
perseteruan masalah harta terus berlanjut setelah beberapa hari, prayoga sudah siap dengan pengacara kondang dan siap membantu karena setelah di selidiki Rena memang benar curang telah memalsukan semua surat kepemilikan harta prayoga, termasuk lima apartemen yang Ia berikan kepada pengacara terdahulu yang membantu Rena kini turut di permasalah kan.
pelik pasti Rena juga sudah merasa kehancuran sudah di depan mata dulu perusahaan Almarhum Papa nya juga hancur karena terlalu sibuk untuk bersenang-senang.
prayoga dapat tersenyum karena titik terang mulai berpihak kepada nya, hari ini prayoga kembali menghubungi Rena via telephone.
"mau apa-a".....bentak Rena setelah panggilan mereka terhubung.
"ck..masih sama seperti dulu"....ucap prayoga dengan nada mengejek.
"ok kalau gak ada urusan lebih baik tutup saja".....Rena kesal hingga kepala nya berdenyut seketika.
"ha-ha-ha dengar Aku akan menghancur kan kamu"......ucap prayoga sambil tertawa.
Rena merasa kepala nya sakit luar biasa suara prayoga kembali terdengar karena tampa sengaja jari rena menyentuh tombol louspeker.
"Aku akan melihat barang mahal apa yang bisa kamu pake ha-a-a".......prayoga tertawa sejadi-jadi nya sambil memutus panggilan telephone.
di kediaman Satria Putra.
Si kembar bermain dengan Sayra mereka berlarian di taman belakang, setelah Fika remi menjadi istri Satria lahan yang dulu Mama Arini pake tanam sayur kini di sulap menjadi taman yang indah untuk anak-anak nya.
Satria menyesap kopi buatan Fika sambil terus merasa bahagia melihat anak-anak nya bercanda ria.
kebahagiaan nya lengkap walau masih ada ganjalan di hati tapi, Satria sudah siap kalau-kalau Rena muncul dan mempublikasi kan vidio mereka kemedia sosial.
tapi waktu terus berjalan sudah satu bulan lebih Rena tidak pernah muncul kabar nya, kabar terahir yang sempat di lihat Fika dan Satria, kalah telak Rena dalam kasus perebutan harta dan Rena terancam di hukum.
Kini waktu sudah berjalan lima tahun kemudian si kembar sudah semester terahir sedang Sayra bersekolah di SMK ternama, ketiga anak Satria berotak brilian mereka selalu mendapat peringkat teratas.
Fika dan Satria merasa bangga dengan hasil yang di capai anak-anak nya dalam belajar, mereka berdua selalu bersyukur dan menanam kan budi pekerti yang baik pada anak-anak nya.
pagi ini setelah ke tiga anak nya berangkat sekolah Satria masih malas-malasan di atas tempat tidur.
sedang Fika sibuk dengan tanaman di belakang,suasa sejuk tentu membuat mata terang kala melihat tanaman bunga yang di pelihara Fika.
Satria melongok ke bawah melihat istri tercinta nya sedang sibuk menggunting cabang-cabang bunga yang sudah tidak bagus timbul ide untuk memperkerjakan seseorang agar Fika tidak capek.
Fika menengadah karena merasa ada yang memperhatikan nya di balkon kamar, senyum terukir di wajah kedua nya kala mata mereka bertemu.
Satria mengedip kan mata tanda kalau Fika harus menemui nya di kamar, tapi fika enggan meninggal kan pekerjaan nya hingga Ia menggeleng sebagai aba-aba tidak mau menuruti kemauan suami nya.
Satria merasa gamas dengan Istri nya hingga Ia pun turun untuk menjemput Fika di taman, setelah sampai di taman justru Satria mengurungkan niat nya sebab Fika menangis kesakitan.
"Kenapa Sayang".....Satria panik langsung memegang tangan Fika yang berdarah, sedang Fika merasa jantung nya berdegup baru pertama kali setelah belasan Tahun berumah tangga ini kali pertama Satria memanggil sayang pada nya.
Satria langsung menggendong Fika untuk membawa masuk kedalam luka berdarah yang jadi kekhawatiran Satria, para pembantu tersenyum girang melihat majikan nya bermesraan.
di Rumah Kedua orang tua Satria tampak latif dan Fajar baru datang dengan mengendarai motor milik Fajar.
