Misteri Cinta

Misteri Cinta
Yamaha


__ADS_3

Aku kembali ke pondok diantar sepupuku cak hanafi , putra bude yang dulu menjadi guru di pondok Mojogeneng. Teman-temanku yang dulunya mondok di mojogeneng kemudian pindah ke pondok darul hikmah bercerita kalau cak fi itu salah satu guru faforit disana. Saat cak fi berpamitan karena tidak lagi bisa mengajar disana mereka semua menangis.orangnya pendiam, sabar, tenang dan bijaksana.


Cak fi hanya mengantarku sampai depan pintu gerbang dan langsung menjalankan sepeda motor bututnya, yang berwarna merah setelah aku turun.


Aku berjalan sendiri melewati pondok putra yang masih sepi. kakasen oleh mbalik. Anak-anak cowok krucil-krucil yang yang ada menyapaku sambil meminta oleh-oleh padaku.


Salah satunya adik-adikanku yang bernama Hamid.


"Mbak aini oleh-olehe" kata hamid


aku manggut-manggut saja.


Masuk kedalam pondok suasana masih lengang. Baru beberapa anak saja yang sudah kembali. Aku membongkar tas yang kubawa ketika sudah sampai di kamar. Mengeluarkan makanan dan kubagikan pada teman-temanku yang ada dikamar. Aku mengambil beberapa untuk kuberikan pada Hamid.


Aku ke dapur mencarinya karena biasanya dia ikut membantu di dapur. tapi aku tak melihatnya. Kemudian aku bertanya pada teman Hamid yang ada disitu.


"Hamid nang ndi?"


"nang... kene lo" katanya dengan penuh penekanan sambil menjewer salah satu lubang hidungnya hingga terangkat dan lubangnya terlihat

__ADS_1


"gak tayoh" kataku lirih. onok-onok ae arek cilik-cilik iki


.


.


Beberapa hari kemudian aku, mbak lel teman sekamarku, dan mbak hanim anak kamar c ditimbali ke ndalem.


Aku bersiap-siap sambil terus berpikir -apa aku melakukan kesalahan, tapi mbak leli sama mbak hanim masa juga melakukan kesalahan, nggak mungkin lah, terus ada apa sampai neng niroh memanggil kami bertiga- Aku sedikit cemas.


"mbak leli mau nang ndi ?" tanyaku pada anak-anak yang sedang duduk di depan kamar.


" nang.... kene lho!" kata salah satu cewek kecil yang terkenal centil itu sambil mengangkat salah satu lubang hidungnya dengan jari telunjuk.


"kok iso ketularan kabeh ilo" kataku heran


Mbak hanim keluar dari kamarnya kemudian menghampiriku,"ayo mbak, ndi mbak lel?" sambil berjalan ia berbelok ke kamar A untuk mencari mbak leli


" ayo mbak!"mbak leli keluar dari kantin dan berdiri menunggu kami untuk masuk ke musolla ndalem.

__ADS_1


.


.


Neng niroh duduk didepan kami, kemudian beliau mengatakan siapa diantara kami bertiga ini yang pantas menjadi ketua pondok.


tweeweweweweng


ketua pondok? kenapa aku masuk kandidat? nggak salah neng? aku nggak punya kelebihan apa-apa. masa dicalonkan jadi ketua pondok. Aku itu sering berdebat dengan teman-teman dan nggak sabaran masa harus ngasuh anak sepondok, yo nggak bisa lah


kami bertiga diam beberapa saat. Mbak lel kemudian berkata," nek mungguh kulo nggeh hanim, hanim seng pon dangu mondoke. (aku dan mbak lel masuk pondok saat MA sedangkan mbak hanim sudah sejak MTS)


"mboten neng... mbak leli mawon. mbak leli seng pinter, nggadah jiwa pemimpin" kata mbak hanim


aku diam saja karena merasa tidak cukup pantas untuk memgemukakan pendapat.


"yo wis ngene ae, leli dadi ketua pondoke, wakile hanim, aini bendaharae, yok opo?" kata neng niroh


"nggeh..." jawab kami serempak

__ADS_1


 


Sepeda yamaha warna merah dulu itu termasuk sepeda butut. Bunyinya kalau distater ' treng teng teng teng teng teng teng greng greng greng...... kalau sudah jalan bunyinya berubah tek etek etek etek etek etek........ Sekarang sepeda itu malah jadi barang antik, harganya lumayan mahal, dimodofikasi jadi bagus


__ADS_2