Misteri Cinta

Misteri Cinta
Sepi


__ADS_3

Tak seperti hari-hari biasa, ketika ulangan, kami ke sekolah tanpa membawa buku karena kami belajar di pondok dan ketika bel berbunyi kami tinggal berjalan menuju ruangan masing-masing. Pulang sekolahpun kami :nglentung: hanya membawa peralatan tulis saja. Dan sesampainya di pondok kami melepas sandal kemudian membawanya ke rak sandal di kamar masing-masing.


Begitupun denganku. Aku menjinjing sandalku saat sudah sampai di pintu pondok putri yang hanya butuh kira-kira 20 langkah dari ruangan kelas sementaraku. Berjalan masuk ke arah kamar yang terlihat dari luar melalui kaca, ternyata sudah penuh dengan teman-teman sekamar yang sudah sampai lebih dulu. Sebagian dari mereka duduk sambil ngemil dan bercerita.


Baru saja aku sampai di pintu, mbak Nurin berkata," Syifak pean pek yo mbak?"


"Hah.... nggak begitu mbak. Dia tiba-tiba saja duduk di depanku " Aku sedikit gugup karena langsung diserang mbak Nurin padahal aku tak merencanakan apa-apa.


"Hu hu hu.... pean jahat" Katanya.


'Ya salam.... Ini anak.... ' batinku. Meski Sebenarnya hatiku juga bahagia saat Syifak tiba-tiba mendekatiku karena dia benar-benar tipe idealku. Meski Setelah itu tiap kali kami bertemu, Syifak seperti membuang mukanya tak mau melihatku. Ya cuma sekejap itu saja pertemuanku dengan Syifak.


Setelah ulangan selesai kami pun antusias menyiapkan liburann kami setelah menerima raport nanti. Dan ternyata aku dapat rangking dua tapi itu nggak jujur karena beberapa kali aku berdiskusi dengan teman-temanku setelah peristiwa dengan Syifak waktu itu. Tidak ada kebanggaan sama sekali saat itu karena aku tahu aku mendapatkannya dengan cara yang salah.

__ADS_1


.


Sehari sebelum pulang kami mencuci semua pakaian kami hingga kamar mandi dan tempat cucian selalu ramai antriannya. Begitupun tempat jemuran menjadi penuh sesak. Bahkan ada yang menggeser jemuran yang belum sepenuhnya kering untuk ditempatinya. Semua itu karena kami akan pulang dan tidak ingin meninggalkan pakaian kotor di pondok.


Malam harinya tempat cucian masih saja ramai. Mereka akan menjemurnya dan menitipkannya pada teman-teman yang pulang terlambat atau bahkan tidak pulang karena rumahnya jauh.


Aku dan beberapa teman yang sudah selesai mengambil baju dari jemuran kemudian melipatnya sambil menghabiskan malam. Bercerita tentang kebiasaan kami saat di rumah dan lain-lain. Kami akan berpisah untuk sementara waktu dan rasanya kami akan merindukan semua hal yang sudah terjadi di pondok.


"Mbak Rotin!!!!! disusul!!!"


"Fatimah!!!!!"


Silih berganti nama-nama santri putri di jemput oleh keluarganya. Aku pun juga menunggu namaku di panggil tapi sampai sore aku dan mbak Ima belum juga di panggil.

__ADS_1


Aku pulang selalu bareng sama mbak Ima, dijemput sama pak dhe ku, ayahnya mbak ima, wak Yas. Mungkin beliau sedang repot jadi belum bisa menjemput kami hari itu.


Jadilah kami termasuk yang tidak pulang hari itu. Saat asar tiba kami langsung memilih kamar mandi tanpa mengantri seperti biasanya. Area kamar mandi yang biasanya ramai kini tampak lengang.


Solat asar berjamaah dengan bu nyai hanya terdiri dari 2 shof saja dan saat waqiahan mulut rasanya blangkemen. Bagaimana tidak, bu nyai mengistiqomahkan membacanya sebanyak 4444 kali. Dengan jumlah santri yang sedikit tentu saja mengharuskan kami membacanya lebih banyak dan lebih cepat agar bisa segera selesai sebelum waktu maghrib datang.


Saat maghrib dan isyak kami ke kamar mandi bebarengan karena suasananya tampak menakutkan . Ditambah lagi kakak-kakak yang menggoda juniornya untuk menakut-nakuti kami.


"Hihihihihi......" Mereka tertawa menirukan nenek lampir dan kamipun berlarian pontang panting keluar dari kamar mandi.


Anak-anak kamar atas memilih tidur di kamar bawah yang tinggal beberapa saja penghuninya. Kamar A, B, dan C. Kami bercerita sambil nyebleki nyamuk yang menyerang kami tiada henti.


Jika hari biasa kami jarang digigit nyamuk karena mangsanya banyak maka ketika manusianya tinggal sedikit mereka menyerang kami bertubi-tubi seperti hewan pemangsa darah yang kelaparan setelah bertahun-tahun tidak makan.

__ADS_1


__ADS_2