__ADS_1
setelah mengucap salam dan dijawab salam oleh Indah, Latif dan Fajar di persilah kan masuk, Latif tersipu waktu mata nya bertemu mata Indah begitu juga indah.
kedua nya merasakan debaran menyeruak di dada kedua nya, Fajar mendahem karena melihat Latif dan Indah bercuri pandang.
Indah menjadi salah tingkah hingga permisi kebelakang untuk memanggil Ibu, setelah ibu masuk mereka menyalami Ibu.
latif dengan gaya kocak nya langsung saja meminta indah untuk jadi Istri nya, tentu Ibu tidak terlalu menanggapi karena Ibu sangat tau karakter Latif dan Fajar.
"Ada apa nak latif dan nak fajar tiba-tiba ingat mengunjungi Ibu".....tanya Ibu.
"Kami kangen Ibu"......jawab Fajar dengan senyum lebar.
"Bu kak indah mana ya"?......tanya latif sambil melongok ke arah dapur.
"Ada".....jawab Ibu karena sudah melihat Indah membawa napan berisi dua gelas teh.
Indah menaruh gelas teh di depan Latif dan Fajar, tentu Latif tak membuang pandangan nya seperti terpaku melihat Indah hingga Indah bersemu merah dan berlalu kembali ke dapur.
kedua anak bujang yang datang terlihat betah terutama Latif karena terpana oleh Indah, mereka bertamu sampai makan siang tiba, setelah makan siang mereka baru permisi pulang.
Latif kesempatan meminta kontak Indah dan tampa menolak Indah langsung menulis no kontak nya di handphone Latif.
setelah Latif dan Fajar pulang ibu masuk ke kamar dan Indah memilih duduk di gazebo belakang.
hari ini juga bertepatan bebas nya Rena setelah menjalani hukuman selama lima tahun, Rena menghirup udara sebanyak-banyak nya hingga memenuhi rongga dada nya.
dengan senyum seringai Rena kembali menyirat kan marah pada pemilik nama Prayoga Darma yang kini jadi usahawan ternama yang sering jadi cover majalah bisnis, tak urung sering Prayoga mengisi acara sebagai pembicara di setiap perkumpulan Rapat pengusaha elite.
dua hari menahan lapar Rena mencoba mencari kerja di salon dan senang nya Rena di terima.
Rena bekerja tampa memikir kan waktu istirahat, hingga suatu saat Rena bertemu salah satu rekan bisnis nya dulu.
Rena menceritakan semua kisah sedih tentu terbalik dari fakta yang sebenar nya, membuat teman nya juga prihatin dengan apa yang sudah menimpa Rena.
dengan bantuan teman nya Rena berhasil bekerja di salah satu perusahaan cabang dengan identitas baru sebagai karyawan biasa.
Rena cukup menikmati waktu nya bekerja karena ingin mencapai tujuan yang sudah cukup lama Ia pendam, ini hari pemilik perusahaan di tempat Rena bekerja akan berkunjung, memang kunjungan di adakan setiap dua minggu sekali semua karyawan sibuk menata aula pertemuan untuk menyambut bos besar.
Rena mencari tahu siapa yang jadi pemilik perusahaan tempat Ia bekerja namun semua karyawan seakan enggan memberitahu.
hari kunjungan tiba semua karyawan berbaris di jalan masuk areal perusahaan untuk menyambut bos besar datang.
mobil iringan pemilik perusahaan masuk semua karyawan memberi hormat termasuk Rena yang sengaja berdiri dekat pemberhentian mobil bos besar.
sambil menunduk Rena sempat melirik pada bos besar yang kini turun dengan menggandeng perempuan cantik tinggi semampai bak model itali.
setelah melihat jelas siapa bos besar jantung Rena berdegup ternyata bos besar adalah prayoga Darma, laki-laki yang sudah menghancur kan nya hingga Ia jadi terpuruk habis.
mobil selanjut nya tiba kembali semua karyawan tertunduk hormat Rena sedikit jauh dari mobil yang belakangan sampai hingga Ia tidak bisa melihat jelas siapa yang turun.
