Misteri Cinta

Misteri Cinta
telpon rumah


__ADS_3

Kami yang melihat comberan disekujur tubuh santri yang ketakzir itu sudah merasa jijik, hii.... ditambah lagi baunya haduuh.... kayak apa cobak? comberan dari kamar mandi putra putri, air bekas mencuci,air bekas memasak yang bermuara pada satu tempat.0


Aku kemudian masuk untuk bersiap-siap roan. Aku melihat mbak ruq sudah siap untuk ditakzir. Rencananya adalah mbak ruq disuruh menyapu halaman dari depan kantin putra sampai kantin putri.


.


setelah roan selesai kemudian aku mandi dan duduk-duduk. Aku tidak bisa ikut mengaji pada pak zein karena antrian kamar mandi yang mengular. Biasa, setelah kamar mandi dibersihkan airnya habis dan kamar mandi yang bisa digunakan hanya yang nomer satu dan dua yang ada keran airnya. Itupun sangat lama.


" takzirane mau yo opo?" tanyaku pada krucil-krucil setelah aku selesai mandi dan Kami duduk-duduk dibelakang pintu kantor putri menghadap ke arah kamar mandi.


" mboten sios niku wau mbak aini.." ratih adik kelasku menjawab


"heh... opo o lho?"


"anu iku mau mbak, jek kawit nyapu ngarepe kantin ambek ditabuhi arek lanang-lanang dadak gus zaki medal ambek mengkerek- bubar bubar bubar!- malih bubar kabeh" alifah menjelaskan sambil memelankan suaranya sambil menoleh kekanan dan kekiri memastikan tidak ada mbak ruqoyyah di sekitar kami.


aku manggut-manggut mencoba memahami situasi. Pasti canggung sekali jika kami bertemu dengan mbak ruq.


.

__ADS_1


.


Hari- hari berlalu dengan rutinitas yang sama sampai akhirnya liburan datang lagi dan kali ini jeng kar mengajakku ke rumah mbak qum. Akupun menyanggupinya karena dia adalah teman dekatku meski aku akan kliyengan nanti ketika di dalam mobil. semoga saja tidak mabuk, doaku dalam hati. Jeng kar juga mengajak mbak ziyah dan mbak ima untuk ikut serta.


Besoknya Jeng kar dan mbak ziyah memutuskan untuk menginap dulu di rumah mbak ima untuk bertanya pada harjo yang sedesa dengan mbak qum, bagaimana caranya agar bisa dengan mudah sampai ke rumah mbak qum.


Setelah isya' kami berkumpul di rumah mbak ima yang berada di depan musolla. Kami menunggu Harjo yang selalu solat jamaah disitu.


Mereka memaksaku untuk maju dan bertanya pada harjo, tentu saja aku menolaknya. Menurutku itu sangat memalukan. Seakan-akan aku caper pda harjo. Cih... bagaimana kalau dia mengartikan yang tidak-tidak


" ayo pean maju o!" jeng kar menyuruhku maju


Maka ketika ketika kami melihat harjo kami semua keluar menuju teras rumahnya mbak ima untuk mencegatnya. Mereka mendorong-dorongku untuk maju dan dengan terpaksa aku maju dan menurunkan egoku


" niki lo kajange tanglet.." kataku pada harjo


" nek kajange teng dawar niku yok nopo?" jeng kar mulai bertanya


" oooh... niku engken nek pon sampek terminal padangan enten len kuning. DAWAR BLANDONG DAWAR BLANDONG DAWAR BLANDONG..... kernete biasane bengok-bengok ngoten..." jawabnya sambil tangannya diangkat keatas dan mengayunkannya beberapa kali untuk menirukan gaya kernet len

__ADS_1


" pffftthhhhhh......." kami semua menahan tawa karena aksi kocaknya. Mosok koyok ngunu, batinku.


"engken nek pon sampek gerbang dawar mlampah mawon utowo nek enten truk nunut bekne tiange purun nyangkeng" katanya melanjutkan instruksinya.


" tebih ta?"


"nggeh lumayan.."


" nggeh pon matur suwun..." kata jeng kar mewakili kami


kemudian kami masuk ke rumah mbak ima lagi dan menikmati bakso yang disuguhkan oleh budeku. Kami akan memberi kejutan pada mbak kum


pada zaman itu hp belum menjamur seperti sekarang yang setiap nyawa pasti punya telpon genggam itu . Waktu itu telpon rumah adalah sarana komunikasi tercepat yang ada di dunia ini tapi itu termasuk barang langka. Hanya orang-orang kaya yang dirumahnya yang ada telpon rumahnya



Ini nih telpon rumah jaman dulu seperti yang ada di rumah temanku yang kaya karena ayahnya adalah anggota DPR.


Cara memakainya, angkat gagang telponnya kemudian putar nomer dengan kode wilayah untuk panggilan luar kota. misalnya 0321 untuk Mojokerto dan jombang, 031 untuk wilayah Sidoarjo dan Surabaya, baru putar nomernya sampai bunyi sreeeek.... ting baru nanti akan tersambung

__ADS_1


__ADS_2