendong Ayah nya.
semua tertawa melihat tingkah dua bayi yang berebut gendongan Ayah nya.
malam ini Satria minta Ibu tidak mengunci kamar karena Ia ingin melihat bayi nya sewaktu-waktu dan permintaan itu membuat Ibu was-was.
Andi mengikuti Ibu kedalam kamar..
bu...panggil Andi.
ya nak Ada apa.....
ibu kunci aja nanti kamar ibu....ucap Andi karena Ia juga belum sepenuh nya percaya akan kesadaran Satria yang tiba-tiba.
tapi Ibu mikir nya lain gak akan mungkin seorang Ayah melukai anak nya sendiri.
Ibu tak menjawab omongan Andi.
Ayah masuk kedalam Kamar melihat Andi berdiri sambil melihat kedua bayi yang kini tidur dengan nyaman.
Ada apa Ndi....tanya Ayah..
Andi belum sepenuh nya percaya dengan kesadaran Satria...jawab Andi panjang.
Sudah jangan khawatir Ayah dan Ibu bergantian jaga mereka berdua.....jawab Ayah agar Andi tidak khawatir.
Andi keluar menuju kamar nya melihat wajah ayu tidur dengan damai hingga mendengkur halus.
sedang Satria mandi membersih kan diri karena tadi Ia sempat kotor karena di dorong Andi sampai Ia terjerembab Di tanah.
Setelah bersih Satria berwudhu dan solat serta membaca AlQur An membuat seisi rumah menagis karena kini Satria sudah benar-benar kembali.
lantunan ayat-ayat Suci yang di baca Satria sangat menyentuh siapa pun yang mendengar sebab Satria membaca sambil menangis.
sedang Si bayi semakin nyenyak tertidur.
__ADS_1
Ibu dan Ayah berdiri di depan pintu kamar Satria, kini Anak nya telah kembali ke pangkuan sangat haru hingga Ayah dan Ibu menangis sambil berpelukan.
Satria terus membaca Ayat-Ayat Suci hingga Ia merasa di dera kantuk yang hebat barulah Ia berhenti dan tidur.