__ADS_1
setelah bos besar di persilah kan masuk ruangan aula yang luas para karyawan juga masuk dengan tertib.
setelah sedikit pesan dan kata-kata terimakasih pada karyawan yang sudah bekerja bos besar memperkenal kan salah satu rekan bisnis yang punya banyak modal di perusahaan nya.
nama Satria Putra di sebut tentu Rena segera maju membelah kerumunan agar Ia lebih jelas melihat apakah benar itu Satria.
Rena kini berdiri tepat di depan panggung tempat Satria dan Prayoga musuh nya berdiri, dalam hati bertepuk senang karena Ia sudah menemukan rival nya tampa harus bersusah payah.
tiba-tiba nama baru Rena di panggil, membuat Rena bingung ternyata setiap ada karyawan baru di wajib kan untuk bertemu bos langsung dan akan mendapat sedikit pengarahan agar lebih giat dalam bekerja.
sistem yang bagus menurut Rena tapi dalam hati nya selalu ingin me***** muka Prayoga untung Rena memakai masker hingga Yoga tidak mengenali Dia.
Satria menatap tajam dengan sudut mata, perasaan nya mengatakan kalau Ia mengenal perempuan yang jadi karyawan baru di perusahaan Prayoga.
setelah menerima sedikit saran dari bos besar Rena kembali ke tempat para karyawan, duduk di lantai Sama rata dengan karyawan lain.
Rena menikmati jadi orang bawahan teman-teman baru yang Ia kenal juga ramah dan saling mengingat kan, kesan sombang dan angkuh hilang sendiri nya dari kepribadian Rena.
Rena kini tinggal di kos-kosan sempit tentu saja Ia syukuri saat ini dari pada tidur di jalanan, dan harus menahan lapar.
berkat kesabaran saat ini Rena naik jabatan menjadi pengawas dengan keyakinan Rena yakin kalau Ia juga akan kembali di atas di tengah-tengah kalangan elite.
Rena optimis pasti bisa, pagi ini Rena mendapat kiriman kado dari seseorang dengan rasa penasaran Rena membuka kado yang tidak tercantum nama pemilik nya.
Rena tersenyum girang setelah melihat isi kado beserta ucapan selamat ulang tahun, hati nya mendadak pilu karena di saat Ia merasakan pailit nya hidup masih ada orang yang perduli dan mengingat hari lahir nya.
Rena kembali menyimpan kado kedalam laci sebab jam kerja sudah mulai, tetap penasaran dengan si pengirim kado.
setelah pulang kerja juga Rena mendapat kejutan sekali lagi, sebuah kotak besar berada di depan pintu kamar kos nya.
buru-buru Rena membuka pintu dan kemudian menarik kotak yang ternyata sangat berat.
dengan dada berdebar Rena membuka pembungkus kotak ada sedikit ketakutan karena kotak yang sedemikian besar dan berat.
Rena membaca doa terlebih dahulu kala akan membuka kotak, tak di sangka Rena kado yang Ia terima sangat mahal dan bingung tak ada juga terdapat nama pengirim kado.
sebaik nya tanya pada ibu kos"...fikir Rena dan Ia bergegas ke rumah Ibu kos yang hanya berjarak sepuluh meter.
tampak Ibu kos sedang menyiram tanaman di halaman Rumah, kamar kos Rena terletak di belakang Rumah Ibu kos.
setelah menegur dan sedikit cipika-cipiki Rena langsung ke maksud nya, tapi Ibu kos justru menjawab dengan jawaban kalau yang mengantar kado tersebut kurir.
Rena diam dengan rasa penasaran nya, siapa yang sudah berbaik hati pada nya hingga Sampai kembali ke kamar nya pun Rena tidak bisa menebak siapa pengirim kado.
Rena mengeluarkan semua isi kotak kado dengan maksud untuk mencari kemungkinan si pengirim meninggal kan pesan seperti kado di pabrik tadi.
Habis sudah isi kotak keluar tetap Rena tidak menemukan apa-apa selain selembar amplop surat.
dengan tangan gemetar Rena menyobek ujung amplop dan mengeluarkan dua lembar kertas yang satu terlipat yang satu lembar sama besar dengan amplpop nya.
__ADS_1
Rena terbelalak dengan secarik kertas yang bertulis kan angka seratus juta, kemudian Rena membuka kertas yang terlipat ternyata berisi pesan dan petuah serta permintaan maaf dengan menggunakan tulisan tangan.
lama Rena merenung penasaran Siapa pengirim kado hingga Ia tertidur pulas.